My Annoying Soulmate

My Annoying Soulmate
Takut Kamu Tersakiti


__ADS_3

Indah bingung dengan mami mertuanya yang berkali-kali melirik kearahnya dengan senyuman. Dan lebih bingung saat sang suami menatap ibunya dengan tajam.


"Jangan menatap mami seperti itu Rian!! Mami cuma mempermudah. Lagian kamu juga yang dapat enaknya." celetuk mami Riana yang sudah tidak tahan di tatap seperti itu oleh anaknya.


"Tapi cara mami salah! Kalau Indah kenapa-kenapa bagaimana?" serunya masih tidak suka dengan apa yang mami lakukan kepada istrinya.


"Buktinya Indah tidak kenapa-kenapa kan? mami cuma ngasih dikit kok!"


Papi Alex yang sedari tadi diam dan hanya berpindah menatap istri dan anaknya, mengikuti arah suara, akhirnya tidak tahan juga untuk bertanya.


"Ada apa ini. Pagi-pagi kenapa ribut?"


Tidak ada yang memberi jawaban sedikitpun. Andrian masih menyangkal kata-kata mami Riana. "Kalau mami ngasih sedikit, tidak mungkin efeknya bisa sedahsyat semalam." serunya masih dengan nada kesal.


Mami Riana malah berbinar bahagia."Oh ya, memang sehebat apa Indah semalam?"


"Uhukk uhukk.." Indah terbatuk saat mendengar pertanyaan mertuanya. Dia baru sadar ternyata sedari tadi suami dan mamai mertuanya sedang membahas masalah semalam.


Wanita itu terlalu fokus dengan sarapannya, karena dia sangat lapar setelah semalaman energinya terkuras habis.


Seketika wajahnya memerah seperti udang rebus. Kenapa juga suaminya memberitahu hal memalukan seperti itu kepada mertuanya.


"Pelan-pelan sayang." mami Riana mendekat membawa gelas berisi air dengan rona wajah sangat bahagia. Akhirnya calon cucuknya sudah sedang diproses.


"Karena semalam kalian sudah melakukannya, kamu harus jaga kesehatan kamu ya sayang. Banyakin makan makanan bergizi dan jangan kerja terlalu berat. Atau kamu dirumah aja bareng mami. Gak perlu kamu ikut suamimu kerja." cerocos mami Riana panjang lebar.


"Mamiiii..." mami Riana terkekeh mendengar rengekan menantunya. Dia tahu pasti Indah sangat malu saat ini.


"Baiklah. Baiklah. Mami tidak akan membahas hal itu lagi. Tapi kalian harus lebih berusaha lagi! biar cucuk mami cepat on the way!!" seru mami Riana kembali ke tempat duduknya lagi.


"Ooh jadi cucuk papi sudah sedang di proses?" Indah menepuk dahinya. Baru saja mami mertunya bilang tidak akan membahas, ini malah ganti papi mertua.


"Terus kenapa kamu marah Rian? memang kamu tidak menikmatinya semalam?" imbuhnya kemudian.


"Rian suka pih, banget malah. Tapi obat perangsang dengan pemakaian dosis yang tinggi itu bahaya buat Indah!!"

__ADS_1


Indah tidak perduli dengan kalimat Andrian yang kedua. Ia lebih fokus dengan kalimat pertama suaminya yang sangat menyukai hal semalam. Ternyata seperti ini rasa bahagia yang di dapat seorang istri ketika suami puas dengan pelayanan yang ia berikan di atas ranjang.


"Mami! bagaimana mami bisa berfikiran sampai ke sana?" tegur sang suami.


"mami udah konsultasi sama dokter kok pih. Dan mami ngasihnya cuma dikit. Mungkin karena ini libido pertama yang Indah rasakan, makanya efeknya lebih besar." bela mami Riana yang merasa memberika dosis yang di anjurkan.


"Bisa tidak, masalah semalam tidak usah dibahas lagi?" pinta Indah dengan suara pelan dan penuh rasa malu. Semua orang memaklumi Indah, kembali dengan sarapan mereka masing-masing.


***


"Kak... Aku mau pindah ke apartemen aja.." rengek Indah ketika mereka sudah berada di dalam kamar mereka.


"iya, besok kita pindah. Hari ini aku capek, pengen tidur dulu." keluh Andrian yang merebahkan dirinya di atas tempat tidur.


"kenapa sih kalian harus bahas hal itu? aku kan malu?" mata Indah sudah berkaca-kaca, bibirnya mengerucut.


Andrian yang merasa tidak tega beranjak duduk dan bersandar pada kepala ranjang, menyuruh Indah untuk duduk disebelahnya, yang langsung gadis itu turuti.


"Aku tau kamu malu, aku juga sama. Tapi aku gak suka sama cara mami. Itu bahaya buat kamu. Aku cuma gak mau mami lakuin itu lagi sama kamu." Andrian memberika pengertian kepada istrinya dengan lembut.


"Besok pagi aku janji kita pindah ke apartemen. Biar gak ada yang ganggu juga." ucapnya diiringi senyum sempurnanya.


"Makasih udah mau jadi istri aku sepenuhnya. Makasih untuk pelayanan yang luar biasanya." bisik Andrian, mengecup puncak kepala istrinya.


"Makasih mau nemenin aku berjuang luapin masa lalu aku." imbuh laki-laki 27 tahun itu lagi.


"Makanya buruan cinta sama aku, biar aku gak berjuang terus!!"


"Aku sedang usaha sayang.." Andrian semakin manis memperlakukan Indah setelah mereka menikah, dan semakin manis lagi setelah bisa mendapatkan Indah seutuhnya.


"Aku tau melupakan itu susah kak. Dan kalau kak Rian belum bisa melupakan, jangan di paksakan. Ganti aja kenangan itu dengan kenagan kakak bersama Indah. Kita bikin sama-sama kenangan yang membahagiakan." entah sejak kapan wanita itu menjadi sedikit bijak, hanya sedikit.


"Papi juga bilang hal yang sama kaya kamu tadi. Papi suruh kita honeymoon sebelum aku mulai sibuk ngurusin pembukaan mall baru kita."


"Tapi kerjaan kakak kan di kantor juga masih banyak kak."

__ADS_1


"Aku bisa kerjain itu beberapa hari dengan lembur. Kita juga honeymoon paling seminggu. Kamu tau sendiri aku gak bisa ninggali kantor lama-lama."


Indah mengangguk mengerti. Dia hafal betuh seberapa banyak kerjaan suaminya."Tapi aku masih tetap mau belajar kerja ya kak!! Aku harus bisa jadi pemimpin yang baik buat perusahaan papi."


"Gak mau di rumah aja. Ngurusin anak sama suami aja di rumah!!" Nego Andrian.


"Sekarang aku masih pengen kerja kak. Gak tau nanti kalau aku udah hamil."


Andrian mengangguk mengerti. Menerima semua keputusan istrinya. Tidak akan menuntut terlalu banyak. Karena dirinya pun belum bisa menjadi suami yang baik untuk Indah, selama masih ada wanita lain di hatinya.


"Jadi kamu pengen bulan madu kemana?"


"Emmm.. Tapi janji gak marah." Indah menjauhkan dirinya untuk menatap mata sang suami.


"Kenapa harus marah?" menaikkan sebelah alisnya, tidak mengerti.


"Karena aku pengen ke Amerika," cicit Indah.


"Kenapa ingin kesana?" tanya Andrian masih dengan nada biasa saja.


"Aku pengen tau tempat suami aku tumbuh remaja hingga dewasa." menyentuh dagu sang suami.


"Tempat kamu tinggal, kamu menempuh pendidikan, tempat kamu nongkrong sama teman-teman kamu."


Andrian tersenyum mendengarnya, tapi seketika wajahnya menegang dengan kalimat Indah selanjutnya.


"Aku juga pengen lihat wanita yang membuat suami aku cinta mati." ada anda getir pada kalimat Indah. Nada yang menggoreskan luka di hatinya.


Kenapa saat Indah merasakan cinta untuk pertama kalinya, justru kepada orang yang mencintai wanita lain. Orang yang tidak bisa membalas cintanya.


"Aku gak akan menyakiti wanitamu kak. Aku hanya ingin tahu saja." tegas Indah, saat suaminya hanya diam saja.


"Tapi aku justru merasa takut kamu yang akan tersakiti." jawab Andrian lemah.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2