Mr Jutek Milik Rindu

Mr Jutek Milik Rindu
BAB 67 TERBONGKAR


__ADS_3

Ketika menikmati makan siang bersama, ponsel Ari berbunyi. Panggilan masuk dari Pak Pram. Ari pun mengabaikan panggilan tersebut.


"Kok gak diangkat Kak? dari siapa?" Tanya Rindu penasaran.


"Dari salah satu client Aku."Jawab Ari.


"Kalo gitu angkat dong Kak, siapa tahu ada hal penting yang mau dibicarakan." Saran Rindu.


"Tapi inikan jam makan siang." Protes Ari.


"Kak Ari, udah gak papa angkat aja." Saran Rindu lagi.


Akhirnya Ari pun mengangkat telepon dari Pak Pram.


"Halo Pak, ada masalah apa ya?" Tanya Ari langsung ke inti karena takut jika Rindu curiga.


"Halo Ari, tolong Kamu ke rumah sakit sekarang. Cinta sekarat Ari." Ucap Pak Pram panik.


"Apa? iya Saya kesana sekarang." Jawab Ari kemudian menutup teleponnya.


"Ada apa Kak? kok Kakak kayak panik gitu?" Tanya Rindu.


"Pak Pram mau ajak ketemu, Kakak harus pergi. Kamu pulang naik taksi ya. Ini urgent banget soalnya, maaf Kakak harus pergi." Ucap Ari kemudian mencium kening Istrinya dan meninggalkan Rindu.


Rindu terus menatap kepergian Suaminya itu. Ia benar-benar merasa aneh dengan sikap Ari. Ia meraih tasnya dan segera membayar makanan dengan kartu ATM dari Ari.


"Lebih baik Aku pulang, buat apa makan sendiri disini." Batinnya.


Rindu keluar dari restoran, Anak buah Pak Pram pun mengikuti kepergian Rindu. Saat Rindu tengah menunggu taksi di tepi jalan, Anak buah Pak Pram bersiap untuk mencelakai Rindu.


Mereka melajukan mobil dengan kecepatan tinggi dan menyerempet Rindu. Rindu tenpental ke tepi jalan dan terbentur.


"Awww." Rindu memegangi kepalanya yang berdarah. Sebuah mobil berhenti di samping Rindu. Seorang Pria yang ternyata adalah Raja keluar dari mobil tersebut dan menghampiri Rindu.


"Kamu gak papa?" Tanya Raja, Ia terkejut ketika mengetahui bahwa perempuan itu adalah Rindu.


"Rindu." Ucapnya.


"Kak Raja, kok Kakak ada disini?" Tanya Rindu.


"Rindu, dahi Kamu berdarah. Ayo Aku anterin Kamu ke rumah sakit." Ajak Raja.


"Gak usah Kak, biar Aku ke rumah sakit sendiri aja." Tolak Rindu.


"Biar Aku bantu berdiri." Raja membantu Rindu berdiri.

__ADS_1


"Makasih ya Kak Raja, Kakak uda tolongin Aku." Rindu berterimakasih.


"Ayo, biar Aku antar Kamu. Itu berdarah soalnya. Kamu gak boleh nolak." Raja memaksa Rindu, Ia membuka pintu mobilnya dan meminta Rindu agar ikut dengannya. Rindu akhirnya tidak dapat menolak, Ia masuk kedalam mobil Raja.


Di Rumah Sakit


Setibanya Ari di rumah sakit, Ari bergegas menuju ruangan Cinta. Sayang sekali saat di koridor, suara yang Ia kenal memanggilnya.


"Ari." Panggil Pak Dimas.


Ya, suara itu ternyata suara dari Pak Dimas. Mertuanya.


Ari berhenti dan berbalik. Ia tersenyum kepada Pak Dimas yang menghampirinya.


"Ari, kok Kamu di rumah sakit? siapa yang sakit? Rindu baik-baik aja Kan?" Tanya Pak Dimas.


"Rindu baik-baik Pa, Ari kesini mau jenguk temen Ari." Jawab Ari berbohong.


"Oh jenguk temen Kamu? yaudah kalo gitu. Papa titip salam buat Rindu ya kalo gitu." Ucap Pak Dimas menepuk bahu Ari.


"Yaudah kalo gitu Ari permisi ya Pa." Pamit Ari kemudian meninggalkan Pak Dimas.


Ari bergegas masuk ke dalam kamar Cinta karena khawatir dengan keadaannya, tetapi saat masuk Ia melihat Cinta tengah makan siang. Ari pun merasa dibohongi.


Cinta yang melihat kepanikan di wajah Ari pun bertanya apa yang sebenarnya terjadi.


Tiba-tiba Pak Pram muncul dari luar kamar dan bertepuk tangan.


"Memang Ari ini siaga sekali, Dia khawatir dengan keadaan Kamu Nak. Dia takut kehilangan Kamu." Ucap Pak Pram yang membuat wajah Cinta tersipu malu.


"Jadi Kamu khawatir sama Aku? Ari selama Kamu ada di sampingku Aku akan berjuang untuk bertahan. Kamu gak perlu khawatir." Jelas Cinta.


"Saya mau bicara sama Bapak." Ucap Ari mengajak Pak Pram untuk berbicara di luar kamar.


"Ada apa Ari?" Tanya Pak Pram.


"Apa maksud semua ini Pak? kenapa Bapak bohongi Saya dengan bilang Cinta sekarat?" Protes Ari marah karena merasa dibohongi.


"Ari..... Ari...... Aku cuma mau lihat gimana Cinta dimata Kamu. Lihat Kamu masih begitu khawatir sama Cinta. Artinya Kamu masih memiliki perasaan ke Cinta." Ucap Pak Pram.


"Pak, jangan bicara seperti itu. Saya udah pernah bilang kalau Saya sudah menjadi seorang Suami." Ari sedikit kesal dengan sikap Pak Pram.


"Tapi Kamu gak mencintainya." Ucap Pak Pram.


"Bapak salah, Saya sangat mencintai Istri Saya. Kalo Bapak seperti ini lebih baik Saya berhenti untuk memberikan harapan kepada Cinta." Ancam Ari.

__ADS_1


"Hari ini Aku akan bilang ke Cinta, kalau Aku sudah menikah." Ucap Ari Kemudian masuk kembali ke kamar Cinta.


"Ari, jangan lakukan itu." Pak Pram berusaha menahan Ari.


"Cinta, Aku mau jujur sama Kamu." Ucap Ari yang membuat Cinta penasaran.


"Jujur apa Ari?" Tanya Cinta.


"Jangan bilang apapun sama Cinta." Pinta Pak Pram.


"Bilang apa Ayah? sebenarnya ada apa ini?" Tanya Cinta.


"Cinta, maaf Aku gak bisa nepatin janji Aku untuk menunggu Kamu. Karena Aku dan Kamu udah gak akan pernah bisa bersama. Aku udah menikah Cinta." Terang Ari.


"Kamu bohongi Aku kan Ari, Ini gak bener kan?" Cinta tidak percaya dengan ucapan Ari.


"Aku gak bohong Cinta, jadi Aku minta sama Kamu jangan pernah berharap lagi sama Aku." Ucap Ari kemudian.


Seketika pandangan Cinta kosong, Ia kesulitan bernafas. Pak Pram segera menghampiri putrinya itu.


"Sayang, bertahan Nak. Ayah akan panggil dokter." Ucap Pak Pram kemudian memanggil dokter.


Di lain tempat, Raja mengantarkan Rindu ke ruangan Pak Dimas. Mereka telah menunggu lumayan lama. Setelah Rindu masuk ke ruangan, Raja pamit pergi karena sebenarnya Ia ada janji dengan temannya.


Rindu duduk di ranjang pasien dan Pak Dimas mulai mengobati Putrinya itu.


"Kamu itu gimana sih Nak? kenapa bisa berdarah gini?" Tanya Pak Dimas.


"Namanya juga kecelakaan Pa, tadi Rindu diserempet mobil. Masih untung cuma keserempet." Jawab Rindu.


"Kok bisa sih? terus kenapa Ari malah jengukin temannya. Orang Istrinya sendiri aja terluka." Protes Pak Dimas yang kesal melihat Putrinya terluka.


"Kak Ari jengukin temen? Papa tahu darimana?" Tanya Rindu.


"Tadi Papa ketemu sama Dia di koridor. Emang Dia gak bilang ke Kamu kalau Dia mau jenguk temen?" Tanya Pak Dimas.


"Kak Ari bilang mau ketemu temennya, mungkin maksudnya jenguk temennya itu Pa." Jawab Rindu.


"Kenapa Kak Ari tadi gak bilang ya, dan Dia sampai tinggalin Aku buat ketemu temennya itu." Batin Rindu.


"Udah selesai. Lain kali hati-hati ya. Kalau sampai Mama Kamu tahu Kamu terluka Dia pasti sedih banget." Ucap Pak Dimas.


"Iya Pa, lain kali Aku hati-hati. Papa jangan bilang sama Mama ya. Rindu gak mau Mama khawatir." Pinta Rindu.


"Oke Papa gak bilang, tapi kapan-kapan Dateng ke rumah ya! Suami Kamu juga ajak." Pinta Pak Dimas.

__ADS_1


"Iya Papa, Rindu sayang deh sama Papa." Rindu memeluk Pak Dimas. Dalam Hatinya Ia ingin segera bertemu dengan Ari dan bertanya mengenai Ari yang sepertinya tengah menutupi sesuatu.


bersambung........


__ADS_2