
"Lexa apa gak bisa kita seperti dulu.??"
suara lirih namun penuh harap membuat gadis bernama lexa menatap mata hitam di hadapannya,dia tidak habis pikir dengan cowok bermata hitam menatap nya sendu,dulu dia sangat menyukai mata itu yang melihat nya berbinar serta senyum lembut nya.
lexa menarik napas lelah dia tidak tau kenapa bisa berawal di sini bersama orang yang ingin dia hindari,Erick dirgantara yaah cowok yang menatap nya sendu adalah erick,ia berniat ke kelas Rizal karna sang kekasih menelpon nya minta di jemput,karna dia tidak tau kelas lexa tapi sekarang dia di hadang oleh cowok itu dan meminta untuk kembali...
"kamu sadar gak apa yang kamu kata kan ini.??" ucap lexa menatap tepat di mata cowok tampan itu.
"aku sadar... bahkan sangat sadar.... Lex apa gak ada kesempatan untuk aku memperbaiki nya.??"
penyesalan sangat terasa di hati nya rasa sakit terus menghujam dada cowok itu,dia menyesal dulu mempermain kan gadis ini,sekarang dia sudah benar-benar sadar jika perasaan nya sangat dalam pada lexa si gadis bermata coklat,dia harap gadis ini bisa kembali pada nya...
" aku tidak tau apa yang kamu maksud 'kembali seperti dulu?' seingat ku kita tidak punya hubungan apa pun, kecuali hubungan petaruh dan korban"
ungkapan lexa membuat Erick menelan ludah nya kasar,benar.!! dia tidak punya hubungan dengan lexa kecuali sebagai petaruh,rasa sakit yang dia rasa kini semakin sakit mendengar ucapan lexa...
melihat keterdiaman Erick gadis itu beranjak dari sana namun sebelum ia melangkah,sebuah tangan memeluk nya erat dari belakang membuat tubuh nya kaku dan tegang.
"aku mohon Lex maaf kan aku... aku mohon.. aku sangat menyesal waktu itu aku benar-benar khilaf Lex, tapi percaya lah dari dulu hingga sekarang aku masih menyukai mu" racau nya seraya memeluk erat tubuh lexa..
di sisi lain Rizal berjalan sambil melihat-lihat papan tertulis di pintu kelas,ia mencari kelas sang pujaan karna sudah sangat lelah menunggu namun lexa tak kunjung datang,jadi dia memilih untuk menghampiri meski akan tersesat nanti nya...
"hy"
disaat dia melihat-lihat sebuah suara malah menghadang nya,dia sangat tidak nyaman melihat tatapan gadis menor di hadapan nya ini sangat mengganggu menurut nya,membuat sakit mata dia tak memperdulikan gadis itu dan memilih beranjak dari sana.
"hey... kenal kan aku Rika." ucap nya menghadang Rizal dari depan. namun cowok itu Kembali berjalan...
"kamu nyari kelas lexa ya.??" tanya nya kemudian,membuat langkah Rizal berhenti namun tak menoleh.
"tadi aku lihat dia ke taman belakang... eemmmm"
"dimana.??"
gadis itu terperanjat mendengar suara dingin dan menekan dari cowok itu,tanpa sadar tangan nya meremas tali tas nya seraya menelan ludah,ia menatap mata dingin juga tajam itu dengan perasaan berkecamuk ini pertama kali nya ia menghadapi pria dingin seperti orang di depan nya ini...
"dimana.??" tanya nya sekali lagi...
__ADS_1
"lu-lurus aja dan belok kanan,itu jalan ketaman belakang" ujar nya gugup
tanpa membuang waktu Rizal menuju arah jalan yang di tunjuk gadis mengaku bernama Rika itu,entah kenapa ada perasaan ganjal di hati nya apa lagi tadi pagi para cowok menatap kekasih nya penuh puja,dia tidak suka tatapan itu langkah nya semakin cepat menuju taman.
dari kejauhan dia dapat melihat seorang gadis berdiri namun dia bisa menebak gadis itu sedang di peluk,karna seorang cowok membekap gadis itu dari belakang.
"waaahhh mereka sangat mesra.." kembali suara menyebal kan itu memenuhi telinga Rizal,ia tidak menoleh karna dia sudah menebak pemilik suara itu yang bukan lain adalah gadis menor tadi,entah apa mau nya hingga mengikuti nya kesini.
"mereka sangat cocok,lexa cantik Erick ganteng waahh couple yang sangat romantis, 1 Minggu yang lalu Erick juga ngungkapin perasaan nya pada lexa,kau tau itu sangat manis" ucap nya melirik orang di samping nya,mata nya membelalak kaget melihat raut wajah Rizal yang sangat menakut kan,ia mundur beberapa langkah guna menghindari tatapan membunuh pemuda itu....
sedang kan di tempat lexa gadis itu berusaha melepas tangan menjerat perut nya,ia tau ini salah Erick adalah masa lalu nya meski ada sisa perasaan tapi itu bukan cinta,hati nya sudah sepenuh nya milik Rizal dan dia tidak mau terjadi kesalah pahaman jika Rizal melihat mereka.
"lepas" ucap lexa berusaha melepas tangan itu namun tidak bisa.
"AKU BILANG LEPAS ERICK.!!" bentak lexa keras hingga suara nya terdengar sampai ke tempat Rizal,pemuda itu kembali menatap lexa di depan sana yang sudah menatap Erick nyalang,tatapan itu?? Rizal tau jika tatapan itu dia layangkan pada seseorang jangan harap orang itu bisa menerima maaf dari nya..
"aku tidak tau kenapa kamu seperti ini.?? meminta ku kembali seperti dulu.?? apa maksud mu ?? kembali menganggap mu sebagai pujaan??? pacar.?? atau teman.?? yang akan kamu pertaruhkan lagi.???" tanya beruntun lexa yang tak dapat Erick jawab,ia menatap mata coklat yang menatap nya sama seperti 4 tahun lalu... kecewa
"sekarang apa yang kau ingin kan lagi.??? sebuah apartemen.?? fans houses.??? lapangan golf.?? APA LAGI RICK.??" teriak lexa di akhir kata nya,ia menahan air mata yang sejak tadi keluar,perasaan terluka kembali menganga yang di sebab kan oleh orang di depan nya ini...
Erick tertegun melihat lexa yang menahan sesuatu ia tidak bisa berkata-kata lagi,lidah nya sangat keluh ia sadar luka gadis ini di sebab kan oleh nya,siapa yang tidak sakit jika orang yang kita sukai menganggap perasaan itu hanya sebagai taruhan.??
"le-lexa maafkan aku... aku
"tidak perlu... kau menjauhi ku saja itu sudah cukup untuk ku" potong lexa tegas,mampu membuat Erick menatap nya sendu,ia tidak bisa menjauhi lexa ia benar-benar mencintai lexa sejak pertama kali mereka bertemu,Erick menggeleng ribut...
"tidak Lex... aku gak bisa." ujar nya meraih tangan lexa.
"aku tidak peduli" jawab nya menepis tangan Erick kasar.
Erick tetap saja menggeleng,dia tidak peduli lexa suka diri nya atau tidak yang jelas dia ingin berdekatan dengan lexa..
"okey baik lah... tapi bisa kah kita menjadi teman.??" tanya nya dengan mata berharap.
kening lexa mengerut mendengar pertanyaan Erick,begitu juga Rizal ia tidak suka lexa berdekatan dengan cowok lain selain diri nya ingin sekali dia kesana dan menghajar Erick,tapi dia juga ingin mengetahui jawaban lexa sedang kan Rika yang mendengar pembicaraan lexa tidak menyangka jika Erick segitu ingin nya bersama lexa,seorang Erick dirgantara terkenal sifat dingin nya pada siapa pun dan sekarang apa ini.?? dia melihat Erick mengemis ingin berdekatan dengan Alexa Wijaya.??
"tidak" jawab lexa tegas,memudar kan mata berbinar Erick.
__ADS_1
"aku memiliki pacar dan aku tidak mau dia salah paham dengan pertemanan yang kau katakan itu... dia tidak suka aku berdekatan dengan cowok lain jadi aku tidak bisa" ucap nya lalu pergi dari sana...
rizal mendengar itu tidak bisa menutupi hati senyum nya tanpa sadar dia tersenyum senang,iya Alexa memang seperti itu jika dia menyukai sesuatu dia tidak akan muda terpengaruh dengan yang lain,begitu dengan perasaan nya jika dia mencintai maka sampai kapan pun hanya 1 orang yang dia cintai begitu dengan melepas kan,tak akan dia pungut lagi jika dia buang...
"dia adalah gadis ku... jangan coba-coba berpikir untuk masuk dalam hubungan kami" ucap nya dengan mata memperingati pada gadis di samping nya lalu berlalu menyusul lexa..
Rika terdiam mendengar peringatan itu, kata-kata Rizal bukan hanya peringatan tapi dia ngerti jika itu adalah ancaman bagi nya.
Rizal berjalan menuju parkiran di sana sudah ada lexa dan Renata menunggu sambil ngobrol,dia menatap wajah teduh gadis yang menyandang pacar nya rasa bahagia tidak dapat dia tutupi,ia berjalan menuju lexa dan langsung memeluk nya membuat Renata kembali merengut karna acara berdua nya di ganggu lagi..
"minggir... pengganggu" hardik Renata
Rizal mendengar itu menoleh dengan mata mengejek "ya ampun aku tidak melihat jika ada hama di sini"
"kau.."
"sudah hentikan..." seperti biasa lexa selalu menjadi penengah di antara mereka...
"kamu kenapa.??" tanya lexa melihat Rizal yang terus menatap nya memuja membuat lexa sedikit ngeri.
"gak ada.... aku hanya kangen"
"lebay" sahut Renata dengan mata jijik nya.namun tak di hirau kan Rizal ia memilih menelungkup kan wajah nya pada leher lexa.
"ayo pulang... tinggal kan saja cewek gila ini" ucap Rizal tanpa dosa menunjuk wajah Renata.
"kau yang gilaa... kalian berdua gila" maki Renata di depan pasangan itu yang sudah tergelak tertawa melihat wajah kesal Renata...
tidak lama Renata di jemput dia memeluk lexa erat sambil menatap Rizal dengan wajah menyebalkan,sedang kan Rizal menatap nya kesal,setelah memeluk lexa dia pun pergi begitu juga dengan lexa dan Rizal...
"aku mencintai mu Lex" ungkap Rizal mencium sekilas bibir lexa saat mereka sudah di dalam mobil,lexa mendengar itu sedikit bingung,tidak biasa nya Rizal mengungkapkan perasaan nya seperti sekarang meski dia tau cowok itu memang mencintai nya.
"aku juga"
mereka pun meninggalkan parkiran menuju kediaman mereka,tanpa mereka tau ada 3 pasang mata menatap mobil itu dengan tatapan berbeda...
"*maafkan aku"
__ADS_1
"aku ingin kamu kembali Lex"
"kau hanya milikku Alexa Wijaya*"