
seorang gadis berambut hitam terlihat gelisah di dalam mobil, berulang kali dia melihat jam tangan nya seakan mengejar waktu...
"bisa ngebut gak mang.??" ujar nya kepada sang sopir ini sudah sekian kali nya dia mengata kan itu..
"ini udah cepat non.. bentar lagi sampai.!" jawab sang sopir dia tidak menanya kan hal lain nya pada sang majikan karna menurut nya tidak ada urusan dengan nya..
mobil mewah itu parkir di sebuah kafe terbesar di kota itu dengan tergesa-gesa dia Turun dari mobil dan masuk ke kafe, dengan liar dia mengedarkan pandangan nya mencari di setiap penjuru kafe.
mata gadis itu berhenti di pojok kafe yang menampil kan sesosok gadis cantik berambut coklat sebahu dengan mata coklat madu yang jernih,sosok cantik itu sangat mencolok dari pada pengunjung lain nya.
dengan gaun simple berwarna hitam selutut warna kulit putih nya sangat manis di penglihatan, gadis itu menoleh menatap nya dan seketika senyum manis mengembang di wajah teduh gadis itu...
"Renata." panggil nya seraya melambai.
dia berjalan secepat yang dia bisa menghampiri gadis itu dengan mata sudah berkaca-kaca, dia menghambur ke pelukan gadis itu sembari menangis sejadi-jadinya membuat para pengunjung melihat kearah mereka...
"hey Renata jangan nangis.. malu di liatin orang" bujuk nya mengelus punggung Renata.
"kemana aja Lex.. selama ini aku mencari mu.!! tapi kamu malah menghilang seperti gak ada di dunia ini... hiks... hiks... kau menyiksa ku.!!" gerutu nya di selah tangisan..
"aku minta maaf."
"hiks... hiks.. aku gak mau maafin kamu"
"yaudah kalo gitu aku pergi aja lagi"
"gak akan aku izin kan" ujar nya memeluk nya semakin erat..
20 menit mereka saling tatap dengan Renata menatap nya tajam sedang kan lexa menatap nya tenang dan santai...
"kamu ini kenapa Nat... aku tau kalo aku semakin cantik tapi bisa gak kamu ngeliat nya gak segitu nya... bikin aku merinding.!!" ujar lexa dengan wajah angkuh
"kamu bersembunyi dimana selama ini.??" ucap nya kemudian setelah sekian lama terdiam.
"aku sembunyi di bumi karna di kayangan aku gak di terima sama sekali.." jawab nya enteng
"sialan.. aku nanya serius Alexa Wijaya" ujar Renata mendengus kesal
"aku juga serius Nat"
Renata menghela nafas lelah menghadapi sahabat nya lebih menyebal kan di banding 4 tahun lalu..
"sejak kamu pergi banyak hal yang terjadi.." ucap nya menatap wajah lexa yang terlihat biasa saja.
"hari dimana kamu pergi, kehebohan terjadi di sekolah dan Elis di rundung para murid semakin hari dia di bully hingga akhir nya gadis itu gak masuk sekolah lagi,banyak yang bilang dia pindah ada yang bilang dia depresi karna terus menerima bully'an, aku tau kamu yang sudah membuat kehebohan itu kan.??" tanya Renata menatap mata coklat lexa,dia tidak bisa membaca mata coklat itu lagi apa lagi raut wajah lexa terlihat terlalu tenang, seperti nya dia melewat kan banyak hal tentang sahabat nya ini..
"heh... aku gak ngerti dengan mereka, saat orang itu melakukan kejahatan hanya satu kali malah di cap sebagai penjahat dan melupa kan kebaikan nya.!!" ujar lexa memalingkan tatapan nya ke luar kaca kafe yang memperlihat kan jalanan.
"sejak kamu memilih pergi Dimas mengalami drepesi." lagi-lagi Renata menatap wajah lexa namun tidak ada reaksi dari gadis itu
"6 bulan dia di nyata kan drepesi oleh dokter keluarga nya, aku dengar dia terus berteriak di dalam kamar memanggil nama kamu... aku gak tau kelanjutan nya tapi murid bilang Dimas semakin menjadi pendiam dan dia menggeluti profesi sebagai CEO di perusahaan orang tua nya..!!" jelas Renata masih menatap lexa dan kali ini dia melihat mata coklat nya sedikit terkejut namun normal kembali.
"sedang kan Erick...
"Nat.. aku kesini ingin melihat keadaan kamu bukan mendengar cerita tentang mereka.!!!" ucap lexa memotong, mata coklat nya menatap dingin ke mata Renata, gadis itu terhenyat menatap mata dingin lexa yang seakan tidak suka mendengar nama Erick,hingga pertanyaan timbul di benak nya...
apa yang di perbuat oleh Erick pada lexa.?? pikir Renata
"okey... aku minta maaf"
"it's oke." jawab nya singkat
__ADS_1
"oh ya... ngomong-ngomong apa kamu masih ketempelan.?" tanya Renata menormal kan suasana suram di antara mereka..
"hah.?? maksud nya.??" tanya lexa mengerut bingung
"iya.. mahluk yang terus menempeli mu pas sekolah dulu.??"
lexa mengingat hal yang Renata katakan seingat nya gak pernah dia merasa ketempelan..
"itu loh Lex.. cowok yang menempel pada mu kek mahluk halus itu." ucap Renata akhir nya.
"Rizal.??"
"sayang.!!" kedua gadis itu menoleh kesumber suara dari arah belakang Renata, disana sudah berdiri seorang cowok tampan dan tinggi dengan setelan kerja masih melekat di tubuh atletis nya.
"aku gak ngejamin kalo dia gak ngamuk saat denger kamu menyamakan dia dengan mahluk halus..!!" ucap lexa tersenyum..
"Rizal.!" panggil lexa kepada cowok itu, dengan santai Rizal mendekati lexa dan mencium kening lexa lembut, Renata menatap pasangan itu dengan wajah terkejut..
"kok kamu ada di sini.??" tanya lexa
"aku menelpon mu tapi gak di angkat.. aku akan tau kemana pun kamu pergi.!!" jelas nya mengelus pipi lexa lembut lexa mengangguk paham.
"kalian pacaran.??" tanya Renata dengan wajah kaget
Rizal menatap gadis di hadapan lexa dengan mata menyipit " sayang kenapa kamu masih bersahabat dengan gadis merepot kan ini.???" tanya Rizal tanpa dosa kepada lexa.
mata Renata melebar tidak terima di bilang merepot kan oleh nya "hey... ternyata mulut mu masih tetap beracun ya.??" imbuh Renata
"sedang kan kau.... tetap saja merepot kan.!" balas nya
"aku jadi ragu lexa menerima mu karna cinta apa karna kamu memakai jasa seorang dukun untuk memelet nya.??" ujar Renata sinis
"sembarangan kalo ngomong... kenapa apa kamu ingin aku kenalkan ke salah satu dukun, biar kamu bisa melepas kan julukan jomblo mu itu.??" ucap nya Rizal datar.
"kau..!!!.... sayang.!!" panggil nya pada lexa setelah melototi Renata
lexa hanya mengulas senyum mendengar pertengkaran mereka..
"udah hentikan..!!" ujar nya menengahi
"kamu gak percaya kan dengan ucapan Renata.?!" tanya Rizal dengan mata memelas
"idiot.!" ejek Renata mencibir.
"jangan di ambil hati... kayak gak tau sama Renata aja" ujar lexa..
mereka pun mengobrol ringan sekedar menanya kan kabar berulang kali Renata keceplosan menyebut nama Erick dan Dimas, membuat Rizal menampil kan aura dingin nya...
***
flassback
"sayang..!!" panggilan lembut itu mengalih kan seorang gadis dari hp yang dia pegang.
"baru pulang.??" ucap nya seraya menghampiri nya. gadis itu memeluk tubuh tegap di hadapan nya yang di sambut hangat..
"capek.??"
"sedikit tapi udah gak kok.. karna udah dapet tenaga lagi dari pelukan pacar aku.!!" ujar nya seraya menghirup aroma tubuh gadis itu melalui leher nya..
"geli ah." ujar nya sambil terkekeh saat sang cowok mengusel-usel leher nya memakai hidung.
__ADS_1
"aku kangen tau" ucap nya berbisik
"iya... aku juga."
"beneran.??" tanya nya menatap gadis itu yang di angguki sang gadis
ia menatap wajah cantik pacar nya dengan lembut, senyum dan aroma tubuh pacar nya menjadi candu bagi nya ia benar-benar mencintai gadis bermata coklat ini...
mata hitam nya berhenti di bibir ranum sang gadis pelan tapi pasti, ia mendekat kan bibir nya ke bibir sang gadis namun...
"zal... aku mau pulang.!" ucap nya mendadak membuat cowok itu menelan ludah nya.
"ke Indonesia.??" tanya nya menatap gadis nya.
"iya."
"kamu yakin.?? emang nya gak apa-apa pulang sekarang.. tunggu 2 atau 3 bulan lagi aja ya.??" bujuk nya
"aku kangen Renata zal." ujar nya seraya memeluk cowok itu.
"di telpon aja kan bisa"
"tadi aku udah nelpon cuma tambah kangen" rengek nya
"yaudah tapi kita bilang sama mamih ya." ucap nya lembut yang di angguki oleh lexa.
usaha bujuk rayu di keluarkan oleh lexa untuk meyakin kan mamih nya kalau dia tidak apa-apa jika pulang ke Indonesia..
flassback end
***
"gimana.?? apa udah ada kabar dari lexa untuk Renata.??" tanya salah satu cowok kepada teman nya yang baru datang
"satu Minggu ini gak ada lexa nelpon Renata,... cuma pas pulang ngampus tadi Renata pergi dengan buru-buru aku sempat mengikuti nya cuma kehilangan jejak.!!" ucap nya menyesal
"gak apa-apa besok juga bisa cari tau lagi." sahut sahabat nya yang lain.
Erick terdiam menatap foto lexa di ponsel nya firasat nya bilang kalau lexa sudah kembali tapi dia tidak tau harus mencari nya dari mana...
***
pria berjas hitam dengan kacamata hitam berjalan menyusuri lorong menuju ruangan atasan nya, dengan langkah cepat dan nafas terlihat ngos-ngosan dia mengetuk pintu sang majikan..
"masuk" suara berat terdengar dari dalam membuat pria itu menjadi gugup.
ia masuk dengan pelan dan melangkah ke hadapan tuan nya yang hanya berjarak meja kerja.
"ada apa.??". tanya nya dengan nada dingin
"tu-tuan ada informasi tentang nona alexa." ucap nya gagap
kegiatan orang itu terhenti dan beralih menatap bawahan nya dengan cepat dia bangkit menghampiri anak buah nya..
"kata kan dimana dia.??" tanya nya dengan tidak sabar
"penerbangan dari Kanada ke Indonesia membawa salah satu penumpang bernama Alexa Wijaya d-dan ini rekaman cctv di bandara.!" ujar nya menyerah kan flasdick ke tuan nya..
tanpa ba-bi-bu dia meraih rekaman itu dan menyambung kan nya pada laptop nya, terlihat di rekaman itu seorang gadis cantik dengan rambut sebahu memakai kacamata hitam menarik koper nya dengan seorang pemuda di samping gadis itu...
"lexa.." gumam nya dengan mata sudah memerah.
__ADS_1
"cari tau dimana dia tinggal sekarang" perintah nya yang langsung di laksana kan oleh bawahan nya, dengan lembut dia mengusap layar laptop nya sembari menatap sendu gadis di rekaman itu..
"aku merindukan mu Lex."