
Di Kamar Tasya.
Ari membuka pintu kamar Tasya yang tidak terkunci. Ia mencoba mencari keberadaan Tasya.
"Tasyaaa, Kamu di kamar mandi?" Tanya Ari.
"Iya Kak, sebentar." Jawab Tasya. Tanpa sengaja Ari menjatuhkan majalah yang ada di meja belajar Tasya. Ia meraih majalah tersebut yang kebetulan terbuka pada halaman yang berisikan berita mengenai Rindu dan juga Raja.
"Inikan Kak Raja dan Rindu, ada apa ini? Kenapa Rindu gak bilang apapun sama Aku?" Protes Ari yang melihat foto Raja dan Rindu nampak mesra.
Ia kemudian meninggalkan kamar Tasya dengan membawa majalah tersebut. Ia kembali ke kamar dan meminta penjelasan kepada Rindu. Ari melempar majalah itu di atas ranjang.
"Kenapa Kamu gak bilang apapun sama Aku tentang berita ini?" Tanya Ari.
"Aku bukannya gak mau bilang, Aku kemarin mau cerita sama Kakak, tapi Kak Ari tutup teleponnya." Jawab Rindu.
"Oh gitu, jadi sekarang Aku mau tanya. Kenapa bisa ada foto itu? Kamu ngapain sama Kak Raja?" Tanya Ari yang kesal.
"Aku nggak ngapa-ngapain sama Kak Raja, yang ambil foto ini pasti orang yang benci sama Aku kalau nggak ya Kak Raja." Ucap Rindu.
"Udah cukup Rindu." Titah Ari Kemudian meninggalkan Rindu sendiri di kamar.
"Kak, Aku belum selesai ngomong." Ucap Rindu yang tidak digubris oleh Ari.
"Kenapa sih Kak Ari dikit-dikit baik nanti judes lagi. Nyebelin banget." Umpat Rindu.
Ari yang keluar dari kamar bertemu dengan Bu Kesya.
"Kebetulan ketemu Kamu disini, Mama jadi gak perlu ke kamar Kamu." Ucap Bu Kesya.
"Ada apa Ma?" Tanya Ari.
"Mama mau ngasih tau, besok ada acara piknik bersama. Keluarga dari Ayah." Terang Bu Kesya.
"Ari gak bisa janji Ma." Jawab Ari.
"Gak bisa, pokoknya Kamu sama Rindu harus ikut. Titik." Ucap Bu Kesya kemudian meninggalkan Ari.
"Mama itu gimana sih, Aku kan lagi marah sama Rindu. Masak Aku harus ngomong sama Dia." Batin Ari.
"Udahlah biarin aja, gak usah Aku kasih tau dulu. Aku kasih tau besok aja setelah sholat." Pikir Ari yang gengsi untuk berbincang dengan Rindu setelah Ia marah.
Di Kamar Ari.
Rindu dan Ari baru saja menyelesaikan shalat subuh berjamaah, Rindu kemudian mencium tangan Ari.
"Rindu, Kamu siap-siap. Hari ini ada acara keluarga." Terang Ari melipat sajadahnya.
"Acara keluarga? Ada acara apa emang Kak?" Tanya Rindu.
"Pergi piknik sehari bersama." Jawab Ari.
__ADS_1
"Kak Ari masih marah ya?" Tanya Rindu.
"Gak, Udahlah lupain aja. Aku percaya sama Kak Raja kok." Jawab Ari.
"Kenapa sikap Kak Ari jadi dingin lagi." Batin Rindu.
Di Pantai
Keluarga Prawira telah berkumpul bersama di tepi pantai, rencananya hari ini Mereka akan sama-sama menikmati pemandangan laut dengan menaiki kapal.
Mereka pun menaiki kapal, Ari terus menggenggam tangan Rindu. Raja yang melihat Ari pun menyapanya.
"Ari, Kamu udah pulang." Sapa Raja.
"Hai Kak, iya. Pekerjaan Aku disana udah selesai." Jawab Ari.
Raja melihat genggaman tangan Ari yang sangat kuat kepada Rindu.
"Yaudah Ari, kalo gitu Aku nyusul Arkan dulu ya." Pamit Raja kemudian meninggalkan Ari dan Rindu.
"Kak Rindu, tolong fotoin Aku dong." Pinta Tasya memberikan kamera ke Rindu.
"Boleh." Jawab Rindu mengikuti Tasya yang berjalan ke tepi kapal.
"Deg." Lagi-lagi Ari merasakan sakit di bagian dadanya. Ia dengan susah payah menuju kamar mandi untuk bersembunyi. Karena Ia tidak mau ada yang melihatnya kesakitan.
"Kenapa lagi ini?" Batin Ari.
"Byurrrrrrrr" Rindu terjatuh ke dalam lautan, Tasya pun panik melihat itu.
"Kak Rindu……." Teriak Tasya.
"Ada apa Tasya? Rindu kenapa?" Tanya Raja panik, Ia melihat ke arah laut dan melihat Rindu yang tenggelam.
"Byurrrrr" Tanpa berfikir panjang Raja masuk ke dalam air untuk menyelamatkan Rindu.
Ari yang mendengar kegaduhan pun bergegas keluar dari kamar mandi dan melihat apa yang terjadi.
Raja membawa Rindu ke permukaan, Ari pun menolong Rindu untuk naik ke kapal. Tetapi Rindu telah tak sadarkan diri.
Ari mencoba mengeluarkan air yang masuk ke dalam tubuh Rindu, tetapi Rindu tidak juga sadarkan diri.
"Rindu, bangun Rindu." Harap Ari.
"Kak Ari, kasih nafas buatan." Saran Tasya.
"Iya Ari." Dukung Bu Kesya.
"Maaf Rindu." Bisik Ari kemudian memberikan nafas buatan kepada Rindu.
"Uhuk-uhuk." Rindu terbangun. Ari segera memeluknya.
__ADS_1
"Syukurlah Kamu gak papa, Aku gak akan maafin diri Aku sendiri kalau sampai Kamu kenapa-napa." Ucap Ari berbisik.
"Ari, lebih baik Kamu bawa Rindu masuk. Biar Dia beristirahat." Saran Bu Kesya.
"Ayo Rindu." Ari menggendong tubuh Rindu, kemudian Ia membawa Rindu memasuki ruangan kamar yang ada di kapal.
Ia meletakkan Rindu di atas ranjang.
"Kamu baik-baik aja kan?" Tanya Ari.
"Iya Kak, Makasih Kak Ari udah selametin Aku." Ucap Rindu.
"Bukan Aku yang selametin Kamu, tapi Kak Raja." Ucap Ari. Ia menjadi berfikir bahwa Kak Raja begitu baik kepada Rindu. Ia bisa melindungi Rindu. Sedangkan Ari? Semakin lama mulai dikalahkan oleh penyakitnya.
"Aku fikir Kak Raja adalah orang yang tepat, yang bisa menggantikan Aku untuk menjaga Rindu. Kalau Aku bisa membuat Mereka bersatu, mungkin Aku akan pergi dengan tenang." Batin Ari.
"Kak, Kakak kenapa? Kok kayak lagi mikirin sesuatu?" Tanya Rindu.
"Gak papa Rindu, lebih baik sekarang Kamu ganti baju. Baju Kamu basah semua." Ucap Ari kemudian keluar dari kamar.
"Aku harus memastikan bahwa Kak Raja mau dan sanggup untuk menjaga Rindu, Ya Aku harus bicara sama Kak Raja." Batin Ari.
Ari pergi menemui Raja yang baru saja berganti pakaian.
"Kak Raja, Boleh Aku bicara sebentar?" Tanya Ari.
"Boleh, ada apa Ari?" Tanya Raja.
"Tapi Kita bicara di tempat yang aman, Karena ini rahasia." Bisik Ari.
"Oke, kalau gitu Kita bicara di kamar Aku." Raja mengajak Ari untuk masuk ke ruangan kamar miliknya.
"Yang pertama Aku mau bilang makasih sama Kak Raja, Karena tadi udah selametin Rindu." Ucap Ari memulai pembicaraan.
"Iya, sama-sama. Rindu itukan Adik Ipar Aku. Jadi Aku emang harus tolongin Dia." Jawab Raja.
"Kak Raja, Aku mau minta tolong sama Kak Raja." Ucap Ari.
"Ada apa Ari? Selama Aku bisa bantu, Aku pasti tolongin Kamu." Jawab Raja.
"Tolong menikah dengan Rindu." Ucap Ari yang membuat Raja terkejut.
"Kamu bercanda ya Ari?" Protes Raja.
"Aku gak bercanda Kak, Aku serius. Aku akan menceraikan Rindu, tapi Kak Raja harus tolongin Aku untuk menikah dengan Rindu. Menjaga dan Melindungi Dia." Ucap Ari.
"Jangan ngomong gitu Ari, Aku gak tau maksud Kamu sebenarnya apa?" Tanya Raja yang bingung dengan permintaan Adik sepupunya itu.
Bersambung……
Bagaimana kelanjutan kisah Ari dan Rindu?
__ADS_1