Mr Jutek Milik Rindu

Mr Jutek Milik Rindu
BAB 31 MENJENGUK BUDHE


__ADS_3

Setibanya di rumah, Rindu masih diam terhadap Ari. Mereka akhirnya masuk ke dalam rumah dan bertemu dengan Tasya yang tengah bermain dengan Arkan.


"Loh Sya, Mama sama Ayah kemana? ada Kak Raja ya? kok ada Arkan." Tanya Ari kepada Tasya.


"Mama sama Ayah pergi ke rumah sakit. Nengok Budhe Prisa. Oh iya keadaan Kakak gimana? kata Kak Rindu Kakak kemarin masuk rumah sakit." Tanya Tasya khawatir.


"Kakak udah gak apa-apa kok, kalo gitu Kakak mau siap-siap nengok Budhe ya." Ucap Ari kemudian meninggalkan Rindu dan Tasya.


Tasya yang melihat wajah Rindu yang tidak bersemangat pun menghampirinya dengan menggendong Arkan.


"Kak Rindu kenapa? kok murung gitu?" Tanya Tasya.


"Aku gak papa kok Sya, mungkin efek kecapean kali ya." Jawab Rindu tersenyum ramah.


"Yaudah Kak Rindu istirahat gih." Saran Tasya.


"Iya, Aku ke kamar dulu ya." Pamit Rindu kemudian meninggalkan Tasya.


Rindu membuka pintu kamar dengan perlahan, Ia melihat sekeliling dan tidak menemukan keberadaan Ari.


"Kak Ari kemana? apa Dia ke kamar mandi ya."Batin Rindu kemudian duduk di sofa. Tiba-tiba Ia merasakan bahwa ponselnya bergetar. Panggilan masuk dari Cinta, dengan antusias Rindu segera menekan tombol hijau.


"Halo Kak Cinta, Kakak apa kabar?" Tanya Rindu.


"Halo Rindu, Kamu ngomong apa? Aku gak denger." Jawab Cinta.


Merasa sinyal ponselnya buruk, Rindu memutuskan untuk keluar dan menuju balkon.


"Gimana Kak, sekarang udah jelas belum?" Tanya Rindu memastikan.


"Iya, udah jelas Rin." Jawab Cinta lembut.


"Oh iya, Kak Cinta udah sampai sini?" Tanya Rindu.


"Belum, Kakak gak jadi dateng sekarang malah Kakak di luar negeri." Jawab Cinta.


"Yah, sayang banget. Padahal Rindu pengen ketemu dan ngobrol sama Kakak." Jawab Rindu.


Ia tidak menyadari bahwa Ari tengah memperhatikannya di pintu balkon.


"Tenang aja, Kakak pasti tetep kesana kok." Jawab Cinta menenangkan Rindu.


"Bener ya Kak, pokoknya Rindu tunggu kedatangan Kakak." Ucap Rindu.


"Iya, yaudah Rindu teleponnya Aku tutup dulu ya, Ada suster masuk soalnya." Ucap Cinta kemudian menutup teleponnya.

__ADS_1


"Telepon dari siapa?" Tanya Ari yang membuat Rindu terkejut.


"Sejak kapan Kak Ari disitu?" Tanya Rindu.


"Kamu belum jawab pertanyaan Aku malah balik nanya." Protes Ari.


"Kepo banget si Kak Ari." Ucap Rindu berjalan melalui Ari yang berada di pintu balkon. Ari yang merasa kesal pun menarik tangan Rindu hingga Rindu terjatuh di pelukannya.


"Aku minta maaf, Aku tahu Kamu marah karena tadi siang Kamu mau bantuin Aku dan Aku malah ketusin Kamu."Ucap Ari.


Rindu merasakan ada yang aneh dengannya. Jantungnya berdebar dengan kencang. Sepertinya perasaannya kepada Ari telah tumbuh.


"Astaga, Kenapa jantung Aku berdebar gak karuan gini." Batin Rindu.


"Rindu, Kamu sengaja ya gak jawab permintaan maaf Aku." Protes Ari yang membuat Rindu tersadar. Ari pun melepaskan pelukannya.


"Iya, Aku maafin." Jawab Rindu masuk ke dalam kamar. Ari mengikuti langkah Rindu.


"Sekarang Kamu ganti baju, setelah ini Kita jenguk Budhe Prisa." Titah Ari kemudian keluar dari kamarnya dan meninggalkan Rindu sendirian.


Di Rumah Sakit


Ari dan Rindu baru saja tiba di rumah sakit, Ari meraih tangan Rindu dan menggandengnya. Mereka berjalan beriringan layaknya pasangan mesra.


Saat mencari tempat Bu Prisa dirawat. Mereka tanpa sengaja bertemu dengan Raja.


Raja memperhatikan tangan pasangan pengantin baru itu yang bergandengan erat.


"Eh ada pasangan pengantin baru, masih mesra banget. Kalian kesini mau ketemu Budhe?" Tanya Raja.


"Iya Kak, bisa tunjukkin kamar Budhe?" Tanya Ari.


"Yaudah ayo sekalian Aku anter. Tapi gimana kalo Kalian temenin Aku makan dulu. Gak enak rasanya kalo harus makan sendirian." Jawab Raja memberikan syarat.


Ari dan Rindu pun mengikuti langkah Raja hingga Mereka akhirnya tiba di kantin rumah sakit. Mereka duduk dan memesan makanan.


"Kak Raja yang sabar ya, Semoga Budhe cepet sembuh." Rindu mengutarakan simpatinya kepada Raja.


"Terimakasih Rindu." Balas Raja tersenyum manis.


"Tadi Mama nyampaiin pesan, Mama suruh Aku cari Ibu untuk Arkan. Jujur Aku bingung Ri." Raja menceritakan permasalahannya.


"Kenapa Kamu gak coba cari cewek Kak, yang bisa menerima Kamu dan juga Arkan dengan baik." Saran Ari.


"Mungkin mencari yang bisa terima Aku mudah, tapi yang bisa terima Arkan dengan baik sulit Ri." Jawab Raja.

__ADS_1


Di tengah perbincangan Mereka, datang waiters membawa pesanan Mereka. Tanpa disengaja Tangan Rindu dan juga tangan Raja sama-sama meraih botol saus hingga saling bersentuhan. hal itu tentunya membuat Ari sedikit kesal.


"Maaf Kak." Ucap Rindu menarik tangannya menjauh.


"Iya gak papa, Aku juga minta maaf." Ucap Raka merasa canggung.


"Rindu, Tolong suapin Aku." Ucap Ari memberikan makanannya kepada Rindu.


"Suapin? ngapain Kak? Kak Ari bukannya bisa makan sendiri?" Tanya Rindu.


"Kamu gak lihat tangan Aku sakit? Lagipula itu perintah harus Kamu laksanakan." Protes Ari.


"Yaudah iya Pak Boss." Rindu merasa kesal dengan sikap Suaminya itu.


Raja memperhatikan kemesraan pengantin baru itu, di dalam benaknya Ia benar-benar merasa kagum terhadap sosok Rindu.


"Rindu benar-benar Wanita idaman, tapi sayang Dia justru Istri dari Adikku sendiri." Batin Raja.


Setelah menyelesaikan makan, Mereka pun menuju ke tempat Bu Prisa dirawat. Setibanya di dalam ruangan, Mereka bertemu dengan Bu Kesya dan juga Pak Raka.


Bu Kesya dan Pak Raka terkejut mengetahui Anak dan Menantunya telah datang. Ari dan Rindu mencium tangan kedua orangtuanya.


"Lho Kalian udah pulang?" Tanya Bu Kesya memeluk tubuh menantunya dengan penuh rasa sayang.


"Iya Bund, Alhamdulillah Kak Ari udah membaik dan ingin pulang." Jawab Rindu.


"Alhamdulillah kalo gitu, Mama bener-bener khawatir soalnya kemarin Rindu telepon sambil nangis-nangis waktu Kamu habis ditembak Ri." Bu Kesya menceritakan kejadian saat Rindu memberitahukan keadaan Ari kepada keluarganya.


Hal itu membuat Rindu merasa malu, pipinya bersemu merah karena ketahuan menangis karena Ari.


"Oh jadi Kamu nangis-nangis?" Tanya Ari mencoba menatap mata Rindu, tetapi Rindu mencoba mengalihkan pandangannya.


"Udah dong Ari, Kamu malah sengaja goda Istri Kamu. Dia pasti khawatir dong sama Suaminya. Wajar kalo Dia nangis." Pak Raka memberikan pembelaan kepada Menantunya itu.


"Oh iya Budhe lagi istirahat ya?" Tanya Rindu yang melihat Bu Prisa tengah tertidur.


"Biar Aku bangunin." Ucap Raja tetapi Ari menahan Kakaknya itu.


"Jangan Kak, kasihan Budhe biar istirahat. Kita pulang aja dulu." Ucap Ari.


"Loh kok pulang, jangan dong, Kalian kan udah terlanjur sampai disini." Ucap Raja.


"Gak papa Kak, biar Rindu istirahat. Kasihan Dia pasti capek." Ucap Ari melingkarkan tangannya di pundak Rindu.


"Sosweett banget si." Bu Kesya tersenyum melihat kemesraan Ari dan Rindu.

__ADS_1


bersambung.....


bagaimana kelanjutan kisah Ari dan Rindu?


__ADS_2