Mr Jutek Milik Rindu

Mr Jutek Milik Rindu
BAB 64 CINTA KABUR


__ADS_3

Di Rumah Sakit


Seperti percakapan Rindu dengan Cinta semalam, Rindu pun akhirnya datang ke rumah sakit untuk menemui Cinta setelah Ari pergi bekerja.


Rindu membuka pintu kamar Cinta, terlihat Cinta tengah melamun di atas ranjangnya, Ia bahkan tidak menyadari kehadiran Rindu. Rindu menghampiri Cinta dan membuyarkan lamunan Cinta.


"Selamat pagi Kak Cinta." Sapa Rindu tersenyum manis kepada Cinta.


"Rindu, Kamu udah dateng? maaf ya tadi Aku gak sadar kedatangan Kamu." Ungkap Cinta.


"Iya gak papa Kak, Kak Cinta lagi mikirin apa sih? jangan terlalu banyak fikiran lho Kak. Gak baik untuk kesehatan Kak Cinta." Saran Rindu.


"Aku udah gak peduli dengan kesehatan Aku. Bahkan Aku udah gak berharap untuk bisa sembuh Rindu."Cinta seolah pasrah dengan keadaannya.


"Kak Cinta gak boleh ngomong gitu, gak boleh putus asa Kak." Rindu mencoba mengingatkan Cinta agar kembali bersemangat.


"Keadaanku semakin hari semakin memburuk Rindu, rasa sakit itu terus datang dan sekarang satu-satunya harapan Aku untuk bisa bersama dengan orang yang Aku Cintai udah kandas. Udah gak ada lagi harapan untuk Aku Rindu." Cinta menumpahkan air matanya yang sedari tadi Ia bendung. Rindu ikut merasakan kesedihan melihat keadaan Cinta.


"Kak Cinta tenang aja ya, Aku akan coba bicara sama Pak Pram supaya Kak Cinta gak jadi dipindah ke rumah sakit lain." Rindu menenangkan Cinta.


"Aku gak yakin Ayah akan mau ubah keputusannya Rindu." Jawab Cinta.


"Kita harus coba dulu, sekarang Pak Pram dimana?" Tanya Rindu.


"Ayah lagi ke kantin dan setelah itu akan ke bagian administrasi untuk mengurus pemindahan rumah sakit." Jawab Cinta.


"Yaudah, kalo gitu Aku akan tunggu Pak Pram, dan Aku akan bicara sama Dia. Pokoknya Kak Cinta harus optimis." Ucap Rindu dengan yakin.


Setalah menunggu beberapa saat, Pak Pram masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Pak, Boleh Saya bicara sebentar?" Tanya Rindu sopan.


"Kamu mau bicara apa? tentang pindahnya Cinta?" Pak Pram seolah mengetahui maksud Rindu.


"Iya Pak, Saya mohon banget tolong dipertimbangkan lagi." Pinta Rindu.


"Kita bicara diluar saja." Pinta Pak Pram. Kemudian Rindu dan Pak Pram menjauh dari ruangan Cinta.

__ADS_1


"Rindu, Saya tahu Kamu pasti ingin Cinta dirawat disini. Tapi Saya Ayahnya. Saya tahu yang terbaik untuk Dia." Ucap Pak Pram.


"Tapi Kak Cinta kelihatan sedih Pak, Apa Pak Pram gak peduli dengan perasaan Kak Cinta?" Tanya Rindu.


"Kamu gak tahu apa yang sedang terjadi, Saya minta sama Kamu. Ini terakhir kalinya Kamu ketemu sama Cinta. Silahkan Kamu pergi." Pak Pram kesal dengan Rindu, Ia kemudian meninggalkan Rindu dan menutup pintu ruangan Cinta.


"Ada apa Ayah? Rindu mana?" Tanya Cinta yang melihat Ayahnya kembali tanpa Rindu.


"Sudah, Kamu gak usah pikirkan Dia lagi. Nanti Siang Kita akan pindah dari rumah sakit ini. Kamu istirahat aja biar Ayah siapkan semuanya." Ucap Pak Pram kemudian kembali meninggalkan Cinta.


Cinta menatap kepergian Ayahnya, tangannya mengepal karena merasa lelah selalu diatur oleh Ayahnya.


"Kenapa? kenapa Ayah selalu memisahkan Aku dari orang-orang yang Aku sayang. Aku lelah seperti ini." Lirih Cinta tak mampu membendung air matanya.


"Lebih baik Aku kabur sekarang, Aku gak mau kehilangan Kak Ari lagi. Aku harus temui Dia." Ucap Cinta kemudian Ia menulis surat untuk Pak Pram sebelum Ia mencoba melarikan diri dari rumah sakit itu.


Di Jalan


Ari tengah mengendarai mobil dengan tujuan pulang, tetapi Ia melihat seorang gadis tengah berjalan sempoyongan di tepi jalan. Ari memperhatikan Wanita itu dengan seksama.


"Itukan Cinta, Dia kayaknya masih sakit." Ari menepikan mobilnya dan berhenti. Ia keluar dari mobilnya dan menghampiri Cinta.


Cinta menoleh dan terkejut ketika melihat Ari dihadapannya.


"Ari, Ini beneran Kamu? Akhirnya Kita ketemu lagi. Aku udah nunggu Kamu tapi Kamu gak dateng-dateng." Cinta memeluk Ari erat. Ari merasa bersalah dengan perlakuan Cinta.


"Cinta, tolong lepaskan pelukan Kamu. Malu dilihat banyak orang." Ari berusaha melepaskan pelukan Cinta, tetapi Cinta menolaknya dan malah makin memeluk erat.


"Aku gak akan lepasin Kamu Ari, Aku gak mau kehilangan Kamu lagi." Rengek Cinta.


"Cinta, tolong ngerti. Ini di jalan." Protes Ari. Tiba-tiba pelukan Cinta perlahan melemah. Cinta tidak sadarkan diri, beruntung Ari dengan sigap menangkapnya.


"Cinta, bangun Cinta." Ari mencoba membangunkan Cinta.


Ari yang panik pun segera menggendong tubuh Cinta dan membawanya masuk ke dalam mobil.


"Bertahan Cinta, Aku akan bawa Kamu ke rumah sakit." Ucap Ari kemudian mulai mengemudikan mobilnya.

__ADS_1


Di Rumah Sakit


Pak Pram yang baru kembali dan mengetahui bahwa Cinta telah melarikan diri dari rekaman CCTV merasa khawatir dan memarahi petugas keamanan.


"Bagaimana Anak Saya bisa kabur? Kalian itu Bagaimana sih?"Protes Pak Pram.


"Maaf atas keteledoran Kami Pak." Salah seorang petugas meminta maaf.


"Saya menemukan kertas ini di ranjang nona Cinta." membaca sSeorang perawat datang dengan memberikan sepucuk surat yang ditulis oleh Cinta. Pak Pram menerimanya kemudian membacanya.


"Ayah, maaf Cinta harus pergi. Cinta gak mau pindah lagi Ayah. Cinta cuma mau bertemu sama Ari. Selama ini Ayah selalu membatasi Cinta. Cinta gak bisa Ayah. Maafin Cinta." Pak Pram membaca surat tersebut dalam hati.


"Dimana Kamu Cinta, kenapa Kamu tinggalin Ayah. Ayah menyesal. Ayah janji gak akan paksa Kamu lagi untuk pindah." Ucap Pak Pram memeluk kertas tersebut.


"Ayah akan memenuhi keinginan Kamu dengan cara apapun, bahkan kalau Ayah harus memisahkan Ari dengan Istrinya. Ayah akan lakukan itu demi kebahagiaan Kamu Cinta." Batin Pak Pram.


Tiba-tiba datang seorang perawat memberitahu bahwa Cinta telah ditemukan.


"Pasien telah ditemukan, ada seseorang yang membawanya kesini. Tapi Nona Cinta tidak sadarkan diri. Sekarang Dia tengah ditangani oleh Dokter." Perawat itu memberi tahu Pak Pram.


"Jadi Anak Saya sudah kembali? Siapa yang udah bawa Dia kesini. Tolong tunjukkan Sus." Pinta Pak Pram.


"Baik Pak, mari Saya antar." Perawat tersebut kemudian berjalan menunjukkan tempat dimana Cinta ditangani oleh Dokter. Pak Pram terkejut ketika melihat orang yang menolong Putrinya adalah Ari.


"Ari." Ucap Pak Pram yang melihat Ari duduk sembari menundukkan kepalanya menunggu Cinta di luar ruangan. Ketika melihat kehadiran Pak Pram, Ari berdiri kemudian menghampiri Pak Pram.


"Tadi Saya ketemu Cinta di jalan. Dia pingsan dan Saya bawa kesini." Ari menjelaskan kejadian saat Ia menolong Cinta.


"Ari, terimakasih Kamu sudah menolong Cinta. Saya benar-benar khawatir tadi sama Dia." Pak Pram berterimakasih.


"Sama-sama Pak." Jawab Ari. Tiba-tiba Pak Pram bertekuk lutut di hadapan Ari, Ari pun berjongkok dan meminta Pak Pram untuk tidak melakukan hal tersebut.


"Pak, ada apa ini? tolong jangan seperti ini Pak." Pinta Ari.


"Tolong Saya Ari, Biar Saya berlutut di depan Kamu supaya Kamu mau menolong Saya." Ucap Pak Pram.


"Iya Pak, Saya akan tolong Bapak. Tapi jangan seperti ini." Ari kemudian membantu Pak Pram untuk berdiri.

__ADS_1


bersambung.......


bagaimana kelanjutan kisah Ari dan Rindu?


__ADS_2