My Antagonis.??

My Antagonis.??
27.kenyataan yang menyakitkan


__ADS_3

"mamih.!!" panggil lexa seraya menyusul ke atas.


"lexa.!" Rizal pun menyusul gadis itu dengan sedikit berlari..


dia menaiki tangga dengan cepat di depan nya sudah ada lexa yang berulang kali mengetuk pintu kamar mamih nya..


"mih... mamih.!!!." panggil lexa mengetuk pintu.


"Lex.!!" Rizal menghampiri nya mata gadis itu sudah merah ingin menangis.


"mamih... buka pintu nya.!!" panggil nya sekali lagi dengan nada bergetar.


"Lex... udah ya... mungkin Tante butuh waktu sendiri.!!" Rizal meraih tangan gadis itu dan menggenggam nya.


"zal... mamih kenapa.. aku takut zal hiks.hiks.!!" akhir nya gadis itu menangis setelah sempat dia tahan, dia tau pasti terjadi sesuatu dengan mamih nya, karna melihat raut wajah wanita itu seakan habis menangis sedang kan papih nya tidak terlihat pulang bersama mamih nya, bukan kah mereka bilang keluar kota karna ada pekerjaan kenapa mamih nya pulang sendiri dengan raut wajah habis menangis...


"shuutt... kamu tenang dulu... kita tunggu aja sampai Tante keluar kita baru tanya..!!" Rizal menangkup pipi gadisnya lembut...


"ayo kita biarkan dulu Tante sendiri."


lexa mengangguk seraya mengikuti langkah cowok itu menuju kamar nya, sekali-sekali dia menoleh kepintu kamar mamih nya berharap pintu itu terbuka namun nihil...


seharian ini lexa gelisah menunggu mamih nya keluar kamar, berulang kali dia duduk dan berdiri menghilang kan rasa gelisah nya, sudah berapa jam dia menunggu sang mami tapi tak terlihat bayangan nya pun..


"zal... mamih kok gak keluar ya.?? apa terjadi sesuatu.??" tanya nya cemas menatap Rizal.


Rizal meraih jari gadis itu lembut "jangan berpikiran buruk dulu... Tante tidak akan kenapa-kenapa.!!" ucap nya mengelus wajah teduh gadis itu...


"tapi zal... kira-kira mamih kenapa ya.??? lalu kenapa papih gak bareng mamih.?? bukan nya mereka keluar nya bareng.??" tanya lexa berturut-turut, Rizal membawa gadis itu kepelukan nya dia tidak ingin gadis ini terus gelisah seperti sekarang...


"mungkin om ada urusan.!!" jawab Rizal pelan dengan masih memeluk lexa.


lexa hanya diam sembari berdo'a agar sang mamih baik-baik saja.. mata Rizal menyorot tajam ada kemarahan di sana..


jika sampai menyakiti lexa siap-siap saja kau menderita... batin Rizal geram..


sedang kan di kamar wanita itu menatap foto keluarga nya dengan tatapan kosong, jauh di uluh hati nya teramat sangat sakit menggerogoti jiwa nya..


beberapa tahun ini dia menyembunyi kan semua dari anak semata wayang nya hanya untuk kebahagiaan sang anak, tapi pada akhir nya dia tidak sanggup bertahan lagi hati nya sudah mati rasa ..


satu-satu nya sebagai penguat adalah sang anak gadis nya yang cantik, senyum anak nya lah sebagai sumber kekuatan bagi nya senyum manis yang ingin selalu dia lihat...


sering kali dia merapal kan sebuah kata di hati nya agar terus bertahan meski harus sakit,masih ada anak nya sebagai cahaya di saat dalam kegelapan..


"kau tega sekali mas.!!" gumam nya lalu menangis sesenggukan...


*****


lexa membuka mata nya yang masih terasa lengket mata nya memicing saat cahaya lampu memaksa masuk ke netra coklat nya, dia melihat ruangan itu secara seksama dapat dia yakini kalo dia ada di kamar ..


dia ingat kalau dia tertidur di dalam pelukan Rizal di ruang tamu tadi, dia menoleh ke jendela di sana terlihat langit sudah berwarna hitam yang menanda kan kalo hari sudah malam..


cekleeekk


pintu kamar nya terbuka masuk lah wanita paruh baya namun masih awet muda dan cantik..


"mamih.!" panggil lexa bangkit dari tidur nya


wanita itu tersenyum lembut kepada sang anak dia memeluk anak nya erat, seakan tidak ingin menjauh dari gadis itu..


"mamih... lexa kangen.!!" rengek nya manja


"mamih juga kangen lexa." jawab nya lembut


"tadi mamih kenapa.??" tanya lexa lagi


wanita itu kaget dengan pertanyaan anak nya dia bingung mau jawab apa, karna belum waktu nya gadis itu tau...


"mamih...

__ADS_1


"lexa.!!" panggil seorang cowok dari arah pintu kamar, membuat wanita itu menghela nafas lega..


anak dan ibu itu menoleh di sana sudah ada Rizal dengan baju santai nya yang terlihat tampan.


mata lexa menyipit melihat Rizal tak biasa nya cowok itu berbaju casual di rumah.


"mau kemana zal.?? gak biasa nya pake baju keren gitu.? biasa nya juga cuma pake kolor dan kaos oblong ??" tanya nya curiga.


mamih lexa hanya menggeleng melihat anak gadis nya ini.


"loh... kamu lupa ya.? tadi siang kan kita sudah janji kalo bakal jalan malam ini, gimana sih.?" ujar nya kesal


"hah.?? iya kah.?? perasaan gak ada deh.?"


"tuh kan lupa..!! ayo buruan ganti baju." ucap Rizal lagi membuat lexa berhenti mengingat nya.


"iya aku ganti baju dulu.!" dia beranjak dari kasur menuju kamar mandi..


tinggal lah Rizal dan mamih lexa di sana dalam keadaan sunyi..


"apa Tante tetap ingin bertahan.??" tanya Rizal memecah keheningan di antara mereka.


wanita itu menelan ludah nya yang terasa pahit sama seperti kehidupan nya saat ini.... pahit dan menyesakkan.


"Rizal sudah bilang... buat akan mempertahan kan orang brengsek seperti itu ??" ujar nya kembali dengan sorot mata tajam.


"Tante melakukan ini demi lexa zal." jawab nya kemudian


"Tante gak perlu menyiksa diri seperti ini... aku yakin lexa akan mengerti.!!"


dia sekuat tenaga menahan air mata nya agar tidak jatuh,setidak nya gak sekarang tunggu anak nya pergi dulu...


lexa keluar dengan baju santai dia menenteng tas selempang nya dan menuju sang mamih.


"lexa pergi dulu ya mih...!!" dia mengecup pipi mamih nya lalu pergi bersama Rizal. setelah tak terlihat dia kembali menangis di kamar lexa yang di temani keheningan sama seperti hati nya...


"zal kok mendadak banget kamu ngajak jalan nya.??" tanya lexa heran setelah dia memasang sabuk pengaman,mereka sudah berada di dalam mobil dengan Rizal yang menyetir.


"bu-bukan gitu cuma mendadak aja kamu ngajak jalan nya... apa lagi pas mamih ada di rumah.. kemaren-kemaren enggak kan.!!" imbuh lexa gugup


"pengen aja jalan sama kamu... aku kan udah lama disini masa gak jalan.!!" ujar nya sambil menyalah kan mobil, bukan tanpa alasan dia mengajak gadis ini keluar dia hanya ingin memberi waktu Tante Ratna menyendiri,apa lagi tadi lexa menanyakan keadaan wanita itu bisa-bisa akan menimbulkan kecurigaan buat gadis itu...


"oh ya zal... kita mau kemana.??" tanya lexa melirik Rizal di samping nya


"pasar malam.!!" jawab nya singkat, lexa hanya mengangguk paham.


"zal.. perasaan tadi kita gak ada janji keluar deh.!" tanya nya lagi dengan nada menyelidik


"kamu lupa lexa... tadi kamu sendiri loh yang minta jalan.!!"


lexa hanya diam mengingat nya tapi gak ada ingatan dia ngajak cowok itu jalan... apa ada yang di sembunyikan Rizal.?? pikir lexa melirik Rizal yang fokus menyetir...


***"


sebuah keluarga kecil yang terdiri dari pasangan dan juga kedua anak perempuan sedang menikmati liburan mereka di sebuah taman pasar malam, dapat dilihat keluarga itu sangat bahagia menikmati kebersamaan mereka...


karna terlihat senyum bahagia terus terpancar di masing-masing wajahnya,,apa lagi wajah seorang gadis dan adik perempuan nya mereka bermain di segala permainan di sana seakan tidak ada hari esok..


begitu juga dengan pasangan itu tersenyum melihat kedua anak nya yang bermain di sana..


"mas... makasih ya sudah ngajak anak-anak main kesini.!" ucap wanita yang umur berkisar 32 tahun itu.


pria itu menoleh melihat wajah wanita itu meski tidak muda tapi tetap cantik sama seperti 10 tahun yang lalu...


"iya sama-sama... bahagia mu bahagia ku juga.!!" jawab nya lembut sambil mengelus rambut perempuan itu sekilas, lalu menatap anak-anak nya di depan sana...


meski mata nya menatap lurus ke depan namun pikiran nya jauh mengingat seorang wanita paruh baya namun cantik yang sekarang ini menyandang sebagai istri nya...


jauh di hati nya ada rasa rindu dan penyesalan karna selalu menyakiti wanita yang selama ini mendampingi nya dari nol, hingga di karuniai seorang putri cantik dan pintar...

__ADS_1


ia menarik nafas beratnya dia tidak tau apa jadi nya jika putri cantik nya mengetahui kelakuan nya yang menyakiti sang mamih, apa dia akan di benci.??


pria itu menggeleng keras kala membayang kan mata coklat putri nya menatap tajam dan penuh kebencian pada nya, tidak... aku tidak mau itu terjadi.!! batin nya


"kamu kenapa mas.??" tanya wanita itu cemas


"enggak ... mas gak apa-apa kok." jawab nya cepat dengan tersenyum lembut namun di paksa


"mamah.!!... papah.!!" panggil kedua anak itu sambil melambai kan tangan.


pasangan itu membalas lambaian mereka dengan wajah sumringah,tidak lama kedua anak itu menghampiri mereka...


"gimana... seru main nya.??" tanya sang papah


"yeah.!!" jawab mereka serempak seraya tertawa bersama.


tanpa mereka sadari ada dua pasang mata memperhatikan mereka, mata berwarna hitam menatap tajam dan marah secara bersamaan dan yang bermata coklat menatap tidak percaya...


di dalam mata coklat itu banyak pertanyaan-pertanyaan bermunculan disana,berulang kali dia meyakin kan hati nyaa jika dia salah lihat atau salah orang,namun berulang kali juga kenyataan menampar nya...


dia berusaha melangkah menghampiri keluarga itu meski kaki nya berat,namun belum juga melangkah sebuah tangan menahan nya...


ia menatap sang pelaku dengan mata sudah memerah dan terluka...


"kita pulang aja." ujar nya menggenggam erat tangan sang gadis .


"lepas... aku mau kesana." ucap nya dengan suara pelan namun bergetar...


"ayo." dia menarik gadis itu menuju mobil nya.


"lepasin zal... aku mau kesana aku mau samperin mereka." gadis itu bersikeras melepas kan genggaman gadis itu..


"IZAL.. LEPASIN.!!" teriak nya pada akhir nya dengan nafas yang sudah memburu dan mata yang sudah mengeluarkan air mata, langkah cowok itu terhenti namun tidak melepas kan tangan nya.


"lantas... kalo kamu menghampiri mereka apa yang akan kamu lakukan hah.??!!... marah.?? mengamuk.?? itu yang akan kamu lakukan.??" tanya Rizal tak kalah kesal nya..


lexa terdiam melihat cowok itu yang baru kali ini terlihat benar-benar kesal... yah pasangan muda itu adalah lexa dan Rizal, saat memasuki pasar malam mereka berniat bermain seperti yang lain namun belum juga sempat bermain,pemandangan yang menyesakkan terpancar jelas didepan mata mereka...


"kamu sudah tau kan.??" tanya lexa pelan sambil menatap lurus ke mata hitam milik Rizal..


Rizal membuang muka nya kesamping dada nya sesak melihat mata coklat penuh luka di depan nya ini,...


"jawab zal... kamu udah tau semua nya kan.??" tanya nya sekali lagi


"iya." jawab nya singkat namun sangat ampuh menusuk hati lexa.


"mamih.... tau.?" suara nya pelan hampir tidak terdengar oleh Rizal, lagi-lagi cowok itu mengangguk pelan..


lexa menarik nafas dalam dada nya sakit,hati nya hancur tanpa terasa air mata nya jatuh tanpa izin, dia merasa bodoh di sini hanya dia yang tidak tau apa-apa seakan semua baik-baik saja tapi nyata nya semua sudah retak seribu hanya menunggu waktu nya untuk hancur...


"jadi... hanya aku yang gak tau.?? kenapa aku merasa di bodohi.??" mata nya memancar kesakitan Kala menatap Rizal lagi-lagi dada cowok itu seperti di hantam ribuan jarum. sakit dan perih..


"Lex...


"kenapa zal ???... kenapa gak ngasih tau aku.??"


"Lex...


"aarrrgghh" jerit lexa menarik rambut nya kasar. orang yang tidak jauh dari mereka menatap nya iba mungkin kebanyakan dari mereka mikir kalo pasangan itu hanya bertengkar biasa...


"Lexa... sayaang... jangan kek gini.!!"


ucapan Rizal sama sekali tidak terdengar di telinga gadis itu,pikiran nya di kendali kan oleh hati nya yang sakit, kebersamaan nya,kebahagiaan nya dan keluarga penuh cinta ternyata palsu...


sakit fisik dia dapat menahan nya tapi tidak hati nya dia rapuh, dia lemah jika masalah hati, bayangan papih nya tersenyum bahagia bersama orang lain sangat menyesak kan.. bagaimana nasib mamih nya yang hidup di dalam kepalsuan selama ini,entah berapa lama wanita itu menahan nya..


ini terlalu mendadak bagi nya terlalu cepat dia tau, kenyataan yang sangat menyakitkan untuk dia terima..


gadis itu jatuh pingsan dengan sigap Rizal menangkap tubuh mungil itu...

__ADS_1


seorang gadis menatap nya tersenyum miring di antara keramaian...


"ini baru awal lexa.. nikmatilah hari tenang mu karna masih ada kejutan yang menunggu mu.!!" ujar nya dengan tersenyum licik


__ADS_2