My Antagonis.??

My Antagonis.??
39.penyesalan 2


__ADS_3

di lain tempat tepat nya di rooftop seorang cowok sudah terlihat berantakan, barang-barang di rooftop seperti kursi kayu dan sofa juga beberapa benda lain nya sudah terlempar di lain sisi rooftop...


tidak ada satu pun teman nya yang mendekati nya mereka memilih menjauh, melihat nya dari sudut rooftop tidak ingin mengganggu nya, mereka tau kalau teman nya sedang menyesali perbuatan nya...


wajah frustasi Dan mata penuh penyesalan tersorot nyata di mata hitam itu, semua umpatann caci maki sumpah serapah keluar secara lancar di bibir sang cowok, sudah berapa lama dia berada di posisi nya duduk dengan kepala menunduk tangan menjambak rambutnya secara brutal...


"aarrtgghhh brengsek.!!" entah sudah berapa kali dia berteriak seraya memukul dada nya keras..


"Rick.. hentikan.. kamu bisa cedera.!!" tegur cowok bernama Reki.


"sesak... di sini sakit Ki...!!" ujar nya putus asa "aku mencintai nya tapi aku buat dia terluka." lirih nya dengan mata pedih


"aku udah nyakitin dia... aku buat hati nya remuk di saat dia berusaha mengutuh kan keluarga nya..." ungkap nya penuh sesal


"harus nya aku ada di samping dia, memeluk nya,menenang kan dia, menjadi tempat kelu kesah nya tapi aku.... malah ikut nyakitin dia" jelas nya dan sekali lagi dia menarik rambut nya.


teman nya di sana hanya diam tidak tau apa harus mereka kata kan, karna mereka juga bingung mereka kira cewek itu memang pacar nya namun nyata nya hanya sebatas taruhan saja..


mereka tidak menyangka setelah tau kalo sahabat nya mendekati gadis itu hanya semata demi sebuah mobil, membuat mereka terkejut karena dari yang mereka lihat kalau Erick benar-benar menyukai nya begitu juga dengan cewek itu...


"aku sangat senang saat dia bilang juga menyukai ku... aku ingin memeluk nya saat itu dan gak akan melepaskan nya tapi lagi-lagi aku harus menahan nya... aaarrrggghhh sialan." teriak nya sekali lagi


"Rick.. mending kamu temui dia minta maaf siapa tau dia memaaf kan mu.!" saran Reki yang di angguki yang lain


"udah telat Ki." jawab nya lirih


"maksud nya.??"


"dia udah pergi... aku sudah mencari nya kemana-mana dan menghubungi nya tapi gak bisa... dia udah pergi Ki... udah pergi." racau nya lemah dia sangat menyesal saat ini harus nya dia tidak perdulikan taruhan sialan itu...


memang setelah dia melihat berita di grup sekolah dan kelas nya, di tambah ferum lambehtura juga menampilkan berita yang membuat dia terkejut dengan jantung berdebar kencang, dia mencari keberadaan lexa di setiap penjuru sekolahan berapa kali dia menghubungi nomor nya,namun tidak tersambung hingga akhir nya dia putus asa dan berakhir mengamuk di rooftop...


***


di lain sisi cowok bertubuh tegap dan berwajah tampan sedang mengutak ngatik laptop nya, di layar laptop itu terlihat beberapa kode atau angkat yang sulit di mengerti tangan nya sangat lincah di keyboard , jelas sekali mata hitam itu menyorot tajam...

__ADS_1


"kamu dimana Lex.??" gumam nya dengan jari masih menari di laptop nya.


sudah berapa lama dia meretas semua yang berhubungan dengan lexa, namun tak satu pun yang dia dapat kan..


braak


laptop yang semula ada di atas meja kini sudah mengenas kan di lantai, tidak ada satu pun informasi. tentang lexa seakan gadis itu menghilang di telan alam..


membuat nya frustasi sejadi-jadi nya...


***


kepergian lexa si gadis bermata coklat madu dengan senyum menawan, membuat ke 4 pria kalang kabut mencari nya mereka sudah mencari nya kesetiap penjuru kota namun tidak di temukan keberadaan gadis itu juga ibu nya..


menyisa kan penyesalan di ke3 cowok lain nya tidak ada informasi sedikit pun dari gadis itu, seakan kehadiran nya memang tidak ada di dunia ini...


kepribadian Dimas semakin dingin dan pendiam tidak ada satu pun yang berani mengusik nya termasuk para sahabat, setiap malam teriakan cowok itu sering terdengar di dalam kamar nya bahkan pasangan dirgantara tak mampu menenangkan cowok itu, Jika di tanya tidak ada jawaban sama sekali...


tidak berbeda jauh dengan Erick sang sepupu dia juga menjadi kepribadian tidak ingin di usik, setiap malam dia hanya menghabis kan waktu nya di area balapan seraya mencari sang gadis, tiap malam dia hanya mengamati satu persatu cewek di sana agar bisa menemukan sang pujaan...


begitu juga dengan Reno sang papih sejak kepergian kedua wanita nya, penampilan Reno jauh dari kata rapi, mata panda dengan bola mata memerah dan rambut acak-acakan di kantor sama sekali tidak fokus sering kali merenung dalam diam, mengingat kenangan bersama sang istri dan putri nya...


kenangan indah dan kenangan dia menyiksa istri nya menjadi satu di benak nya, semakin hari kepala nya semakin sakit dan pusing...


ddrrrttt ddrrttt


dia melirik layar hp nya di atas meja terterah nama ayu di sana membuat emosi nya membucak, dengan cepat dia meraih hp itu dan melempar ke arah dinding hingga hancur...


"aarrtgghhh ... BIMA...!!" teriak nya memanggil sang asisten.


"iya tuan." sahut Bima cepat


"cari tau tentang masa lalu ayu selengkap nya tanpa terkecuali." perintah nya yang langsung di setujui Bima.


"lexa... kalian dimana nak.??" gumam nya menatap gedung pencakar langit lain nya..

__ADS_1


****


"aaaahhh sialan..." maki seorang wanita dengan hp di genggaman.


"gimana mah... apa papah Reno mau kesini.??" tanya gadis itu dengan seragam acak-acakan


"mamah gak tau kenapa dia gak mau angkat, ini sudah 1 Minggu dia gak kesini dan gak mau angkat telpon mamah." jelas nya yang masih berusaha menghubungi orang itu


"mah... aku udah gak tahan di bully kek gini.. masih mending kalo lexa yang bully karna Dimas akan simpati ini enggak..." gerutu nya


"kenapa kamu di bully seperti ini Elis.??" tanya ayu


"aku gak tau mah... di sekolahan video kita diruang kepsek tersebar dan video aku jatuh dari tangga juga tersebar mah.... dan banyak lagi foto-foto om Reno bersama kita mah... sekarang mereka membenci ku.!!" jelas nya putus asa


"gak bisa di biarin kalo gini... kita harus minta bantuan Reno.!!" ucap ayu gelisah.


"gimana cara nya mah... di telpon kan gak bisa.??"


"hanya ada 1 cara.!"


"apa mah.??"


"kita datangi ke rumah nya... dengan begitu kita bisa merayu Reno kembali.!!" ucap nya dengan senyum licik nya dengan di ikuti oleh Elis...


***


"dim kamu kenapa nak.??" tanya seorang wanita dengan nada cemas.


di depan nya seorang cowok duduk termenung di salah satu bangku taman belakang rumah dengan mata kosong, tak ada jawaban dari bibir cowok itu mata nya hanya menatap kedepan dengan pancaran penyesalan..


wanita itu menarik nafas lelah itu sudah pertanyaan yang sering dia sebut kan dalam satu Minggu ini, gak anak gak keponakan selalu berekspresi sama hanya raut penyesalan dan kehilangan..


kenapa dengan mereka.?? pikir nya bingung karna tidak ada yang mau menjawab pertanyaan nya..


"yaudah... bentar lagi masuk ya udara nya sudah mulai dingin nanti sakit.!!" ucap wanita itu mengingat kan lalu dia masuk ke dalam rumah meninggal kan cowok itu..

__ADS_1


"Lex... maafkan aku... kembali lah Lex.!!" gumam nya pelan seraya mengusap layar hp nya yang menampil kan foto gadis bermata coklat dengan senyum lebar nya...


__ADS_2