My Antagonis.??

My Antagonis.??
31.mustahil


__ADS_3

salah jika ada yang berpikir kalau lexa gadis kuat tak merasa kan sakit,tidak menangis, dia tak setegar apa yang terlihat dia tak seceria apa yang di pikir kan orang lain...


nyata nya dia tetap lah manusia biasa punya hati yang rapuh,dia tetap lah seorang remaja butuh perhatian dari orang terdekat nya seperti cinta pertama nya sang papih... mustahil kalau dia tidak sakit hati..


lexa mencengkram setir mobil nya dengan erat dan mata memanas,hati nya sakit pedih dan marah ingin sekali dia menghampiri keluarga yang sudah merebut dan menghancur kan kehidupan dia juga mamih nya..


air mata nya lolos dari pelupuk mata kala melihat senyum ceria sang papih saat menggendong gadis kecil berumur 6 tahun...


setelah papih nya menerima telepon dia langsung pamit pergi lagi dengan alasan kantor ada masalah,namun dia pasti tidak menyangka jika lexa mengikuti nya ingin memasti kan kalau sang papih tidak beralasan...


ternyata benar papih nya sudah pandai berbohong kepada nya...


dia meraih hp dan mengarah kan kepada keluarga itu dalam mode kamera.. "nikmati lah kebahagiaan kalian sebelum aku menghancur kan nya.!" ucap nya tajam dengan sorot mata dingin..


setelah mengambil beberapa foto dia memilih pergi dari komplek perumahan mewah itu dalam keadaan hati penuh emosi..


berkali-kali dia merapal kan kata dan makian sebagai penenang atas emosi nya.


"sabar Lex... kamu gak boleh gegabah. kamu harus bermain cantik orang yang licik harus di balas dengan kelicikan juga..." ucap nya sembari menyetir


"diimas...?? yaahh dia adalah awal pembalasan ku." senyum menyeringai menghiasi bibir ranum lexa.


***


lexa masuk ke dalam mansion dengan wajah dingin ia menaiki tangga menuju kamar mamih nya, setelah pintu terbuka terlihat Ratna duduk dengan pandangan kosong...


sekali lagi rasa perih menyentil hati lexa dia begitu prihatin dengan keadaan mamih nya, pasti begitu terpukul bagi wanita ini.


"mih..!" panggil lexa mendekati nya


"lexa kamu sudah pulang nak.?" balas nya lembut


"mih... jangan seperti ini... jangan buat lexa khawatir ayo semangat mih perlihatkan pada nya kalau mamih bisa tanpa dia...!!" ucap lexa dia sangat enggan menyebut kata papih dari mulut nya..


"apa yang harus mamih lakukan.?? papih mu sudah bersama wanita itu... cinta pertama papih mu.!!" ujar nya lirih


lexa menatap wajah cantik Ratna,Raina tidak heran dengan kecantikan lexa ternyata kecantikan ratna menurun pada lexa...


"iya aku tau.. mamih gak akan mungkin merebut nya kembali bukan.??" tanya nya


mamih nya mengangguk itu benar dia tidak mau merebut suami nya kembali, bagi nya jika orang itu mencintai orang lain tidak ada guna merebut nya karna sampai kapan pun hati nya tidak akan bisa di miliki...


"kita akan pergi mih... jauh dari mereka tapi sebelum itu kita kembali kan rasa sakit ini pada mereka... semua ini tidak pantas untuk mamih.... untuk kita...!!" lexa menggenggam jari mamihnya lembut.


"mamih mau kan.??? kita akan pergi setelah mereka menyesal... lexa gak akan tenang jika mereka belum merasakan apa yang kita rasa kan sekarang.!!" imbuh lexa tajam...


Ratna menatap sebuah tekad yang kuat di mata coklat sang anak, cukup lama dia terdiam namun akhir nya dia mengangguk apa yang di kata kan anak nya itu benar, dia tidak boleh terus terpuruk dalam kesedihan anak nya saja bisa kenapa dia tidak,, sebelum pergi setidak nya meninggal kan kenangan indah pada suami nya yaitu penyesalan...


lexa tersenyum manis lalu menidur kan mamih nya dengan pelan dia menyelimuti ratna "mamih harus istirahat... untuk memulai permainan mamih butuh tenaga.!" ucap nya lalu mencium kening maminya...


melihat mamih nya tertidur lexa keluar kamar di depan kamar sudah ada Rizal menatap nya sendu, dengan gerakan cepat lexa menghampiri Rizal lalu memeluk cowok itu erat yang di balas tak kalah erat nya...


"hiks... hiks..." tangisan yang sedari tadi dia tahan akhir nya keluar juga dia tidak mau mamih nya mengetahui kerapuhan nya, yang pasti membuat mamih nya semakin terpuruk...


Rizal hanya bisa memeluk gadis itu dalam diam dan dia janji akan selalu ada untuk lexa...


"Lex... jangan nangis.. kamu jelek kalo nangis.!" ujar Rizal mengejek


plaak


sebuah tabokan mendarat di lengan cowok itu membuat nya meringis karna itu bukan pukulan main-main..


"dasar perusak suasana aja.!!" omel lexa menghapus air mata nya kasar.


"loh yang aku kata kan itu benar.. kamu sangat jelek saat nangis.!!"


"au ah..." lexa berjalan menuju kamar nya dengan di ikuti Rizal..

__ADS_1


"kamu tadi kemana Lex ??" tanya Rizal yang sudah di kamar lexa, dia duduk di pinggiran kasur sambil melihat lexa melepas jaket nya..


"mengikuti papih ke rumah keluarga Cemara nya.!" jawab nya dingin.


"kamu ngapain ngikutin dia Lex.??" nada suara Rizal tidak senang dengan jawaban lexa.


"kalo aku ingin mengembali kan semua ini, aku harus tau kan orang nya siapa.??" tanya balik lexa menatap Rizal.


"maksud kamu.??" Rizal tidak mengerti sama sekali ucapan lexa.


lexa mengambil hp dan menunjuk kan hasil potretan nya pada Rizal "aku ingin kamu mencari tahu tentang wanita ini, sedetail-detail nya sekecil apapun.!"


Rizal menatap mata lexa dalam di sana terlihat rasa benci muak, entahlah Rizal tidak mengerti tapi dia bersyukur jika lexa ingin membalas sakit hati nya tidak memilih menangis...


****


keesokan hari nya Dimas sudah bersiap dengan seragam sekolah, dia menyemprot parfum beraroma mint ketubuh nya, dia tersenyum tipis di depan cermin menatap pantulan dirinya di sana.


pagi ini dia dalam hati yang baik entah kenapa dia sangat bersemangat kesekolah, padahal dulu tidak seperti ini malah dia ingin pindah sekolah tapii sekarang tidak ada pemikiran begitu setelah mengingat gadis cantik dengan mata coklat nya tersenyum cerah pada nya...


tidak akan dia biarkan orang lain memiliki nya karna dari awal gadis itu sudah menjadi milik nya.


boleh kan dia berpikiran begitu.??


Dimas menaiki mobil nya sambil bersenandung kecil, ia menyempatkan diri mampir ke salah satu minimarket,seperti biasa dimana pun dan kapan pun dia selalu menjadi pusat perhatian, seperti saat ini semua pengunjung wanita menatap nya memuja termasuk kasir nya..


ia mengambil susu coklat dan cemilan terbuat dari coklat lain nya dan menuju kasir untuk membayar, setelah semua nya selesai Dimas kembali mengendarai mobil kesekolah...


20 menit kemudian dia sampai dan memarkir kan mobil di sebrang motor para sahabat nya, disana juga sudah ada Elis yang menatap nya memuja dia menghampiri sahabat nya dengan menenteng kresek berisi cemilan..


"wiiihh... tumben bawa cemilan... buat kita ya.??" tanya Reza sembari melihat kresek itu berbinar


"bagi dong dim." sahut Andre


"ini bukan buat kalian " ujar Dimas


wajah Elis memerah malu dia juga berharap itu benar, senyum malu-malu nya terbit di wajah cantik Elis.


Dimas tidak menyahut dia malah sibuk melihat kearah gerbang seakan mencari seseorang.


"cari apa.??" tanya Juna datar


"Alexa." jawab Dimas singkat


tak lama kemudian orang yang dia cari baru memasuki gerbang, Dimas tertegun melihat gadis itu semakin hari semakin cantik menurut nya wajah teduh gadis itu sama sekali tidak membosan kan, jika lexa dari dulu. seperti ini dia tidak akan menyia-nyia kan gadis ini,lagi-lagi dia mengingat kelakuan buruk nya.


gak... aku gak akan mengulangi nya lagi... batin Dimas


hari ini lexa mengikat rambut sebahu nya dengan satu ikatan dan disamping pipi nya tergerai beberapa helai rambut, membuat nya semakin manis dengan penampilan nya...


seseorang menatap gadis itu tanpa berkedip dia benar-benar semakin jatuh cinta dengan gadis ini, dia. tidak sabar untuk memiliki nya...


shiitt.!!! kenapa dia semakin cantik... ucap nya di dalam hati


lexa mengalihkan tatapan nya ke arah Dimas dan yang lain nya, seketika senyum gadis itu merekah kala melihat Dimas di sana dengan langkah cepat dan masih tersenyum dia menghampiri Dimas..


"pagi Dimas.." sapah nya tersenyum manis


"pa-pagi" jawab Dimas gugup karna hati berdebar dan wajah nya sudah memerah..


"Hay Juna,Andre,Reza dan.... Elis.!!" sapah nya masih dengan nada ceria... mereka hanya mengangguk tersenyum simpul jika dulu mereka akan jijik jika di sapah lexa tapi sekarang entak kenapa Andre dan Reza merasa b aja...


lexa kembali menatap Dimas "udah sarapan.??" tanya lexa


"belum"


lexa merogoh ke dalam tas nya dan mengeluar kan kotak bekal berwarna biru dan sebuah botol minuman "ini aku bawah kan bekal untuk mu... ada roti bakar dan nasi goreng dan ini bubur kacang ijo kesukaan mu.!!! aku buat sendiri loh.!!" ujar lexa bangga sambil menyodor kan bekal dan wadah kacang ijo.

__ADS_1


Dimas terperangah mendengar ucapan lexa yang membuat bekal dengan makanan kesukaan nya semua.


"ini serius kamu yang buat.??" tanya Juna memasti kan. entah kenapa suara nya terdengar tidak suka namun tidak di pikirkan lexa.


"iya.." jawab lexa menyengir lucu.


tanpa sadar tangan Juna mengepal tidak ada yang mengetahui cowok itu dalam suasana hati buruk...


"makasih ya Lex..." senyum dimas terlihat manis menatap lexa lembut.


"sama-sama." lexa melirik Elis yang sudah geram.


"oh ya apa yang kamu bawa.??" lexa melirik keresek di tangan Dimas.


"ah ini untuk mu aku mampir ke minimarket dan membeli makanan kesukaan mu" jawab nya lembut seraya menyerah kan ke lexa


"waow coklat... makasih ya Dimas.!!" lexa menerima cemilan itu dengan wajah berbinar seperti anak kecil menerima permen sangat lucu di mata mereka.


sialan... apa sih mau cewek ini... kenapa dia bersikap manis pada Dimas ?? batin Elis geram..


"iya sama-sama" Dimas mengelus puncak rambut lexa membuat gadis itu terpaku tanpa sadar dia menepis tangan dimas, membuat cowok itu kaget.


"Lex."


"Dimas kamu bikin rambut aku berantakan tau." ujar nya cemberut, sebenar nya lexa juga terperanjat atas tindakan nya dia juga tidak menyangka akan beraksi berlebihan saat Dimas mengelus kepala nya..


Dimas menatap nya gemas dia sempat kaget tapi melihat wajah cemberut lexa ia membuang pikiran nya tentang tindakan lexa...


"aku masuk dulu ya.!!... Daah.." lexa melambai kaan tangan nya dan cepat melesat ke dalam gedung meninggal kan Dimas yang belum menjawab.


Dimas menampil kan wajah lesu dia ingin masuk kelas bareng lexa seperti dulu,tapi entah kenapa lexa seperti enggan bersama nya dengan waktu lama...


mereka juga menuju kelas mereka masing-masing...


*****


*eh kalian tau tidak... di parkiran aku liat Dimas Nerima bekal dari lexa..


hah.!! serius.?? kok bisa..


ya serius lah orang aku liat sendiri kok dan parah nya lagi Dimas Nerima nya dengan wajah tersenyum... gila gak.???? padahal selama ini kan Dimas antii banget yang nama nya lexa.


waah kalo gitu bukan lexa yang tergila-gila pada Dimas tapi kebalikan nya Dimas yang ngejar lexa..


dan tadi juga Dimas ngasih cemilan sama lexa, gak pernah kan liat nya..


fixs sih mereka ada hubungan spesial...


lah terus gimana dengan Elis bukan nya beberapa waktu Dimas meluk Elis ya..


yeehh itu mah salah paham, Elis cuma jatoh tetapi Dimas nolongin lagian mereka gak pelukan cuma terlihat kek pelukan aja...


ngomong-ngomong dari awal lexa sama Dimas cocok juga....


iya. Dimas ganteng dan lexa cantik udah fixs kapal ku itu..


ngeship ke mereka deh aku..


kemaren juga di kelas mereka duduk bareng loh itu pun atas permintaan Dimas..


what.?? tau dari mana kamu.??


sepupu ku yang cerita, meski di tolak lexa Dimas tetap maksa*..


Elis baru duduk di meja nya tapi Malah di suguhkan gosip yang membuat hati nya panas dan emosi ingin sekali dia melabrak gadis itu juga menghajar nya, tapi tidak sekarang dia ingin gadis itu merasa kan kesakitan yang teramat sakit sampai tidak bisa di lupa kan, yaah dia ingin lexa seperti itu..


"kau liat aja lexa... aku akan membuat mu menangis darah hingga lebih memilih mati." gumam nya pelan

__ADS_1


__ADS_2