My Antagonis.??

My Antagonis.??
37.kepergian lexa


__ADS_3

mobil mewah masuk kepekarangan mansion Wijaya dengan asal, keluar lah seorang lelaki paruh baya namun masih terlihat gagah masuk dengan tergesa-gesa raut wajah tampan nya terlihat ketakutan dan gelisah..


"lexa... kamu dimana sayang.???" panggil nya setelah berada di ruangan tamu


"LEXA... PAPIH PULANG SAYANG" ia menaiki tangga dengan cepat menuju kamar sang anak namun sayang tidak ada tanda-tanda kehidupan disana.


"RATNA...!!!" ia berlari kekamar yang dihuni oleh sang istri dengan jantung berdebar kencang berharap sang istri ada di dalam, lagi-lagi di kamar itu tidak ada tanda penghuni nya kosong dan sunyi...


"RATNA... LEXA KALIAN DIMANA SAYANG.!" teriak nya sekali lagi dengan dada berdebar hebat raut wajah nya sudah menggambar kan kecemasan dan takut dalam bersamaan..


"tu-tu-tuan." panggil seorag pelayan gugup dia takut melihat tuan nya yang seakan mengamuk.


"dimana istri dan anakku.?" tanya nya dingin menatap pelayan itu.


"saya ku-kurang tau tapi... i-ini ada titipan buat tuan dari non lexa dan nyonya !!" jawab nya seraya menyerah kan 2 kertas putih. dengan cepat dia merebut kertas itu dan membaca nya..


*dear papih...


(ah ralat... tuan renosya Wijaya...


tuan terima kasih untuk semua nya, aku tidak tau bagaimana membalas kebaikan tuan kepada kami, dan maaf kan mamih ku yang masih kurang melayani mu....


oh ya di atas meja belajar ku ada sesuatu kejutan untuk tuan, aku harap setelah anda membaca nya anda tidak emosi dengan kami...


aku sangat takut melihat anda marah, anda seperti monster malam jika marah hehehehe*...


senyum tipis terbit di bibir Reno saat mengingat julukan anak nya kepada diri nya di masa lalu.


(sayang sekali ya aku tidak bisa memeluk tuan sesuka hati ku seperti gadis itu, padahal kita hidup bersama selama 17 tahun...


aku tidak berharap banyak sih karna aku tau harapan ku adalah hal yang mustahil dan tidak akan terjadi...


tuan....


kami sudah berusaha untuk bertahan sudah banyak persiapan untuk menerima semuanya, tapi pada akhir nya kami tidak sanggup lagi...


kami berharap anda bahagia dengan keluarga baru anda...


Anda tetap superhero ku dan cinta pertama ku...


jaga diri mu tuan...)


Alexa


tanpa terasa air mata nya mengalir saat membaca surat dari putri nya hati nya sakit saat putri nya memakai panggilan formal pada nya... cukup lama dia sesegukan di dalam kamar nya dengan gemetar dia meraih surat peninggalan istri nya itu...


(*untuk suamiku)


(mas...


saat kamu membaca ini mungkin kami sudah pergi jauh, jangan khawatir lexa dan aku akan baik-baik saja aku akan menjaga nya sepenuh hati ku, seperti hal nya aku berjuang menjaga di kandungan ku dulu...)


(mas...


maaf kan aku yang tidak bisa bertahan lagi, aku tau kamu akan membenci wanita lemah seperti ku tapi setidak nya aku akan terus berjuang untuk putri ku...)


(mas...


terima kasih sudah menampung kami di rumah mu memberi kami kemewahan dan kenyamanan, dan sekali lagi aku minta maaf jika selama ini aku sudah menjerat mu dengan pernikahan...)


(terima kasih atas pengorbanan mu yang rela meninggall kan masa remaja mu untuk menikahi ku*..)


Reno tidak mampu untuk menahan tangis nya lagi, dengan bibir bergetar dia membaca kata demi kata di surat sang istri...


(*maaf jika karna aku kamu sampai meninggal kan wanita yang kamu cintai hanya demi menuruti keluarga mu,...)


(mas... aku dan lexa sudah iklas melepas mu, kembali lah pada cinta mu hidup lah selayak nya keluarga yang harmonis kami akan selalu mendo'a kan mu*...)


(Ratna...)


"tidak Ratna... jangan pergi sayang... aku gak bisa hidup tanpa kalian... lexa pulang lah nak papih menyesal. maafkan papih.... papih akan memeluk mu sebanyak yang kamu ingin kan... hiks..hiks... Ratna bawa anak kita pulang.. mas gak bisa hidup tanpa kalian di samping mas... maaf kan mas Ratna.!!" racau nya seraya memukul dada nya... hingga dia tertidur karna lelah menangis...


***

__ADS_1


tok.


tok


tok


seorang gadis menghentikan kegiatan nya dari membaca nya, dengan sedikit malas dia melangkah kearah pintu dan membuka nya...


"ada apa bik.??" tanya nya malas saat melihat wanita paruh baya di depan kamar nya.


"ini non ada surat buat non dari tukang pos.!" ucap nya memberikan sebuah amplop berwarna biru langit.


dia mengernyit bingung menatap surat itu dia heran jaman kan sudah moderen kok ada masih pakai surat-suratan.. pikir nya


"makasih bik." ujar nya mengambil surat di tangan pembantu nya dan langsung menutup pintu


"surat dari siapa ya.??" gumam nya dengan hati-hati dia membuka surat itu lalu membaca nya..


*hy bestie...


setelah kamu baca ini mungkin aku sudah tidak ada lagi ah maksud nya sudah pergi... maaf ya aku gak pamit secara langsung karena aku takut kamu akan mengamuk yaahh meski itu gak akan mungkin...


Nat thanks ya sudah menjadi sahabat ku selama ini, kau adalah sahabat terbaik bagi ku, aku sangat beruntung punya teman kek kamu...


nat... jaga diri mu baik-baik aku tidak tau kapan kita akan berjumpa lagi tapi aku harap kamu menjadi cantik saat kita berjumpa hahahaha.


ayo kalah kan kecantikan ku hehehe...


Nat... aku tau aku pengecut pergi begitu aja tapi kamu tenang semua sudah terselesai kan kok, mana mungkin aku pergi tanpa hasil.


kau akan tau besok...


aku tidak bisa menulis banyak-banyak karna aku sangat malas.


jika saat nya kita bertemu aku akan mencerita kan semua nya..


bye bye bestie*


"kau harus janji kalau akan kembali.!!" gumam nya dalam tangisan..


*****


flassback


seorang pemuda menatap laptop nya dengan raut wajah serius tapi mata memancar kan semangat, jari nya sangat lincah menari di atas keyboard sekali-kali senyum menyeringai terbit di bibir merah tebal miliknya...


sebuah tangan melingkar di leher nya dari belakang seraya membaring kan kepala di selah leher nya,sering kali terdengar helaan nafas dari pemilik tangan itu berat dan lelah...


dia tau semua yang terjadi sangat melelah kan bagi nya maka dari itu dia siap siaga memasang bahu atau dada nya untuk sang pujaan bersandar atau menangis...


"kenapa hhmm.??" cowok itu melepas kan tangan sang cewek dan menarik ke pangkuan nya.


"aku capek." ucap nya pelan sambil menyender kan kepala pada dada bidang cowok itu.


"tunggu sebentar lagi semua akan selesai. dan kamu akan istirahat secepat nya." jawab nya mengecup puncak kepala sang gadis.


cowok itu kembali melanjutkan kegiatan nya di atas keyboard laptop di depan mereka..


"zal... emang nya belum selesai.??"


"ini udah mau selesai." jawab nya masih fokus "semua udah terkumpul tinggal mengirim nya, aku juga sudah meretas semua nya agar bisa mengirim dengan merata" ucap nya seraya memeluk tubuh mungil gadis yang masih berada di pangkuan nya...


"1 setengah jam lagi orang suruhan ku akan datang membawa kita ketempat yang kamu impikan.!" lanjut nya menatap gadis mungil itu.


tatapan gadis itu fokus ke layar laptop yang Menayang kan semua adegan yang selama ini mereka rekam..


"Lex..!!" panggil nya


"hhmm" lexa mendongak menatap wajah rizal, yaaah pasangan itu adalah Rizal dan lexa...


"siapa yang ngasih kamu rekaman dan juga foto-foto itu.??" tanya nya dengan mimik wajah serius


"Juna.!" jawab lexa singkat

__ADS_1


"dia ngasih itu waktu aku di uks... awal nya aku nolak tapi dia maksa." jelas lexa


"apa tujuan nya.??"


"aku gak tau... tapi apa salah nya kan kita guna kan bukti itu sebagai pelengkap..!"


rahang Rizal mengeras saat lexa bilang kalo itu juna,


Juna... apa yang dia ingin kan.?? gak mungkin membantu tanpa imbalan.?? pikir Rizal


terbesit di hati nya rasa khawatir kalo cowok itu akan merebut lexa dari nya... tanpa sadar dia memeluk pinggang gadis itu membuat lexa bingung...


lexa bangkit dari pangkuan Rizal secara mendadak membuat Rizal kaget dan menatap lexa..


"aku mau bantu mamih untuk bersiap." ucap nya


"yaudah kamu juga bersiap" ujar Rizal mengelus pipi lexa yang masih memerah,ketika melihat itu Rizal kembali emosi ingin sekali dia menghajar cowok yang sudah menyakiti lexa...


lexa mengangguk lalu keluar dari kamar pemuda itu, Rizal kembali menatap layar laptop nya dia mengetik tombol send setelah itu senyum puas menghias wajah tampan nya...


"nikmati lah penyesalan mu bodoh.!!" gumam nya


****


mata coklat jernih menatap sendu ke arah sebuah figuran yang ada di pangkuan nya, ia mengusap foto itu lembut dengan mata sudah mengalir sebuah kristal bening...


entah sudah berapa kali dia menangis dalam waktu dekat ini, sudah cukup semua nya dia sudah lelah untuk bertahan lagi sudah waktu nya dia melepas kan.


jika dulu dia bertahan karna cinta dan buah hati nya tapi tidak dengan sekarang, bahkan sejak kejadian waktu itu sang anak tidak terlihat menangis.


anak nya terlalu pandai menyembunyikan sakit dari pada diri nya, dia tau kalau dia tak sekuat anak nya maka dari itu dia ingin seperti gadis kecil itu..


"mih.!" suara lembut menyadar kan dia dari lamunan nya, dengan cepat dia menghapus air mata yang sempat keluar...


"mamih udah siap kan.??" tanya gadis itu duduk berjongkok di depan mamih nya.


"apa kita harus pergi Lex.??"


"apa yang mamih pikir kan.?? apa mamih masih mau berharap sama orang itu.??? orang yang ngehianati kita.??" tanya lexa dengan wajah kesal


"bukan itu nak... biar gimana pun dia papih kamu.??" ucap Ratna lembut


lexa menarik nafas dalam dada nya terasa di hantam oleh benda berat, dia tau itu tapi dia tidak peduli bagi nya seorang penghianat tidak pantes untuk di hargai..


"mamih mau ikut aku atau tidak.??" tanya lexa penuh penekanan dengan mata memerah.


"nak."


"iya atau tidak.?" ulang lexa menatap mamih nya dingin. sang mamih tertegun menatap mata coklat yang sudah berair, Ratna menghela nafas dia pasti sangat egois jika memaksa anak nya untuk tetap tinggal padahal dia tau anak nya tak sekuat yang terlihat..


"iya mamih ikut." ucap nya mantap


mereka keluar dari kamar dengan menyeret koper besar, raut wajah kedua nya tidak dapat di baca oleh siapa pun karna sudah meemantap kan hati untuk pergi...


Rizal mengambil alih koper anak dan ibu itu, memasukkan ke dalam mobil nya...


lexa menatap bangunan mewah itu dengan sorot mata tak bisa di arti kan, rumah mewah yang selama ini dia tepati meski Raina baru beberapa bulan di rumah itu tapi banyak kenangan di sana.


awal dia ke tubuh lexa dan pertama kali dia bertemu Dimas yaitu di rumah ini, saat mengingat Dimas mata nya mendingin ada kemarahan mata coklat itu....


Ratna menatap mansion itu sayu, rumah yang dia tepati selama 20 tahun sudah pasti banyak kenangan di rumah itu meski kebanyakan kenangan pahit, rumah yang menjadi saksi atas perjuangan nya terhadap suami...


"ayo sudah saat nya kita pergi.!!" ujar Rizal merangkul kedua perempuan itu memasuki mobil.


"nyonya.!!" sebuah panggilan menghentikan langkah mereka. serempak mereka menoleh disana sudah ada bik Sumi menenteng tas besar nya dengan deraian air mata...


"nya... bawa bibik juga... bibik sudah lama ikut nyonya bibik gak mau di tinggal nyonya" ucap nya sesegukan,, bik Sumi adalah orang kepercayaan Ratna dia sudah mengikuti Ratna dari awal menikah..


Rizal mengangguk pelan saat Ratna meminta pendapat nya dan akhir nya mereka pergi meninggal kan semua kenangan di rumah itu...


flaassback end


****

__ADS_1


__ADS_2