
"Kamu lihat apa Tasya?" Bu Kesya meminta jawaban dari Tasya. Tasya melirik Ari yang tengah menatapnya. Jiwa jahil Tasya akhirnya muncul.
"Tasya lihat Kak Ari sama Kak Rindu lagi…" Ari menutup mulut Tasya dengan kedua tangannya dan tersenyum kepada Bu Kesya.
"Tasya lihat Aku sama Rindu lagi berdebat, ya biasalah Ma. Rumah tangga kan biasa kayak gitu." Jawab Ari mencari alasan.
"Kenapa debat? Jangan berantem lho ya." Protes Bu Kesya.
"Iya Mama tenang aja, ini Ari sama Rindu juga mau nyelesain masalah Kita." Jawab Ari.
"Yaudah kalo gitu, Mama ke kamar ya." Pamit Bu Kesya kemudian meninggalkan Ari dan Tasya.
Ari melepaskan tangannya dari Tasya, Tasya tidak terima dan protes kepada Kakaknya.
"Ih Kak Ari, ngapain sih nutup mulut Aku, Kak Ari malu ya." Goda Tasya.
"Malu karena apa?" Tanya Ari.
"Aku bilangin ke Mama ah, Mama……" Tasya berteriak memanggil Mamanya, Ia berlari menjauhi Ari.
"Tasyaa, dasar bocah gak ada sopan-santunnya." Protes Ari menggelengkan kepalanya, Kemudian masuk kembali ke kamar.
Di Bandara.
Pukul delapan pagi, Rindu dan Ari kini telah tiba di bandara. Putra mengikuti langkah Mereka. Rindu menemani dan mengantar Ari sebelum pergi ke luar Kota selama beberapa hari.
"Kak Ari udah bawa semuanya?" Tanya Rindu dengan pertanyaan yang sudah berulang kali Ia ucapkan.
"Udah lengkap, kan Kamu yang siapin semuanya." Jawab Ari.
"Oke, inget untuk selalu kabarin Aku ya Kak. Kalo udah sampai juga kasih tahu." Pesan Rindu.
Putra hanya tersenyum melihat tingkah Rindu.
"Sejak kapan sih Kamu jadi cerewet gini." Protes Ari.
"Ihhh Kak Ari." Lagi-lagi Rindu mencubit pinggang Suaminya itu, Ari hanya tertawa kecil dengan sikap Rindu.
"Kak, dengerin ya sekarang Kak Ari itu Suami Aku. Kalo sampai Kak Ari kenapa-napa gimana? Aku nanti yang repot." Rindu mencari alasan.
"Alesan, bilang aja Kamu udah mulai sayang sama Aku dan gak mau Aku kenapa-napa kan?" Bisik Ari yang membuat wajah Rindu memerah.
"Kak Ari jangan kepedean deh." Protes Rindu membuang muka.
"Udah-udah, dari tadi ribut terus. Jadi berangkat gak nih?" Protes Putra.
"Yaudah, Aku pergi kerja ya. Kamu jaga diri baik-baik." Pinta Ari menatap mata Rindu.
Rindu mengerucutkan bibirnya, Ia nampak kesal.
__ADS_1
"Jangan cemberut gitu, kalo pergi gak diridhoi sama Istri nanti kalo dijalan ada apa-apa gimana?" Protes Ari.
"Sstttttt Kak Ari, gak baik tau ngomong gitu." Rindu meletakkan jari telunjuknya di bibir Ari.
"Kak Ari hati-hati ya, cepet pulang." Pinta Rindu.
"Iya, begitu pekerjaan selesai Aku langsung pulang." Jawab Ari mengacak-acak rambut Rindu.
Rindu meraih tangan Ari, kemudian Ia mencium tangan Suaminya. Ia menatap kepergian Ari, ini untuk pertama kalinya Ari meninggalkannya setelah menikah.
Setelah menghilang dari pandangannya, tiba-tiba ponsel Rindu berbunyi. Telepon masuk dari Cinta, dengan antusias Rindu pun mengangkatnya.
"Halo Rindu, Kamu apa kabar?" Tanya Cinta.
"Halo Kak Cinta, Aku baik-baik aja. Kak Cinta gimana kabarnya?" Tanya Rindu.
"Aku baik, oh iya Kamu dimana sekarang?" Tanya Cinta.
"Lagi diluar si Kak, di bandara." Jawab Rindu.
"Bisa Kita ketemu? Kebetulan Aku lagi nemenin Ayah Aku di kota Kamu." Cinta mengajak Rindu bertemu.
"Boleh Kak, Kak Cinta kirimin alamat aja. Nanti Aku susul." Jawab Rindu.
"Oke, Aku tunggu ya." Jawab Cinta. Telepon pun berakhir, Cinta mengirimkan alamat kepada Rindu. Rindu bergegas meninggalkan bandara dan pergi ke tempat yang telah ditentukan.
Rindu masuk ke dalam Restoran dan mencari keberadaan Cinta, Cinta melambaikan tangannya kepada Rindu. Rindu pun menghampiri Cinta dan duduk di depannya.
"Maaf ya Kak Cinta, Kakak udah nunggu lama?" Tanya Rindu.
"Nggak kok, Kita pesen makanan dulu ya." Ucap Cinta. Mereka pun memanggil waiters dan memesan makanan. Sembari Menunggu makanan, Mereka pun saling berbincang.
"Oh Iya Rindu, tadi Kamu ke bandara ngapain?" Tanya Cinta memulai pembicaraan.
"Anterin Suami Aku Kak, Dia ada pekerjaan keluar kota." Jawab Rindu.
"Oh iya, Kak Cinta gimana? Udah nemu Dokter yang pas?" Tanya Rindu.
"Belum sih, besok rencananya Aku mau periksa ke tempat Ayah Kamu." Ucap Cinta.
"Wah, Aku bisa anterin Kak Cinta. Kebetulan Aku besok free. Gimana? Kak Cinta mau nggak?" Tanya Rindu.
"Wah boleh tuh, Aku malah seneng." Jawab Cinta.
"Jadi mulai sekarang Kak Cinta bakal menetap di kota ini?" Tanya Rindu antusias.
"Iya, Aku akan tinggal disini dan akal berjuang untuk mencari teman masa kecil Aku."Ucap Cinta tersenyum.
"Aku berharap, sebelum Aku pergi. Aku bisa bersatu sama Di di ikatan pernikahan." Harap Cinta dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
Rindu memberikan semangat kepada Cinta dengan menggenggam tangannya.
"Kak Cinta gak boleh menyerah gitu, Kak Cinta harus yakin kalo Kakak pasti sembuh." Ucap Rindu.
"Makasih ya Rindu, Aku itu tipe orang yang sulit dekat sama orang. Tapi Aku bisa ngerasa nyaman berteman sama Kamu." Ucap Cinta.
"Sama-sama Kak, pokoknya kalo ada apa-apa jangan ragu untuk hubungi Aku ya Kak." Pesan Rindu.
"Oh iya, gimana kalo habis ini Kita pergi ke tempat yang bagus banget, Aku temenin Kak Cinta jalan-jalan." Ajak Rindu.
"Boleh." Jawab Cinta.
Rindu mencoba melihat ponselnya. Ia baru teringat jika baterainya lemah.
"Aduh, baterai Aku lemah lagi." Keluh Rindu.
"Gimana dong? Besok aja kalo gitu Kita perginya." Saran Cinta.
"Jangan dong Kak, pokoknya Kita tetep pergi. Lagian palingan juga gak ada yang ngubungi kok." Jawab Rindu kembali menyimpan ponselnya.
Pelayan restoran datang membawa makanan yang Mereka pesan. Mereka pun menikmati makanan tersebut sambil berbincang.
Di Hotel.
Ari sampai di hotel pada Siang hari, Ia membersihkan diri kemudian merebahkan tubuhnya di atas ranjang, Ia meraih ponselnya dan teringat kepada Rindu yang meminta agar Ia menghubungi Rindu ketika tiba.
"Akhirnya sampai juga, Aku harus laporan sama Ibu Negara. Kalo nggak nanti Dia marah." Ucap Ari kemudian menghubungi Rindu, tetapi ponsel Rindu tidak aktif.
"Kok Dia gak aktif si, tumben banget." Keluh Ari. Ia berkali-kali mencoba menghubungi Rindu. Tetapi hasilnya tetap sama.
"Rindu kenapa sih? Bisa-bisanya Handphonenya gak aktif." Protes Ari.
"Angkat dong Rindu." Ari masih terus mencoba menghubungi hingga sepuluh kali tetapi tidak juga ada jawaban.
Merasa kesal, Ari pun melempar ponselnya ke atas ranjang. Ia bangkit dari tempat tidurnya dan mencoba untuk pergi keluar, saat membuka pintu kamar, Ia dikejutkan dengan kedatangan Putra.
"Mau kemana Boss?" Tanya Putra.
"Mau cari angin, bosen banget di dalem." Jawab Ari.
"Oh iya Boss, ini ada berkas mau Aku kasih ke Boss, eh malah ketemu disini." Ucap Putra memberikan berkas kepada Ari.
"Oh iya Putra, apa Rindu ada hubungi Kamu?" Tanya Ari yang berfikir mungkin Rindu menghubungi Asistennya.
"Ohhhh resah begini karena Rindu Thooo." Ledek Putra.
Bersambung……..
Bagaimana kelanjutan kisah Ari dan Rindu?
__ADS_1