
Di Kampus.
Rindu turun dari mobil Ari, hari ini Ia akan bertemu dengan kedua temannya untuk melanjutkan tugas skripsi. Ari yang terburu-buru pun langsung pamit dan meninggalkan Rindu. Rindu terus memperhatikan kepergian Ari, Ia tidak menyadari bahwa ada dua pengendara motor yang tengah kebut-kebutan.
"Rindu, awas." Raja menarik tangan Rindu hingga Mereka berdua terjatuh di tepi jalan.
"Kamu gak apa-apa?" Tanya Raja khawatir.
"Aku gak apa-apa, Makasih ya Kak Raja udah selametin Aku." Rindu berterimakasih kepada Raja.
Melli dan Nada menghampiri Rindu dan membantu Rindu untuk berdiri.
"Rindu Kamu gak papa kan? gak ada yang luka?" Tanya Melli.
"Kayaknya pernah lihat Kakak deh, tapi dimana ya?" Nada merasa tidak asing dengan wajah Raja.
"Oh iya, kenalin Kak Raja Mereka berdua temen Aku. Yang ini namanya Melli dan yang ini Nada." Rindu memperkenalkan sahabatnya kepada Raja.
"Raja." Raja memperkenalkan diri.
"Dia Kakak sepupu dari Kak Ari, dan Kalian pasti ketemu di pernikahan Aku." Terang Rindu.
"Oh pantes kayak pernah lihat." Ucap Nada.
"Oh iya Kak Raja, Sekali lagi makasih ya." Rindu kembali berterimakasih.
"Iya, santai aja. Kamu kan Adik Aku juga. Yaudah Aku ada kelas. Kakak masuk dulu ya." Ucap Raja pamit kemudian meninggalkan Rindu dan sahabatnya.
Nada menyenggol siku Rindu memberikan kode.
"Boleh tuh, keren banget." Puji Nada.
"Iya, kalo Kamu sama Dia. Dapet sekaligus sama Anaknya." Jawab Rindu.
"Whattt? Sama Anaknya? Maksud Kamu Dia Duda?" Nada memastikan.
"Udah-udah, pupus harapan Kamu. Udah Rindu ayo Kita tinggalin aja deh si Nada." Melli menggandeng tangan Rindu, meninggalkan Nada.
"Tungguin dong." Nada menyusul kedua sahabatnya itu.
Di Rumah Raja
Bu Prisa terbaring lemah di kamarnya, Ia ingin buang air kecil tetapi tidak ada yang menjaganya. Suster yang biasa merawatnya tengah pergi untuk membeli obat. Dengan sekuat tenaga, Bu Prisa memaksakan diri untuk bisa melangkah ke kamar mandi.
"Glebrakkk." Bu Prisa terjatuh dan terbentur lantai hingga tidak sadarkan diri.
Di pintu utama Rumah Raja, Tasya baru saja datang dengan membawa sekeranjang buah untuk Bu Prisa, Natasya baru saja pulang dari luar Kota dan ingin melihat keadaan Budhenya.
__ADS_1
"Tumben banget rumah Budhe sepi." Ucap Tasya memperhatikan sekeliling rumah yang nampak sepi.
"Ting…..tong……" Tasya menekan bel rumah, tak berapa lama Asisten Rumah tangga membukakan pintu untuk Tasya.
"Eh Non Tasya, silahkan masuk Non." Ucap Asisten tersebut.
"Makasih Bi, oh iya Budhe ada di rumah Bi?" Tanya Tasya.
"Ada Non, tapi ada di kamar tadi lagi istirahat. Mau Saya antar Non?" Tawarnya.
"Oh gak usah Bi, biar Tasya sendiri aja yang kesana, Bibi lanjutin pekerjaan Bibi aja." Tolak Tasya.
"Yaudah Non, Saya permisi." ART itu meninggalkan Tasya. Tasya pun menuju kamar Bu Prisa, tak ingin mengganggu Bu Prisa yang beristirahat. Tasya membuka pintu dengan perlahan, Ia tidak menemukan Bu Prisa diatas ranjang.
"Lho Budhe kemana? Katanya tadi tidur." Batin Tasya.
Ia masuk ke dalam kamar dan terkejut ketika menemukan Bu Prisa telah tergeletak di atas lantai.
"Astaghfirullah Budhe." Tasya meletakkan buahnya di atas meja, Ia berlari menghampiri Bu Prisa. Tasya memeriksa denyut nadi Bu Prisa.
"Alhamdulillah, Budhe masih selamat." Ucap Tasya. Ia mengambil ponselnya di dalam tas. Ia menghubungi Raja untuk meminta bantuan. Tak butuh waktu lama, Raja pun mengangkat teleponnya.
"Halo Kak Raja." Tasya tidak dapat menutupi rasa paniknya sehingga Ia gugup.
"Halo Sya, Kamu kenapa? Kok kayak gugup gitu." Raja berusaha menenangkan Tasya.
"Kak Raja, tolong Kakak pulang sekarang. Budhe sekarang pingsan Kak." Terang Tasya.
"Apa? Mama pingsan? Oke Aku pulang sekarang ya. Tolong Kamu jaga Mama." Pinta Raja.
"Iya Kak, buruan ya Kasihan Budhe." Jawab Tasya. Ari mematikan panggilannya, sedangkan Tasya berusaha menyadarkan Bu Prisa.
30 Menit berlalu, Raja tiba di rumahnya. Ia berlari masuk ke dalam kamar Mamanya untuk memastikan bahwa Mamanya baik-baik saja. Ia melihat Tasya tengah menyuapi Mamanya.
"Tasya, bukannya tadi Kamu bilang kalo Mama pingsan?" Tanya Raja.
"Iya, tadi Budhe pingsan terus Aku telpon suster. Alhamdulillah Budhe udah sadar." Jawab Tasya.
"Makasih ya Tasya, Budhe gak tau kalo tadi gak ada Kamu gimana." Bu Prisa menggenggam tangan Tasya.
"Sama-sama Budhe." Jawab Tasya tersenyum.
Di Rumah Ari
Rindu tengah mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa oleh Suaminya untuk bertugas keluar kota. Ia memilah-milah pakaian yang menarik. Ari keluar dari kamar mandi dan bertanya apa yang tengah dilakukan oleh Rindu.
"Kamu ngapain?" Tanya Ari.
__ADS_1
"Ini lho Kak, pilihin baju yang mau dibawa Kak Ari keluar kota." Jawab Rindu masih fokus dengan baju.
"Bawa sedikit aja, emang Kamu berharap Aku pergi lama?" Tanya Ari.
"Kok Kak Ari ngomong gitu sih, gak baik tau ngomong gitu." Protes Rindu.
"Habis Kamu kayaknya semangat banget." Ucap Ari.
Rindu menghentikan kegiatannya dan menghampiri Ari.
"Kenapa sih Kak Ari pikirannya negatif terus ke Aku." Protes Rindu mencubit pinggang Ari.
"Tuh kebiasaan kan, nanti kalo Aku bales baru tau rasa." Protes Ari.
"Emang Kak Ari tega cubit Aku?" Tantang Rindu menjulurkan lidahnya sebagai ejekan.
"Oh gitu, jadi Kamu nantangin Aku. Oke, Nih Aku bales." Ari menggelitik tubuh Rindu.
"Ampun Kak, geli." Tolak Rindu tertawa.
"Gak akan Aku ampuni." Ucap Ari masih menggelitiki Rindu hingga Mereka berdua terjatuh di ranjang.
"Duh, wajah Kak Ari Deket banget lagi. Gawat kalo sampai Kak Ari denger detak jantung Aku." Batin Rindu.
Ari mendekatkan wajahnya ke wajah Rindu, Mata Mereka saling menatap.
"Kak Ari mau ngapain? Jangan-jangan Dia mau minta hak Dia sebagai Suami. Gimana dong Aku belum siap." Batin Rindu panik.
"Ceklekkkk" Tasya yang hendak memberikan oleh-oleh membuka pintu kamar tanpa mengetuk. Ia lupa bahwa Kakaknya kini telah menikah dan kamar merupakan ruangan privat.
Ari dan Rindu menoleh ke arah pintu dan segera berdiri dengan benar, Mereka merasa malu dengan Tasya.
"Aku gak lihat apa-apa." Ucap Tasya kemudian menutup kembali pintu kamar Ari.
"Aduh Tasya, bodoh banget si Kamu, bisa-bisanya Aku lupa kalo Kak Ari udah nikah dan Aku buka pintu Mereka gitu aja. Apalagi Mereka lagi mau itu…." Protes Tasya pada dirinya sendiri.
"Tasya pasti salah paham, Aku harus jelasin ke Dia." Ucap Ari kemudian membuka pintu kamarnya. Ia melihat Tasya masih ada diluar kamarnya.
"Kenapa gak jadi masuk?" Tanya Ari memasukkan kedua tangannya ke saku celana.
"Eh Kak Ari, gak jadi besok aja. Kak Ari tenang aja, anggap aja Aku gak lihat apa-apa. " Jawab Tasya.
"Emangnya Kamu lihat apa Tasya?" Tanya Bu Kesya yang kebetulan lewat dan mendengar perbincangan Tasya dan Ari.
Bersambung……
Bagaimana kelanjutan kisah Ari dan Rindu?
__ADS_1