My Antagonis.??

My Antagonis.??
45.mulai masuk kuliah


__ADS_3

keesokan hari nya lexa sudah bersiap berangkat kuliah dia menatap pantulan wajah nya di cermin, ada sedikit hitam di area mata namun tipis sejak bertemu papih nya dia tidak bisa memejam kan mata barang sedetik pun...


entah kenapa hati nya sakit melihat sang papih menunduk di hadapan nya,apa lagi penampilan lelaki itu sedikit berantakan dengan tubuh agak kurus,kasian sih tapi hati nya terlalu sakit untuk memaafkan nya...


ddrrttt ddrrrtt


lexa mengambil hape di atas nangkas di sana tertera nama Rizal di lcd nya.


"hallo"


"sayang... aku kangen" suara berat terdengar di sebrang sana dapat lexa pasti kan jika pemuda itu kelelahan.


"aku juga... gimana keadaan kamu.??"


"aku tertekan disini." keluh nya


"ah.?? maksud nya.?? kamu gak apa-apa kan.??"


"aku tertekan karna gak bisa meluk kamu.!!"


lexa terkekeh mendengar rengekan Rizal disana, pemuda itu memang sangat manja jika di hadapan nya tapi dia akan dingin kala di hadapan orang yang tidak dia suka...


"kalo begitu cepat selesai kan.. dan cepat pulang" ucap lexa sambil menuruni tangga


"iya... aku akan menyelesai kan nya dengan cepat... kamu disana baik-baik aja kan.??"


"aku baik kok... hari ini udah mulai kuliah "


"yaudah... kamu hati-hati.. aku tutup dulu nanti kabari aku kalo kamu sudah di kampus "


"iya kamu jaga diri disana... bye"


lexa menutup obrolan mereka dengan senyum manis di bibir gadis itu..


"mih lexa berangkat dulu.!"


"sarapan dulu."


"gak mih... nanti di kantin aja.." lexa mencium pipi mamih nya lalu beranjak dari sana..


"oh ya Lex... nanti malam temenin mamih ketemu sama temen mamih ya.??" ujar Ratna


"hhhmmm... nanti Sherlock aja mih lexa akan nyusul"


lexa keluar dari apart setelah Ratna mengangguk..ia mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang menuju universitas baru nya.


"semoga aja disana gak ada masalah" gumam nya pelan sambil menyetir.


mobil merah itu memasuki pekarangan kampus di sana sudah banyak mahasiswa seperti nya,dan kendaraan yang menyilaukan mata mulai dari mobil mewah hingga motor-motor yang pasti nilai nya sangat fantastis, tidak bisa di bayang kan jika isi kampus itu hanya anak para pejabat atau pun kelas atas lain nya...


lexa tidak cepat-cepat turun dia memilih mengamati kondisi di luar dulu yang sudah banyak mahasiswa menatap kearah mobil nya,udah fixs dia bakal jadi pusat perhatian seperti saat sekolah dulu, entah kenapa tubuh nya menjadi menegang dan gemetar rasa drepesi nya tiba-tiba kambuh...


"tidak... jangan aku mohon." gumam nya gemetar.


jika kamu merasa takut lagi kamu pejam kan mata dan tarik nafas mu... itu akan mengurangi rasa takut mu.


ucapan Rizal 3 tahun lalu terngiang di pikiran nya dengan cepat dia melakukan apa yang di ajarkan Rizal, tidak ada yang tau jika 4 tahun lalu lexa mengalami drepesi berat karna terus menekan emosi nya dan itu tidak baik bagi mental nya,. dalam pengawasan dokter dan Rizal akhir nya lexa di nyata kan sembuh seperti sekarang cuma dia akan kambuh jika mengalami hal yang menegang kan...


setelah dia merasa tenang lexa keluar dari mobil mewah nya,seperti dugaan dia menjadi pusat perhatian para mahasiswa lain nya, rambut berwarna coklat sebahu,tubuh mungil,kulit putih seperti kristal dengan memakai baju sweater drees selutut membuat nya sangat anggun dan cantik...


*mahasiswa baru ya.??


gila cantik banget


dari luar negeri kek nya

__ADS_1


fixs pacar idaman ini


ya Tuhan nikmat mana yang kau dustakan.


ciih sok cantik banget sih*


begitu lah bisik-bisik yang ada di sana namun lexa gak peduli sama sekali dia memilih menelpon Renata ..


"hallo Nat aku udah di parkiran." ucap nya saat telepon nya tersambung..


"..."


"okey . aku tunggu"


____


renata bangkit dari duduk membuat teman semeja dengan nya merasa bingung..


"mau kemana ren.??" tanya salah satu cewek di situ


"mau jemput sahabat ku dia jadi mahasiswa baru disini."


"sahabat kamu dari Kanada itu.??" tanya nya lagi


"yaps... dia udah di depan aku kesana dulu ya.!!" Renata pergi dari sana meninggal kan teman nya yang bingung menatap nya.


"emang Renata punya sahabat.??" tanya cowok bernama Doni


"iya... pernah dia cerita kalo dia punya sahabat bernama lexa waktu SMP."


"jangan-jangan itu lexa.!!".


mereka bergegas menyusul Renata yang sudah lebih dulu menuju parkiran..


"le-lexa" suara bariton namun bergetar mengalihkan perhatian lexa pada layar hp milik nya.


lexa menoleh ke suara berat itu dan seketika dia membatu melihat seseorang yang ingin dia hindari sekarang berada di hadapan nya...


kenapa.???


kenapa harus sekarang dia bertemu dia.?? dan kenapa dia di sini.??


pertanyaan demi pertanyaan timbul di benak nya dia menatap orang itu intens tanpa ingin menyapah nya,hati nya. seketika mendingin menatap mata hitam itu,tanpa permisi cowok itu berjalan menghampiri lexa lalu memeluk nya erat,sekali lagi tubuh lexa terpaku sedang kan para mahasiswa yang lain melongok kaget...


siapa yang tidak tau dengan cowok itu,pangeran es terkenal dengan ketampanan nya juga sikap dingin tak tersentuh nya,apa lagi tidak ada satu pun gadis yang mau berdekatan dengan nya karna sebelum mendekat sudah di usir duluan, tapi mereka harus di hadap kan dengan pemandangan dimana pangeran es anti cewek sedang memeluk gadis cantik dengan inisiatif nya sendiri...


ayo lah siapa yang tidak syok melihat nya.


*me-mereka udah saling kenal ya.??


ja-jadi pangeran es kita udah punya pacar.?? huhuhu


kalo cewek nyaa secantik itu aku mundur deh, gak ada harapan..


pantesan cewek-cewek di kampus gak ada yang menarik di mata nya ternyata pacar nya cantik tingkat dewa...


udah lah insecure aku*


lexa tidak bisa mencernah apa yang terjadi sekarang pikiran nya kosong dengan tubuh menegang,apa lagi pelukan cowok itu sangat erat di tubuh mungil nya..


"lepas." ucap lexa setelah sudah mendapat kan kesadaran nya..


"lex... kamu kemana aja.?? aku udah nyari kamu selama ini" ujar nya semakin erat


"lepasin Dimas." lexa sekuat tenaga mendorong dada nya agar menjauh.

__ADS_1


"gak... aku gak akan ngelepasin kamu.." ucap nya tanpa terasa mata nya memerah haru,bahagia,sedih dan menyesal menjadi satu di hati nya, dia ingin terus memeluk lexa karna jika dia melepas kan pelukan nya dia takut lexa akan menghilang lagi...


"lepasin Dimas. ugh" lexa mendorong tubuh Dimas namun tenaga nya kalah oleh tenaga Dimas, apa lagi tubuh nya cukup mungil... sebuah tangan kekar menarik bahu Dimas keras agar melepas kan lexa yang kesusahan nafas.


dengan terpaksa pelukan nya terlepas dan lexa di tarik kebelakang cowok itu "apa yang kamu lakukan Dimas... kamu bikin dia sesak nafas"


Dimas menatap cowok itu tidak suka karna sudah memisah kan pelukan nya "minggir..." ucap nya dingin


"LEXA"


"Renata.!!" lexa berlari menuju Renata yang menatap nya khawatir, sedang kan Dimas masih saling tatap dengan cowok itu..


"ada apa kenapa suasana nya gak enak kek gini.??" tanya cowok di belakang Renata.


"kek nya mereka berdua mau berantem deh.!" sahut yang cewek


"hah ko bisa... mereka kan temenan.??" cewek itu hanya mengangkat bahu acuh karna dia juga tidak tau, mata nya tidak beralih dari lexa yang berada di depan Renata.


"kamu gak apa-apa kan Lex.??" tanya Renata cemas


"aku gak apa-apa Nat" jawab lexa mengangguk


"Lex." panggil Dimas lembut dan lagi-lagi yang di sana terkejut "aku mau bicara sama kamu."


"gak akan aku izinin.!!" cegah Renata tajam.


"ayo Lex kita masuk" Renata menarik pergelangan tangan lexa membawa nya masuk ke dalam.


melihat lexa masuk Dimas ingin mengikuti nya namun belum juga melangkah dia sudah di cegah oleh cowok tadi..


"minggir... jangan menghalangi aku Juna." tegas Dimas tajam


"lexa gak mau bicara sama kamu dim... beri dia waktu dulu" jawab Juna tak kalah tajam nya, Dimas terdiam yang di katakan Juna benar dia harus memberi waktu lexa dulu toh lexa juga kuliah di gedung yang sama dengan nya, sudah pasti mereka akan sering bertemu...


______


"kenapa kamu gak bilang kalo Dimas juga kuliah di sini Nat.??" ujar lexa seakan menyalah kan.mereka berada di loby kampus


"kamu gak nanya, maka nya gak aku kasih tau.!!" jawab Renata


"setidak nya kamu kasih tau aku kalo dia kuliah di sini." lexa meremas jari lentik nya itu tanda dia sedang gelisah,dia hanya ingin tenang menjalani hari nya kalo kayak gini gak ada ketenangan...


Doni dan Rika menatap dua sahabat itu secara bergantian tidak ingin ikut campur.


"bukan cuma Dimas kuliah di sini tapi juga Erick... malah satu fakultas sama kita." ucap Renata pelan


"APA.!!!" jerit lexa


"kenapa gak bilang dari awal Nat"


"aku mau bilang tapi terus kamu potong"


lexa mengacak rambut lembut nya dia jadi menyesal memilih kuliah di sini,harus nya dia mendengar ucapan Rizal untuk tidak kuliah disini..


"mampus aku... kalo dia tau pasti akan mengamuk" gumam lexa


"siapa.??" tanya Renata bingung


"tentu saja Rizal" jawab lexa cepat, Renata terdiam benar jika cowok itu tau pasti dia akan mengamuk seperti waktu di sekolah..


"ngomong-ngomong kenapa harus menghindari Dimas dan Erick... mereka kan senior paling di puja di sini.??" sahut Rika memecah keheningan di antara lexa juga Renata


"lagian kamu harus nya beruntung di kejar oleh dua pangeran kampus itu.?? meski kamu anak baru itu sebuah keberuntungan loh.??" lanjut nya menatap lexa entah lah lexa tidak mengerti sama sekali


lexaa menatap gadis itu dengan mata sulit di arti kan, ada yang gak beres dengan gadis ini.... ada rasa iri di dalam kalimat nya..

__ADS_1


__ADS_2