Mr. Vampire, I Love You!

Mr. Vampire, I Love You!
44. Kedatangan Putri Goldice dan Ice


__ADS_3

Bab 44 MVILY


Selang satu jam kemudian, Tuan Albert mengendus aroma lycan yang baru saja melintas. Ada jejak daging babi hutan yang diseret di permukaan tanah.


"Kita ikuti jejak ini!" ucap Arthur.


"Jangan dulu ikuti! Biar aku saja yang ke sana untuk mendekat. Kalian siapkan saja peralatan untuk membuat senjata baru," kata Tuan Albert.


Tuan Luke setuju dan meminta Arthur jangan bertindak gegabah. Dia lalu membawa Arthur dan empat pria lainnya untuk membuat beberapa senjata dari bahan yang mudah dibuat dan mereka temukan untuk bertarung. Tuan Luke membuat busur dan panah. Dia juga membuat pisau belati. Namun, sesuatu mengusiknya.


"Arthur, apa kau merasakannya? Ada aura kekuatan lain yang sedang mendekat ke arah sini, iya kan?" tanya Tuan Luke.


"Iya, Paman. Ini aura yang beda dengan Tuan Albert. Aku dapat merasakannya," sahut Arthur.


Tuan Luke lantas meminta Arthur dan empat warga itu untuk segera bersembunyi menuju ke sebuah gua di atas bukit. Tuan Luke lantas melihat ke arah lautan yang tak jauh dari tebing tempat dia berada.


"Apa itu rombongan Lord Gevil?" tanya Arthur.


"Bukan, Arthur. Aku rasa ini bukan kekuatan kegelapan. Tapi, sebaiknya kita tetap waspada," ujar Tuan Luke seraya mengamati ke arah lautan lepas tersebut.


Rombongan beberapa wanita bersisik ikan yang disebut Rusalka datang bersama seorang wanita yang berdiri di depan dan diduga pemimpin kawanan itu. Wanita dengan rambut perak sampai ke kaki yang dikepang bak rapunzel itu merupakan seorang keturunan dari penyihir yang menguasai lautan. Kekuatan sang poseidon yang ada di dalam dirinya membuat dia menjadi penyihir lautan terkuat di kaumnya. Iris mata biru dan paras yang cantik mampu membuat siapa pun kaum adam akan tergoda.


"Wah, cantik sekali gadis itu," ucap Albert yang datang tiba-tiba mengejutkan Arthur dan Luke.

__ADS_1


"Dia memang cantik. Sikapnya juga baik dan ramah membuat siapa pun akan mengagumi dirinya. Tapi, jangan mudah terpedaya olehnya," ujar Luke.


"Mau apa dia datang ke sini? Apa dia akan membantu kita? Atau malah memusuhi kita?" tanya Arthur.


"Tentu saja, dia pasti akan membantu kita. Dia dikenal sebagai penyihir dengan kekuatan penyembuh terbaik bahkan ia memiliki kekuatan dan sihir lain yang hebat," ujar Tabib Lily yang juga hadir tiba-tiba setelah mengendus aroma tubuh sang putri penyihir lautan.


Putri Goldice tiba di tepi pantai. Tabib Lily lantas membawa Luke untuk berjalan mendekat ke sana diikuti oleh Arthur, Albert dan yang lainnya.


"Halo, Nyonya Tabib Ly!" sapanya seraya memeluk wanita paruh baya di depannya.


"Halo, Putri Goldice. Ada apa gerangan yang membawamu sampai juga ke sini? Apa ini berhubungan dengan wargaku atau hanya tentang kita saja," ucap Tabib Ly.


"Aku datang untuk memberi bantuan," ujarnya.


"Aku hanya tinggal memiliki adikku saja. Lord Gevil telah menyerang wilayah kerajaanku. Ayahku meminta ku untuk kabur bersama adikku Icy dan enam sosok Rusalka ini. Ayah memintaku untuk menemuimu meminta pertolongan membantu menyembuhkan Icy," ucap Goldice yang tampak sedih seraya melihat lautan. Saat gadis itu berkata seperti itu, Tabib My merasa kalau ayah dan ibunya tidak bisa bertahan untuk hidup lebih lama.


"Halo, Putri Goldice!" sapa Tuan Luke sampai membuat gadis berambut seputih salju itu menoleh.


"Halo. Tuan Luke, apa kabar? Goldice tersenyum menyapa Tuan Luke yang ternyata teman masa mudanya saat Tuan Luke hampir saja tenggelam dan ditolong para Rusalka.


"Kabarku baik. Aku turut berduka atas apa yang terjadi pada ayah, ibu, dan rakyatmu," ucap Tuan Luke


Luke lantas mengenalkan Goldice pada Arthur. Mereka berjabat tangan. Arthur sempat tersentak kala hawa dingin langsung menyeruak menembus sumsum tulangnya.

__ADS_1


"Apa dia vampir sepertimu, Tuan Luke?" tanya Putri Goldice saat menjabat tangan Arthur dan yang lainnya di hadapannya.


Icy sang adik sedang memakai jubah putih yang turun dari kapal bersama rusalka. Wajahnya penuh bintil merah seperti jerawat besar. Beberapa di antaranya pecah dan mengeluarkan nanah, berbau busuk.


"Ini adikku, namanya Icy. Nah, Icy, ini para manusia dan seorang pemuda di belakangnya yang ternyata seorang vampir," jawab sang ratu.


"Wah, hebat! Kawanan yang unik!" seru Icy, gadis berusia dua belas tahun itu sangat merasa kelaparan.


"Aku mau menawarkan penawaran," ucap Goldice.


"Apa itu?" tanya Tabib Ly.


"Ayah memintaku untuk mencari sebuah Pedang Kristal di wilayah Antartika. Apa ada dari kalian yang mau ikut?" tanya Goldice.


"Pedang Kristal di Wilayah Antartika? Wilayah bersalju itu?" terka Tuan Luke.


Goldice lantas terlihat mengangguk.


"Tidak, aku tidak bisa ke sana. Apa kau tahu kalau udara di sana pasti sangat dingin," tolak Tuan Luke sampai membuat Goldice berdecak


...*****...


...To be continued...

__ADS_1


__ADS_2