My Annoying Soulmate

My Annoying Soulmate
Pernikahan


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Indah dan Andrian. Hari dimana Indah menyerahkan seluruh jiwa dan raganya untuk dimiliki oleh orang yang dia pilih.


Mulai hari ini Indah tidak lagi hidup sebagai seorang gadis bebas. Ada rantai tak kasat mata yang mengikatnya atas nama pernikahan. Janji sakral yang di buat antara dirinya dan Andrian dihadapan Tuhan. Dan Indah berharap bisa hidup bersama selamanya dengan orang yang kini sudah sah menjadi suaminya.


Pesta pernikahan Indah dilangsungkan dengan acara ijab kabul di sebuah hotel megah di Jakarta. Dengan ribuan undangan dari keluarga Renjana dan Dawson.


Ada rasa bahagia sekaligus takut di hati Indah saat kata sah terucap dari tamu undangan yang hadir. Tangannya masih bergetar saat Andrian mengambil tangannya untuk dipasangkan cincin pernikahan.


"Ayo Indah. Pasang cincinnya buat Andrian." bisik Nurin yang membawa baki berisi kotak cincin.


Dengan tangan yang masih bergetar Indah memasangkan cincin untuk suaminya yang langsung mendapatkan tepuk tangan dari semua hadirin.


Sorakan untuk Andrian mencium Indah-pun terdengar. Indah memelototkan matanya dan menggeleng samar. Namun Andrian tersenyum licik dan langsung menangkup wajah dan mengecup bibir ceri istrinya.


"Gak usah tegang sayang." Andrian semakin menggoda Indah dengan bisikan dan menekankan kata sayang. Kecupan itu datang lagi, yang kemudian berubah menjadi pagutan-pagutan kecil yang semakin menggetarkan tubuh Indah. Andrian memeluk tubuh istrinya untuk lebih mendekatkan tubuh mereka dan menekan tengkuk untuk memperdalam ciumannya.


Rasanya Indah melayang dengan rasa yang baru dia rasakan saat ini. Seluruh sendinya serasa rontok membuatnya lemas dan mungkin sudah terjatuh jika saja Andrian tidak memeluk pinggangnya erat.


Tepuk tangan kembali membahana saat Andrian melepaskan ciumannya dengan masih memeluk dan menempelkan dahinya pada dahi wanita yang sudah resmi menjadi miliknya.


"Baru ciuman aja udah lemes. Gimana nanti kalau iya-iya. " goda Andrian saat istrinya masih enggan menatap wajahnya dengan pipi yang merona.


"Bisa gak, gak usah ngomongin hal mesum disini?" tanya Indah yang kemudian melepaskan pelukan suaminya saat dia sudah menemukan lagi kekuatannya.


***


Indah di bantu beberapa staf dari butik milik Nurin untuk mengganti kebaya yang kini ia kenakan dengan gaun pengantin yang sudah mereka siapkan pada kamar hotel yang di pakai Indah untuk berganti baju. Sedangkan Andrian berganti baju di kamar yang berbeda sesuai keinginan Indah.


"Gimana rasanya ciuman pertama lo yang sesungguhnya? yang bukan hanya sekedar kecupan?" goda Nurin saat membantu stafnya memakaikan gaun milik Indah, yang sebelumnya sudah berganti riasan dan tatanan rambut menyesuaikan gaun yang ia kenakan oleh tim MUA yang Andrian siapkan.

__ADS_1


"Sumpah rasanya melayang-layang. Manis-manis gimna gitu." Nurin tertawa dengan kepolosan Indah. Memang hanya Indah sahabat mereka yang belum pernah sama sekali merasakan namanya pacaran apa lagi ciuman. Jadi Nurin paham bagaimana perasaan berbunga - bunga di hati Indah.


"Jangan terlalu frontal didepan laki lo ntar. Malu-maluin iih kalo lo ngomongnya begitu." Nurin masih tidak percaya jika sibungsu dari persahabatan mereka menikah.


"Tamunya banyak banget, ganti aja sepatunya sama yang gak terlalu tinggi ya Ndah? Biar lo gak capek." Nurin memang menyiapkan dua sepatu model stiletto untuk Indah dengan tinggi berbeda. Jaga-jaga jika tamu banyak dan Indah kelelahan. Dan ternyata memang tamunya sangat banyak.


Wajar saja tamu mereka banyak. Secara kerajaan dagang ASIA, kedua keluarga ini yang menguasai.


"Makasih ya Riin.. Perhatian banget lo sama gue." ucap Indah yang kemudian memakai sepatu yang Nurin pilihkan.


"Sebenernya si ogah. Tapi takut gak ada yang perhatiin lo." Indah terkekeh. Dia tahu Nurin tidak sungguh-sungguh dengan kata-katanya.


Nurin membuka pintu saat mendengar ketukan dari luar yang ternyata Andrian yang sudah terlihat tampan dengan tuxedonya.


"Indah sudah siap?" tanya Andrian dengan melongokkam kepalanya untuk mengintip apakah istrinya sudah selesai atau belum.


Barulah Andrian melihat istrinya yang sudah sempurna terbalut gaun pengantin yang indah dan terlihat cantik dengan make up yang tidak tebal.


Begitu juga Indah yang semakin terpesona melihat penampilan Andrian hari ini. Meskipun biasanya juga sudah terlihat tampan. Tapi mungkin aura pengantin baru menambah kadar ketampanannya.


Nurin membiarkan Andrian untuk terpesona kepada sahabatnya beberapa saat. Begitu juga sebaliknya.


"Maaf nih bukannya mau gangguin pengantin baru. Tapi udah ditungguin sama pembawa acara dan tamu undangan." ucap Nurin kemudian yang langsung membuat Andrian sadar dan langsung menekuk lengannya untuk Indah gandeng.


Mereka melangkah memasuki ballroom dengan iringan lagu yang dibawakan Shevi yang perutnya sudah mulai membesar.


"Gak usah nervous. Kamu cantik banget hari ini." bisik Andrian menenangkan Indah yang mencengkeram lengannya kuat.


"Jangan pernah lepasin tangan Indah kak." pinta Indah balas berbisik, namun senyum tetap terukir diwajahnya. Menunjukkan kepada semua orang yang hadir jika hari ini ia amat bahagia. Meski pun ia tak tahu sampai kapan kebahagiaan ini akan bertahan untuk ia miliki.

__ADS_1


Dan di atas kebahagiaan Indah, ada kedua pasang suami istri yang lebih bahagia dengan pernikahan anak - anak mereka ini. Pernikahan yang sudah mereka rancang sejak lama. Penyatuan persahabatan untuk menjadi keluarga agar persahabatan itu tidak akan pernah terputus atau hilang.


Sampainya mereka di pelaminan orang yang pertama memberi mereka selamat adalah orang tua mereka.


"Selamat atas pernikahan kalian ini sayang. Ingat pesan bunda. Ini pernikahan membawa nama Tuhan di dalamnya. Jangan pernah kamu main-main dengan pernikahan ini. Layani suamimu dengan baik. Kenyangkan perut dan sahwatnya agar dia tidak mencari kepuasan di luar sana." Bunda Anita kembali mengingatkan pesan yang pernah ia sampaikan kepada putri semata wayangnya.


Indah dengan air mata yang siap untuk tumpah mengangguk dan langsung memeluk bundanya. Dia tidak pernah menyangka akan secepat ini dia meninggalkan ayah dan bundanya untuk mengikuti suaminya kemanapun ia pergi.


"Sudah, tidak boleh menangis. Nanti cantiknya hilang." Bunda Anita melepaskan pelukannya dan menyuruh MUA untuk menghapus air mata di wajah anaknya, takut salah jika bunda yang membantu. Dan untung saja make up-nya waterproof.


"Ayah titip Indah ya Andrian. Tolong jaga dan sayangi dia." pesan dari ayah Gilang disampaikan kepada menantunya.


"Pasti Om. Saya akan menjaga dan menyayangi Indah semampu saya." jawaban dari Andrian terdengar tegas.


"Jangan panggil Om. Kan kamu sudah resmi menjadi anak ayah. Jadi panggil ayah saja seperti Indah." menepuk bahu menantunya pelan.


"Baik ayah." Ayah Gilang tersenyum mendengarnya.


"Jaga istrimu baik-baik. Papi akan menjadi orang pertama yang memberimu pelajaran kalau sampai kamu berani menyakitinya."


"Iya pih.. Yang ada aku yang disiksa sama Indah." jawaban Andrian membuat Indah yang berada disebelahnya berdecak sinis.


"Selamat datang di keluarga Dawson sayang." seru Mami Riana heboh.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2