
Ari baru saja kembali dari restauran Hotel, Ia mengambil makanan untuknya dan juga Rindu. Tetapi Ia tidak menemukan keberadaan Rindu di kamar.
"Kemana lagi Anak itu?" Ucap Ari pelan sambil mencari-cari keberadaan Rindu. Ia mencoba mengetuk pintu kamar mandi.
"Rindu, Kamu ada didalam?" Tanya Ari tetapi tidak ada jawaban.
"Kemana sih Dia." Ucap Ari mengambil ponselnya dari saku, Ia baru menyadari bahwa baterainya habis. Ari pun mencharge ponselnya.
Ia membuka Ponselnya, ternyata Rindu telah mengirimkan pesan kepadanya.
"Kenapa Dia ceroboh banget, pergi tanpa ditemani siapapun di tempat asing." Umpat Ari mencoba menghubungi Rindu.
Ari langsung bertanya keberadaan Rindu dan meminta Rindu untuk membagikan maps keberadaannya.
Setelah Rindu membagikan lokasinya, Ari pun bergegas untuk menemui Rindu. Lokasi Rindu semakin dekat, dari kejauhan Ari melihat Seorang Wanita berjalan meninggalkan Rindu.
"Kenapa Kamu pergi sendirian? Tadi itu Siapa?" Tanya Ari yang baru saja tiba.
"Tadi itu temen Rindu, Rindu juga baru kenal." Jawab Rindu.
Ari meraih tangan Rindu dan mengajaknya kembali ke hotel.
"Ayo Kita balik ke hotel." Ajak Ari.
"Kak Ari darimana sih? Rindu cari gak ada di kamar." Tanya Rindu.
"Tadi Aku beli makan sebentar, Kamu udah hilang." Protes Ari.
"Aku kira Kak Ari masih marah sama Aku." Ucap Rindu.
Mereka kembali ke hotel dan makan bersama, malam pun tiba. Kini Mereka baru saja menyelesaikan sholat Isya' berjamaah. Rindu masih berdoa ketika Ari telah selesai. Ari pun meninggalkan Rindu untuk pergi ke luar balkon. Saat Ari kembali Ia melihat Rindu tergeletak masih mengenakan Mukena. Ari pun menghampiri Rindu.
"Dasar Bocil, bisa-bisanya Dia ketiduran masih pake mukenah." Protes Ari membangunkan Rindu.
"Rindu, bangun.... jangan tidur disini." Ucap Ari menepuk pundak Istrinya.
Rindu perlahan membuka matanya, Ia melepaskan mukenahnya dan kembali tidur di atas sajadahnya.
"Astaghfirullah, Anak ini ***** banget. Makannya jangan keluyuran. Capek kan?" Protes Ari menggendong tubuh Rindu dan membawa Rindu ke atas ranjang. Ia menyelimuti tubuh Istrinya itu.
Ari benar-benar sosok yang melindungi dan mengayomi.
Pagi telah kembali tiba, Ari bangun dan membersihkan diri. Ia melihat Rindu masih terlelap. Ari pun membangunkannya.
"Rindu bangun, ini udah pagi lho. Nanti waktu subuh habis." Ucap Ari membangunkan Rindu.
Wajah Rindu nampak begitu pucat, Ari pun menyentuh dahi Istrinya. Suhunya terasa panas.
__ADS_1
"Rindu, Kamu sakit?" Ucap Ari khawatir.
Rindu perlahan membuka matanya, Ia memegangi perutnya yang sakit.
"Aww" Rindu berusaha untuk duduk, Ari pun membantunya.
"Kenapa? Kamu sakit? Kita ke rumah sakit sekarang ya?" Tawar Ari.
"Gak usah Kak, Aku gak sholat hari ini. Aku ada tamu bulanan." Ucap Rindu memegangi perutnya.
"Tapi Kamu demam." Ucap Ari.
"Gak, Aku gak papa kok Kak." Ucap Rindu meringis kesakitan.
"Kita ke rumah sakit setelah Aku sholat, Aku gak menerima penolakan." Ucap Ari meninggalkan Rindu.
Setelah selesai melaksanakan shalat, Ari pun mengangkat tubuh Rindu. Rindu pun melingkarkan tangannya di leher Ari agar tidak terjatuh.
"Kak, Aku beneran gak papa. Emang kalo Aku datang bulan Aku suka gak enak badan." Ucap Rindu menatap mata Ari.
Tiba-tiba ponsel Rindu berbunyi.
"Kak, tolong turunin, ada telepon." Pinta Rindu.
Akhirnya Ari pun mengalah dan kembali meletakkan Rindu di atas ranjang.
Rindu menolak panggilan itu karena yang menghubunginya adalah Farel.
"Gak penting Kak, jadi Aku tolak aja." Jawab Rindu dengan ekspresi wajah yang kesal.
"Yaudah kalo Kamu gak mau dibawa ke rumah sakit, Kamu istirahat aja di kamar." Ucap Ari meraih ponselnya di atas nakas.
"Kakak Keluar sebentar ya." Ucap Ari.
"Kak Ari mau kemana?" Tanya Rindu.
"Mau cari sarapan, Kamu mau titip sesuatu?" Tanya Ari.
"Enggak ada, Kakak cepet balik ya." Pinta Rindu.
Ari kemudian keluar, Ia mencari makanan untuk Rindu, Ia juga mencari informasi di internet tentang tamu bulanan. Ia membeli obat untuk Rindu. Setelah mendapatkan semua keperluannya, Ari bergegas kembali ke hotel Karena Ia khawatir dengan keadaan Rindu yang sedang sakit dan sendirian di kamarnya.
Ari kembali ke kamarnya, Ia melihat Rindu tengah terlelap. Ari pun menghampirinya dan kembali menyentuh dahi Rindu.
"Badannya masih panas." Batin Ari, Ia kemudian mengambil kompres dan mengompres Rindu.
"Rindu, bangun Kamu belum makan."Ucap Ari membangunkan Rindu dengan lembut.
__ADS_1
Rindu terbangun dilihatnya Ari telah menyiapkan makanan dan teh hangat disampingnya.
"Akhirnya Kak Ari balik juga." Ucap Rindu.
"Kamu makan dulu baru istirahat lagi." Ucap Ari meraih sepiring makanan dan bersiap untuk memberikan suapan kepada Rindu.
"Kakak gak makan?" Tanya Rindu.
"Yang penting itu Kamu dulu, ini Kamu minum teh hangat dulu supaya Lebih enak." Ucap Ari memberikan segelas teh hangat yang Ia beli untuk Rindu.
"Ternyata di balik sifat Kak Ari yang jutek, Dia perhatian juga ya." Batin Rindu Ia tersenyum melihat sifat Suaminya itu.
Ari melihat Rindu yang tersenyum dan menegurnya.
"Kenapa Kamu senyum-senyum gitu? terpesona ya sama Aku?" Goda Ari.
"Ih Kak Ari, udah Mr Jutek. Mr Pede lagi." Ledek Rindu.
"Kamu lagi sakit masih aja reseh jadi Bocah ya." Ucap Ari.
"Ye biarin dong, orang Aku cuma ngomong apa adanya kok." Jawab Rindu.
"Udah jangan banyak bercanda, Kamu itu lagi sakit. Harus istirahat." Titah Ari.
"Istirahat, karena besok Kita harus pulang." Ucap Ari.
"Pulang? kok mendadak Kak?" Tanya Rindu merasa kecewa.
"Iya, tadi Putra telpon Aku dan bilang bahwa lusa ada client yang sangat penting, jadi Kita harus pulang besok." Jawab Ari Ia melihat Rindu yang cemberut.
"Kalo ada waktu lagi, Kita jalan-jalan." Ucap Ari menenangkan Rindu.
Rindu hanya diam dan mencoba memejamkan matanya. Ari terus menjaga Rindu dan merawat Rindu dengan penuh perhatian hari itu.
Malam harinya, Rindu terbangun dan telah merasa lebih baik. Ia melihat Ari tidur sembari duduk dan bersandar di samping Rindu.
"Yaampun Kak Ari sampe ketiduran Karena jagain Aku." Batin Rindu merasa simpati dengan perlakuan Ari. Ia bangkit dari tidurnya dan menghampiri Ari. Ia menyelimuti tubuh Ari dengan selimut.
"Makasih ya Kak, Walaupun Kak Ari itu dingin, jutek dan nyebelin. Tapi sebenarnya Kak Ari perhatian dan peduli banget sama Aku." Ucap Rindu.
Kemudian Ia melihat koper yang masih tersimpan di pojok ruangan.
"Kata Kak Ari besok Kita kan pulang, tapi Kak Ari belum beresin semuanya. Kak Ari pasti kecapean ngurusin Aku seharian." Ucap Rindu Kemudian mempersiapkan koper yang besok akan dibawa pulang.
"Akhirnya selesai, sekarang saatnya kembali istirahat." Ucap Rindu kemudian kembali ke tempatnya. Ia kemudian memandang wajah tenang Ari sebelum tidur.
bersambung......
__ADS_1
bagaimana kelanjutan kisah dari Ari dan Rindu?