
Setelah seharian Rindu dirawat oleh Ari, pagi ini Ia bangun lebih awal dan merasa lebih enak.
Rindu membuka gorden jendela. dan membuka pintu balkon. Ari terbangun ketika mendengar suara pintu yang dibuka. Rindu melihat Ari yang terbangun dan menyapa dengan ramah.
"Selamat pagi Kak Ari." Sapa Rindu tersenyum manis.
"Kamu udah baikan?" Tanya Ari mengubah posisinya, kini Ia duduk bersandar di sandaran ranjang.
"Iya, makasih ya kemarin Kak Ari udah rawat dan jaga Aku." Rindu berterimakasih kepada Ari.
Ari melihat Rindu telah menyiapkan kemeja dan jas untuk Ari.
"Ini Kamu yang siapin?" Tanya Ari.
"Iya, Oh iya Kak hari ini Aku izin ke kampus mau bimbingan boleh ya." Rindu meminta izin.
"Yaudah, sekalian berangkat sama Aku aja." Ucap Ari.
"Boleh, yaudah Kak Ari buruan mandi sholat dan siap-siap." Ucap Rindu membersihkan tempat sholatnya.
Ari pun bergegas pergi ke kamar mandi untuk mandi dan mengambil air wudhu.
Di Kampus.
Ari memarkirkan mobilnya di tempat yang telah disediakan. Rindu meraih tangan Ari dan menciumnya.
"Pulang jam berapa?" Tanya Ari.
"Kurang tahu si Kak, tergantung nanti bimbingannya." Jawab Rindu.
"Telepon Aku kalau udah selesai." Titah Ari.
"Telepon Kak Ari? bukannya Kakak kerja?" Tanya Rindu.
"Ya Aku bisa keluar sebentar kan." Jawab Ari.
Rindu tersenyum mendengar jawaban dari Ari.
"Kenapa Kamu senyum-senyum?" Tanya Ari yang memperhatikan Rindu tersenyum.
"Ya aneh aja, Kak Ari yang biasanya pikirannya cuma kerjaan melulu mau ninggalin kerjaannya cuma buat jemput Aku." Ledek Rindu.
"Emang kenapa?" Tanya Ari tetap coll.
"Kak Ari udah mulai cinta kan sama Aku?" Goda Rindu menatap mata Ari.
"Aku cuma gak mau aja kalo sampai Kamu kenapa-napa lagi, bisa-bisa nanti Aku malah gak berangkat kerja lagi." Jawab Ari.
"Yaudah, eh itu udah ada temen-temen Aku. Bye Kak Ari." Rindu keluar dari mobil dan melambaikan tangannya kepada Ari. Tanpa Ari sadari Ia tersenyum melihat tingkah laku Istrinya itu.
Ari melihat dompet sepertinya milik Rindu terjatuh. Ari mengambilnya dan memeriksanya.
"Ini pasti punya Rindu." Ucap Ari. Ia terkejut ketika melihat bahwa ternyata besok adalah hari ulang tahun Rindu.
"Jadi besok Dia ulang tahun." Ucap Ari tersenyum, Ia kemudian turun untuk memberikan dompet milik Rindu.
__ADS_1
Rindu tengah bercanda dengan Melli dan juga Nada, tiba-tiba Ari datang menghampiri Mereka.
"Ehmmm seneng kali ya kalo nikah, bisa disamperin Suami."Goda Melli.
"Dompet Kamu ketinggalan." Ucap Ari menyodorkan dompet milik Rindu.
"Oh iya, Makasih ya Kak." Ucap Rindu.
"Emang Rindu suka gitu Kak, suka teledor." Umpat Nada Ari hanya menanggapinya dengan senyum manisnya.
"Kalo gitu Aku berangkat kerja dulu. Permisi." Ari berpamitan kepada kedua sahabat Rindu.
"Yaampun Rindu, kalo kayak gini Aku jadi pengen nikah tau nggak." Ucap Nada yang membuat Melli dan Rindu tertawa.
"Makannya buruan dong cari calon." Ledek Melli masih sambil tertawa.
Di Kantor Ari.
Jam Istirahat berbunyi, seperti biasanya Putra akan menghampiri Ari di ruang kerjanya. Putra masuk dan melihat Ari yang tengah merenung.
"Woy Boss, lagi mikirin apa sih?" Tanya Putra duduk di hadapan Ari.
"Menurut Kamu, kalau pasangan Kamu ulang tahun Kamu kasih apa?" Tanya Ari.
"Wah, demi apa seorang Ari mau kasih hadiah ulang tahun nih? Siapa? Rindu yang ulang tahun?" Tanya Putra.
"Iya, besok Dia ulang tahun." Jawab Ari.
"Kayaknya Kamu udah mulai jatuh cinta deh sama Rindu." Goda Putra.
"Aku cuma mau Dia seneng aja." Jawab Ari menolak pernyataan Putra.
"Jadi saran Kamu apa?" Tanya Ari.
"Kalo menurut Aku, Wanita itu suka momen romantis. Jadi Kamu buat dinner romantis aja." Saran Putra.
"Dinner Romantis? emang Aku belum pernah dinner sama Dia sih." Ucap Ari.
"Yaudah bagus kalo gitu. Ajak dinner aja." Ucap Putra.
"Oke kalau gitu Kamu siapin dinner buat besok malam. Kamu sanggup kan?" Tanya Ari.
"Siap, tenang aja pokoknya serahin semuanya ke Putra." Putra menepuk-nepuk dadanya membanggakan diri.
Di Kampus.
Rindu bersama kedua sahabatnya baru saja menyelesaikan bimbingannya. Mereka berjalan bersama menuju parkiran. Tiba-tiba Rindu teringat bahwa Ia harus ke perpustakaan. Ia menghentikan langkahnya.
"Kenapa berhenti?" Tanya Nada.
"Aku baru inget, harus pinjem buku." Jawab Rindu.
"Yaudah, Kita temenin yuk." Ajak Melli.
"Gak usah, Kalian langsung pulang aja. Aku sendiri gak papa kok. Palingan juga cuma sebentar." Jawab Rindu.
__ADS_1
"Kamu beneran gak langsung pulang?" Tanya Nada.
"Iya, Aku masih mau cari referensi untuk skripsi nih." Jawab Rindu.
"Beneran gak papa nih Kita tinggal?" Tanya Melli.
"Iya gak papa, Kalian pulang dulu aja." Jawab Rindu.
"Yaudah kalo gitu, Bye Rindu." Ucap Nada.
Setelah kedua sahabatnya pulang, Rindu bergegas menuju ke perpustakaan. Di perjalanan Ia hanya fokus dengan ponselnya hingga Ia tidak menyadari ada seorang yang tiba-tiba muncul dari balik dinding.
"Brakkk" Tanpa sengaja Rindu menabrak seseorang hingga Ia terjatuh.
"Rindu." Ucap seorang yang telah menabrak Rindu yang ternyata adalah Raja.
"Kak Raja." Rindu melihat ke atas karena namanya disebut, Ia terkejut ketika tahu bahwa orang yang menabraknya adalah Raja.
Raja mengulurkan tangannya untuk membantu Rindu berdiri, Rindu pun menerima bantuan dari Raja.
"Maaf ya, Aku gak sengaja." Raja meminta maaf karena telah membuat Rindu terjatuh.
"Iya gak papa Kak, Aku juga salah." Jawab Rindu membersihkan pakaiannya.
"Oh iya, kok Kamu bisa ada disini?" Tanya Raja.
"Iya, Aku mahasiswa disini Kak, Kak Raja sendiri? kok bisa disini?" Rindu balik bertanya.
"Aku kerja disini." Jawab Raja.
"Oh ya? kok Aku baru tahu si Kak?" Tanya Rindu.
"Aku baru disini." Jawab Raja.
"Oh selamat ya Kak Raja." Rindu mengulurkan tangannya. Raja pun menjabat tangan Rindu.
"Makasih Rindu." Ucap Raka tersenyum.
"Gimana kalo Kita ngobrol dulu di kantin Kak?" Tawar Rindu.
Raja ingat bahwa Ia memiliki pekerjaan penting yang harus segera Ia selesaikan. Ia melirik jam tangannya.
"Sebenarnya Aku masih pengen ngomong sama Kamu, tapi Aku ada pekerjaan penting." Ucap Raja.
"Oh yaudah Kak, gak papa." Jawab Rindu.
"Oke, tapi Kapan-kapan Kita ngopi bareng ya. Aku yang traktir dan Kamu gak boleh nolak." Ucap Raja.
"Oke Kak siap." Jawab Rindu mengacungkan jempolnya.
"Yàudah kalo gitu, Aku pergi dulu." Ucap Raja kemudian meninggalkan Rindu.
Rindu terus memperhatikan Raja hingga menghilang. Ia teringat jika harus segera ke perpustakaan.
"Ya ampun, Aku kan harus segera ke perpustakaan. Kenapa Aku malah diem disini." Rindu kemudian bergegas menuju perpustakaan.
__ADS_1
bersambung.....
bagaimana kelanjutan kisah Ari dan Rindu?