
langit cerah berganti gelap yang bertanda hari sudah malam,suara berisik dari salah satu hp di atas nakas membuat seorang gadis terusik dari tidur nya,ia bangkit dari tidur nya dengan malas ia meraih hp nya dan mengangkat panggilan itu terterah hurup 'mamih" disana.
"hallo mih"
"sayang... kamu baru bangun tidur.??"
"iya mih" jawab nya malas
"lex maaf ya... mamih pulang nya telat,tidak apa-apa kan?"
"iya mih gak apa-apa... di rumah juga ada Rizal yang nemenin" ujar nya sambil menatap cowok yang tidur di samping nya.
"ya udah mamih tutup dulu ya"
"bye mih.."
lexa meletak kan hp nya kembali dan ia beralih menatap sang kekasih,terlihat sangat lugu saat cowok itu tertidur lexa masih tidak menyangka jika sekarang Rizal menjadi pacar nya,dia kira mereka tidak akan seperti sekarang.
"ganteng nya" gumam lexa mengelus rahang Rizal.
"udah puas lihat nya.?? hhmm.?"
"loh sejak kapan bangun nya?" tanya lexa kaget pasal nya cowok itu sudah membuka mata nya.
"sejak mamih nelpon" ungkap nya seraya meraih tubuh mungil lexa kedalam dekapan.
"sakit gak.??" lanjut nya berbisik,dengan wajah memerah lexa menggeleng pelan.
"mau lagi.?"
"ENGGAK" teriak lexa seraya bangkit namun di tarik kembali oleh Rizal,membuat gadis itu memberontak hingga lelah.
_____
kini lexa sudah berada di dapur sibuk dengan masakan,ia terlihat begitu cekatan menyajikan beragam masakan dimeja makan,karna dia baru mendapat kabar jika sang mamih akan membawa seseorang keapartemen mereka,gadis itu terlihat sibuk hingga tanpa sadar jika sudah ada seseorang di belakang nya...
grep
"iihhkk sayang bikin kaget deh" gerutu lexa karna merasa kaget saat di peluk Rizal secara tiba-tiba.
"maaf sayang" ucap Rizal menciumi wajah lexa.
"kek nya kamu udah cocok deh sayang jadi istri aku" celetuh Rizal sambil menghirup wangi di leher lexa.
"oh ya.?? terus kapan peresmian nya.??" tanya lexa dengan candaan.
"Emang udah siap.??"
"jangan mengada-ngada, duduk sana" perintah Lexa membuat Rizal cemberut.
cowok itu duduk di kursi makan dengan masih cemberut,padahal dia serius nanya gitu tadi tapi kenapa respon lexa malah datar.
"sayang tumben masak banyak??" tanya Rizal sambil menatap masakan di atas meja.
"kata mamih dia mau ngajak seorang kesini,maka nya masak banyak." sahut lexa dari dapur.
"siapa ??"
"kurang tau"
Rizal hanya mengangguk paham dia juga tidak penasaran,karna menurut nya itu terserah mamih Ratna lagian pendapat nya juga bakal di patahkan oleh mamih Ratna,apa lah daya diri nya menghadapi calon mertua yang cerewet begitu...
sayup-sayup terdengar pintu apartemen di buka tanpa di lihat mereka tau jika yang datang adalah mamih nya.
"mamih pulang.... lexa Rizal" panggil Ratna menyelonong kedapur di ikuti oleh seseorang dari belakang.
"selamat malam mih... sini kita makan mal....
ucapan pasangan itu terhenti kala mereka menoleh kearah sang mamih,lexa yang menggenggam sendok menjadi semakin erat kala melihat sosok di belakang sang mamih,seketika amarah di dada nya membuncah...
__ADS_1
"apa ini mih.?? kenapa mamih membawa orang asing kesini.??" tanya lexa dingin,membuat orang itu menunduk dengan mata sendu nya.
"lexa jangan bicara seperti itu nak." tegur Ratna lembut,Rizal hanya menyimak saja dia sudah tau jika akan seperti ini makanya dia hanya menyimak saja.
"kenapa mamih tidak bilang jika orang yang mamih kata kan itu dia.??" ujar lexa dengan wajah merahnya...
"lexa... papih mu kesini untuk meminta maaf padamu.!!"
iya benar... seseorang bersama Ratna adalah Reno papih nya lexa,beberapa Minggu ini mereka sering bertemu di restoran,cafe Ratna sudah memaaf kan Reno hanya tinggal lexa,apa gadis itu mau memaafkan nya atau tidak mereka berharap gadis itu mau memaaf kan papihnya...
"lalu apa mamih pikir dengan kata maaf dari nya, semua akan kembali jadi semula.?? tidak mih.... dan gak akan mengembali kan semua nya." suara gadis itu sedikit bergetar masih dia ingat betapa sakit nya saat dia menerima sikap papih nya,bagaimana lantangnya sang papih tidak mengakui nya dan gimana sakit nya kala lelaki itu menatap sayang pada anak orang lain.... semua itu masih segar di ingatan nya meski sudah berjalan 4 tahun rasa sakit itu tidak pernah hilang...
"dia sudah menghancur kan semua yang aku punya mih."
rasa percaya dan harapan gadis itu sudah hancur berkeping-keping tanpa sisa,jika dia kembali menatanya dia takut teramat takut semua itu akan hancur kembali,mungkin saja kali ini dia tidak akan bisa bertahan...
"le-lexa maafkan papih... papih salah... papih sudah menghancurkan semua nya tapi papih mohon beri papih kesempatan sayang,papih akan memperbaiki semua nya nak." Reno melangkah mendekati lexa dengan mata memerah dia juga sakit melihat anak semata wayang nya menatap benci pada nya,tidak ada sesuatu yang menyakit kan selain mata kekecewaan malaikat kecil nya.
"Anda tidak punya hak untuk meminta kesempatan kedua dari ku" ujar lexa tajam. "JANGAN MENDEKAT" jerit lexa melihat Reno semakin dekat.
"AKU BILANG JANGAN MENDEKAT" teriak nya sekali lagi namun Reno tidak menghentikan langkah nya,dia tidak ingin menyia-nyia kan kesempatan ini,dia cukup sulit bertemu putri nya jadi saat nya dia memperbaiki semua nya..
"papih mohon maafin papih.. papih salah,,papih bajingan,, papih memang pantas kamu benci,tapi papih mohon jangan jauhi papih kamu boleh pukul papih,tampar papih sayang asal jangan menjauhi papih" racau Reno seraya memeluk lexa erat,gadis itu terus memberontak memukul dada Reno keras sambil menangis,memaki atau apa pun yang dia sebut kan buat memaki papih nya hingga akhir nya gadis itu lemas tak memberontak lagi.
tubuh dan hati nya lelah rasa sakit yang sempat ia lupakan kini terasa kembali,kenangan pahit yang sempat ia buang kini kembali memenuhi ingatan nya,air mata nya semakin deras kala merasa pelukan hangat dari lelaki cinta pertama nya pelukan yang ingin dia rasakan selama 5 tahun ini.
"hiks... hiks.... papih jahat" ucap nya sambil memukul dada papih nya.
"iya.. papih jahat.."
"aku benci papih... hiks.. hiks."
"iya papih pantas mendapatkan itu."
"aku gak mau lihat papih. hiks."
lexa menangis kejer mendengar ucapan Reno,pelukan pria itu semakin erat seraya mengecup puncak kepala lexa selama 4 tahun ini pelukan pertama mereka setelah yang terakhir kali...
"maafin papih ya... papih mencintai mu dan mamih mu,papih akan selalu ada buat kalian papi janji." ucap Reno sambil menghapus air mata di pipi gadis kecil nya.
"beneran.?? papih janji kan??"
"iya sayang... papih janji" lexa memeluk Reno erat.
sedang kan Ratna dan Rizal menghela nafas lega melihat pasangan anak dan ayah itu berbaikan,mereka tau lexa tak akan sekejam itu bahkan gadis itu selalu menatap foto sang papih jika ada kesempatan...
****
dilain tempat khusus nya di sebuah bar penuh dengan orang yang berjoget ria,lampu sorot berwarna-warni menghias di ruangan itu banyak para remaja berjoget seakan hidup mereka tanpa masalah,para gadis terlihat liar di ruangan itu dengan berpakaian kurang bahan,begitu juga dengan para cowok menatap mereka lapar di setiap sudut ruangan terlihat berpasang-pasang remaja bercumbu menikmati surga dunia.
tak hayal di antara mereka ada seorang gadis berbaju **** menghampiri seorang cowok bermata tajam sekali-kali ia menyesap minuman keras di genggaman nya,gadis itu dengan berani duduk di pangkuan sang cowok sambil mengelus dada nya sensual.
"hay Jun... masih mengingat ku?" sapah sang gadis sekali-kali menggerak kan pinggul nya.
"ciih ******" desis nya tajam.
namun mata tajam itu tak dihiraukan oleh sang gadis "aku tau kamu kesini karna lagi patah hati kan.??"
cowok di panggil Jun itu menatap semakin tajam pada gadis itu,dari dulu dia tidak suka pada gadis itu entah kenapa gadis munafik bukan lah selera nya,hanya gadis bernama lexa lah yang mampu mendebar kan hati serta membangkit kan hasrat nya.
"minggir"
"kenapa ?? apa kau tidak membutuh kan kehangatan.?? ayo lah Jun kau cowok normal bukan.?? apa kau tidak tergoda dengan tubuh ku ??" ucap nya sedikit mendesah sekali-kali meremas payudara nya,melihat itu bukan nya tergoda Juna malah merasa jijik tanpa perasaan dia mendorong gadis itu hingga terjatuh.
"dasar ****** kau pikir aku akan tergoda dengan tubuh menjijikan mu itu.. heh murahan" desis nya dengan mata membunuh.
gadis itu merasa sangat terhina dia bangun dari jatuh nya menatap marah pada pemuda itu, "heh gak usah sok suci deh Jun... kalo sudah di tempat ini tidak ada yang baik-baik" sarkas nya sedikit emosi.
Juna mendengus kesal lalu membuang muka kearah lain tak menghirau kan gadis itu lagi.
__ADS_1
"kau ingin mendapat kaan lexa bukan.??" tanya gadis itu tersenyum miring.
mendengar itu Juna kembali menatap gadis itu "jangan kaget gitu,aku tau kau sangat menyukai nya... kenapa kita tidak bekerja sama saja.?? aku akan membantu mu mendapat kan lexa.!!!" ujar nya di sertai senyuman manis.
****
pagi pun menjelang lexa membuka mata nya ia mengerjap tidak nyaman kalah sinar matahari masuk kenetra coklat nya,ia menjauhkan tangan kekar yang melingkar di perut rata nya lalu bangkit terduduk,semalam dia masih ingat jika dia sudah berbaikan dengan papih nya namun dia masih menolak untuk pulang hingga akhir nya hanya sang mamih ikut pulang ke mansion.
ia menatap keluar jendela seraya berpikir apa keputusan nya sudah benar?? kenapa dia merasa akan terjadi suatu hal yang tak dia ingin kan,lexa menarik nafas nya lelah lalu bangkit ia memungut baju nya yang berserakan di lantai lalu menuju kamar mandi.
"sayang" suara serak khas bangun tidur menghentikan langkah nya.
"mau kemana.??" tanya cowok yang masih di atas kasur.
"mandi.. hari ini aku ada janji sama Renata.... bangun dan mandilah hari ini kamu juga mulai kuliah kan?" ucap lexa yang di angguki Rizal
"mandi bareng"
"enggak.. mandi sendiri" jerit lexa lalu melesat masuk kamar mandi masih dia dengar suara tawa dari luar,wajah nya memerah malu dengan ucapan Rizal "dasar mesum"
disini lah mereka di depan kampus tempat mereka menimbah ilmu,banyak pasang mata melihat mobil merah yang baru parkir siapa yang tidak kenal mobil sport yang punya pemilik cantik di kampus mereka,gadis yang terus menyita perhatian semua kaum Adam dengan mata coklat nya...
"Kenapa semua cowok di sini menatap mobil kita.??" tanya Rizal mendengus kesal,lexa mendengar itu hanya menggeleng kecemburuan Rizal benar-benar mengerikan.
"wajar lah kan hanya mobil ini yang mencolok... jangan cemberut gitu" ujar lexa.
cup
sebuah kecupan mendarat di bibir Rizal membuat pemuda itu tersenyum senang, "ayo turun"
pasangan itu turun dengan anggun dan keren menambah pusat perhatian para mahasiswa/i di sana menatap penuh kearah mereka,banyak menatap mereka kagum,takjub,iri,dan semacam nya namun tak di hiraukan kedua nya.
"ALEXA" sebuah panggilan membuat pasangan itu melihat kearah nya,dengan sigap Rizal meraih tubuh lexa kedalam dekapan nya membuat pemilik suara itu cemberut.
"kenapa sih... kembalikan lexa padaku" ucap nya ketus.
"kau pembawa buruk untuk lexa"
"sialan... lexa lihat cowok mu menjahati ku" tuding nya menunjuk Rizal .
lexa hanya terkekeh melihat wajah sahabat nya yang tidak enak di lihat "kalian ini" ujar nya seraya menggeleng.
" Nat bukan nya kita dapat kelas pak Zen hari ini.??" tanya lexa pada Renata.
"oh ya ampun aku lupa... ayo lex kita harus bergegas pak zen adalah dosen killer..." Renata langsung menarik lexa tak menghiraukan Rizal yang menggeram marah melihat nya
"sayang aku duluan ya.. maaf gak bisa nganter" teriak lexa yang masih di seret renata, Rizal tersenyum kecil menatap gadisnya yang menggemas kan.
Rizal masuk ke dalam kampus nya tak menghiraukan tatapan permusuhan bagi kaum Adam,dan tatapan memuja bagi kaum hawa,ia menampilkan wajah dingin dan datar nya bagi nya mereka tidak pantas mendapat kan senyum nya hanya lexa seorang yang pantas mendapatkan itu...
tidak berapa jauh dari ruang rektor seorang gadis berjalan berlawanan dari nya,ia bisa menebak gadis itu ingin menabrak nya terlihat dari gerak gerik Yaang mencurigakan.
bruuk
benar saja gadis itu jatuh tepat di hadapan nya tanpa dia sentuh dia berdecak kesal,sudah sangat sering dia menemui gadis munafik seperti nya, beberapa orang di sana menatap kearah mereka berdua beberapa darinya menatap Rizal mencemooh.
Rizal melihat itu sedikit kesal namun tak dia pedulikan dia lebih memilih untuk melewatinya,karna bukan menjadi urusan nya dia juga tidak menyentuh gadis itu..
"kenapa kau pergi harus nya meminta maaf!" suara gadis itu mengalun lembut yang di buat-buat
"kenapa aku harus minta maaf.?"
"karna mu aku jatuh" ujar nya seperti ingin menangis
"ciih"
Rizal meninggal kan nya tanpa menoleh.
"heh menarik... aku suka" gumam gadis itu menggigit bibir bawahnya.
__ADS_1