
*4 tahun lalu
sebuah mobil berhenti di kawasan yang masih asri dengan kehutanan,di sana terdiri rumah minimalis yang elegan dan juga sederhana bercat abu-abu dan putih suasana di sekitar menyegar kan dan tenang.
Alexa menghirup udara di sana dengan rakus baru kali ini dia bisaa bernafas dengan bebas,ketenangan dia rasa kan kala berada di sini meski tidak sepenuh hati dan pikiran lexa belum mampu membuang beban yang ada. ia menatap kosong ke hamparan bunga di sana entah apa yang dia pikir kan yang jelas dia sangat mendalami lamunan nya.
sebuah tangan melingkar di pinggang ramping nya saat dia menatap hamparan bunga di depan rumah itu.
"apa kau menyukai nya.??" suara berat terdengar lembut di telinga lexa dia tau siapa pemilik suara itu.
"iya... aku menyukai nya sangat tenang dan segar... thanks ya udah membawa kami kesini.!!" ucap lexa tulus
"aku akan melakukan apa pun untuk kamu dan Tante" jawab nya tersenyum
"lexa,Rizal ayo masuk mamih sudah lelah" panggil sang mamih yang sudah berada di teras rumah
"yaudah yuk masuk."
keempat orang itu masuk dan mulai membersih kan rumah yang akan mereka tepati termasuk bik Sumi juga,mereka membersih kan setiap sudut ruangan ini.
Alexa berbaring di kasur kamar nya yang sudah dia bersihkan, dan kembali lagi dia membayang kan apa yang harus dia lakukan di sini.?? mencari ketenangan.?? atau melarikan diri dari kenyataan.?? apa dia seorang pengecut.?? harus pergi seperti ini tanpa tau akhir dari semua nya.??
pertanyaan itu timbul begitu saja di benak nya yang lagi-lagi menyita kesadaran lexa.
nyuut
sakit di hati nya juga mulai terasa kala mengingat semua yang terjadi akhir-akhir ini,lexa tidak menyangkah kejadian ini datang dengan cepat,dia tau semua memang akan terjadi bahkan dia sudah mengumpul kan mental dan kekuatan hati agar mampu menerima nya,. tapi lexa tidak menyangka jika hal lain juga akan terungkap membuat pertahanan nya ambruk dan hancur di saat bersamaan..
dia tidak menyangka orang yang dia sukai hanya berpura-pura manis di depan nya, kenapa dia bisa tidak menyadari itu semua.?? kenapa dia sangat bodoh.?? bukan kah Raina tidak seperti ini.?? bukan kah Raina tidak akan muda menyukai seseorang.?? kenapa pertahanan Raina runtuh jika di depan orang itu.??
tanpa sadar air mata Alexa mengalir begitu saja dia tidak ingin menangis tapi air mata nya tidak bisa bertahan lagi, akhir-akhir ini Alexa memang berusaha menahan tangis nya agar tidak terlihat lemah tapi hari ini kelemahan nya harus terungkap cuma karna seseorang yang sudah menghancur kan hati juga cinta nya*...
__ADS_1
tahun pertama sudah berlalu lexa menjalani hari seperti biasa sekolah dan membantu mamih nya,dia tidak berniat untuk mengikuti kegiatan remaja yang menghabis kan waktu untuk bersenang-senang,menurut nya itu sangat merepot kan..dia lebih banyak membuang waktu nya di kamar mengurung diri.
tahun kedua perubahan begitu nyata di sikap lexa,lebih banyak murung juga mengurung diri tak hayal suara tangis sering terdengar di kamar nya,siang hari dia terlihat normal saat malam maka tangisan Memilu kan selalu menyelimuti malam yang dingin...
Rizal dan Ratna terus menanya kan perihal kelakuan lexa tapi nihil tidak ada jawaban, gadis itu hanya menatap hamparan bunga dengan pandangan kosong, entah apa yang terjadi membuat Rizal bingung...
semakin lama gadis itu semakin mengalami drepesi semua emosi yang dulu terpendam kini menyeruak keluar,jerit tangis semakin terdengar di rumah sederhana itu,
"hiks...hiks... sayang kamu kenapa nak.?? bilang ke mamih apa ada yang sakit.??" tangis Ratna mendekati lexa yang duduk meringkuk di sudut ruangan.
"pergi... lexa benci papih... jangan dekati lexa... papih jahat kalian jahat" hanya ucapan itu yang terus di ucap kan oleh gadis cantik itu,tubuh yang semula kurus sekarang semakin kurus, Rizal menatap tubuh mungil itu dengan sendu dia tidak bisa menahan rasa sedih nya menatap penderitaan gadis yang dia cintai...
"lexa... ini aku Rizal... jangan seperti ini sayang.. aku mohon." ucap nya meraih pipi yang semula tembem sekarang menjadi tirus, karna gadis itu sudah lama tidak makan dengan teratur..
"izal.??" gumam gadis bermata coklat itu.
"iya sayang... ini izal."
begitu banyak upaya mereka lakukan untuk mengembali kan kehidupan lexa,keceriaan,kebahagiaan gadis itu,semua mereka lakukan agar rasa drepesi nya menghilang..
entah karna dokter yang handal atau niat hati lexa yang kuat hingga selama 1 tahun pengobatan mendapat kan hasil yang baik,dengan kesembuhan lexa dari rasa frustasi nya dalam 1 tahun..
keceriaan gadis itu kembali dengan semula namun sebagian ingatan harus menghilang,sebagian kenangan Alexa di masa lalu..
****
"kau dari mana saja.??"
baru saja ia memasuki arena kantin tapi dia sudah di Hujani pertanyaan dari sahabat nya,dia duduk di hadapan sahabat nya di sana juga ada orang lain.
"aku dari toilet.!!" jawab nya sambil melirik cewek di depan nya.
__ADS_1
"Nat apa kau tau.... ada yang Cepu terhadap ku.!!"
*cepu.?? siapa yang seperti itu.??" tanya gadis itu bingung.
"entah lah... dia mengatakan hal yang menyinggung ku, kamu tau aku tidak suka orang seperti itu.. dia tidak tau apa-apa tapi berbicara seakan mengetahui segala nya.... gimana menurut mu Rika.??" ucap nya menatap gadis bernama Rika di hadapan nya.
"a-aku tidak ada komentar.!!" jawab nya sedikit gugup.
"okey..!!"
"Lex.. apaa yang terjadi di toilet.??" tanya Renata curigai menangkap sesuatu yang gak baik pada sahabat nya.
"gak ada.. hanya beberapa tikus yang ingin mengusik ku.!!" jawab nya acuh tak acuh.
Renata menatap menyelidik kepada Alexa dia yakin ada yang terjadi di toilet hanya saja sahabat nya sangat pandai menyembunyi kan nya...
"ayo lah Nat... jangan melihat ku seperti itu .. percaya lah aku bisa mengatasi tikus itu, mereka hanya sebuah tikus got yang di provokasi oleh orang yang tak tahu malu.!!" ujar lexa tersenyum mengejek saat melihat ketegangan orang yang dia maksud.
"aku duluan.. ada yang harus aku urus" ucap Rika mendadak lalu pergi dari sana dalam suasana hati yang kesal.
""Lex... katakan apa yang terjadi.??"
"nanti akan aku cerita kan tapi tidak sekarang... aku lapar bisa kah kamu memesan kan aku makanan.?? please.??" ucap nya dengan mata puppy eyes nya.
"sialan.... kau curang.!!" maki Renata dengan pipi merah? Alexa tau gadis itu tidak akan tahan melihat yang imut,meski dia tidak tau dia imut atau gak setidak nya dia berhasil membuat Renata tersipu...
"hy Alexa.!!"
Alexa mendongak melihat suara berat yang memanggil nya,dia mendatar kan wajah nya saat tau pemuda di hadapan nya yang sedang tersenyum tipis.
"mau apa dia.??" batin Lexa tidak suka
__ADS_1