My Annoying Soulmate

My Annoying Soulmate
Istri Seutuhnya


__ADS_3

Indah memicingkan matanya saat merasakan silau oleh cahaya yang menembus jendela kamar, yang sebagian terbuka dari semalam.


Dengkuran halus terdengar dari orang yang tertidur di sampingnya. Tangan kekar milik pria tampan itu melekat sempurna pada tubuh polosnya.


Indah merona saat mengingat apa yang terjadi tadi malam dengan dirinya. Sungguh ia malu sekali dengan prilakunya semalam yang seperti penggoda pada suaminya sendiri. Padahal dia yang melarang Andrian untuk menyentuhnya sampai ia siap. Tapi yang terjadi malah dia yang meminta duluan.


Aahh dia maluuuu.. Harus bagaimana dia menghadapi Andrian nanti??


Semalam saat sedang berbincang dengan keluarganya, tiba-tiba Indah merasa tubuhnya panas, sehingga ia pamit untuk mandi. Karena dia kira itu efek dirinya yang belum mandi, terakhir gadis itu mandi di hotel tadi pagi saat akan pergi ke rumah ayahnya.


Lama Indah berendam untuk menghilangkan rasa panas dalam tubuhnya, pun berdiri dibawah guyuran shower. Tapi rasa panas itu hanya hilang sesaat. Setelah ia memakai bajunya, rasa panas itu semakin menjadi. Ada rasa aneh di sekujur tubuhnya, terutama di daerah sensitifnya.


"Ini kenapa sih panas banget? Kalau gak pake baju tar kak Rian masuk gimana?" dengan rasa gelisah, Indah merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Berharap dengan tidur, rasa itu akan hilang.


Indah mendengar pintu kamar yang terbuka dan langkah kaki yang ia yakin itu adalah suaminya.


Rasa aneh itu semakin menyiksanya saat Andrian membaringkan tubuhnya di samping Indah. Sekuat tenaga Indah menekan rasa itu, tapi semakin dia tahan rasanya semakin menyakitkan.


Berbalik dan langsung memeluk erat tubuh suaminya. Tidak perduli apakah nanti Andrian akan mendorongnya menjauh, yang pasti dia sudah tidak tahan dengan rasa panas dan getaran aneh pada bagian sensitifnya. Rasa yang untuk pertama kali ia rasaka.


Menatap wajah Andrian yang saat itu mulai membuka mata dan juga menatapnya. Ia memberanikan diri untuk berkata. " Kak, panas," semoga dengan begitu Andrian tidak mendorongnya menjauh.


Tapi respon Andrian lain, suaminya itu menatap Indah dengan mata yang terlihat seperti syok dan tidak percaya. Memang apa yang salah dengan kata-katanya? begitu pikir Indah.


***


Andrian kaget dengan tingkah dan kata yang terucap dari bibir ranum istrinya. Andrian memang tidak pernah melakukannya, tapi dia tidak sepolos itu untuk tidak mengetahui apa yang sedang terjadi dengan Indah.


Jika benar prediksinya, sepertinya Indah sedang dalam pengaruh obat perangsang. Dan tersangka utama dalam pikirannya adalah sang mami. Pasti maksud dari susu untuk menyiapkan kehamilan adalah ini.

__ADS_1


Andrian sering mendengar teman-temannya di Amerika saat membicarakan bagaimana pengaruh obat itu pada tubuh manusia. Dan bagaiman efek yang akan di dapatkan jika hasrat yang ditimbulkan obat itu tidak tersalurkan.


"Kamu kenapa?" hanya itu yang dapat ia katakan kepada Indah. Ia ingin tahu lebih pasti apa yang istrinya itu rasakan.


"Aku gak tau kak. Tapi ini panas.. menyiksa.." jawab Indah lirih seperti menahan sesuatu yang menyakitkan baginya.


Andrian mengambil ponselnya untuk mencari artikel yang menjelaskan tentang obat itu kepada Indah. Dia bingung bagaimana menjelaskannya sendiri.


Indah membaca artikel yang ada di layar ponsel suaminya dengan setengah fokus, karena kini rasanya ia butuh sentuhan dari sang suami.


"Jadi kita harus ngelakuin itu?" tanya Indah polos. Dia tidak perduli lagi jika harus menyerahkan tubuhnya malam ini kepada suaminya.


"Ayo lakukan kak. Aku gak mau tersiksa kaya gini terus." imbuhnya dengan tatapan memohon.


"Kamu yakin Indah? aku tidak mau kamu menyesal besok pagi." jawab Andrian, mencoba membujuk Indah untuk memikirkan akibatnya nanti.


"Ah persetan tentang besok! yang penting sekarang tolong aku kak!!" geram Indah karena sang suami tak kunjung membantunya, hingga tidak sadar keluar umpatan kasar dari mulutnya.


"Jadi kakak gak mau bantu aku? kalo gitu biar aku cari orang lain yang mau bantu aku!!" Andrian langsung menarik tubuh istrinya, ketika gadis itu akan beranjak dari tempat tidur.


Menghimpit tubuh Indah di bawahnya. "Jangan harap kamu bisa melakukannya dengan pria lain!!" tegasnya yang langsung ******* bibir istrinya. Memperdalam ciuman dan menjelajah dengan tangannya.


"Ucapkan selamat tinggal untuk status gadismu." bisiknya tepat ditelinga Indah sebelum menyatukan tubuh mereka, menenggelamkan wajahnya pada leher jenjang yang sebelumnya tidak bisa ia nikmati dengan leluasa. Kini bahkan Andrian tidak hanya menikmati leher Indah, tapi seluruh tubuh wanita di bawahnya kini adalah miliknya.


Efek obat itu membuat Andrian puas. Indah meminta lagi dan lagi, baru berhenti ketika tubuh wanita itu sudah terkulai lemas.


***


"Pagi." sapa Andrian dengan suara serak, pada wanita dalam pelukannya.

__ADS_1


Indah yang masih menengelamkan wajahnya di dada bidang suaminya mendongak kaget. Sejak kapan suaminya bangun, dan sejak kapan Andrian tahu kalau dia sudah bangun.


"Pagi kak," cicitnya dengan menarik diri untuk bersembunyi di dalam selimut.


Andrian tersenyum melihat tingkah istrinya. Dia tahu saat ini pasti Indah tengah malu.


"Apa kamu mau lagi?" godanya dengan menyingkap selimut, menatap wajah istrinya dengan senyum yang mengembang sempurna.


"Kakak!!" teriak Indah yang kembali masuk ke dalam selimut. Dia masih belum siap untuk mengahadapi Andrian. Apa lagi jantungnya berdetak semakin keras saat untuk pertama kalinya ia melihat senyum sempurna sang suami, senyum yang terlahir dari hati.


"Kalau gak mau lagi ya udah ayo mandi. Malu sama mami papi. Nanti dikiranya kita bergadang sampe pagi lagi... Walaupun sebenarnya memang itu kenyataannya si."


Indah langsung beranjak duduk dan mengapit erat selimutnya untuk menutupi tubuhnya hingga ke dada. Kenapa dia tidak berpikiran sampai kesana? kalau dia tahu, pasti dia tadi sudah langsung mandi dan turun ke bawah. Sekarang mertuanya pasti sudah berpikiran seperti apa yang suaminya katakan.


Apa lagi kalau mertuanya tahu ada noda darah pada seprai yang mereka gunakan. Semakin malu lah Indah nanti.


"Ya udah, aku aja dulu yang mandi!" beranjak berdiri dengan selimut membalut sempurna pada tubuhnya. Meringis saat merasakan sakit di daerah intinya.


"Mau aku bantu?" tawar Andrian saat melihat istrinya kesakitan.


"Bantu apa?" tanya Indah polos.


"Gendong kamu ke kamar mandi. Pasti sakit!" Indah berpikir sebentar. Jika dia memaksa jalan ke kamar mandi yang terbentang jarak yang jauh dengan keadaannya yang seperti ini, yang tidak bisa melangkah lebar, pasti memerlukan waktu yang lama untuk dirinya sampai.


Indah mengangguk menerima tawaran Andrian, dari pada dirinya harus tersiksa sendirian. Sedangkan rasa sakitnya juga karena hasil perbuatan suaminya.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2