My Antagonis.??

My Antagonis.??
10. pasrah


__ADS_3

*gadis bego seperti mu emang pantas untuk dia.?? heh...


gak usah mimpi deh kamu itu hanya parasit di hidup nya bodoh.!!


*"sialan... kamu yg parasit. *****."


*gadis di depan nya berniat mendorong nya namun dengan cepat ia menyingkir dari depan tangga namun malah gadis cantik itu yg ingin jatuh ke tangga, ia ingin meraih tangan gadis itu namun sebuah tangan kekar lebih dulu meraih nya...


tanpa dapat ia menghindar pemilik tangan kekar itu malah mendorong nya kebawah tangga, masih sangat jelas wajah gadis yg berada di pelukan cowok itu tersenyum licik.


*braakk


lexa terperanjat dari duduk ia mengucek mata coklat nya pelan, ia baru menyadari kalau dia sempat tertidur di uks saat menemani Rizal istirahat, lexa memijit kening nya karna merasa pusing ia bingung apa yg dia mimpi kan tadi..?


seorang gadis jatuh dari tangga karna di dorong seseorang, apa arti mimpi itu.?? pikir lexa bingung


lexa melihat jam tangan yg melingkar cantik di tangan nya,jam menunjukan pukul 12:01 menit tanda nya jam pelajaran kedua sudah dimulai..


lexa menatap Rizal yg tertidur di atas brankar dengan posisi masih menggenggam tangan gadis itu..


nih orang gak ngambil kesempatan kan.?? batin Lexa.


pasalnya cowok itu lagi tidur aja menggenggam tangan nya.. lexa menatap wajah tenang pemuda itu lexa akui wajah nya sangat tampan tidak jauh beda dengan dimas atau pun Erick... cuma yg membeda kan mereka adalah sifat cowok ini begitu tengil menurut lexa..


lexa terus menatap wajah pucat Rizal ia terus menyusuri setiap inci wajah nya,.


"ganteng nya.!!" gumam lexa tersenyum tipis,


"duuh apaan sih pake bilang ganteng segala.. untung masih tidur kalo gak muka tengil itu udah pasti keGRan.!" ucap lexa menggeleng.


lexa sudah mulai jenuh di ruangan itu apa lagi tangan Rizal terasa semakin erat menggenggam nya..


dia tidur apa gak sih.. erat banget megang nya.!! gerutu lexa sembari melepas genggaman cowok itu.


"Zal bangun.!!" lexa memilih untuk membangun kan Rizal dari tidur nya dari pada dia memutilasi nih cowok karna kesal..


tidak ada gerakan dari Rizal "zal. bangun woy."


panggil nya kembali tetap saja cowok itu tidak bergerak lexa mencoba mengguncang tubuh cowok itu namun masih tidak ada respon sama sekali..


hati lexa kembali cemas khawatir dan takut menjadi satu, ia takut Rizal kenapa² apa lagi cowok itu tidak merespon panggilan nya..


"Rizal... bangun zal.!" panggil lexa dengan suara bergetar .


dengan pelan lexa menepuk pipi Rizal berharap cowok itu terbangun.


"Rizal.. bangun. zal.!"


lexa berlari keluar kelas dengan wajah sudah basah oleh air mata nya, rasa khawatir nya lebih besar di banding malu nya, ia berlari menuju kelas nya guna meminta bantuan teman sekelas untuk membawa Rizal ke rumah sakit...


braakk


ia mendobrak pintu kelas nya dengan keras membuat para guru dan murid di sana sangat terkejut pasalnya mereka semua fokus ke pelajaran guru.


guru wanita di kelas itu ingin marah namun melihat wajah panik lexa dia mengurung kan niat nya.


"lexa ada apa.??" tanya Renata cemas melihat gadis itu menangis. ia heran melihat lexa karna dari jam istirahat gadis itu sudah menghilang pas kembali malah menangis..


"lexa.!!" panggil sebuah suara berat dari samping nya ia melihat cowok tinggi menghampiri nya dengan sorot mata khawatir. para sahabat cowok itu melihat nya dengan bermacam tatapan begitu juga teman sekelas nya.


"apa yang terjadi.??" tanya nya


"di-dimas.. Rizal..!" ucap nya putus²


"Rizal kenapa xa.?" tanya Renata heran.


Dimas mendengar nama Rizal di sebut terbesit rasa tidak suka di hati nya namun dia hanya diam.


"Rizal Nat... Rizal gak bangun² tadi dia sakit aku ajak keuks untuk istirahat tapi ia gak bangun² lagi Nat !!" jawab nya dengan suara bergetar ketakutan.

__ADS_1


"Nat tolong bantu aku bawa dia kerumah sakit.!!!" pinta nya kepada Renata.


"biar aku yang bantu kamu.!" ujar Dimas meski datar.


"beneran dim.!! yaudah ayok.!" lexa menarik tangan Dimas menuju uks, ia tidak memikirkan apa yg dia lakukan sekarang yang pasti di pikiran nya sekarang ingin membawa Rizal ke rumah sakit...


di dalam uks Rizal tetap dengan posisi nya namun wajah nya semakin pucat dengan sigap Dimas membawa Rizal menuju parkiran dengan cara menuntun nya.


lexa mengikuti dari belakang ke2 pemuda itu dengan cemas sekali² ia meremas jemari nya untuk menghilang kan rasa cemas nya...


30 menit kemudian mereka sampai di rumah sakit milik keluarga dimas, dengan cepat para perawat membawa brankar ke arah Dimas yang sudah menuntun Rizal..


lexa dan Dimas mengikuti brankar Rizal hingga di depan ruang ICU, namun pasangan itu tidak di izin kan untuk ikut masuk.


gadis itu menunggu dengan cemas ia mondar mandir di depan ruangan sekali² menggigit bibir nya..


Dimas melihat raut wajah lexa terlihat begitu cemas membuat nya sangat kesal,..


apa dia akan sekhawatir ini kalo aku yang ada di dalam sana.?? pikir Dimas yang terus menatap lexa di depan nya.


"xa duduk aja... gak capek apa mondar mandir dari tadi.?!" ujar nya


gadis itu menurut duduk di samping Dimas ia memang sudah capek dari tadi tapi gak bisa di pungkiri kalau dia khawatir pada Rizal..


lexa menyender ke senderan kursi tunggu di lorong rumah sakit itu dengan mata terpejam kepala nya sangat berat saat ini, ia tidak tau apa penyebab cowok itu sakit seperti sekarang padahal semalam dia terlihat baik² aja masih tetap jahil pada nya.


hanya saja tadi pagi cowok itu terlihat pendiam tidak seperti biasa nya yang terus mengganggu nya.


Dimas menatap wajah lexa begitu intens Dimas mengakui kalau lexa yang sekarang sangat beda, dia terlihat jauh lebih cantik dari dulu. kecantikan lexa sangat alami ia juga mendengar gosip di sekolah kalau gadis ini semakin murah senyum pada yg lain, dia masih ingat wajah cantik lexa hanya menampilkan wajah angkuh dan sombong nya..


melihat respon lexa Dimas menggenggam tangan lexa sebagai penenang dari nya. "jangan khawatir semua pasti baik² aja.!" ujar nya tanpa menatap lexa disamping nya, Dimas mati²an menahan wajah merah nya agar tidak terlihat oleh lexa dia sangat malu saat ini, entah keberanian dari mana ia bisa menggenggam tangan gadis itu.


lexa sendiri menegang di tempat duduk nya ia sedikit kaget atas tindakan Dimas yg menenangkan nya, ini pertama kali Dimas berinisiatif sendiri pada nya.


lexa membalas genggaman cowok itu "makasih ya.!!" ucap lexa tersenyum tipis, ada perasaan hangat di hati Dimas melihat senyum gadis itu.


tidak lama kemudian seorang dokter keluar dari ruangan Rizal.


"dok gimana keadaan teman saya.?" tanya lexa cepat.


"pasien tidak apa².. dia hanya mengalami alergi saja.. apa pasien minum alkohol tadi.?" tanya dokter kepada lexa. gadis itu kaget ia tidak tau sama sekali tentang rizal..


"saya kurang tau dok.!" jawab lexa pelan


"pasien sudah tidak apa²... kalian sudah bisa melihat nya.!" ucap dokter itu lalu pamit dari hadapan mereka.


lexa menarik nafas lega mendengar Rizal sudah tidak apa² tapi dia heran dengan penjelasan dokter, kalau Rizal alergi alkohol.. kapan dia meneguk minuman itu.? pikir lexa


ia menghampiri Dimas yg masih duduk di tempat nya sambil menatap tangan yg sempat di genggam lexa tadi.


"dim.!" panggil lexa


"i-iya." jawab Dimas gagap karna baru tersadar dari lamunan nya.


"makasih udah bantu aku bawa Rizal kerumah sakit.!" ucap nya tersenyum.


Dimas tertegun melihat senyuman tulus lexa.


"xa.!"


"hhmm ya.?"


"apa hubungan kamu dengannya.?" tanya Dimas sudah lama ia ingin menanyakan ini namun tidak ada kesempatan sama sekali apa lagi gadis ini terus menghindari nya.


lexa terdiam sambil menatap Dimas di depan nya


"kami hanya berteman,dia anak temen papih.. papih menyuruh kami saling menjaga maka dari itu dia tanggung jawab ku sementara waktu.!" jawab lexa


raut wajah Dimas seakan tidak puas dengan jawaban lexa, pandangan Rizal terhadap lexa itu bukan sebatas teman, dia mengerti pandangan seorang yang menyukai cewek.

__ADS_1


"udahlah dim.. aku ke ruangan Rizal dulu. apa kamu mau ikut ?" tanya lexa


Dimas hanya mengangguk dan mengikuti langkah lexa masuk keruangan Rizal.


lexa membuka pintu ruangan itu terlihat Rizal sudah bangun dari pingsan nya, ia menoleh ke arah pintu ia begitu senang ketika melihat lexa namun mata binar nya menjadi dingin saat melihat sosok cowok di belakang lexa.


"zal.. gimana keadaan kamu.?" tanya lexa menghampiri Rizal. mata hitam itu kembali menatap lexa lembut.


"aku udah gak apa² ko... makasih ya udah bawa aku kesini.!" ucap nya dengan meraih tangan lexa


"harusnya kamu terima kasih sama Dimas. dia yg membantu ku bawa kamu.. kamu berat gak kuat aku ngangkat nya.!" jawab lexa panjang lebar


Rizal menatap Dimas tidak suka "makasih..!" ucap nya singkat.


iklas gak sih nih orang ngucapin nya.? batin Dimas menatap Rizal tajam.


tapi tak di hirau kan Rizal ia malah asyik menatap wajah cantik lexa.


"zal... kamu alergi alkohol ya.??" tanya lexa menatap Rizal tajam


"iya...!"


"kalau alergi alkohol kenapa kamu minum.?"


"pengen aja.!" jawab nya santai


"kamu gila ya.. udah tau alergi malah di minum...kapan kamu minum nya.??"


"malam kemaren.!"


"saat minum itu apa kamu udah merasa hebat ??" tanya lexa sambil melotot.


bukan nya garang malah terlihat lucu dimata ke2 cowok itu, Dimas tidak tau kalau lexa sangat menggemas kan seperti saat ini.


begitu juga dengan Rizal dia senang gadis itu mengomel pada nya karna bearti gadis ini khawatir dengan diri nya..


"kamu khawatir ya sama aku.??" tanya Rizal tersenyum tipis


"jelas lah aku khawatir sama kamu... kalo aku gak khawatir sama kamu udah aku biarin kamu mati di uks tadi.!" ucap nya cemberut.


Rizal meraih tangan gadis itu lalu menggenggam nya lembut ia menatap wajah cemberut gadis itu, Rizal sangat gemas pada nya saat ini..


"aku minum itu juga karna kamu xa.!" ucap Rizal menatap nya dalam, lexa mengerut bingung apa yg di maksud Rizal karna dia.


"maksud kamu apa.?" tanya lexa bingung


"kamu tau aku tidak suka liat kamu pergi dengan Erick malam itu. jadi karna kesal aku beralih ke minuman alkohol.!" ucap nya


lexa melotot garang ia menyentil kening Rizal keras hingga cowok itu meringis.


"dasar bodoh.. aku hanya keluar sebentar untuk menghilang kan setres, kalo terus di rumah aku akan gila dengan tingkah jahil mu itu.!" ujar lexa geram.


Rizal cemberut sambil mengusap kening nya yg merasa perih.


"aku gak akan jahilin kamu tapi kamu juga jangan keluar bersamaa cowok lain selain aku.!".


Rizal melirik Dimas dengan ekor mata nya di sana Dimas sudah mengepal kan tangan nya melihat pasangan itu.


"jadi kalo sama papih gak boleh juga.?.. lagian kamu itu siapa ngelarang aku keluar sama cowok lain.!" ucap lexa tidak suka


"kalo sama om aku izinin... pokok nya kamu gak boleh keluar dengan Erick atau cowok lain, atau gak aku akan melakukan hal yang sama seperti hari ini.!" bantah nya mutlak menatap tajam lexa genggaman nya semakin erat di tangan lexa hampir gadis itu meringis.


okey... kek nya aku harus bicara lagi sama paapih, nih anak udah gak ketolong lagi.. ini nama nya. pemaksaan bukan penjagaan... tapi untuk hari ini biarin aja nurutin kemauan nya dulu,soal kedepan itu bisa nanti Di pikir kan lagi...gerutu lexa dalam hati.


lexa mengangguk pasrah ia sudah sangat malas berdebat


cowok ini udh gila.! batin Dimas geram.


selain marah dengan kelakuan Rizal yg pemaksa dia juga geram melihat tangan cowok itu yg terus menggenggam tangan lexa..

__ADS_1


kenapa aku tidak suka melihat mereka.?? masa Aku cemburu sih.?? pikir nya


_____


__ADS_2