Mr Jutek Milik Rindu

Mr Jutek Milik Rindu
BAB 30 KEMBALI PULANG


__ADS_3

Pagi telah tiba, Alarm ponsel Rindu berbunyi. Rindu terbangun dan melihat Ari sedang menengadahkan tangannya, berdoa setelah melaksanakan shalat subuh.


"Ya ampun, Aku telat bangun." Batin Rindu merasa bersalah.


Ari berdiri dan melipat sajadahnya, Rindu pun bergegas membantu Ari.


"Kenapa Kak Ari gak bangunin Aku?" Tanya Rindu.


"Gimana Aku mau bangunin Kamu, tidur Kamu nyenyak banget." Jawab Ari kembali duduk di atas ranjangnya.


"Maaf ya Kak, Aku gak bantuin Kak Ari deh jadinya." Sesal Rindu.


"Udah gak papa, lebih baik Kamu segera sholat. Kamu udah gak haid kan?" Tanya Ari.


"Iya, Aku sholat dulu habis itu Aku cari sarapan buat Kak Ari." Ucap Rindu bergegas masuk ke kamar mandi. Rindu mengambil wudhu kemudian melaksanakan shalat subuh.


Setelah melaksanakan shalat, Rindu menghampiri Ari.


"Tok..tok...tok..." Suara pintu yang diketuk, kemudian muncul Putra dari balik pintu tersebut.


"Selamat pagi, gimana keadaan Boss?" Tanya


Putra.


"Aku udah membaik, gimana dengan tugas Kamu?" Tanya Ari.


"Aman Boss, Si Alex udah dikasih pelajaran. Proyek udah normal lagi." Jawab Putra.


"Yaudah, bagus kalo gitu."Ucap Ari memuji kinerja Putra.


Suara pintu kembali diketuk, suster masuk dengan membawa makanan dan juga meminta izin untuk memeriksa kondisi Ari.


"Selamat Pagi, bagaimana Pak Ari keadaannya?" Tanya perawat itu sembari memeriksa.


"Saya udah merasa baik Sus, jadi apa Saya sudah boleh pulang?" Tanya Ari merasa telah pulih.


"Baik begitu nanti akan Saya tanyakan kepada dokternya ya Pak." Ucap Perawat tersebut mencatat hasil pemeriksaannya dan izin untuk meninggalkan ruangan tersebut.


"Kalo gitu Kak Ari makan dulu nih, udah dibawain Susternya." Rindu meraih semangkok bubur dan mengambil sesendok untuk Ari.


"Aku males makan bubur ah."Tolak Ari.


"Kak Ari, jangan gitu. Udah dikasih makanan dimakan dong." Protes Rindu memaksa Ari. Ari pun akhirnya memakan makanan tersebut.


"Putra, ngapain Kamu senyum-senyum sendiri di pojok." Protes Ari yang melihat temannya itu tersenyum melihatnya dan Rindu.


"Gak papa Ri, Aku jadi pengen punya Istri aja. Kayaknya enak." Jawab Putra.


"Makannya nikah dong." Ledek Ari.

__ADS_1


"Mentang-mentang udah nikah, seenaknya ledekin orang." Putra kesal dengan celotehan Ari.


"Daripada Kamu makin tersiksa lihat Aku sama Rindu, lebih baik sekarang Kamu ambil barang-barang di penginapan dan setelah itu langsung pulang." Pinta Ari.


"Itu ide bagus, Rindu Aku permisi ya." Putra pamit kepada Rindu dan meninggalkan ruangan tersebut.


Di Rumah Pak Raka


Raja tiba di rumah Pak Raka dengan Arkan digendongnya, Ia menekan bel Rumah dan Bi Surti pun membuka pintu untuknya.


"Eh Mas Raja, silahkan masuk Mas." Bi Surti mempersilahkan Raja untuk masuk ke dalam Rumah.


Raja kemudian mengikuti Bi Surti dan duduk di ruang tamu.


"Mas Raja mau ketemu sama siapa?" Tanya Bi Surti.


"Saya mau ketemu sama Om Raka, apa Dia ada di rumah?" Tanya Raja.


"Oh ada, sebentar biar Bi Surti panggilin." Ucap Bu Surti kemudian meninggalkan Raja.


Tak berapa lama, Pak Raka datang menghampiri Raja. Raja mencium tangan Pak Raka.


"Lho Raja, tumben Kamu gak keluar kota atau luar negeri." Sapa Pak Raka.


"Iya Om, sebenarnya ada yang mau Saya bicarakan sama Om Raka." Ucap Raja.


"Ada apa Raja?" Tanya Raka yang melihat kegelisahan di wajah keponakannya itu.


"Apa? jadi Mbak Prisa sekarang sedang sakit?" Pak Raka terkejut mendengar kabar tersebut.


"Iya Om, Saya kesini mau kasih kabar itu." Ucap Raja.


"Kamu yang sabar ya Ja, kalo Kamu butuh bantuan bilang aja jangan sungkan ya." Pak Raka menepuk pundak Raja.


Tasya tiba-tiba datang menghampiri Pak Raka dan juga Raja.


"Kak Rajaaaa, Hallo Arkan." Tasya merebut Arkan dari gendongan Raja.


"Awas hati-hati." Raja memperingatkan Tasya.


"Raja, kalau begitu Om sama Tante siap-siap dan Kamu antar Kita ketemu sama Mbak Prisa ya." Ucap Pak Raka kemudian masuk.


"Kak Raja, Arkan titipin disini aja." Pinta Tasya.


"Kalau Kamu pengen dedek bayi, nikah dong makannya." Raja mengejek Tasya.


"Kak Raja emang jahat banget ya." Protes Tasya mencubit lengan Kakak sepupunya itu. Raja pun tertawa melihat Tasya yang kesal.


Di Ruang rawat Ari

__ADS_1


"Pak Ari sudah boleh pulang, tetapi dua hari kedepan harus check up ya." Saran Dokter yang baru saja memeriksa keadaan Ari.


"Iya Dok." Jawab Ari singkat.


"Baik kalo gitu Saya permisi." Ucap Dokter itu tersenyum ramah kemudian meninggalkan ruangan Ari.


"Kakak bisa jalan sendiri?" Tanya Rindu polos.


"Emang Kamu gak lihat, Aku udah seger gini?" Ari balik bertanya kepada Rindu.


"Iya, maaf." Ucap Rindu kesal.


Mereka segera keluar dari rumah sakit dan masuk ke dalam mobil. Putra telah menunggu Mereka.


"Kita pulang sekarang." Titah Ari.


"Siap." Jawab Putra yang mulai melajukan mobilnya.


Sepanjang perjalanan Ari dan Rindu hanya terdiam dan memandang ke luar. Ari tahu Ia tadi telah salah berkata kepada Rindu.


Di Rumah Sakit


Pak Raka, Bu Kesya dan juga Raja kini tengah berjalan menuju kamar Bu Prisa. Sesampainya di kamar tersebut, Raja membuka pintu dan mempersilahkan Pak Raka dan juga Bu Kesya masuk.


"Silahkan masuk Om, Tante." Ucap Raja.


Terlihat Bu Prisa tengah terbaring lemah diatas ranjang. Bu Kesya pun menghampiri dan menyentuh tangannya.


"Ya ampun Mbak Prisa, Mbak Prisa kenapa?" Bu Kesya menitikkan air matanya.


"Makasih Kalian sudah sempatkan datang." Ucap Bu Prisa.


"Mbak Prisa, jangan bicara begitu. Kita ini keluarga." Jawab Pak Raka.


"Oh iya Raja, Arkan mana?" Tanya Bu Prisa yang tidak melihat keberadaan Cucunya.


"Arkan lagi main sama Tasya, Mama tenang aja. Lebih baik Mama fokus kesehatan Mama. Jangan terlalu memikirkan Arkan." Pinta Raja.


"Ya gimana Mama gak mikirin Arkan, Kamu aja gak segera menikah. Kasihan Arkan Raja, Dia butuh seorang Ibu." Bu Prisa menasihati Raja.


"Mbak Prisa tenang aja ya, Kita pasti bantu jagain Arkan kok." Bu Kesya menenangkan Bu Prisa.


"Aku tahu, tapi bagaimana nanti kalo Saya udah gak ada. Gak ada yang merawat Raja dan juga Arkan. Kamu harus segera menikah Raja." Pinta Bu Prisa.


"Terpenting sekarang adalah Mama sembuh dulu, setelah Mama sembuh Raja akan mencari Ibu untuk Arkan. Raja janji." Ucap Raja menggenggam tangan Bu Prisa erat.


"Terimakasih Raja, permintaan Mama ini bukan untuk mengekang Kamu. Tapi karena Mama benar-benar memikirkan Kamu dan juga Arkan." Bu Prisa menitikkan air matanya.


Raja memeluk Bu Prisa untuk menenangkannya.

__ADS_1


bersambung......


bagaimana kelanjutan kisah Ari dan Rindu?


__ADS_2