My Antagonis.??

My Antagonis.??
40.tidak ada perubahan


__ADS_3

hari ini ke empat tahun kepergian lexa dan Ratna dan selama empat tahun tidak ada informasi sedikit pun,selama itu pula seorang Reno tidak berhenti mencari keberadaan mereka...


sering kali dia melakukan perjalanan bisnis dari kota ke kota dengan sekalian mencari anak dan istri nya,meski tidak mendapat kan apa-apa namun tak ada kata menyerah bagi nya...


tidak ada perubahan pada diri nya sama seperti empat tahun lalu hidup dengan kepribadian dingin,tanpa tersentuh hari nya dia habis kan mencari anak serta istri tercinta nya...


"apa sudah ada perkembangan.??" tanya nya dengan menatap pemandangan kota dari ruangan nya..


"belum tuan." jawab sang asisten


"dimana kalian lexaa, Ratna.!!" gumam nya tanpa terasa air mata nya mengalir di pipi nya.


sang asisten hanya menatap nya iba sudah empat tahun si boss mencari keberadaan keluarga kecil nya, dan empat tahun itu juga dia sudah menyaksi kan kepurukan sang tuan tiap malam tidur hanya dua jam selebih nya di habis kan untuk kerja juga mencari sang istri dan si anak...


****


"Rick ini sudah 4 tahun kamu kek gini.." tegur seorang pemuda kepada sahabat nya.


teguran seperti itu sudah sangat sering dia dengar. beberapa tahun ini,bahkan tak ayal perkelahian terjadi di antara mereka karna sering menyinggung tentang gadis yang dia cintai...


4 tahun dia habis kan untuk mencari sang pujaan, bahkan orang tua nya sudah menyerah dengan sikap semakin dingin tak tersentuh nya..


hati nya terlalu dingin untuk sekedar membuka hati untuk gadis lain karna hati seorang Erick dirgantara hanya di penuhi oleh Alexa Wijaya...


tanpa terasa usaha nya mencari lexa selama 4 tahun lama nya, namun tidak ada info yang penting menyangkut sang gadis...


saat ini dia berada di bar mini di apart nya dengan sebotol minuman alkohol, jika dia kalut dia akan menegak kan minuman keras itu sebagai penenang nya dan menghilang kan penyesalan untuk sementara waktu...


"aku tidak akan berhenti sebelum menemukan nya.!" ujar nya pelan


****


seorang gadis baru keluar dari kampus dengan tampang suram, begitu nyata di wajah nya kalau saat ini dia sangat lelah dengan kegiatan kampus nya...


"capek ya.??" tanya seorang cowok di samping nya.


"menurut mu.??" ujar nya sewot,percaya lah saat ini dia sangat sensitif apa lagi dia sedang datang bulan membuat mood nya semakin menghilang.


"biasa aja dong mbak... kan cuma nanya.!!" ucap nya seraya meraup wajah gadis itu


"cuih tangan mu bau banget.. tuh tangan di pake apa siih .??" tanya nya mendelik kesal


"buat cebok.hehehe"


"hueekk.. najis... jorok banget" jerit nya geram


ddrrrttt dddrrrttt


acara pertengkaran mereka di henti kan oleh getaran hp yang berasal dari saku si cewek..


"siapa.???"


"gak tau..." jawab nya dan mengangkat panggilan itu.


"hallo"


"Hay bestie.!!"


tubuh gadis itu terpaku di tempat mendengar suara yang familiar,lembut,merdu dan ceria suara yang dia rindu kan selama 4 tahun ini,suara seseorang yang dia sayangi...


tanpa terasa air mata nya mengalir membuat cowok di samping nya menjadi heran dan panik..


"Renata kamu kenapa.??" tanya cowok itu panik


"hiks...hiks... lexa.!" ucap nya pelan sedang kan sang cowok bingung dengan renata yang menangis sesegukan..

__ADS_1


"jangan nangis... pasti jelek banget." suara tertawa renyah terdengar merdu di telinga Renata.


"selama ini dimana kamu.?? kenapa gak ada kabar hah.?? hiks... hiks.. aku pikir kamu sudah lupa dengan ku.!!" cerocos nya sekali-kali mengelap ingus nya..


"maaf ya"


"aku gak mau maafin kamu... aku ingin kamu pulang sekarang .."


"aku gak bisa."


"kenapa.?? kamu gak kangen sama aku.??"


"enggak tuh.. hahaha"


"sialan" umpat nya


tawa orang di sebrang telpon semakin terdengar membuat Renata tersenyum tipis..


"Nat aku tutup dulu nanti aku hubungi lagi"


"lexa...


tuut


panggilan di mati kan secara sepihak oleh lexa.


"iihhkk kok di matiin sih... setidak nya bilang dia ada dimana sekarang.. kebiasaan deh." gerutu nya menatap layar hp nya..


"Renata... siapa itu tadi.???" tanya cowok yang dari tadi hanya mendengarkan


Renata lupa jika dia bersama cowok bernama fairus di samping nya..


"dia sahabat ku dari SMP." jawab nya menyekah air mata


"dia ada di mana.??"


"oh" fairus mengangguk paham


"kenapa kamu nanya-nanya.??" tanya Renata menyelidik


"e-eh.. gak apa-apa kok.!! aku duluan ya.. bye.." fairus melesat pergi dari hadapan Renata yang menatap nya bingung..


"lexa.... apa dia.??" gumam fairus seraya mengendarai motor nya menuju apartemen...


***


seorang pemuda duduk di kursi kebesaran nya menghadap kaca pembatas antara ruangan nya dengan pemandangan kota, terdengar suara bising dari arah jalan raya karna kendaraan cukup padat sore ini, entah sudah berapa lama dia menatap arah luar bangunan dengan pandangan kosong...


di benak nya tak sedikit pun lupa dengan seorang gadis bermata coklat madu yang membuat nya frustasi selama 4 tahun...


mimpi tentang sang gadis terus hadir di tidur nya,bermacam-macam ekspresi di tunjuk kan gadis itu,kadang tersenyum cerah,menatap sendu dan kecewa bahkan ekspresi menangis membuat dada nya sesak seakan saluran pernafasan nya tersumbat...


"empat tahun lalu kamu yang berjuang... empat tahun kemudian aku yang berjuang mencari mu... kamu dimana Lex.. aku kangen sama kamu.!!" gumam nya dengan suara bergetar...


empat tahun dia mencari sang gadis di setiap negara tapi tak ada perkembangan, ia berkecimpung di dunia bisnis agar bisa memantas kan diri di hadapan gadis bermata coklat itu...


"kembali lah Lex... apa gak cukup menyiksa ku dengan penyesalan.??" bisik nya kembali seraya menggenggam sebuah figuran dengan foto gadis tersenyum bebas..


****


braaakkk braakk


pintu apartemen di gedor dari luar dengan kekuatan penuh membuat sang penghuni saling menatap, terlihat sebuah pertanyaan di wajah mereka...


siapa kira nya bertamu dengan tidak sopan.?? seperti itu lah pemikiran mereka..

__ADS_1


dengan langkah cepat salah satu cowok berwajah datar membuka pintu apart dan berniat untuk menghajar nya...


"Weh Weh... sabar dong ini aku fairus." cegah fairus dengan menahan tonjokan tangan orang itu.


"kamu ngapain sih pake ngedor-ngedor pintu segala... datang secara baik-baik kan bisa.??" sungut cowok itu


"ya maaf... soal nya aku mau menyampai kan hal penting... Erick mana.??" tanya nya celingukan


"tempat biasa.!!" tunjuk nya kearah bar kecil di ruangan itu mengguna kan dagu, fairus melihat ke arah bar dimana seorang pemuda tampan dengan baju kerja masih melekat di tubuh nya..


"jangan ganggu dulu nanti kamu di hajar." tegur teman nya


"Rick.!!" panggil fairus tak menghirau kan peringatan teman nya.


"biar kan aku sendiri." ucap nya dengan mata tajam membuat fairus kicep.


dengan langkah lesu dia menuju sofa ia mengambil minuman soda di atas meja dan menegakan nya hingga masih setengah.


"tadi kamu bilang ada hal penting... emang nya hal penting apa.??" tanya cowok berambut gondrong


"di kampus aku kan punya temen cewek... tadi pas mau pulang ada yang nelpon dia." ucap nya


"terus... hubungan nya sama Erick apa.??" tanya cowok bernama Sabil datar


"kalian tau siapa yang nelpon dia.??" tanya nya dramatise


"ya gak tau lah bego... orang dia nelpon di depan mu.!" ujar sabil kesal karena menurut nya bertele-tele.


"lexa.!!" jawab nya mantap


praaang


suara pecahan gelas mengaget kan beberapa cowok di ruang tamu, semua disana menoleh kearah suara disana sudah berdiri Erick dengan wajah syok di bawah kaki nya ada pecahan gelas berisi alkohol..


dengan langkah cepat dia menghampiri fairus "dimana kau melihat lexa.?? ayo bilang fairus dimana.?" tanya nya dengan suara setengah membentak namun bergetar


"rick... sabar denger dulu dia gak bisa nafas.!" ujar sabil menjauh kan Erick dari fairus yang merasa tercekik karna kerah baju nya di tarik Erick..


"uhuk.. uhuk... nanya nya bisa selow dikit gak sih...!" gerutu nya mengelus tenggorokan nya sedikit kebas


"mending kamu bilang deh yang sebenar nya." ujar Rio


"teman cewek aku tuh nama nya renata... dia mendapat kan telpon dari seorang yang bernama lexa, cuma aku gak yakin kalo lexa yang waktu itu!!" ucap nya merengut karna tenggorokan nya masih sakit


"Renata.??" gumam Erick. "Renata Dwita Prakoso.??"


"naah iya... kok kamu kenal.??" tanya balik fairus


"dia... dia sahabat nya Alexa." jelas Erick tersenyum tipis membuat mereka kaget pasal nya 4 tahun ini senyuman itu menghilang.


"aku harus menemui nya.!" ucap nya seraya menuju pintu keluar.


"Rick tunggu dulu... kamu jangan gegabah" cegah Rio menghadang langkah Erick


"minggir.. aku harus tahu keberadaan lexa Yo.!!!"


"kalo kamu tiba-tiba nyamperin dia.. bukan nya dia ngasih tau tapi kamu akan di marahin.." tegas Rio membuat Erick terdiam.


ucapan Rio memang benar dulu dia juga sudah menanya kan ini kepada Renata, tapi bukan nya menjawab malah dia yang di pojokan dan di marahi habis-habisan...


"terus aku harus apa Yo.??... aku sangat merindukan nya meski gak ketemu aku ingin mendengar suara nya meski sebentar.!" ujar nya seraya menjambak rambut nya frustasi


"kita tunggu waktu yang tepat... biar fairus mencari tahu dulu melalui Renata." jelas Rio yang di angguki yang lain.


"iya Rick... aku akan mencari tau keberadaan lexa lewat Renata." sahut fairus..

__ADS_1


terbesit sebuah harapan di hati Erick setelah mendengar kabar tentang lexa, dia berharap bisa bertemu langsung dengan gadis itu dan meminta maaf...


__ADS_2