My Antagonis.??

My Antagonis.??
keikhlasan


__ADS_3

di kamar berwarna gold sepasang insan sedang berbaring dengan sang laki-laki mengelus perut perempuan di sampingnya,ia menatap dalam wajah teduh yang tertidur sudah cukup lama dia merindukan sang gadis,hingga dia tidak tau perkembangan kandungan kekasih nya..


ia tersenyum lembut menatap wajah cantik itu sekali lagi ia mencium kening nya lembut..


"selamat tidur sayang" ucap nya tersenyum "selamat istirahat anak Daddy" lanjut nya di depan perut buncit Alexa.


setelah itu dia mengikuti sang gadis menyelami mimpi,dia terlalu lelah semenjak kehilangan Alexa dia sama sekali tidak bisa tidur nyenyak,tidak lama dia sudah tertidur pulas di samping Alexa.


sedang kan di ruang tamu seorang Renosya Wijaya di buat syok hampir jantung tua nya berhenti,dia memegang sandaran sofa guna menyanggah tubuh nya yang limbung.


ia menatap kedua pemuda itu secara bergantian wajah serius kedua nya kembali membuat kepala nya berdenyut,baru saja selesai satu masalah sekarang sudah ada masalah baru...


"apa kalian sedang becanda... sungguh ini tidak lucu sama sekali." ucap nya duduk. sambil memijat pelipis nya.


"siapa bilang kami melucu.?? apa begitu terlihat di wajah kami.??" ucap pemuda bermata hitam itu yang bukan lain adalah Dimas.


"mana mungkin kami melucu soal pernikahan" timpal Erick sang sepupu.


Reno menghela nafas berat "kalian kembali lah, dan pikirkan lagi dengan matang" ujar Reno mengisyarat kan pakai tangan.


kedua pemuda itu saling menatap satu sama lain dan kembali menatap Reno yang masih sibuk memijit kening nya.


"kami tidak akan pulang sebelum anda menyetujui nya" ucap Dimas tegas.


"kalian gila ya... anak ku bukan bahan permainan kalian,lebih baik kalian pergi dari sini.!!" usir Reno mulai naik pitam


"kami tidak mengganggap putri anda permainan kami,kami hanya minta anda merestui kami untuk menikahi Alexa" pungkas erick bernada dingin


"atau.... apa perlu kami melakukan hal yang sama seperti Juna.? agar anda mau mengizinkan kami.?" ucap Dimas tersenyum miring.

__ADS_1


Reno menggeram kesal mata nya menyorot tajam pada Dimas namun pemuda itu malah semakin menyeringai.


"berani kau melakukan itu" geram Reno mulai kesal.


"kenapa.?? apa kau pikir aku tidak berani.??" ujar Dimas,sedari awal dia memang tidak mengikhlaskan Alexa selama 4 tahun dia mencari Alexa setelah bertemu kenapa dia harus melepaskan.?? saat bilang ikhlas pada Alexa memang ingin melepaskan meski bersusah payah namun setelah kejadian hari ini,membuat tekadnya ingin memiliki Alexa menjadi besar...


"aku tidak akan tinggal diam jika kalian melakukan itu.?!" wajah Reno memerah marah mengucap kan itu..


"memang nya apa yang ingin kau lakukan jika kami melakukan nya.?? lapor polisi.??" tantang Erick terkekeh pelan.


"apa kau lupa kami dari keluarga mana.?? dan kau keluarga mana.?? apa kau punya nyali.??" sarkas Dimas menantang,tidak lupa kan jika keluarga mereka berada di atas keluarga Wijaya apa pun yang mereka lakukan tidak akan bisa di tuntut selagi mereka bermain rapi,Juna yang di bawa keluarga Wijaya saja mampu melakukan nya jadi besar kemungkinan mereka juga bisa bahkan lebih dari itu...


"tuan Wijaya kami tidak mengatakan nya dua kali... jadi gimana menurut mu.??"


"merestui dengan jalan baik atau cara yang lain.??" sahut Dimas menimpali perkataan Erick.


kedua pemuda itu terkekeh secara bersamaan dan kembali menampilkan wajah dingin.


"menurut mu apa kami begitu.?? kalo iya anggap saja seperti itu.?? ingat posisi mu tuan Wijaya" peringat Dimas mantap.


"kami tunggu kabar baik dari mu." timpal Erick lalu beranjak dari sana.


"pikirkan dengan matang calon mertua" Dimas pun menyeringai dan ikut pergi.


Reno menatap tajam pada kedua pemuda itu emosi nya memuncak,ingin sekali dia menghajar kedua nya namun dia tidak bisa berbuat apa-apa,mereka juga tidak main-main dengan ucapan nya kenapa di sekitar anak nya semua gila..


apa cinta segila itu ? hingga rela berbagi,Reno kembali memijit pelipis nya dia tidak mengerti cinta jaman sekarang memperebutkan 1 gadis dan pada akhir nya harus berbagi.


"mereka benar-benar gila" gumam nya.

__ADS_1


*****


Erick dan dimas terdiam di dalam mobil sibuk dengan pemikiran sendiri,jika benar renosya Wijaya tidak merestui maka mereka harus memikirkan cara lain agar memiliki Alexa meski cara kotor sekali pun,mereka benar-benar tidak mengikhlaskan gadis yang sudah merebut hati mereka bahkan rela berbagi,tinggal mereka memikirkan cara nya saja..


"jika tuan Wijaya tidak merestui,apa kau sudah memiliki cara nya.??" ucap Erick memecah keheningan mereka.


Dimas terdiam menatap lurus dia belum punya cara tapi dia akan tetap melakukan nya "belum... aku belum memiliki cara nya tapi aku tidak akan tinggal diam jika dia tidak merestui kita."


"apa kau memiliki cara.??" lanjut nya.


"belum ada..." jawab Erick menerawang.


"jika Juna saja bisa kenapa kita tidak bisa.?? kalau tuan Wijaya memang tidak merestui,kita akan membawa Alexa jauh dari mereka atau jangan bertemu lagi." sudut bibir Dimas terangkat setelah mengata kan hal nya.


"iya kau benar.. jika itu terjadi kita akan cepat bertindak" timpal Erick.


mereka tersenyum culas bersama memikirkan cara untuk membawa Alexa pergi,bahkan tidak berniat untuk mempertemukan dengan keluarga nya mereka tidak peduli mau alexa suka atau membencinya,mereka tidak peduli itu yang penting Alexa bersama mereka,cinta sudah membuat mereka lupa diri bahkan tidak memikirkan perasaan Alexa lagi...


mereka pun pergi dari sana mengendarai mobil dan menjauh dari mansion Wijaya...


di ruang tamu Wijaya Juna masih termenung tidak abis pikir dengan pewaris wigantara itu,memaksa tuan Wijaya agar biasa menikahi alexa Juna tau Dimas mencintai Alexa tapi dia tidak menyangka jika dia segila itu bahkan lebih gila dari nya,dia memang tidak ikut campur percakapan mereka karna dia sadar diri, kalo diri nya juga sama gila nya Juna pikir Dimas dan Erick akan melepas kan Alexa namun tebakan nya salah.


kedua nya bahkan meminta tuan Wijaya untuk menikahkan mereka dengan Alexa,Juna tidak bisa bayangin jika Alexa mengetahui nya terutama Rizal waah tidak bagaimana reaksi Rizal kalo mereka ingin menikahi Alexa,apa dia akan mengamuk atau bahkan membunuh.??


Juna tidak berani membayangkan nya,pemuda itu menatap lantai atas di mana arah kamar Alexa sedetik dia tersenyum tipis jika mereka akan menikah,tidak bisa di pungkiri kalo dia bahagia saat ini dapat memiliki orang yang dia cintai walau pun harus berbagi...


ia mengusap wajah nya dengan tangan bergetar rasa bahagia itu terus menjalar di hati nya,ia benar-benar tidak terbayangkan saat ini cinta 10 tahun akhir nya memiliki titik terang,perjuangan 10 tahun nya sekarang berlabuh ke pelaminan...


"ini di luar ekspektasi ku" gumam nya tersenyum bahagia

__ADS_1


__ADS_2