
POV Dimas
"kau..!"
aku menoleh ke cowok itu dengan tatapan bingung, sangat jelas di wajah nya menggambar kan ketidak sukaan nya dengan ku...
"jangan berharap lebih pada nya... karna dia.." cowok itu melangkah mendekati ku "milikku.!!""
bisikan nya membuat perasaan ku tidak suka, banyak perasaan yg berkecamuk di hati ku yg semakin memburuk karna bisikan cowok itu...
dengan hati geram aku melangkah menuju mobil dimana Alexa sudah menunggu, setitik rasa senang di hati ku karna gadis itu masih menuruti ku meski wajah nya tak sebahagia dulu...
wajah yg di tunjukan nya sekarang hanya wajah kesal,marah, jengkel setidak nya itu yg aku lihat dari nya...
aku masuk ke mobil duduk di belakang kemudi aku lirik gadis yg masih menampilkan wajah datar andalan nya... sekali lagi perasaan asing terasa lagi jujur aku sudah terbiasa dengan sifat manja gadis itu, senyum manis milik nya terus menghias wajah manis nya...
mungkin dulu aku sangat membenci wajah tersenyum nya tapi kenapa akhir² ini aku sangat ingin melihat senyuman gadis ini...
tapi seperti nya dia sangat enggan untuk menunjukan lagi pada ku...
untuk kali ini aku menginginkan senyum itu,. senyuman menjijikan menurut ku dulu tapi aku tidak mengerti kenapa aku merindukan nya...
aku sama sekali tidak menyukai kedekatan nya dengan cowok lain, sungguh aku benar² tidak suka..
ada apa dengan ku.??
pertanyaan itu terus aku lontar kan pada hati ku namun tidak ada jawaban sampai sekarang..
aku tidak tau kenapa gadis ini berubah 180 derajat, apa yg sudah menimpah nya hingga berubah seperti sekarang kalau sebagai trik kenapa di saat aku menjemput nya hanya wajah tidak suka yg dia tunjukan...
bukan wajah bahagia nya yg selalu dia ukir di wajah manis itu kala melihat ku..
"kamu mau ngebahas apa Dimas.??" suara nya terdengar merdu di telinga ku..
sebelum menjawab aku memilih menarik nafas gusar wajah nya tetap datar dia sama sekali tidak melirik ku seperti yg dia lakukan dulu, selalu melihat ku kala menyetir hingga aku risih sendiri dengan tatapan penuh cinta nya..
"semalam aku bermimpi tentang mu.!!" ujar ku sedikit ragu untuk bercerita
"lalu.??"
"di mimpi ku kamu pergi dari ku.!!"
"kan itu yang ku lakukan sekarang.!! masalah nya apa.??" tanya nya dengan bingung
"tapi.... kamu pergi dengan meninggal xa.!!" jawab ku akhir nya meski ada sedikit beban di hati ku.
aku melirik nya.. dia terdiam dengan pandangan kosong.
"kamu meninggal pasca jatuh dari tangga, belum sampai kerumah sakit kamu gak tertolong lagi.!"
lexa tetap diam aku tidak tau apa yg dia pikir kan yg jelas wajah nya berubah tegang, membuat ku merasa sedikit bersalah telah bercerita..
"terus.?" suara nya terdengar lirih namun datar
"se-sebelum nafas terakhir mu kamu sempat bilang sesuatu...!" aku cukup ragu untuk mengata kan nya, namun dia akhir nya melihat ku dengar mata bertanya.
"kalo kamu mencintai ku.!!" ucap ku dengan satu tarikan nafas.
aku dengar gadis itu terkekeh pelan dia tertawa soal mimpi ku atau menertawa kan kegugupan ku. entah lah.!!"
"mimpi yang konyol.!!" ujar nya yg masih terkekeh.
"itu bukan sekedar mimpi xa... aku mengalami mimpi itu sudah lama dan hanya adegan itu yg terus di mimpi ku." aku kesal dengan perkataan nya dia tidak tau betapa tersiksa nya aku karna mimpi itu..
"lalu... apa kamu pikir itu akan terjadi.??" tanya nya dengan tegas
aku terdiam memikirkan pertanyaan nya itu, aku sama sekali tidak bisa menjawab karena perkataan lexa benar, itu belum tentu terjadi...
"tapi xa setidak nya kamu harus hati-hati.!!" ujar ku sedikit lembut namun masih tetap dingin.
dia menoleh dengan alis nya terangkat aku cukup gugup melihat mata coklat nya menatap ku dalam..
"sejak kapan Adimas Kusuma wigantara khawatir dengan ku??"
"xa aku....
"kamu tidak perlu memikir kan soal ku dim... itu hanya mimpi... di mimpi itu juga aku meninggal saat lagi mencintai mu kan.??" imbuh lexa, aku hanya terdiam mendengar kan nya.
"tapi sekarang udah gak lagi.. jadi besar kemungkinan mimpi mu gak akan kenyataan.!!"
tanpa sadar aku mencengkram setir mobil ku dengan erat, entah kenapa jantung berdebar kencang rasa sakit menjalar di hati ku..
"tapi..
"itu cuma mimpi bunga tidur... soal perasaan ku... kamu tidak perlu khawatir... anggap aja 4 tahun perjuangan ku adalah mimpi buruk mu yg patut kamu lupa kan..!!" lagi² ucapan nya membuat ku bungkam.. dan sekali lagi jantung ku di hantam benda berat...
aku sama sekali tidak mengerti dengan perasaan ku ini, ada tidak rela di sana...
tentang mimpi itu bukan sekedar mimpi di sana juga aku melihat seorang gadis yg ingin mencelakai lexa... aku tidak tau siapa wajah nya samar namun sangat terlihat dia membenci lexa...
"gak... kamu harus tetap berada di dekat ku.!!" ujar ku tanpa sadar, dapat ku lihat lexa terkejut menatap ku mungkin dia tidak menyangka dengan jawaban ku.
"jalan keluar satu² nya adalah menjauhkan diri dari kamu Dimas,. please jangan mencari perkara dengan ku... dan aku pasti kan tidak akan mengganggu hidup mu lagi.!!" tegas nya dengan mata dingin.
aku terhenyat mendapat tatapan nya itu, ini pertama kali nya dia menatap dingin kepada ku.. dia benar² berubah...
aku memarkirkan mobil ku di halaman sekolah kami, tanpa berkata apa² dia keluar sambil membanting pintu mobil ku, aku menatap nya dengan perasaan berkecamuk...
__ADS_1
aku lihat dia berjalan dalam suasana hati kurang baik, wajah kesal nya itu sangat jarang aku lihat entah kenapa dia terlihat imut di mata ku.
aku keluar dari mobil niat ku ingin menyusul langkah nya, namun seorang gadis mengamati nya dengan tatapan benci aku merasa familiar dengan gadis itu tapi aku bingung dengan tatapan nya...
tidak lama gadis itu berjalan cepat sambil menunduk tanpa dapat ku cegah dia menabrak lexa,... aku tidak tau dia yg lemah apa lexa yg terlalu kuat karna aku rasa tabrakan itu tidak terlalu keras tapi reaksi nya terlalu berlebihan..
dari jauh aku mengamati mereka berdua aku pikir gadis itu akan di bully seperti hari sebelum nya, tapi sekali lagi aku di kejut kan dengan tindakan lexa dia memang tidak memukul atau menyiksa nya namun ucapan gadis itu mampu memojok kan lawan nya..
tanpa sadar aku tersenyum tipis melihat wajah tengil nya, sejak kapan dia senakal itu....
sebuah suara mengaget kan ku ternyata datang dari salah satu sahabat ku yg mungkin menyukai gadis ditabrak lexa,, aku lupa nama nya karna hanya beberapa kali aku membantu diA.
lagi² lexa bersikap tenang dan santai menghadapi sahabat ku yg terkenal sangar itu... setelah itu dia menghilang di balik tembok sekolah.. gadis bersama sahabat ku menatap ku seakan minta bantuan atau kasian aku tidak tau tapi wajah menyedihkan nya membuat ku jijik...
aku pun pergi kekelas menyusul lexa.
POV end..
***
lexa dan Renata memilih berada di dalam kelas saat jam istirahat.. tidak tau kenapa kedua gadis itu lebih betah dalam kelas dari pada di kantin apa lagi lexa masih belum terbiasa dengan tatapan murid² di kantin, sudah bisa dia tebak kalau di kantin adalah tempat ghibah paling nyaman bagi kaum hawa, maka nya lebih baik dia menghindar dari pada mendapat masalah lagi...
"Nat kamu kenal gak sama cewek yg nabrak aku di parkiran tadi.??? kok kek familiar ya muka nya.??" ucap lexa seraya berpikir.
Renata menatap gadis itu bingung. fix ini anak lupa ingatan.?? pikir Renata
"xa akhir² ini aku liat kamu kok aneh banget sih.?? dari gak inget kelas dimana.?? cuekin Dimas.? dan sekarang malah gak kenal sama cewek yg tadi.!! jujur deh sama aku.. sebenar nya kamu itu kenapa sih xa.??" tanya Renata dengan wajah serius.
lexa menelan ludah nya dengan susah payah.. ini semua salah Alexa kenapa dia gak ngasih tau tentang kehidupan nya... sialan kau lexa.!! maki nya di dalam hati
"hhmm kalo aku jelasin apa kamu akan percaya Nat.??" ujar nya ragu..
alis Renata menaut tajam menatap lexa yg terlihat gugup...
"pertemanan kita tuh udah lama loh xa... udah pasti aku percaya.!!" jelas nya tersenyum.
melihat senyuman Renata membuat lexa sedikit lega dia merasa beruntung dengan ada nya renata, setidak nya dia gak sendirian di sini....
"sebenar nya....
"lexa sayang..!!"" panggil seorang cowok dari pintu kelas, membuat murid di kelas lexa memusatkan perhatian mereka kecowok itu..
lexa menoleh kesumber suara itu dengan jengkel di sana sudah berdiri seorang cowok berwajah menyebalkan yg selalu mengganggu nya..
Renata merasa kesal dengan cowok itu karna sudah memotong ucapan lexa sudah pasti dia akan penasaran.
"siapa sih tuh orang.??" tanya Renata kesal
"orang gila.!!" jawab lexa tak kalah kesal nya.
cowok itu menghampiri meja ke2 gadis itu dengan tersenyum tipis yg menambah ketampanan nya, tapi maaf saja Alexa tidak terpesona dengan cowok itu...
"sayang.... aku kan baru masuk ke sekolah ini... keliling yuk.!!" ajak nya sumringah
murid yg di kelas terkejut mendengar cowok itu manggil lexa sayang, mereka pacaran.?? itu pertanyaan terbesar di otak mereka.
okey lexa kamu harus tahan jangan emosi... JANGAN... cowok ini gila iya dia gila.!! batin Lexa geram
ia menatap cowok itu lalu tersenyum paksa. "wahai tuan muda Rizal ronaldi.!!"
"he'eh" jawab nya ia duduk di kursi di depan meja gadis itu sambil menopang dagu nya memakai tangan.
"yg pertama... nama ku Alexa Wijaya inget A,L,E,X,A bukan sayang.... yang kedua aku meno..."
"gak ada penolakan.!!" potong nya cepat..
"dan kamu gak ingat kemaren malam kamu bilang aku cowok mu... jadi aku berhak dong manggil kamu sayang. secara otomatis kamu pacar ku!!" ujar nya tersenyum
"hey logika macam apa kek gitu... .. aku bilang seperti itu hanya untuk mengusir Dimas.!!" bantah nya
"ah. aku tidak dengar.. aku tidak dengar." ujar nya dengan wajah tengil.
"pergi gak.!!" ucap lexa kesal
"gak."
"pergi.!"
"gak"
Renata melihat perdebatan kedua nya merasa jengah sendiri karna tidak akan mungkin ada yg mengalah, dapat ia lihat kedua nya keras kepala...
"STOP.!!" teriak Renata menghentikan perdebatan kedua mahluk itu..
"please deh kalo bertengkar masalah rumah tangga jangan di kelas..!!" ujar Renata geram.
"renataa..!!" lexa melototi cewek itu. namun tak di hirau kan Renata.
"naah bener tuh.. yuk keluar.!!" Rizal menyambar tangan lexa lalu menarik nya keluar kelas...
lexa berulang kali menepis tangan cowok itu namun tenaga nya tidak bisa di sama kan dengan tenaga rizal..
"zal lepasin..!!" bisik lexa dengan wajah menunduk dia sangat malu di lihat para murid di koridor apa lagi bisik² dari mereka membuat nya semakin menciut..
tapi tidak dengan Rizal genggaman nya semakin erat di tangan mungil Alexa, senyum nya semakin merekah terukir di wajah tampan nya...
"Rizal lepasin..!!" ujar lexa kala mereka sudah berada di lorong cukup sepi...
__ADS_1
"lexa... nemenin aku keliling bentar doang apa susah nya sih.!!"
"kamu bisa minta yg lain kenapa harus aku sih.!!" jawab nya kesal. aarrtgghhh bunuh orang dosa gak sih.?? jerit nya di hati, sudah berapa banyak kesabaran yg dia keluar kan untuk cowok satu ini..
"aku cuma kenal sama kamu loh Lex.!!" ujar nya dengan wajah cemberut.
"jijik gak usah sok imut deh.!!" julid lexa...
"Ck. kamu gak asyik banget sih sayang.!"
"zal... ak...
"lexa.!!!" suara seorang cowok memotong ucapan lexa, pasangan itu menoleh ke suara itu....
seorang cowok melihat mereka dengan tatapan bertanya... sedang kan Rizal menatap orang itu datar..
***
*kalian tau gak... anak baru di kelas 11 IPA 4 denger² dia pacar nya Alexa loh.
hah.!! serius.?? kamu denger dari mana.???
tadi aja tuh anak baru nyamperin lexa di kelas nya, manggil sayang lagi... kalo gak pacaran mana mungkin manggil sayang.??
pantesan Alexa gak ngejar² Dimas lagi ternyata udah punya pacar*.!!
suara cewek² di kantin sangat jelas di telinga para cowok di salah satu meja yg tidak jauh dari para cewek bergosip itu...
wajah Dimas menggelap seketika mendengar obrolan cewek² itu, aura dingin begitu terasa di sekitar nya yang satu meja dengan nya menatap Dimas ngeri. mereka tidak berani menenangkan cowok yg dalam mode iblis nya..
"dia menakutkan banget !!" bisik Andre kepada Juna yg di tanggapi Juna dengan wajah datar saja.
kenapa aku bisa berteman dengan para manusia es ini.!! batin andre
dapat di lihat suasana hati Dimas tidak baik mereka tidak mengerti kenapa mood cowok itu bisa semenakut kan sekarang..
Dimas bangkit dari duduk nya membuat yg lain terperanjat kaget.
"mau kemana dim.??" tanya Andre takut², tidak ada jawaban dari pemuda tampan itu tanpa mengucap sepatah kata pun dia memilih keluar kantin sedang kan teman nya menatap dia termangu...
sebenar nya aku kenapa sih.??
kenapa aku semarah ini mendengar gadis itu punya pacar.?? batin Dimas kesal
Dimas melangkah keluar kantin entah dia menuju kemana dia pun juga tidak tau, yg pasti dia tidak ingin mendengar gosip para murid lain membuat suasana hati semakin memburuk.
dengan langkah lebar Dimas menyusuri koridor tidak menghirau kan tatapan memuja dari murid cewek² disana..
"kamu ada hubungan apa sama lexa.??" sebuah suara menghenti kan langkah Dimas, berhenti bukan karna mendengar suara itu tapi dia berhenti karna orang itu menyebut nama lexa.
"bukan urusan mu.!!" jawab suara lain terdengar tidak senang
"dia siapa xa.??"
Dimas mengamati ketiga orang itu dapat dia lihat dua dari mereka terlihat saling menatap tajam, lexa sendiri memijit pangkal hidung nya karna merasa pusing...
"dia Rizal Rick... anak temen papih ku.!!" jawab lexa pelan.
"terus kalian ngapain di lorong ini.??" tanya Erick menatap Rizal dingin.
"kamu tuh siapa sih.?? dari tadi nanya muluk ke lexa.??" ujar Rizal tidak senang
Erick tidak menjawab dia malah melihat lexa yg terlihat sebal..
"ke kantin yuk.. aku gak liat kamu di kantin tadi jadi aku mencari mu.!!" ucap Erick pada lexa
lexa menatap Erick yg menatap nya lembut..
"tapi...
"lexa akan bersama ku.!!" potong Rizal dingin
okey cukup... hari ini kek nya aku gak akan tenang.!! ujar batin Lexa
"Rick hari ini aku akan menemani mahluk ini keliling,!! ucap lexa menyesal. dia ingin nemenin Erick kekantin tapi mahluk yg satu ini tidak akan melepaskan nya pasti...
Erick menghela nafas sebenar nya dia tidak suka melihat lexa dekat dengan cowok lain tapi dia tidak bisa memaksa lexa, tidak untuk sekarang ini..
"okey... gak apa² kok.!!" jawab nya tersenyum sambil mengacak rambut lexa ia gemas melihat wajah kesal gadis itu..
tanpa berkata apa² Rizal menarik lexa berlalu dari sana ia kesal,marah dan jengkel melihat cowok bernama Erick itu mengusap kepala lexa...
Erick melihat punggung mereka dengan sorot mata geram khusus nya kepada cowok yg menarik lexa.. "sialan... siapa sih dia.?" gumam nya
ia berbalik ingin menuju kelas nya tadi niat awal dia ingin mengajak lexa kekantin tapi lexa malah di Tawan oleh orang yg tidak dia kenal.
langkah Erick terhenti melihat seorang berdiri di belakang nya dalam keadaan geram terlihat dari kepalan tangan cowok itu...
senyum mengejek terbit di bibir merah Erick ia melangkah mendekati cowok itu yg melihat nya tajam.
"kau lihat.... kamu bukan prioritas nya lagi... jadi..." Erick menjeda ucapan nya.
"sadar lah.!" bisik nya lalu pergi setelah menepuk bahu cowok itu.
Dimas tidak bergeming sama sekali mata nya terus tertuju di punggung lexa yg semakin mengecil. ada rasa nyeri di hati nya melihat gadis itu...
dia pun memilih pergi dari sana, perasaan yg semula memburuk sekarang semakin memburuk..
__ADS_1
...*sesuatu yang kau anggap menjijik kan, adalah hal paling berharga Dimata orang lain......
...alexa-wijaya*...