Mr Jutek Milik Rindu

Mr Jutek Milik Rindu
BAB 65 KEBOHONGAN ARI


__ADS_3

Di Ruang Cinta


Cinta tersadar dari pingsannya, Ia melihat sekelilingnya dan tersenyum ketika melihat Ari tengah menungguinya di sampingnya.


"Ari, Ini bener Kamu?" Tanya Cinta berusaha bangun dari tidurnya. Ari pun melarangnya.


"Cinta, lebih baik Kamu jangan bangun dulu." Ucap Ari.


"Aku seneng banget, Akhirnya Kamu dateng buat Aku." Cinta menitikkan air matanya. Ari merasa bersalah melihat kebahagiaan Cinta. Ia takut jika nanti Cinta mengetahui yang sebenarnya bahwa Ari sudah memiliki Istri Cinta akan terluka.


"Sekarang Ari sudah disini, jadi Kamu harus janji sama Ayah. Kamu harus semangat supaya cepat sembuh." Ucap Pak Pram yang muncul dari belakang Ari.


"Ayah, Makasih ya." Ucap Cinta.


"Ayah akan lakukan apa saja demi kebahagiaan Kamu sayang, supaya Kamu bisa semangat dan sembuh." Ucap Pak Pram kemudian memeluk Putrinya.


"Cinta, Pak Pram, karena Cinta sudah sadarkan diri. Saya pamit pulang kalau gitu." Ucap Ari.


"Kok Kamu buru-buru si, Aku baru aja sadar." Protes Cinta.


"Tapi ini udah sore, Aku harus pulang." Jelas Ari.


"Cinta, biarlah Ari pulang. Dia udah di sini sejak tadi siang. Besok Dia pasti kesini lagi untuk temui Kamu." Ucap Pak Pram menenangkan Putrinya.


"Yaudah deh, tapi besok Kamu beneran kesini ya. Kalo nggak Aku gak mau makan." Ancam Cinta.


"Iya, Aku usahain Aku akan datang kesini." Jawab Ari kemudian berpamitan pada Pak Pram.


"Sayang, Ayah antar Ari keluar dulu ya." Ucap Pak Pram. Pak Pram dan Ari pun keluar dari kamar. Pak Pram berterimakasih kepada Ari yang telah mau membantunya. Ia menepuk pundak Ari, menenangkan Ari yang nampak gelisah.


"Terimakasih Ari, Kamu sudah mau memenuhi permintaan Saya. Setelah keadaan Cinta membaik, Saya akan memberitahukan yang sebenarnya kepada Cinta. Saya mohon Kamu bersabar." Ucap Pak Pram.


"Jujur Saya merasa bersalah dengan Istri Saya, tapi Saya juga gak tega lihat Cinta seperti itu." Jawab Ari.


"Kamu tenang aja, semua ini pasti akan membaik. semua hanya tentang waktu." Jawab Pak Pram menenangkan.


"Yasudah, kalo gitu Saya pamit pulang karena ini udah sore." Ucap Ari kemudian meninggalkan Pak Pram.


Pak Pram menatap kepergian Ari. Pikiran licik mulai muncul di kepalanya.


"Kalo Cinta hanya bisa bahagia sama Kamu, maka gak ada yang bisa miliki Kamu selain Cinta Ari. Maaf, Aku harus memisahkan Kamu dari Istri Kamu. Karena Cinta yang lebih dulu kenal sama Kamu." Batin Pak Pram.


Di Rumah Ari


Sebuah mobil terparkir di halaman rumah Ari, Rindu yang tengah menyiram tanaman sudah sangat hafal dengan mobil tersebut. Mobil itu adalah mobil milik Putra.

__ADS_1


Putra keluar dari mobil itu dan berlari membuka pintu salah satu mobil.


"Ih, Kak Putra lama banget sih buka pintunya." Protes Tasya yang keluar dari mobil Putra.


"Iya tuan Putri, Maaf ya. Cerewet banget sih." Protes Putra.


Rindu tersenyum melihat tingkah kedua orang tersebut.


"Eh, Rindu Ari dirumah ya? kok dari siang gak balik ke kantor?" Tanya Putra.


"Nggak, Kak Ari gak ada di rumah. Emang Kak Ari gak dikantor?" Rindu balik bertanya.


"Gak ada, tumben banget Dia pergi gak pamit Aku." Protes Putra.


"Hello, emang Kamu siapa? Kak Ari sampe pamit sama Kamu." Ledek Tasya.


"Bocah, Kamu diem aja. Masuk sana, Kamu sengaja ya masih disini. Masih pengen deket-deket sama Aku terus." Goda Putra.


"Ihhhhhhh Kak Putra itu bener-bener Cowok yang PD nya udah level up."Tasya mendorong tubuh Putra karena kesal.


"Kak Rindu, Aku masuk dulu ya. Males banget disini karena ada Dia." Tasya menunjuk Putra kemudian masuk dan meninggalkan Rindu dan Putra.


"Pergi sana yang jauh." Teriak Putra.


"Apa? Aku jodoh sama Dia? Duh angkat tangan deh Aku. Jangan sampe." Tolak Putra.


"Ya Kita gak ada yang tau kan?" Rindu kembali menggoda Putra.


"Ah udahlah Rindu, Aku pulang dulu." Ucap Putra kemudian meninggalkan Rindu yang masih menyiram tanaman.


"Kak Ari kemana ya? kenapa Dia gak bilang sama Aku kalau mau pergi. Bukannya Dia bilang ada meeting penting. Tapi kenapa Dia malah ninggalin kantor." Batin Rindu.


Di Kamar Ari


Ari baru saja pulang dan masuk ke dalam Kamarnya. Ia melihat Rindu tengah duduk di tepi ranjang sambil memainkan ponselnya.


"Tumben Kak Ari pulang telat. Kerjaan kantor lagi banyak ya?" Tanya Rindu yang sebenarnya tahu bahwa Ari tidak berada di kantor.


"Iya, Kerjaan banyak banget." Jawab Ari berbohong.


"Tadi Kak Putra kesini." Ucap Rindu.


"Oh iya, Dia anterin Tasya?" Tanya Ari melepaskan jasnya.


"Kak Putra bilang Kak Ari gak ada di kantor, jadi Kak Ari kemana?" Tanya Rindu.

__ADS_1


Ari terdiam sejenak, Memikirkan alasan untuk menjawab pertanyaan Rindu.


"Putra gak tau kalo Aku ada meeting di luar. Yaudah Aku mandi dulu ya." Pamit Ari kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


"Kenapa Aku merasa Kak Ari menyembunyikan sesuatu." Batin Rindu.


Di Taman Rumah Sakit


Pak Pram berjalan menemui seorang di taman rumah sakit, Ia menyapa orang yang tengah duduk di bangku taman yang sepertinya tengah menunggunya.


"Bagus Kamu udah dateng, Saya punya tugas buat Kamu." Ucap Pak Pram.


"Wah Saya sudah siap melaksanakan tugas. Apa yang bisa Saya bantu?" Tanya orang tersebut dengan antusias.


"Saya minta Kamu ikuti seseorang dan cari tahu tentang orang tersebut."Ucap Pak Pram.


"Itu tugas mudah Boss." Jawabnya semangat.


"Ini foto orang yang harus Kamu ikuti, cari tahu siapa Istrinya dan foto tunjukkan ke Saya." Pak Pram memberikan foto Ari kepada anak buahnya itu.


Orang itu menerima foto dan melihatnya dengan seksama. Ia menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Ini tugas mudah buat Saya Boss, Boss tenang aja." Ucapnya dengan penuh percaya diri.


"Saya percaya sama Kamu, tunjukkan kalo memang Kamu bisa. Saya tunggu hasil kerja Kamu besok. Untuk uangnya Saya akan transfer setelah Kamu berhasil." Ucap Pak Pram kemudian berdiri dan meninggalkan orang tersebut.


Di Ruang Makan


Tasya tengah mengaduk-aduk makanannya sembari melamun, Ia sedang memikirkan tentang tawaran untuk kuliah di luar negeri. Rindu yang melihat Tasya nampak bimbang pun menghampiri Tasya.


"Kamu lagi mikirin apa sih Tasya?" Tanya Rindu membuyarkan lamunan Tasya.


"Eh Kak Rindu, ngagetin aja." Jawab Tasya.


Rindu menarik kursi dan duduk disamping Tasya.


"Kamu ngapain ngelamun? Ada masalah?" Tanya Rindu.


"Sebenarnya Tasya itu lagi bingung Kak, Tasya dapet tawaran untuk kuliah di luar negeri. Tapi Tasya bingung mau terima atau tolak aja." Jawab Tasya yang membuat Rindu terkejut.


"Wah itu bagus dong Tasya, itu kesempatan namanya." Jawab Rindu.


"Jadi Tasya harus gimana Kak?" Tanya Tasya meminta pendapat dari Kakak iparnya itu.


bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2