
Wijaya adalah salah satu keluarga terbesar di dalam urutan keluarga kaya di kota xx, Wijaya menepati urutan nomor 3 dari 10 keluarga lain nya...
didalam keluarga Wijaya hanya memiliki satu pewaris sah yaitu Renosya Wijaya, berwajah tampan bertubuh tegap,namun memiliki aura dingin dan berwajah datar...
dengan kepribadian nya itu lah membuat para gadis tidak berani mendekati nya, bahkan tidak sedikit yang di tolak oleh nya...
meski banyak para gadis rela melempar kan tubuh mereka dengan cuma-cuma tapi tak dapat menarik minat seorang Reno..
hanya satu gadis yang menarik di mata nya, gadis cantik terkenal akan kelembutan nya bernama ayundia Pratiwi, gadis keturunan Minang itu lah membuat seorang Renosya Wijaya pertama kali merasa kan hati berdebar...
namun gadis itu bersikap dingin pada nya bahkan sering kali cuek, tapi yang nama nya renosya Wijaya tidak cepat menyera dia terus dan terus mengejar ayu hingga akhir nya sang gadis menjadi luluh...
pada akhir nya mereka menjalin hubungan dari SMA hingga kuliah, banyak yang memandang iri dengan hubungan mereka,Reno terkenal dengan sifat dingin nya sedang kan ayu dengan sikap lembut nya...
tahun ke2 hubungan mereka harus disandung batu dan bahkan jatuh tanpa dapat berdiri lagi,begitu juga dengan hubungan mereka harus pupus di karena kan sang Reno di jodohkan dengan seorang gadis bernama Ratna prakoso. anak teman pembisnis sang ayah...
meski menolak secara terang-terangan hingga Reno melakukan pembully'an terhadap Ratna sendiri, hinaan demi hinaan caci maki menjadi makanan sehari-hari bagi Ratna namun tidak menyurut kan niat gadis itu untuk menikah dengan nya...
tidak dapat Reno lakukan lagi agar gadis itu menyerah pada akhir nya perjodohan itu tetap terjadi, sedang kan hubungan Reno dan ayu harus berakhir dengan ayu pergi keluar negeri tanpa sepengetahuan Reno...
Minggu berganti bulan dan bulan pun berganti tahun pernikahan Reno dan Ratna jauh dari kata hangat, setiap kesempatan reno selalu menghina Ratna bahkan tak segan dia melontar kan tamparan di wajah sang istri..
dan itu lagi-lagi tak membuat Ratna menyerah dengan nya bahkan wanita itu selalu menyiap kan keperluan nya dengan baik...
membuat Reno frustasi menghadapi nya dia ingin Ratna balik marah pada nya, dia ingin wanita itu juga memaki nya hingga dia punya alasan untuk bercerai...
suatu hari dia pulang dalam keadaan mabuk berat dalam keadaan terhuyung Reno masuk kamar, dan memaksa sang istri melayani nya terjadi lah hal yang tak akan dia bayang kan bawa malam itu akan merubah kehidupan nya di masa depan...
hari berikut nya sang istri di kabar kan hamil bukan nya dia senang tapi malah dia semakin membenci istri nya, bahkan dia tidak mengakui anak itu sebagai anak nya, Reno memaksa Ratna untuk menggugurkan kandungan nya biar tidak menghalangi nya untuk hidup bersama sang kekasih kelak...
tapi lagi dan lagi tidak di dengar oleh Ratna, meski hidup nya terus di bilang menderita tapi dia tetap bertahan demi sang buah hati dia tidak peduli seberapa sakit nya batin dan fisik nya dia akan tetap terus bertahan...
tahun demi tahun sang buah hati nya tumbuh menjadi putri kecil yang cantik, mata coklat bulat nya mampu membuat siapa pun terhipnotis dengan kecantikan nya, termasuk Reno setiap kali dia pulang kerumah dalam keadaan kacau tapi putri kecil nya selalu menyambut nya dengan senyum manis..
membuat Reno terperdaya oleh gadis kecil itu, lambat laun dia mulai membuka hati terhadap putri kecil nya berparas cantik seperti sang ibu...
hingga gadis kecil itu tumbuh menjadi remaja berparas cantik,pintar dan aktif... entah sejak kapan Reno memantap kan hati nya kepada wanita bernama ratna, berangsur-angsur dia mulai melupa kan seorang ayundia dan berpusat kepada keluarga kecil nya...
suatu hari dia menghadiri sebuah acara cabang perusahaan milik teman nya, tanpa sengaja bertemu sang mantan yang sudah beberapa tahun menghilang.
tidak dapat dia cegah perasaan yang menghilang seutuh nya mulai timbul kembali secara berlahan, namun harus terhalang oleh kenyataan...
hubungan yang sempat putus kini terjalin kembali, sering kali hati nurani Reno mengingat kan kalo dia sudah memiliki keluarga kecil tapi sering kali juga sang mantan membuat dia mengingat kenangan indah nya...
keraguan selalu hadir di hati Reno begitu keras ingin mengakhiri hubungan gelap nya tapi selalu tidak bisa, dia sudah mengatakan sesungguh nya pada ayundia namun dia mengata kan hal membuat reno ragu dan bimbang bahkan memberi kan bukti yang akurat...
_____
Reno menarik nafas berat saat kenangan dulu kembali terlintas di benak nya, ia masih ingat pelukan sang anak yang erat seakan itu adalah pelukan terakhir untuk nya..
perasaan hangat menjalar di tubuh nya kala lexa memeluk diri nya, tapi hasil tes DNA yang di beri kan ayu membuat dia sekali lagi merasa kan kebimbangan...
ada rasa tidak percaya dengan hasil tes itu tapi dia juga berpikir tidak mungkin ayu membohongi nya...
ddrrrttt ddrrrrttt
suara hp membuyar kan lamunan Reno, dia meraih hp nya di sana terterah nama ayu, dengan ragu ia menekan warna hijau....
__ADS_1
"hal..."
"mas... Elis mas."
suara panik ayu membuat Rano bangkit dari kursi kebesaran nya..
"kenapa dengan Elis yu.??" tanya nya juga ikutan panik
"dia di hajar oleh teman sekolah nya mas... maka nya aku di suruh kesekolahan nya." ujar nya masih dalam keadaan panik
"okey... aku akan kesana... kamu jangan panik ya." dia memutus kan telpon nya dan secara terburu-buru ke sekolahan Elis...
mobil mewah itu masuk parkiran sekolah membuat para murid melihat ke arah mobil itu... dan keluar lah seorang pria bertubuh tegap tanpa basa basi ia langsung menuju ke ruang kepsek...
tanda dia sadari di parkiran itu juga terparkir mobil mewah yang cukup dia kenal, namun tidak di lihat oleh nya sama sekali...
langkah nya semakin cepat setelah sudah berada di depan ruang kepsek suara gaduh mulai terdengar di gendang telinga nya...
"siapa yang sudah berani menghajar putri ku.??" tanya nya tajam dari arah pintu membuat yang di dalam bungkam seketika.
"papah..." panggil Elis seraya memeluk Reno sambil menangis, dengan sayang Reno memeluk nya balik...
"papah di sini... jangan takut." ujar nya lembut dia sama sekali tidak melihat anak dan ibu menatap nya kaget serta terluka namun beda lagi dengan sang anak tatapan nya entah lah...
"siapa yang sudah menghajar mu hah.??" tanya reno menatap wajah Elis yang sudah bonyok dengan rambut berantakan..
"aku." sebuah suara berat mengalih kan pandangan Reno dari Elis.. seketika mata nya melebar sempurna dengan jantung berdebar cepat, disana terlihat dua wanita beda usia menatap nya sendu khusus nya sang ibu mata wanita itu menatap sendu kepada nya, dan tatapan sang anak begitu datar namun terluka...
"apa dia putri anda.??" tanya gadis itu dengan suara dingin di sertai wajah datar nya, mata coklat itu menatap mata Reno lekat tanpa berkedip..
sakit.?? hanya itu yang di rasa kan Reno kala menatap mata gadis yang terbilang mungil itu..
"papah.!!" panggil Elis lembut seraya memeluk tubuh tegap Reno sekilas ada perasaan gak nyaman di hati Reno...
"kamu harus tanggung jawab terhadap anak ku... kau tidak tau keluarga kami dia adalah keturunan Wijaya, dia begitu berharga bagi keluarga Wijaya,.. dasar tidak punya sopan santun.!!" suara ayu seakan irama yang merdu bagi Reno dan gadis itu sama sekali tidak terdengar di telinga mereka...
Reno masih menatap mata gadis itu yang hanya menatap nya datar tetapi dia tau kalau gadis itu terluka...
"apa itu benar anak anda.??" tanya nya sekali lagi
"apa maksud mu... tentu saja beneran kau pikir aku mengarang.!!" bukan Reno yang menjawab tapi ayu.
gadis itu menunduk kan wajah nya bibir ranum nya tersenyum miris dengan keadaan nya sekarang, sedang para guru memilih diam tidak ingin ikut campur....
"pak apa bisa kalian keluar.??" pinta gadis itu kepada para guru yang di angguki oleh mereka...
setelah semua nya keluar gadis itu kembali duduk sembari menggenggam tangan mamih nya, dia terlihat tegar tapi tidak ada yang tau jika tubuh nya bergetar karna lemas... dia tau kalo ini akan terjadi bahkan sudah menyiap kan mental nya tapi ternyata dia tak sekuat itu...
wajah cantik nya terlihat memar dan kedua pipi nya memerah berbentuk jari lima.. terlihat kuat dan rapuh dalam bersamaan... tapi dia tidak menangis sama sekali sekuat tenaga dia menahan air mata nya agar tidak keluar..
"apa ini tuan Wijaya.??" tanya gadis itu formal mata nya menatap dingin Reno..
"kau..
ucapan ayu terhenti saat melihat tatapan Reno yang tajam ke arah nya, reno mendorong tubuh Elis menjauh dari nya dengan langkah pelan dia mendekati kedua wanita beda usia itu..
"stop... aku minta anda berhenti disitu.!!!" cegah nya tanpa ingin menatap Reno lagi
__ADS_1
"mas.." panggil ayu..
"yu... bawa Elis keluar dulu."
"tapi. mas...
"aku bilang keluar...." nada dingin milik Reno membuat ayu tidak berani untuk membantah lagi, dia menarik Elis keluar dari sana meski Elis tidak mau namun pada akhir nya mereka keluar juga..
"mah. kenapa harus keluar sih.??" gerutu Elis tidak terima.
"sayang kita kasih waktu buat papah Reno dan keluarga nya bicara.!"
"tapi aku mau liat muka menderita nya lexa mah.!!" ujar Elis cemberut. "aku sangat menanti kan penderitaan nya di saat terakhir seperti ini.. aku yakin setelah ini dia akan mempunyai gangguan mental" lanjut nya tersenyum licik
sedang kan di dalam ruangan kepsek tak ada satu pun yang berbicara hanya keheningan, sekali-sekali tarikan nafas keluar dari hidung sang gadis...
"keluarga anda cukup harmonis ya tuan.??? sampai-sampai aku iri melihat nya.!! perhatian seorang ayah kepada anak gadis nya... heehh manis banget.!!" ucap gadis itu menunduk... dada nya terasa sesak seakan saluran pernafasan milik nya tersumbat hebat...
"mih... ternyata aku tidak sekuat yang mamih harap kan... aku tetap lemah meski udah banyak persiapan tapi tidak bisa menyelimuti kelemahan ku..!!" ujar nya menatap sang mamih yang menggenggam erat jari nya
Reno tidak bergeming sama sekali dia bingung harus melakukan apa, ingin sekali dia merangkul tubuh mungil putri nya dalam dekapan tapi tidak bisa dia lakukan...
"lexa papiih...
ucapan nya tercekat di tenggorokan saat gadis itu kembali mengangkat tangan sebagai tanda untuk berhenti bicara...
lexa menarik nafas dalam guna memberi udara di dada nya yang sesak...
"tuan apa kami berdua ada kekurangan.?? apa pelayanan mamih ku tidak bagus Dimata anda.?? apa putri anda kurang baik.?? a-apa kami tidak ada di hati anda.??" tanya lexa dengan suara bergetar, itu cukup membuat jantung Reno remuk seremuk nya..
"kau bukan putri ku.!!" ucap nya dalam sekali tarikan, bukan itu yang ingin dia kata kan tapi entah kenapa kata-kata itu yang keluar...
"mas apa maksud mu.??" jerit Ratna dengan mata tidak percaya.
"benar kan dia bukan putri ku." ujar nya sekali lagi dengan suara mantap.
"kau boleh tidak menganggap ku... tapi jangan anak ku... dia darah daging mu mas.!!" bantah Ratna sakit hati.
lexa....?? jangan di tanya dia memilih memejam kan mata nya, ternyata perkiraan nya benar jika papih nya akan mengatakan itu...
Lexa meraih tangan sang mamih seraya tersenyum dia tidak ingin mamih nya drop mendengar ucapan papih nya..
"selamat tuan... anda sudah menemukan keluarga anda yang sebenar nya.!!" ucap lexa
membuat Ratna menatap lexa terkejut...
"aku harap anda tidak menyeseli nya.!!" lanjut lexa tersenyum manis, dia menarik tangan Ratna untuk keluar dari ruangan ini...
meninggal kan Reno yang masih terpaku di tempat nya, apa ini sudah benar.?? pertanyaan itu hadir di benak Reno...
"mih... bawa ini berikan pada Rizal... dan kata kan pada nya aku beri waktu 3 hari untuk bersiap.!!" ucap lexa memberi kan segumpal rambut kepada mamih nya..
meski bingung tapi ia terima juga, mata nya menatap wajah sang anak sekali lagi air mata nya jatuh kepipi melihat gadis itu...
"jangan nangis mih... kita adalah lah wanita yang kuat, jangan khawatir setelah ini kita akan membangun hidup yang baru.!!" ujar nya menghapus air mata mamih nya...
iya... dia akan menyelesai kan semua ini...
__ADS_1