Mr Jutek Milik Rindu

Mr Jutek Milik Rindu
BAB 39 KAKAK RAJA


__ADS_3

Di Rumah Rindu


Acara makan malam telah selesai, Ari membawa Rindu ke rumah orangtuanya untuk menginap karena Ari tahu bahwa Rindu sangat ingin bertemu dengan kedua orangtuanya. Rindu telah tertidur pulas di mobil, Ari pun membangunkannya.


"Rindu bangun, Kita udah sampai di rumah." Ari menepuk-nepuk pundak Rindu pelan.


Perlahan Rindu membuka matanya, Ia terkejut ketika tahu kini Ia telah berada di rumahnya.


"Kok Aku dirumah?" Tanya Rindu pada Ari.


"Iya, hari ini Kita akan nginep di rumah Papa Dimas. Aku udah bilang sama Mereka." Ucap Ari.


"Kak Ari....... Makasih banyak ya, Aku emang kangen banget sama Mama dan Papa." Rindu memeluk Ari erat. Kini pelukan adalah hal biasa diantara keduanya. Mereka telah nyaman dengan itu semua.


"Yaudah, Ayo turun. Mau sampai kapan Kamu meluk Aku? Modus ya?" Goda Ari, Rindu merasa malu dan melepaskan pelukannya.


"Namanya juga refleks Kak, Aku terlalu bahagia. Kak Ari jangan gr deh." Ucap Rindu mencari alibi.


"Yaudah ayo, Mama sama Papa pasti udah nungguin Kita." Ari kemudian keluar dari mobil dan disusul oleh Rindu.


Ari menggandeng tangan Rindu hingga Mereka masuk ke dalam Rumah yang tidak terkunci. Bu Lia yang melihat Rindu berlari menghampiri Putrinya itu dan memeluknya. Air mata kini membasahi pipi Mereka.


"Selamat ulang tahun ya Nak, Mama kangen banget sama Kamu." Ucap Bu Lia.


"Rindu juga kangen banget sama Mama dan Papa." Jawab Rindu.


"Yaudah yuk, Kita ngobrol sama-sama." Pak Dimas mengajak Ari dan Rindu untuk berbincang di ruang keluarga.


Di Kamar Rindu


Rindu baru saja keluar dari kamar mandi, dilihatnya Ari tengah membuka lembaran buku yang berisi album foto kecilnya. Rindu menghampirinya dan ikut melihat foto tersebut.


"Kak Ari dapet foto itu darimana?" Tanya Rindu.


"Dari Mama Lia." Jawab Ari.


"Ternyata dulu Kamu gembul banget ya, kayak balon." Ucap Ari datar.


"Apa? kayak balon? sembarangan banget si Kak Ari." Rindu mencubit pinggang Ari.


"Emang iya kok." Ledek Ari.


"Kalo dulu waktu kecil Kak Ari gimana?" Tanya Rindu.


"Aku dulu kan suka olahraga, jadi ya gak gembul." Jawab Ari.


"Iya-iya mentang-mentang Kak Ari dulu gak gembul." Protes Rindu kemudian merebahkan tubuhnya dan membelakangi Ari.

__ADS_1


"Ini foto Kamu? Kamu pernah cosplay jadi mermaid? kok gini?Ini Kamu nangis ya?" Tanya Ari menunjukkan foto Rindu yang sangat-sangat memalukan.


"Oh No, Kak Ari jangan lihat yang ini." Rindu merebut foto itu dari Ari.


"Siniin coba lihat." Ari berusaha merebut kembali foto tersebut. Mereka saling memperebutkan foto tersebut hingga Rindu terjatuh dan berhasil di tangkap oleh Ari. Mata Mereka saling menatap. Rindu tersadar dan mendorong tubuh Ari agar menjauh.


"Jangan lihat foto ini, malu tau nggak." Rindu merebut album foto dan memasukkan fotonya.


"Yaudah Kak, ini udah malem. Lebih baik sekarang Kita tidur." Ucap Rindu kemudian berbaring dan menyelimuti tubuhnya.


Pagi telah menyapa, Rindu membangunkan Ari kemudian Mereka melaksanakan sholat berjamaah. Hari ini Rindu telah memakai baju olahraga dan bersiap untuk jogging.


"Kak Ari, bisa nggak hari ini temenin Rindu olahraga satu hari aja?" Tanya Rindu.


"Gak bisa Rindu, Aku harus berangkat kerja." Jawab Ari berkaca sambil memakai dasinya.


"Yaudah deh, Aku olahraga sendiri. Lagian juga nanti Aku juga mau ke kampus sih." Ucap Rindu duduk di ranjangnya.


"Pulang jam berapa?" Tanya Ari.


"Kenapa Kak Ari tanya? kemarin aja Kak Ari bilang mau jemput ternyata gak jadi jemput kan?" Protes Rindu.


"Maaf, kalo gitu biar Kamu dijemput sama Pak supir aja ya kalo gitu." Ucap Ari memakai jasnya.


"Nanti Kak Ari langsung pulang ke rumah Mama Kesya atau kesini?" Tanya Rindu.


"Yaudah deh." Jawab Rindu.


Di Kantor.


Ari baru saja tiba di kantor dan disambut oleh Putra, Putra mengingatkan Ari tentang kejadian dimana Ari tak sadarkan diri.


"Ari, gimana? Kamu udah coba periksa ke dokter belum?" Tanya Putra.


"Belum, palingan juga Aku cuma kecapekan." Jawab Ari fokus ke layar laptopnya.


"Jangan anggep sepele gitu dong Bro, Ini pasti ada sesuatu makannya sampai pingsan." Ucap Putra.


Ari terdiam sejenak, berfikir bahwa memang belakangan ini Dia merasakan sakit di bagian dada dan Dia juga sering sakit kepala.


"Tapi ada baiknya juga Aku coba untuk periksa ke dokter." Jawab Ari.


"Nah gitu dong, nanti pulang kerja langsung periksa aja. Biar tahu sebenarnya apa yang jadi penyebab Kamu pingsan." Saran Putra.


"Makasih karena udah kasih saran." Ari menepuk pundak Putra.


Di Kampus

__ADS_1


Rindu baru saja menyelesaikan bimbingannya, Ia berniat untuk keluar kampus untuk mencari makan siang, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil namanya.


"Rindu tunggu." Suara panggilan yang membuat Rindu berhenti dan menoleh kebelakang. Ternyata yang memanggilnya adalah Raja.


"Kak Raja, ketemu Kakak lagi ya. Iyalah kan Kak Raja kerja jadi dosen disini ya." Ucap Rindu tertawa.


"Kamu mau kemana?" Tanya Raja.


"Mau cari makan siang si Kak, terus setelah itu pulang." Jawab Rindu.


"Yaudah kalo gitu, makan siang sama Aku aja." Ajak Raja.


"Boleh." Jawab Rindu.


"Kalau gitu Kamu yang cari tempatnya ya, Kamu kan yang udah lama disini. Aku kan masih baru."Ucap Raja.


"Oke Kak, kebetulan Aku ada tempat yang rekomended pokoknya." Ucap Rindu.


"Wah, Aku jadi gak sabar cobain makanannya." Jawab Raja.


Merekapun langsung menuju tempat makan di sekitar kampus. Mereka duduk dan memesan makanan selagi menunggu makanan datang Mereka menghabiskan waktu untuk berbincang.


"Ari gimana kabarnya?" Tanya Raja.


"Kak Ari baik-baik aja, Bu Prisa gimana Kak? apa udah membaik?" Tanya Rindu.


"Mama masih sama, bahkan setiap hari Mama selalu pesimis seolah udah gak sanggup lagi bertahan. Aku bener-bener bingung. Tapi yasudahlah cukup yakin aja." Ucap Raka menceritakan keadaan Mamanya.


"Sabar ya Kak, Pasti Bu Prisa sebentar lagi akan kembali seperti dulu." Rindu memberikan semangat kepada Raja.


"Makasih ya Rindu, jujur Aku bingung. Apalagi Arkan juga sekarang sering rewel." Keluh Raja.


"Kalo Kak Raja kerepotan, Arkan titip ke Aku aja gak papa. Lagipula Aku juga gak ada kerjaan." Tawar Rindu.


"Makasih Rindu, Kamu emang orang baik. Ari benar-benar beruntung bisa menikah sama Kamu." Ucap Raja memuji Rindu.


"Kak Raja jangan berlebihan gitu." Sanggah Rindu.


Setelah beberapa menit, akhirnya makanan yang Mereka pesan pun datang. Mereka terpaksa menghentikan pembicaraan. Mereka menikmati makanan yang dihidangkan di meja.


"Wah iya lho makanannya enak banget disini. Top banget." Puji Raja setelah mencoba makanan yang direkomendasikan oleh Rindu.


"Iya dong Kak, pokoknya Kak Raja harus sering kesini." Saran Rindu, Mereka pun tertawa bersama.


bersambung......


bagaimana kelanjutan kisah Ari dan Rindu?

__ADS_1


__ADS_2