
Alexa terbangun dari tidur nya karna merasa lapar,ini sudah sering ia alami bahkan Juna sudah menyiap kan makanan sejenis cemilan di kamarnya agar dia tidak repot kedapur,namun kali ini dia ingin makan nasi goreng ayam suwir tapi jam sudah menunjuk kan jam 1 malam,Alexa menoleh kesamping nya dimana ada Juna yang tertidur pulas disamping nya dengan tangan berada di perut nya yang sudah mulai membuncit..
Alexa sudah sangat lama bersama Juna jika di hitung sudah 1 setengah bulan,selama itu Juna begitu perhatian layak nya seorang suami kadang pemuda itu juga mengelus perut Alexa menimang bayi di perut nya,dan itu membuat rasa hangat menjalar di hati Alexa.
"Jun... Juna bangun" Alexa mengguncang tubuh kekar Juna.
enghuu
"ada apa sayang.???" tanya Juna khas suara serak nya.
"aku lapar" ujar Alexa
"aku ambilin makanan dulu ya"
"gak mau... aku pengen nasi goreng ayam suwir.!!" ucap Alexa setengah merengek,Juna terdiam sejenak lalu mengangguk.
"yaudah... aku masakin dulu kamu tunggu sini ya.!!" ucap Juna yang segera di angguki Alexa,Juna mengecup kening Alexa lembut lalu keluar dari kamar mendapat perlakuan itu Alexa merasa bersalah,terutama terhadap Rizal.
"gimana kabar kamu zal.?? aku kangen,lihat perut aku sudah mulai membuncit" bisik Alexa mengelus perut nya.
ia menatap langit dari arah jendela sudah 1 setengah bulan dia bersama Juna,dia sangat merindukan Rizal serta orang tua nya tapi tidak bisa kembali Juna benar-benar memutus kan koneksi mereka,lexa hanya berharap Rizal segera mengetahui keberadaan nya meski dia merasa nyaman disini apa lagi Juna benar-benar perhatian terhadapnya.
tidak berselang lama Juna masuk kamar membawa nampan berisi kan nasi goreng dan air putih,Alexa tersenyum melihat pemuda tampan itu yang persis seorang suami perlakuan nya sangat membuat Alexa nyaman.
"makan lah... setelah itu tidur lagi" ucap Juna lembut,Alexa mengangguk singkat lalu memakan masakan Juna yang menurut nya enak...
****
keesokan hari Alexa sudah rapi dia tampak cantik dengan dres berwarna paece selutut nya,ia bergelut di dapur membuat sarapan meski para maid melarang nya namun gadis itu tak mendengarkan,dia sudah biasa memasak dari dulu jadi sampai sekarang tetap ia lakukan walau di larang Juna.
"pagi sayang.!!" sapah Juna tak lupa ciuman dikening Alexa,gadis itu hanya tersenyum kecil dia sudah mulai terbiasa dengan Juna sekarang.
"mau sarapan pake apa ??" tanya Alexa.
"roti aja sayang...!!"
dengan cekatan gadis itu mengambil kan nya dan memberikan pada Juna,pemuda itu menerima nya dengan senang hati.
"lain kali kamu gak perlu melakukan ini... masih ada pelayan yang bisa melakukan nya,aku gak mau kamu capek" ucap juna.
"gak apa-apa... aku udah sering masak kok"
"sayang kamu itu lagi hamil nanti kecapekan.!!" bujuk Juna,dia sudah sering menegur Alexa tapi tidak di dengar.
"gak akan Jun... buktinya aku baik-baik aja" sahut lexa tersenyum lembut,melihat itu Juna hanya pasrah..
__ADS_1
"hari ini aku akan kekantor... kamu baik-baik dirumah ya,aku akan pulang cepat"
Alexa cuma mengangguk dia juga tidak bisa kabur dari tempat ini,secara dimana-mana ada penjaga atau cctv apa yang bisa di lakukan oleh wanita hamil seperti nya,menguras tenaga salah sedikit anak nya akan dalam bahaya.
"ini aku buat kan kamu bekal, makanan di luar kurang sehat" ucap lexa menyodor kan kotak bekal,Juna menerima nya dengan senyuman ia mencium seluruh wajah Alexa kecuali bibir karna belum saat nya,setelah itu dia pamit berangkat kerja...
selama diperjalanan pemuda itu tak hentinya tersenyum hingga asisten nya sedikit ngeri,dia tau selama hampir dua bulan ini sang tuan terus tersenyum wajah suram yang dulu ia lihat sudah tidak ada digantikan dengan wajah berserinya,dan dia tau penyebab nya yaitu nona muda yang sekarang di mansion sang majikan awal melihat gadis itu ia juga mengagumi kecantikan nya,tidak salah jika tuan nya tergila-gila pada gadis itu memang sangat cantik...
dan dia juga mendengar kalo gadis itu mantan pembully tapi selama ia lihat beberapa waktu ini,gadis itu hanya terlihat sifat lembut nya apa lagi wajah teduh nya membuat siapa pun akan terpikat...
mobil mewah itu masuk parkiran kantor dan Juna langsung keluar Yang dimana semua karyawan menyambut nya,tapi wajah itu kembali datar dan dingin.
kemana wajah berseri nya tadi..?? pikir Yuda sang asisten.
Juna membuka pintu ruangan nya namun tubuh nya mematung dengan mata melebar kaget,dimana terdapat 4 laki-laki menatap nya membunuh aura mereka juga bukan main sangat terasa padanya.
"maaf tuan mereka memaksa masuk,bahkan mengancam karyawan jika tidak mengizin kan mereka masuk" jelas sekretaris nya bergetar,Juna mengkode agar cepat pergi begitu dengan Yuda asisten nya ia suruh pergi.
"waaw sudah sangat lama kita tidak bertemu.!!" sapah Juna ramah kepada ke4 pria disana.
"dimana kau selama ini.??" tanya pria bermata hitam.
"aku memiliki urusan penting dan hari ini baru kembali... ngomong-ngomong ada perlu apa kalian kekantor ku, dan ini pemandangan yang sangat menakjubkan dimana tuan muda wigantara akur dengan tuan muda dirgantara... waah tuan Wijaya juga hadir ya... oh hay Rizal.!!" ucap nya disertai senyuman,ia duduk di kursi kebesaran nya santai.
Juna terdiam mendengar pertanyaan itu dia menatap mereka satu persatu yang menatap nya tajam.
"aku tidak tau... apa Alexa menghilang.??" tanya nya dengan wajah kaget,membuat ke4 nya mengernyit.
"jangan main-main dengan kami Juna... kami tau kau yang membawa Alexa kan.??" tuding Rizal geram
"kau tidak bisa menuduh ku tanpa bukti.." jawab Juna dingin
"kau masih menyangkal nya.??"
"ayolah om... aku sama sekali tidak tau dimana Alexa,lagian Alexa nya menghilang kenapa kalian tidak mencari nya malah datang pada ku dan menuduh jika itu perbuatan ku,aku bisa saja melapor kan ini pada pihak yang berwajib" ucap Juna meyakinkan,meski di hati memiliki kekhawatiran...
ke4 nya terdiam mencari kebenaran di setiap ucapan Juna namun tidak ditemukan kebohongan di mata tajam milik Juna.
"jika terbukti kau menculik Alexa... kami akan menghabisi mu" ucap Erick tajam dan keluar dari ruangan Juna.
"aku harap kau bukan pelaku nya." peringat Reno ikut keluar dari sana.
"berdo'a lah untuk keselamatan mu" bisik Rizal.
Dimas hanya menatap tajam Juna lalu mengikuti langkah mereka,jauh didalam hati ada sedikit kecewa dengan sikap Juna.
__ADS_1
"apa kalian percaya ??" tanya reno setelah sudah berada di dalam mobil,mereka memang kompak sejak hilang nya lexa permusuhan sudah tidak penting yang penting menemukan alexa kesayangan mereka.
"tidak.... Juna adalah orang yang licik,dia bisa mengendali kan semua demi ego nya, aku yakin Alexa bersama nya karna cctv memperlihat kan dia menggendong Alexa" ucap Rizal mengepal erat saat mengenang Alexa,gadis yang dia cintai dan anak yang di kandungan Alexa..
aku merindukan mu dan anak kita Lex...
****
sudah saat nya jam pulang kerja Juna keluar ruangan dengan buru-buru dia tidak sabar bertemu Alexa,dan memasti kan jika keadaan gadis itu baik-baik saja apa lagi gadis itu sering ngidam...
mobil nya melaju dengan kecepatan sedang dia terus menatap layar hp yang dimana ada foto Alexa yang sedang mengelus perut nya,entah kenapa dia merasa memiliki seorang istri sedang hamil tidak bisa ia bayang kan kebahagiaan nya nanti,ia berencana setelah Alexa melahirkan akan langsung menikahi nya ia tidak sabar memiliki Alexa seutuh nya,tidak lama mobil itu sudah sampai pada mansion di pedalaman hutan...
"sayang.!!" panggil Juna setelah masuk kedalam mansion,ia mencari keberadaan lexa yang tak kunjung ia lihat.
"dimana nyonya.??" tanya Juna pada salah satu maid disana.
"di taman belakang tuan"
Juna langsung melesat ketaman belakang menemui Alexa,dia sana ia melihat Alexa bermain ayunan dengan gaun panjang bermotif bunga-bunga..
"Hay... baru pulang.??" ucap lexa menghampiri Juna,dengan gesit pemuda itu memeluk tubuh mungil sang gadis.
"dia gak nakal kan.??" tanya nya mengelus perut lexa.
"enggak kok..." jawab lexa tersenyum
"capek ya.??" tanya Alexa
"lumayan tapi udah gak karna ada asupan nutrisi dari mu"
"gombal" sungut Alexa berjalan meninggal kan Juna.
"Lex.!!"
"hhhmmm"
"jangan tinggalin aku ya.!?" ujar Juna memeluk tubuh lexa
"kenapa bilang gitu?"
"aku takut... aku takut kamu pergi meninggalkan ku Lex, aku gak tau gimana jadi nya jika aku tanpa kamu" bisik Juna dengan suara serak nya,entah kenapa kedatangan ke4 pria di kantor nya membuat rasa takut kehilangan itu muncul secara tiba-tiba "berjanjilah Lex.... janji jangan tinggalin aku" lanjutnya.
"Juna...
braaakkk
__ADS_1