Mr Jutek Milik Rindu

Mr Jutek Milik Rindu
BAB 41 KEBAKARAN


__ADS_3

Di Rumah Ari.


Raja tiba di rumah Ari dengan menggendong Arkan. Rencananya Ia akan menitipkan Arkan selama dua hari karena Ia harus pergi keluar kota. Ia mengetuk pintu Rumah Ari. Pintu terbuka, Bu Kesya keluar dan menyambut kedatangan Raja.


"Raja, tumben pagi-pagi kesini. Masuk yuk."Ucap Bu Kesya mempersilahkan Raja masuk.


"Sini biar Tante yang gendong Baby Arkan." Bu Kesya mengambil Arkan dari gendongan Raja.


"Gini Tante, Raja mau minta tolong. Raja mau bawa Mama berobat ke luar kota selama dua hari. Raja mau titip Arkan." Ucap Raja menyatakan maksud kedatangannya.


"Yaudah gak papa, Tante gak keberatan kok. Biar jadi pancingan juga buat Rindu. Supaya bisa cepet hamil." Jawab Bu Kesya sumringah.


"Iya Tante, kemarin Aku udah bilang sama Rindu." Ucap Raja.


"Pokoknya Kamu tenang aja, Arkan aman disini." Bu Kesya meyakinkan Raja.


"Oh iya Tante, Ari sama Rindu gak ada di rumah?" Tanya Raja.


"Mereka lagi jogging keliling komplek, paling bentar lagi pulang." Jawab Bu Kesya.


"Yaudah kalo gitu, Raja langsung pamit aja deh Tante. Keburu siang." Raja berdiri dan berpamitan.


"Yaudah, Tante doain semoga Mbak Prisa cepet sembuh ya." Ucap Bu Kesya.


"Terimakasih Tante, titip salam untuk semuanya." Ucap Raja kemudian keluar dari rumah.


Saat hendak memasuki mobil, Raja berpapasan dengan Ari dan Rindu.


"Kak Raja, kok udah mau pulang." Sapa Rindu.


"Eh Kalian udah pulang. Aku langsung pulang ya, harus antar Mama berobat." Pamit Raja.


"Iya Kak, hati-hati ya." Ari menjabat tangan Raja.


"Rindu udah bilang sama Kamu kan?" Tanya Raja.


"Iya Kak, tenang aja. Kita pasti jaga Arkan dengan baik." Ari meyakinkan Raja.


"Makasih ya, Kalian benar-benar baik." Ucap Raja tersenyum.


"Kak Raja kayak sama siapa aja." Ucap Ari.


"Yaudah, Aku pergi dulu ya." Ucap Raka kemudian masuk ke dalam mobil dan meninggalkan kediaman Ari.


Tanpa menunggu Ari, Rindu bergegas masuk dan menghampiri Arkan yang masih digendong oleh Bu Kesya.


"Pagi Ma." Sapa Rindu.

__ADS_1


"Eh, Kamu udah pulang. Ari mana?" Tanya Bu Kesya.


"Dia masih ngomong sama Kak Raja Ma." Jawab Rindu.


"Ini, coba Kamu gendong." Bu Kesya memberikan Arkan kepada Rindu. Arkan merasa nyaman berada di gendongan Rindu.


"Kayaknya Dia nyaman sama Kamu deh Rin." Ucap Bu Kesya.


"Rindu bawa Arkan ke kamar ya Ma kalau gitu." Pamit Rindu.


"Iya, hati-hati ya Sayang." Ucap Bu Kesya.


Rindu membawa Arkan menuju kamarnya. Ia menidurkan Arkan dan meletakkan bantal di sisi kanan dan kiri Arkan.


"Aku mau mandi aman gak ya kalo Aku tinggal." Ucap Rindu Ragu. Ari masuk ke kamar dan menghampiri Rindu.


"Kamu mandi aja dulu, biar Aku yang jaga Arkan." Ucap Ari yang seolah mengetahui masalah yang tengah dihadapi Rindu.


"Emang Kak Ari bisa jagain Arkan?" Rindu seolah tidak percaya dengan Ari.


"Udah tenang aja, Buruan mandi. Aku mau ajak Kamu dan juga Arkan ke suatu tempat." Titah Ari. Rindu pun segera masuk ke dalam kamar mandi.


Di Tempat bermain


Ari membawa Rindu dan juga Arkan ke tempat bermain, Mereka menikmati berbagai permainan yang ada disana, tiba-tiba orang berlarian menuju pintu keluar.


"Aku juga gak tahu." Jawab Ari kemudian menghentikan salah seorang dan bertanya.


"Maaf Mbak, ada apa ya? kok orang berlarian?" Tanya Ari.


"Ada kebakaran Mas, cepat keluar." Ungkapnya kemudian meninggalkan Ari dan Rindu.


"Kak, gimana ini? ada kebakaran." Ucap Rindu panik.


"Tenang jangan panik, lebih baik sekarang Kita keluar." Ari memeluk Rindu dan menuntunnya keluar dari ruangan.


Mereka berhasil keluar dari tempat tersebut. Seorang Ibu berteriak histeris karena mengetahui Anaknya masih ada di dalam ruangan tersebut. Ibu itu berusaha masuk ke dalam api tetapi ditahan oleh pengunjung lainnya.


"Lepasin Saya, kalau Kalian semua gak mau nolong Saya jangan halangi Saya untuk menyelamatkan Anak Saya." Teriak Ibu itu histeris.


"Kasihan Ibu itu." Rindu menitikkan air matanya, tidak dapat membayangkan bagaimana perasaan seorang Ibu yang mengetahui Anaknya dalam bahaya tetapi tidak dapat berbuat apapun. Ari meraih kedua pundak Rindu dan menatapnya.


"Rindu, Kamu percaya kan sama Aku?" Tanya Ari seolah memberi kode bahwa Ari akan membantu Ibu tersebut. Rindu melihat ke api yang semakin membesar sedangkan pemadam kebakaran sedang dalam perjalanan.


"Kak, jangan lakuin itu." Ucap Rindu menahan tangan Ari erat.


"Aku harus tolongin Anak itu, Kamu percaya kan sama Aku." Ucap Ari yang membuat Rindu dengan terpaksa menganggukkan kepalanya karena tak tega melihat Ibu tersebut terkulai lemah.

__ADS_1


"Aku percaya sama Kak Ari." Jawab Rindu pelan.


"Cup" Sebuah kecupan mendarat di kening Rindu, membuat Rindu semakin tak mampu menahan air matanya.


"Kak Ari harus janji, Kak Ari gak akan kenapa-napa." Ucap Rindu menangis.


"Doain Aku." Ucap Ari berlari menerobos Api yang terus menjalar.


Ari mendengar suara tangisan, Ia meraih kain dan membasahi kain tersebut. Ia menghampiri suara tangisan tersebut.


"Kamu aman sekarang, Ayo Kita keluar dari sini." Ari membantu Anak tersebut untuk keluar.


Pemadam kebakaran datang dan segera membantu Ari dan juga Anak tersebut. Rindu bergegas menghampiri Ari dan menanyakan keadaan Ari.


"Kak Ari." Satu tangan Rindu memeluk Ari dan satunya digunakan untuk menggendong Arkan.


"Kak Ari baik-baik aja kan?" Tanya Rindu.


"Aku gak papa, Kamu sama Arkan aman kan?" Ari memperhatikan Rindu dan juga Arkan.


"Kita gak papa kok." Jawab Rindu.


"Maaf ya, Aku udah bawa Kalian kesini. Jadinya malah kayak gini." Ari merasa bersalah karena Ia telah membawa Rindu dan juga Arkan ke tempat tersebut.


"Gak papa Kak, udah jangan merasa bersalah. Kita pulang aja yuk, kasihan Arkan." Ajak Rindu.


"Yaudah, Ayo Kita pulang." Ari menggantikan Rindu untuk menggendong Arkan.


"Kak Ari tunggu, Ini tangan Kakak lecet-lecet. Pasti kebakar ya?" Tanya Rindu yang tanpa sengaja melihat luka bakar di tangan Ari.


"Iya tadi kena sedikit, tapi gak papa kok. Nanti juga sembuh." Jawab Ari menenangkan Rindu.


"Gak bisa, pokoknya ini harus diobati. Nanti dirumah biar Aku obati." Protes Rindu.


"Gak usah gak papa Rindu, ini cuma luka kecil." Tolak Ari.


"Kak Ari, Aku gak menerima penolakan. Kalau nggak Aku gak mau pulang." Ancam Rindu.


"Yaudah iya, yaudah ayo pulang. Kasihan Arkan Dia ketakutan." Ajak Ari.


Arkan terus menangis karena keadaan yang ramai dan juga hawa panas karena kebakaran.


"Sini Kak, biar Aku aja yang gendong Dia, lagian tangan Kak Ari kan luka." Rindu menggendong Arkan dan mencoba menenangkan Arkan.


Mereka memasuki mobil dan meninggalkan tempat tersebut.


bersambung.....

__ADS_1


bagaimana kelanjutan kisah Ari dan Rindu?


__ADS_2