Mr Jutek Milik Rindu

Mr Jutek Milik Rindu
BAB 26 RENCANA KELUAR KOTA


__ADS_3

"Lepasin Dia." Ari melepaskan tangan Farel dengan kasar.


"Siapa Kamu? jangan ikut campur urusan Aku dan Dia." Protes Farel.


"Urusan Dia adalah urusan Aku." Ucap Ari menatap tajam Farel.


"Aku adalah Suaminya, dan kalo Kamu ada urusan sama Dia artinya Kamu juga punya urusan sama Aku, dan satu lagi Aku gak suka orang lain menyentuh Istriku. Kamu ngerti?" Ucap Ari dengan nada tinggi. Ari menggenggam tangan Rindu.


"Gak, Aku gak percaya. Ini semua pasti cuma permainan Kamu kan?" Farel masih tidak terima.


"Kita emang udah menikah, Dia Suami Aku." Ucap Rindu merangkul tangan Ari.


"Denger ya Farel, Laki-laki seperti Kamu sangat gak pantas buat Rindu. Aku sebagai Suami dari Rindu melarang Kamu untuk mendekati dan berharap lagi sama Istri Aku." Ucap Ari kemudian menarik tangan Rindu dan membawanya pergi meninggalkan restoran itu.


Putra pun hanya mengikuti langkah Bossnya.


"Aduh Kak Ari, kenapa Kak Ari main tarik-tarik aja sih? Kan Aku gak enak sama temen-temen Aku." Protes Rindu melepaskan genggaman Ari.


"Aku gak mau aja Kamu ketemu sama mantan Kamu itu." Protes Ari.


Melli dan Nada pun keluar dari restoran dan menghampiri Rindu.


"Aduh maaf ya, tadi Aku malah pergi ninggalin Kalian." Rindu merasa bersalah.


"Udah, gak papa kok. Kita juga males kalo harus berhadapan sama Farel lama-lama." Jawab Nada.


"Sebagai gantinya, Aku akan bawa Kalian ke Restoran Sultan. Kalian bisa makan sepuasnya dan Aku yang akan bayar." Ucap Ari.


Mereka pun makan bersama di restoran Sultan, Melli berkali-kali melirik Putra, Ia merasa tertarik dengan karyawan Ari itu.


Setelah makan siang, Ari mengantarkan Rindu pulang ke rumahnya.


Di Rumah Rindu


Ari dan Rindu keluar dari mobil karena Rindu Telah tiba di rumahnya.


"Makasih untuk hari Ini ya." Ucap Rindu spontan.


"Jadi malam ini Kamu tidur disini? Kamu mau pulang besok?" Tanya Ari.


"Iya, Aku balik ke rumah Kakak besok aja." Jawab Rindu.

__ADS_1


"Kalo gitu Aku balik, titip salam untuk Mama dan Papa." Ucap Ari merapikan Jas-nya.


"Iya,nanti Aku sampein." Jawab Rindu. Ia memperhatikan Suaminya yang masuk ke dalam mobil dan semakin menjauh.


Tiba-tiba ponselnya berbunyi, terdapat telepon atas nama Cinta. Rindu begitu antusias dan segera mengangkatnya.


"Halo Kak Cinta, Ini Rindu. Seneng banget akhirnya Kak Cinta telpon Aku." Ucap Rindu.


"Iya, Aku juga seneng bisa nelpon Kamu." Jawab Cinta.


"Kak Cinta apa kabar?" Tanya Rindu.


"Aku baik kok, Aku juga satu Minggu lagi akan ke tempat Kamu. Aku udah bilang sama Ayah Aku." Ungkap Cinta.


"Serius? Rindu seneng banget dengernya. Pokoknya Rindu tunggu deh kedatangan Kak Cinta." Rindu benar-benar merasa akrab dengan Cinta dan antusias mendengar bahwa Cinta akan segera datang menemuinya.


Di Rumah Ari


Ari masuk ke rumah dengan ekspresi datarnya, Bu Kesya pun menegurnya yang tidak bersama Rindu. Rindu memang telah meminta izin, tetapi Bu Kesya masih merasa aneh karena sepasang Suami Istri yang masih baru memilih tidur di rumahnya masing-masing.


"Ari, Akhirnya Kamu pulang juga." Bu Kesya menghampiri Ari.


"Mama nungguin Ari?" Tanya Ari menoleh kepada Bu Kesya.


"Iya Ma, Kita gak kenapa-napa kok." Jawab Ari.


"Yaudah deh, terus kapan dong Menantu Mama pulang. Kalau Kalian tidur pisah gini terus gimana mau punya cucu." Protes Bu Kesya.


"Mama lupa ya, Anak Kak Raja kan juga Cucu Mama." Ungkap Ari yang membuat Bu Kesya bungkam.


"Yaudah Ma, Ari mau ke kamar dulu. Mau istirahat." Pamit Ari kemudian meninggalkan Bu Kesya.


Ari membersihkan dirinya, kemudian Ia duduk di tepi ranjang dan bersandar. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Telepon masuk dari Putra, Ari pun mengangkatnya.


"Hallo Boss, Kabar buruk." Ucap Putra memulai pembicaraan yang membuat Ari merasa cemas.


"Ada apa Put?" Tanya Ari penasaran.


"Proyek Kita di Kota A terjadi kecelakaan." Ucap Putra.


"Apa? kecelakaan? gimana bisa ada kecelakaan?" Tanya Ari.

__ADS_1


"Ada sabotase Boss, Saya rasa ini kerjaan Alex." Terka Putra.


"Alex? Bisa jadi karena tidak mau kalah, Dia lakuin itu." Ari mendukung perkiraan Putra.


"Jadi ini kelanjutannya gimana Boss?" Tanya Putra.


"Besok ada jadwal meeting?" Tanya Ari kepada Putra.


"Kita bebas 3 hari tanpa meeting Boss." Jawab Putra.


"Bagus kalau gitu, besok dan lusa Kita cek langsung kondisi di tempat itu." Ucap Ari yang disetujui oleh Putra.


Setelah Putra menyampaikan masalah tersebut, Ari pun menutup teleponnya.


"Kalo bener Alex yang udah sabotase proyek itu, itu artinya Dia gak profesional." Ucap Ari memegangi dahinya.


"Oh iya, Aku harus kasih tahu Rindu kalo besok selama dua hari Aku akan keluar kota." Ari ingat bahwa sekarang Ia telah memiliki Istri, maka Ia harus berbicara kepada Rindu.


Ari mencari kontak atas nama Rindu, Ia kemudian menelepon Istrinya itu. Berkali-kali Ari mencoba menghubungi Rindu, tetapi Tidak ada jawaban.


"Kenapa Dia gak angkat telepon Aku, apa susahnya sih angkat telepon sebentar aja." Umpat Ari yang merasa kesal. Ia melempar ponselnya ke atas ranjang dan Ia duduk di sofa.


"Kalo Aku telpon Bu Lia, nanti Mereka pasti pikir Aku dan Rindu sedang ada masalah. Lebih baik Aku samperin ke rumahnya sekarang." Ucap Ari meraih jaketnya dan memakainya. Ia mengambil kunci mobil dan meraih ponselnya. Ari pun bergegas menuju rumah Bu Lia untuk bertemu dengan Rindu.


Di Rumah Rindu


Setelah tiba di rumah Istrinya, Ari mengetuk pintu pelan karena hari sudah malam. Bu Lia membuka pintu untuknya dan menyambut kedatangan Ari.


"Selamat malam Ma." Sapa Ari mencium tangan Bu Lia.


"Eh Nak Ari, silahkan masuk." Sapa Bu Lia mengajak Ari untuk duduk di sofa ruang tamu.


"Kamu pasti mau ketemu sama Rindu ya, langsung susul aja ke kamarnya. Kayaknya Dia ketiduran." Ucap Bu Lia.


"Makasih Ma, kalo gitu Ari permisi."Ari berjalan ke arah kamar Rindu, Ia membuka pintu perlahan dan mendapati Rindu tengah tertidur pulas.


Ari menutup pintu pelan, Ia melihat wajah istrinya yang nampak tengah kelelahan. Ari menghampiri Rindu.


"Ternyata Dia udah tidur, pantes Aku Telpon berulang kali gak diangkat." Batin Ari.


"Lebih baik sekarang Aku pulang, Aku akan bicara sama Dia besok sebelum Aku berangkat ke Kota A." Batin Ari yang mengurungkan niatnya untuk berkata kepada Rindu. Ia akhirnya keluar dari kamar Rindu dan hendak berpamitan kepada Pak Dimas yang tengah menonton televisi. Ari pun menghampiri Pak Dimas.

__ADS_1


bersambung.....


bagaimana kelanjutan kisah dari Ari dan Rindu?


__ADS_2