
Di perpustakaan
Rindu tengah sibuk membaca buku referensi di perpustakaan, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Rindu mencoba melihat siapa yang meneleponnya.
"Kak Ari, ngapain Dia telepon Aku." Batin Rindu kemudian mengangkat teleponnya.
"Halo Kak, ada apa?" Tanya Rindu.
"Kamu pulang jam berapa?" Tanya Ari.
"Belum tau sih. Tapi kayaknya nanti jam empat." Jawab Rindu.
"Oke kalau gitu, tunggu Aku nanti Aku yang jemput." Ari meminta Rindu untuk menunggunya, setelah menyampaikan hal tersebut Ari langsung menutup teleponnya.
"Halo Kak, Malah dimatiin lagi." Protes Rindu.
Di Kantor
Waktu menunjukkan pukul setengah 4 sore, Ari bersiap untuk menjemput Rindu. Ia berdiri tetapi tiba-tiba Ia merasakan sakit di dada dan kepalanya terasa pusing.
"Kenapa sakit ini datang lagi disaat seperti ini."Ari masih memegangi kepalanya.
"Aku gak boleh lemah, Aku harus jemput Rindu sekarang." Ari mencoba menyemangati diri sendiri.
Ia melangkah dengan gontai, bahkan kini sekelilingnya berputar.
"Glodak." Ari terjatuh dan tak sadarkan diri.
Di Kampus
Jam menunjukkan pukul empat sore, Perpustakaan kampus akhirnya ditutup. Rindu menunggu Ari yang berkata akan menjemputnya.
"Aku kira Kak Ari udah dateng, ternyata belum." Ucap Rindu duduk di kursi tempat menunggu.
"Aku coba telepon deh." Ucap Rindu mencoba menghubungi Ari, tetapi tidak ada jawaban.
"Angkat dong Kak, kok gak diangkat sih. Atau mungkin Kak Ari diperjalanan kali ya." Rindu mencoba untuk berfikir positif.
Waktu terus berjalan, satu jam telah berlalu. Rindu mulai kesal ditambah dengan cuaca yang mendung seakan memperlengkap kekesalan Rindu.
"Kemana sih Kak Ari, lama banget. Udah mau hujan juga. Dari tadi ditelpon aktif tapi gak mau ngangkat." Protes Rindu.
Hujan turun dengan derasnya, Rindu mencari tempat teduh.
"Kak Ari kemana sih? udah satu jam Aku nunggu, tapi gak juga dateng." Ucap Rindu mulai kedinginan.
Sebuah mobil berhenti di hadapannya, Seorang Pria keluar dari mobil tersebut dengan membawa payung.
"Rindu, Kamu ngapain disini? nunggu jemputan?" Tanya seorang Pria yang ternyata adalah Raja.
"Kak Raja, Iya Aku nunggu Kak Ari." Jawab Rindu.
__ADS_1
"Udah lama nunggunya?" Tanya Raja.
"Udah satu jam Kak." Jawab Rindu.
"Satu jam? terus Kamu udah coba hubungi Ari?" Tanya Raja.
"Aku udah hubungi Kak Ari, tapi gak dijawab." Jawab Rindu.
"Yaudah kalo gitu Kamu pulang sama Aku aja, Ini hujan soalnya." Ajak Raja.
"Tapi Kak, nanti Kak Ari gimana?" Tanya Rindu yang bingung mau menolak atau menerima tawaran dari Raja.
"Udah gak papa, Aku tahu Dia pasti ngerti kok." Raja mencoba menenangkan Rindu. Rindu mencoba menelepon Ari sekali lagi tetapi tidak juga diangkat.
"Yaudahdeh Kak, Aku ikut Kak Raja aja. Kak Ari gak juga jawab telepon Aku." Ucap Rindu menerima tawaran Raja.
Raja membukakan pintu mobil untuk Rindu. Akhirnya Rindu pulang bersama Raja.
Di Rumah Ari.
Raja menghentikan mobilnya, Mereka turun dari mobil. Raja mengantar Rindu hingga di pintu.
"Makasih ya Kak, udah anterin Aku." Ucap Rindu.
"Iya, sama-sama. Oh iya Aku langsung pulang aja ya. Kasihan Arkan." Ucap Raja.
"Kak Raja langsung pulang? yaudah gak papa. Kak Raja hati-hati ya."Pesan Rindu.
"Titip salam untuk yang di rumah ya." Raja kemudian kembali memasuki mobilnya dan meninggalkan kediaman Ari.
Rindu membuka pintu kamarnya, Ia tidak menemukan keberadaan Ari.
"Ternyata Kak Ari belum pulang." Ucap Rindu seperti kecewa. Ia kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Di Kamar Kantor
Ari perlahan membuka matanya, Ia memperhatikan sekeliling dan terkejut ketika mengingat bahwa Ia harus menjemput Rindu ke kampus. Ia pun bangkit dan meraih ponselnya. Membuka beberapa pesan masuk.
"Rindu berkali-kali telepon Aku, Dia pasti nungguin Aku." Ucap Ari kemudian mencoba menghubungi Rindu tetapi tidak ada jawaban.
"Sial, gak diangkat. Kenapa Aku harus pingsan segala sih." Lagi-lagi Ari mencoba menghubungi Rindu. Tetapi masih belum ada jawaban.
"Aku harus temui Rindu sekarang." dengan kondisinya yang masih lemah Ari memaksakan diri untuk bangkit. Ia keluar dari ruangan istirahatnya dan melihat Putra tengah bermain ponsel di sofa tempat kerjanya.
"Eh Boss, Udah sadar? Bos pingsan apa tidur? lama banget." Protes Putra. Ari hanya diam dengan pernyataan Putra.
"Boss mau kemana? masih sakit gitu." Tanya Putra.
"Aku udah janji untuk jemput Rindu, Aku harus jemput Dia sekarang."Jawab Ari.
"Tapi Kamu masih lemah lho, Aku anter pulang aja ya. Nanti Aku deh yang jemput Rindu." Putra mencoba memberikan solusi.
__ADS_1
"Gak bisa Put, Aku udah terlanjur ngomong sama Dia kalo Aku akan jemput Dia." Protes Ari.
"Emang Kamu yakin Dia masih nunggu? ini udah hampir dua jam lho Kamu pingsan." Tanya Putra.
"Aku juga gak tahu." Jawab Ari.
Tiba-tiba ponsel Ari berbunyi, Ia begitu senang ketika nama yang tertera adalah Rindu.
"Dia telfon." Ucap Ari.
"Yaudah angkat." Jawab Putra.
Ari pun mengangkat telepon dari Rindu.
"Halo Rindu, Aku minta maaf karena tadi gak jemput Kamu." Ucap Ari dengan sigap.
"Halo Kak, Kakak dimana sekarang? Kakak baik-baik aja kan? maaf ya Kak Rindu gak nungguin Kak Ari. Rindu udah sampai di rumah sekarang." Ucap Rindu dengan nada seperti habis menangis dan dengan sesenggukan.
"Rindu, Kamu kenapa? Kamu nangis?" Tanya Ari khawatir.
Tiba-tiba sambungan telepon terputus, hal itu tentu membuat Ari semakin khawatir.
"Kenapa Ri? ada apa?" Tanya Putra yang ikut panik.
"Aku juga gak tahu, tapi kayaknya Rindu habis nangis." Jawab Ari meraih jasnya dan melangkah cepat.
"Biar Aku anterin Kamu pulang. Daripada ada apa-apa dijalan." Tawar Putra.
Ari memberikan kunci mobilnya kepada Putra.
Mereka bergegas menaiki mobil dan melaju dengan kecepatan tinggi agar segera tiba di rumah.
Setibanya di Rumah, Ari bergegas masuk dan langsung menuju kamarnya. Ia seolah-olah lupa bahwa Ia baru saja mengalami pingsan.
Dengan kasar Ari membuka pintu kamarnya, Ia menemukan Rindu tengah menangis di atas ranjang. Karena panik Ari bergegas menghampiri Rindu dan memeluknya erat.
"Kak Ari kenapa sih? pulang-pulang meluk orang. Kak Ari pasti belum mandi kan?" Protes Rindu yang membuat Ari melepaskan pelukannya.
"Ya Kamu tadi di telepon kayak orang habis nangis dan tiba-tiba matiin telepon. Ada apa?" Tanya Ari meminta penjelasan.
"Emang Aku habis nangis, soalnya tadi Aku lihat drama sedih banget." Jawab Rindu seolah tak berdosa.
"Cuma gara-gara itu? Aku sampe udah panik. Terus kenapa Kamu matiin teleponnya?" Protes Ari.
" Tadi sinyalnya hilang, jadi mati deh." Jawab Rindu.
Ari membuang nafas lega karena tidak terjadi apa-apa dengan Rindu.
"Yaudah Kak Ari mandi sana." Rindu mendorong pundak Suaminya.
"Yaudah iya, tapi Aku temui Putra dulu. Kasihan Dia nunggu di bawah." Ucap Ari kemudian keluar dari kamar.
__ADS_1
bersambung......
bagaimana kelanjutan kisah dari Ari dan Rindu?