Mr Jutek Milik Rindu

Mr Jutek Milik Rindu
BAB 25 BUKAN MILIKMU


__ADS_3

Cahaya Matahari masuk dari celah jendela kamar Rindu, Rindu terbangun dari tidurnya. Ia mengucek matanya pelan. Ia sudah tidak menemukan keberadaan Ari di sampingnya.


"Kamu udah bangun?" Tanya Ari yang telah rapi mengenakan kemeja dan jasnya. Ini adalah untuk pertama kalinya setelah Mereka menikah Akhirnya Ari akan berangkat bekerja.


"Kak Ari kok udah rapi? Kakak mau berangkat sekarang?" Tanya Rindu. Kini Ia telah duduk dan bersandar di sandaran ranjangnya.


"Iya, Aku harus berangkat pagi. Besok kalau Kamu mau pulang Kamu hubungi Aku aja! Biar Aku jemput, Aku juga udah bilang sama Mama dan Papa kalau Kamu mau menginap." Ucap Ari.


Ari menghampiri Rindu dan mengeluarkan sesuatu dari satu celananya. Ia mengeluarkan sebuah kotak kecil, kotak perhiasan.


Ari membuka kotak itu dan memperlihatkan kalung cantik kepada Rindu. Rindu terpana melihat kalung tersebut. Ari menghampiri Rindu dan meminta Rindu untuk menyibak rambutnya.


"Ini serius buat Aku?" Tanya Rindu menuruti permintaan Suaminya itu.


"Pokoknya jangan pernah lepas kalung ini, Ini perintah." Ucap Ari tegas memakaikan kalung itu di leher Istrinya.


"Emang kenapa kalo Rindu copot?" Tanya Rindu.


"Udah deh, jangan banyak tanya." Protes Ari.


"Kalo gitu Aku berangkat kerja sekarang, kalo ada apa-apa segera hubungi." Ucap Ari Kemudian keluar dari kamar Rindu.


Rindu menyentuh kalungnya dan memperhatikan kalung itu. Ia menghampiri cermin dan memandang pantulan wajahnya di cermin.


"Bagus juga kalungnya." Rindu kemudian tersenyum, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Melli meneleponnya dan menanyakan apakah Rindu telah siap.


"Iya-iya Aku siap-siap sekarang." Jawab Rindu bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Di Kantor Ari


Ari disambut oleh para karyawannya karena Ia baru saja kembali bekerja setelah cuti menikah. Putra pun mengekor di belakang Bossnya itu.


"Gimana? apa semua udah siap? inget ini proyek besar, Kita harus menang." Ucap Ari memasuki ruangannya. Ia duduk di kursi kerjanya, Putra pun mengikutinya dan duduk di depannya.


"Aman terkendali Boss, Kayaknya auranya positif banget setelah menikah. Beda sama waktu sendiri dulu." Goda Putra. Ari hanya terdiam mendengarkan godaan dari Putra, Ia sibuk dengan pekerjaannya.


"Boss gimana Boss? Udah goal dong?" Tanya Putra berbisik. Ari pun menoleh ke arahnya.


"Maksud Kamu apanya yang goal? Pekerjaan Kita?" Ari meminta penjelasan Putra.


"Goal, maksudnya gimana udah unboxing belum?" Tanya Putra.

__ADS_1


"Kamu bisa bicara langsung ke intinya gak? Kamu tahu kan Saya gak suka bosa-basi." Protes Ari.


"Ya ampun Boss, gitu aja gak peka. Maksud Aku gimana malam pertamanya?" Tanya Putra yang akhirnya berterus terang.


"Kenapa Kamu tanya hal yang penting gitu? lagipula itu rahasia antara Aku dan Rindu, orang lain gak perlu tahu." Protes Ari. Wajahnya memerah.


"Pelit banget gak mau cerita, oke fine." Protes Putra.


"Apa bener lawan Kita kali ini adalah Alex Orang yang terkenal licik dalam dunia bisnis?" Tanya Ari.


"Iya, bener banget. Kita harus hati-hati kali ini Boss." Ucap Putra.


Di Rumah Rindu.


"Selamat pagi Rindu." Sapa Melli menghampiri Rindu yang sudah menunggunya di halaman rumahnya.


"Kalian lama banget sih? tadi aja nyuruh cepet-cepet malah lama banget datangnya." Protes Rindu.


"Iya maaf ya." Ucap Nada merasa bersalah.


"Oh iya yang pengantin baru, boleh dong ceritain unboxingnya." Goda Melli.


"Iya cerita dong Rin, Kita penasaran ni." Pinta Nada sambil menyetir mobilnya.


"Whattttt?" Melli dan Nada kompak terkejut mendengar jawaban Rindu.


"Serius demi apa? masak Kalian belum ngapa-ngapain?" Nada memastikan bahwa Rindu tidak sedang bercanda.


"Iya, Aku sama Dia gak ngapa-ngapain. Puas Kalian sama jawaban Aku?" Rindu merasa aneh dengan pertanyaan kedua temannya.


"Jangan marah dong Rindu, oh iya ngomong-ngomong kapan Kamu akan bilang sama Farel kalo Kamu udah menikah?" Tanya Nada.


Rindu terdiam, nampaknya Ia tengah berfikir.


"Gimana sih Nad? Kamu sih pake tanya gitu segala." Protes Melli.


"Aku akan bicara sama Nia dan juga Farel hari ini, Kalian mau kan temenin Aku? Aku pengen segera bebas dari Dia." Pinta Rindu kepada dua sahabatnya.


"Kita pasti temenin Kamu, Kita kan sahabat." Melli kemudian memeluk Rindu erat.


"Lebih baik sekarang Kita hubungi Mereka berdua dan ajak Mereka ketemu, supaya semuanya jelas." Saran Nada.

__ADS_1


Rindu pun menghubungi Nia dan juga Farel, Rindu meminta untuk bertemu di restoran Mawar.


Di Restoran Sultan


Ari baru saja memenangkan tender proyek besar, Ia merasa senang dan puas. Tiba-tiba Alex yang merupakan lawannya memanggilnya karena tidak terima dengan kekalahan.


"Ari, ini semua cuma karena keberuntungan Kamu, Aku gak akan biarkan Kamu merebut apa yang jadi incaran Aku, Aku gak terima dengan kekalahan ini." Ucap Alex kemudian berlalu meninggalkan Ari dengan amarahnya.


"Boss, Gimana kalau Dia sampai macam-macam?" Tanya Putra yang sebenarnya takut terjadi sesuatu.


"Udah Kamu tenang aja, jangan terlalu khawatir." Ucap Ari. Kemudian Ia teringat akan Rindu. Ia menekan jam tangannya dan melihat keberadaan Istrinya itu.


"Restoran Mawar? Lebih baik Aku kesana untuk makan siang, sekalian Aku bisa awasi Dia." Batin Ari.


"Boss, mumpung ini masih di restoran sekalian makan siang disini aja." Ajak Putra.


"Kita makan siang di restoran Mawar." Titah Ari mendahului Putra menaiki mobil, Ari pun mengikutinya dan Mereka meninggalkan restoran sultan.


Di restoran Mawar


Rindu telah tiba di Restoran bersama Melli dan Nada, Mereka pun duduk di tempat yang masih kosong. Mereka memesan makanan sembari menunggu kedatangan Farel dan Nia.


Setelah menunggu beberapa lama, Akhirnya Farel dengan senyum yang lebar menghampiri Mereka. Ia duduk di depan Rindu.


"Ada hal penting apa Rindu? sampe Kamu ajak Aku ketemu?" Tanya Farel.


"Kita masih tunggu satu orang lagi." Jawab Rindu.


"Aku tahu, Kamu pasti sekarang berubah fikiran dan mau kasih Aku kesempatan kan?" Farel dengan percaya diri mengatakan hal tersebut.


"Ih jijik banget sih." Bisik Melli kepada Nada.


Nia datang dengan perutnya yang semakin membesar. Farel merasa kesal melihat kehadiran Nia. Nia pun menghampiri Mereka.


"Bagus, kalian udah dateng. Aku sengaja panggil Kalian kesini Karena Aku mau omongin hal penting ke Kalian berdua." Ucap Rindu. Ia menunjukkan cincin yang melingkar di jari manisnya.


"Sekarang Aku udah menikah, kemarin Kamu bilang sama Aku kan, Kalo Kamu gak akan menikahi Nia kalo Aku belum menikah. Sekarang Aku udah menikah jadi Kamu harus nikahin Nia." Ucap Rindu meminta Farel agar segera menikahi Nia.


"Gak, Aku gak percaya kalau Kamu udah menikah." Farel tidak mempercayai perkataan Rindu dan menggenggam tangan Rindu erat.


"Lepasin Farel, jangan macem-macem. Nanti Suami Aku marah." Protes Rindu memberontak.

__ADS_1


bersambung.......


bagaimana kelanjutan kisah Ari dan Rindu?


__ADS_2