
bugh
bugh
bugh
pukulan demi pukulan di terima oleh seorang pemuda tampan dari pemuda lain nya,lebam di wajah nya sudah menghias entah ini pukulan keberapa ia terima,namun dia hanya diam karna dia percaya mau bagaimana pun orang itu tidak bisa merubah situasi mereka saat ini.
ia tau orang itu sangat emosi padanya apa lagi melihat kejadian di parkiran tadi,dimana dia dan kekasih nya bermesraan seakan tidak terjadi apa-apa sedang kan orang yang memukuli nya berharap Mereka putus dan berpisah, hahaha sangat lucu memisahkan pasangan yang saling mencintai itu sangat lah mustahil.
"walau pun kau membunuh ku dia tetap tidak akan memilih mu" ucapnya sambil menyeka darah di bibir nya dengan tersenyum mengejek.
"BAJINGAN... AKU AKAN MENGHANCURKAN MU RIZAL DAN MEREBUT NYA DARI MU SIALAN" teriaknya emosi.
mendengar itu Rizal terkekeh geli karna sampai kapan pun lexa akan tetap milik nya.
"itu hanya dalam hayalan mu Juna,sekeras apa pun kau berusaha dia akan tetap kembali pada ku..."ujar nya meremehkan.
"dia mencintai ku begitu juga dengan ku,kau pikir ancaman mu waktu itu berlaku pada ku.?? tidak sama sekali... karna aku yakin kau tidak akan mampu merebut nya,kau boleh merebut aset perusahaan kami tapi kau tidak mampu merebut hati nya hahahaha kau begitu kasian" ejek Rizal tertawa remeh yang mana membuat seorang Juna semakin tersulut emosi.
hari ini semua hayalan indah bersama lexa sudah tersusun rapi di otak nya,kegiatan apa yang akan dia jalani bersama lexa tapi semua itu pupus saat melihat kebersamaan gadis pujaan nya bermesraan bersama cowok di hadapan nya ini,ia tidak menyangka orang ini tidak menuruti keinginan nya meski dia sudah tidak memiliki apa-apa lagi...
"aku pastikan dia akan hidup bersama ku... camkan itu" ucap nya tajam.
sedang kan di kantin terdapat dua sahabat sedang duduk seraya berbincang,ralat hanya 1 cewek yang banyak bicara tidak dengan teman nya gadis di hadapan nya terlihat pucat seakan tidak bertenaga,bahkan ia tidak berminat mendengar ocehan sahabat nya...
"Lex kamu kenapa.?? wajah mu pucat kau sakit ???" tanya Renata cemas.
"aku tidak apa-apa Nat " jawab lexa tersenyum
"tapi muka kamu pucat banget loh... tunggu sini ya aku beliin minum dan makanan" Renata langsung melesat tanpa mendengar jawaban lexa.
lexa yang di tinggal hanya diam beberapa hari ini dia memang cepat lelah,tak hayal tiap hari perut nya seakan di aduk sangat tidak enak di tambah penciuman nya seakan terganggu karna serba tidak enak.
tidak lama Renata datang bersama makanan dan minuman kesukaan lexa.
"Lex ayo makan dulu pasti kamu gak sarapan tadi pagi" Renata menaruh 1 mangkok mie ayam dengan jus coklat,
lexa menatap makanan di hadapan nya tertegun,entah kenapa perut nya bergejolak melihat mie ayam rasa mual tiba-tiba menyerang di tambah bau nya begitu tidak sedap.
__ADS_1
"hueek... hueekkk" lexa tidak bisa menahan nya ia sangat mual hingga ingin muntah.
"lexa kamu kenapa.?" Renata menghampiri lexa dengan nada panik apa lagi gadis itu muntah-muntah.
"hueekk... n-nat jauh kan makanan itu aku gak tahan. hueek" ucap lexa lemah,melihat itu Renata langsung membawa lexa keruang kesehatan agar bisa beristirahat.
"kamu istirahat di sini dulu ya aku panggil dokter" ucap Renata lembut,lalu keluar ruangan dengan pemikiran bercabang-cabang.
"lexa... tidak mungkin kan" gumam nya berpikir keras.
_______
Rizal berlari dengan cepat menuju ruang kesehatan di kampus mereka,ia sangat panik saat mendengar Renata memberi tahu nya jika lexa muntah-muntah ia juga tau jika beberapa hari ini tubuh lexa sering kecapekan,ia berlari tak menghirau kan orang yang dia tabrak di pikiran nya hanya ada lexa dia ingin cepat-cepat memastikan keadaan gadis nya.
braakk
pintu ruangan itu ia buka dengan kasar di sana sudah ada Dimas dkk tidak lupa juga Renata duduk di samping lexa,ia menyuapi gadis itu obat.
wajah Dimas memerah padam melihat Rizal entah kenapa?? tapi tak di hirau kan rizal.
"sayang kamu gak apa.-apa.??... Renata bilang kamu muntah-muntah,apa ada yang tidak enak.??" tanya nya beruntun sambil menggenggam lembut tangan lexa.
"bilang aja yang sebenar nya lex, biar mahluk ini tau" ujar Renata kesal,
"ada apa sayang.?" tanya Rizal bingung.
sedang kan dimas mengepal erat telapak tangan nya,harapan nya tersisa kini benar-benar harus dia buang rasa cinta yang tersisa harus ia bakar sampai ke akar,ia sudah tidak ada harapan lagi apa yang harus dia perjuang kan jika orang yang dia cintai sekarang milik orang seutuh nya.
"a-aku..." lexa ragu untuk mengata kan nya ia takut Rizal tidak menyukai nya.
"ah lama..." sarkas Renata " asal kau tau ya lexa..."
"Nat biar aku saja" potong lexa cepat.
"buruan aku tidak sabar"
"ini kenapa sih sayang.?? sebenar nya kamu kenapa.?? jangan bikin aku takut" ucap Rizal bingung.
"a-aku hamil zal " ujar lexa dengan satu tarikan nafas.
__ADS_1
"hah !!!"
sejenak otak Rizal tidak jalan mendengar ucapan lexa,mata nya menatap lurus pada mata coklat yang terlihat khawatir.
"k-kamu hamil.??" tanya nya memastikan,lexa mengangguk pelan ia khawatir jika Rizal tidak menerima semuanya.
"hah.!! serius.?? aku akan menjadi Daddy.??" ucap nya bahagia ia mengecup tangan lexa bertubi-tubi dengan senyum bahagianya.
tak
sebuah jitakan mendarat pada kepala Rizal membuat sang empu meringis, "hey" teriak nya marah pada teman kekasih nya.
"jangan bahagia dulu,, nih anak perlu di nikahin,kau siap tidak menikah??" sarkas Renata garang.
"besok aku akan ngomong sama mamih untuk melamar mu Lex." ucap Rizal bahagia yang di angguki lexa,mata gadis itu berkaca-kaca ia sangat senang melihat keantusiasan Rizal.
jika Rizal dalam suasana bahagia namun beda lagi dengan perasaan 2 cowok disana,yang satu di liputi rasa kecewa dan penyesalan sedang kan yang satu nya penuh amarah dan dendam,ia tidak terima sang pujaan akan menikah dengan cowok lain bahkan dia tidak peduli jika gadis yang ia cintai hamil,dia tetap ingin memiliki gadisnya rencana licik mulai tersusun di pikiran nya.
"sayang wajah kamu kenapa.??" tanya lexa cemas dia baru sadar jika wajah Rizal penuh lebam seakan habis berkelahi.
mendengar itu Rizal sangat kaget apa lagi melihat lexa begitu khawatir ia takut janin nya menjadi setres.
"oh ini... ada anjing yang ingin menggigitku karna aku melawan maka nya jadi seperti ini.!!" jawab nya santai tapi orang di maksud menekan emosi nya.
"anjing.??"
"iya sayang.. sudah Jangan di pikirkan aku sudah tidak apa-apa... gimana kalo kita pulang,kamu perlu istirahat" ucap Rizal mengelus perut rata lexa,ia masih tidak percaya jika lexa mengandung jika di ingat-ingat beberapa bulan ini mereka memang sering melakukan 'itu' sudah sewajarnya lexa hamil,dan itu membuat nya sangat bahagia ia akan menjadi seorang ayah dari gadis yang dia cintai..
"aku tidak apa-apa zal"
"mending pulang deh Lex... kamu perlu istirahat" sahut renata,ia tidak menyangka jika hubungan sahabat nya sudah sejauh ini tapi dia senang melihat lexa bahagia tidak seperti dulu,dia bahagia karna lexa mendapat kan orang yang benar-benar mencintai nya bukan hanya mempermainkan perasaan nya.
"kamu harus ekstra menjaga nya karna kandungan lexa baru 4 Minggu,awas kalo terjadi apa-apa.!!" kecam nya pada Rizal yang menatap nya julid.
Dimas dkk sudah tidak tahan mendengar percakapan itu mereka memilih pergi dari ruang kesehatan,awalnya mereka tidak sengaja melihat Renata memapah lexa ke ruang kesehatan,karna merasa khawatir jadi lah mereka menyusul tapi yang tidak terduga membuat hati dimas hancur adalah pernyataan dari sang dokter petugas di kampus mereka,menyata kan jika lexa sedang hamil seketika dunia Dimas runtuh beserta isi nya,harapan,cinta dan setitik cahaya di hati nya benar-benar tak tersisa,sebuah penyesalan kembali menghantui nya jika dulu ia menerima lexa mungkin dia lah yang berada di posisi Rizal sekarang.
lexa menatap punggung Dimas yang keluar,ia bisa menangkap raut kecewa di wajah tampan Dimas saat mendengar dia hamil,ia tau pemuda itu mencintai nya sering kali Dimas ingin dia kembali tapi hati nya benar-benar milik Rizal,ia tidak bisa mempertimbangkan perasaan Dimas lagi karna bagi nya masa lalu hanya lah masa lalu, dia hanya ingin hidup bersama orang yang benar-benar mencintai nya seperti Rizal.
maaf Dimas... batin Lexa
__ADS_1