Mr Jutek Milik Rindu

Mr Jutek Milik Rindu
BAB 38 KEJUTAN UNTUK RINDU


__ADS_3

Di Kamar


Alarm di ponsel Rindu berbunyi, Ia meraih ponselnya dengan malas dan mematikannya. Dengan malas Ia membuka matanya dan tak menemukan Ari di sampingnya.


"Kak Ari kok gak bangunin Aku ya." Batin Rindu mencoba untuk duduk. Ia melihat secarik kertas berada di atas nakas dekat dengan ranjangnya. Ia meraih kertas tersebut dan membacanya.


"Rindu, jangan lupa sholat subuh. Maaf Aku gak bangunin Kamu tadi dan gak sempat pamit. Aku harus kerja keluar kota selama seminggu." Rindu membaca pesan tersebut.


"Keluar kota dan gak bilang dulu? gimana sih Kak Ari." Protes Rindu merasa kesal. Ia meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Ari, tetapi tidak ada jawaban.


"Angkat dong Kak." Batin Rindu.


"Kenapa Aku harus ngadepin Orang kayak Kak Ari sih." Rindu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Rindu memutuskan untuk mandi kemudian melaksanakan shalat subuh, setelah selesai berdoa ada telepon masuk. Rindu dengan semangat mengambil ponselnya tanpa mengecek siapa yang meneleponnya karena Ia mengira Ari yang menelepon.


"Halo Kak Ari." Ucap Rindu.


"Kak Ari, Kak Ari ini Aku Melli." Jawaban dari seberang yang membuat Rindu kemudian mengecek nama yang tertera di ponselnya.


"Eh iya maaf, Aku gak chek tadi. Soalnya tadi Aku telpon Kak Ari dan gak diangkat jadi Aku kira Dia telepon balik." Rindu mengungkapkan alasannya.


"Alesan, jangan-jangan Kamu udah mulai ada perasaan sama Kak Ari kan? ciee." Ledek Melli.


"Apaan sih, Nggak lah ngaco Kamu." Tolak Rindu.


"Udah kali, Kamunya aja yang belum sadar." Goda Melli.


"Ihhh udah deh, Kamu nelpon sebenarnya ada apa? to the point aja." Rindu mencoba mengalihkan perhatian Melli.


"Iya-iya, Kamu sibuk gak hari ini?" Tanya Melli.


"Gak sih, emang kenapa?" Tanya Rindu.


"Aku sama Nada mau pergi ke luar, mau ikut gak?" Tanya Melli.


"Daripada Aku di rumah bosen, mending Aku ikut aja deh. Lagian Kak Ari juga gak ada di rumah." Batin Rindu.


"Hello Rindu, kok diem aja sih?" Protes Melli.


"Iya-iya, Aku siap-siap deh." Jawab Rindu.

__ADS_1


"Oke, Kita ketemu di kampus aja oke." Ucap Melli.


"Iya, yaudah see you." Rindu kemudian mematikan teleponnya.


"Untuk ngilangin rasa kesal karena Kak Ari ninggalin Aku, mending Aku pergi aja sama temen-temen." Ucap Rindu.


"Tapi harus tetep izin." Rindu mengetik pesan yang dikirimkan kepada Ari.


Di Pusat Perbelanjaan


Rindu ditarik oleh kedua temannya memasuki pusat perbelanjaan. Melli dan Nada mengajak Rindu untuk memilih gaun untuk berpesta.


"Ini Kalian mau ngapain sih?" Tanya Rindu.


"Pilih gaun yang cocok buat Kamu karena Kita akan ajak Kamu ke pesta." Jawab Melli.


"Di rumah baju banyak kok, gak harus beli baru." Protes Rindu.


"Sttt udah deh Rindu, Kenapa sih muka Kamu cemberut aja dari tadi. Kenapa?" Tanya Nada.


"Kalo Aku cerita ke Mereka Aku kesel karena Kak Ari yang tiba-tiba pergi keluar kota. Bisa-bisa Mereka ledekin Aku." Batin Rindu.


"Tuh kan kebiasaan kalo ditanya malah ngelamun." Melli membuat Rindu terkejut.


"Oke, Ayo Kita cari gaun setelah itu Kita ke salon." Ungkap Melli kembali menggandeng tangan Rindu.


Di Sebuah Restoran


Melli, Nada dan Rindu menghabiskan waktu bersama hingga malam hari. Kini Melli membawa Rindu ke sebuah restoran.


Rindu merasa aneh dengan pemandangan yang Ia lihat, dimana restoran tersebut benar-benar sepi. Tidak ada pengunjung hanya Mereka bertiga dan Para pelayan yang ada di restoran itu.


"Kok tempatnya sepi banget sih?" Tanya Rindu berbisik kepada Nada.


"Yaudah sih, malah bagus kalo sepi." Jawab Nada.


Mereka kemudian duduk, Melli dan Nada dengan kompak meminta izin untuk pergi ke toilet. Rindu pun menunggu Mereka di kursinya. Setelah menunggu cukup lama, seorang wanita datang menghampirinya.


"Mbak Rindu, ada pesan dari Mbak Melli katanya pindah ke atas balkon aja. Sudah ditunggu disana." Ucap Pelayan tersebut.


"Gimana sih Mereka, ngapain pindah segala. Yaudah Mbak makasih ya infonya." Ucap Rindu kemudian bergegas menaiki anak tangga untuk menuju balkon atas restoran.

__ADS_1


Ia baru saja keluar dari pintu, Kembang Api menyala bersamaan di langit. Langit nampak gemerlapan dihiasi dengan warna-warni kembang api yang membuat Rindu terkesima.


"Selamat Ulang tahun Rindu." Suara yang tidak asing bagi Rindu terdengar dari arah belakang. Rindu menoleh dan melihat Ari tengah berdiri dibelakangnya dengan salah satu tangan yang disembunyikan di belakang tubuhnya.


"Kak Ari? Kok Kak Ari bisa ada disini?" Ucap Rindu terkejut.


Ari menghampiri Rindu dan mengeluarkan buket bunga untuk Rindu. Ia memberikannya kepada Rindu.


"Kok Kak Ari disini? bukannya Kak Ari pergi keluar kota?" Tanya Rindu.


"Itu cuma alasan Aku untuk kasih kejutan ke Kamu." Jawab Ari.


"Aku bener-bener gak nyangka, Kak Ari bisa tahu ulang tahunku dan Dia bahkan kasih kejutan ke Aku." Batin Rindu.


"Terus sekarang Melli sama Nada dimana?" Tanya Rindu yang tak melihat keberadaan kedua sahabatnya itu.


"Mereka ada di bawah, Aku emang sengaja minta bantuan Mereka untuk kasih kejutan ke Kamu." Ucap Ari yang membuat Rindu tersenyum.


"Kenapa Kamu senyum kayak ngeledek gitu?" Ucap Ari.


"Ya Aku gak nyangka aja, Kulkas kayak Kak Ari bisa kasih kejutan kayak gini." Jawab Rindu.


"Aku emang laki-laki kaku, Aku gak tahu gimana cara buat momen mesra. Tapi Aku akan berusaha buat Kamu senang Karena Kamu adalah Istri Aku Rindu. Pernikahan Kita memang tanpa rasa cinta tapi Kebahagiaan Kamu adalah tanggung jawab buat Aku." Ari menggenggam tangan Rindu dan menatap mata Rindu.


"Aduh Kak Ari, kata-kata Kakak bener-bener bikin Aku deg-degan. Kenapa ini? ada apa sama diri Aku?" Batin Rindu.


Ari bertepuk tangan, tiba-tiba kotak yang tertutup dengan kain terbuka. Di dalam kotak itu terdapat kursi dan meja makan yang telah di hias dengan dekorasi bunga.


"Gimana? Kamu suka?"Tanya Ari menunjukkan tempat yang indah itu.


"Bagus banget, Aku masih gak nyangka." Ucap Rindu terpesona dengan kejutan yang diberikan oleh Ari.


Ari menggenggam tangan Rindu dan membawanya ke tengah balkon. Musik mulai dimainkan.


"Kita gak pernah dansa kan? Aku tahu ini lucu. Tapi kenapa Kita gak coba dulu?" Tanya Ari meletakkan kedua tangannya di pinggul Rindu.


Rindu mengangguk kemudian Melingkarkan kedua tangannya di belakang leher Ari. Mereka menikmati alunan musik yang dimainkan, di bawah sinar rembulan.


"Selamat Ulang Tahun Rindu, Aku berharap Kamu akan selalu bahagia." Ucap Ari tersenyum kepada Rindu.


"Makasih Kak, Ini adalah kejutan paling berkesan buat Aku." Ucap Rindu membalas senyuman Ari.

__ADS_1


bersambung....


bagaimana kelanjutan kisah dari Ari dan Rindu?


__ADS_2