
Rizal saat ini bolak balik keluar masuk rumah sekedar mengecek jikalau sang pujaan hati sudah pulang, dia tidak menyangka jika lexa pergi tanpa pamit dari nya dia hanya pergi joging sebentar pas pulang nya lexa malah pergi entah kemana...
Rizal melihat jam tangan nya yang menunjuk kan jam 10 pagi tapi batang hidung lexa tidak kelihatan sama sekali,perasaan marah dan khawatir menjadi satu...
Dia marah karna lexa tidak pamit padanya tapi dia juga khawatir jika terjadi apa-apa pada gadis itu..
"duuh lexa kemana sih.??" ujar nya mengacak rambut nya ini sudah sekian kali nya pertanyaan itu dia lontar kan "bibik beneran gak tau lexa kemana.??" tanya nya sekali lagi kepada bik Sumi.
"bener den... bibik gak tau.,.. tadi non lexa langsung pergi saat Nerima pesan dari seseorang.!!" jelas nya sekali lagi dia menghela nafas pelan sembari menggeleng, ini sudah beberapa kali pertanyaan yang sama dan ini jawaban yang sama juga dia berikan...
deru mesin mobil membuat nya langsung bangkit dari duduk nya dan menuju pintu depan, dia bernafas lega Kala melihat gadis yang dia sukai dalam keadaan baik-baik saja, tapi tunggu.???
kenapa dia kelihatan tidak senang.?? apa terjadi sesuatu.?? pikir Rizal.
"dari mana aja Lex.??" tanya Rizal tidak sabar, dia mengikuti langkah lexa menuju ruang tamu dan menghempaskan tubuh nya di sofa..
"Lex... dari mana.?? kenapa gak pamit pergi nya.??" tanya Rizal lagi
"aku ketemu dengan seseorang.!" jawab lexa pelan ia memijit pelipis nya
"seseorang.?? siapa.??"
"Dimas.!!" jawab lexa masih dengan posisi nya
"apa.!! kenapa kamu ketemu dengan nya.??" seruh Rizal tidak senang.
lexa mendongak menatap Rizal yang sudah menampilkan raut wajah yang tidak enak..
"hhuuhh... itu karna mu bodoh.!!" ujar lexa menaik kan suara nya, Rizal menautkan alis nya kalau dia tidak mengerti yang di kata kan lexa.
sekali lagi lexa menarik nafas lelah melihat reaksi Rizal yang seolah tidak mengerti..
"luka itu.." lexa menunjuk luka di pelipis Rizal yang tertutup plester "itu Dimas kan yang melakukan nya.??" tanya lexa memicing kan mata nya, Rizal gelagapan melihat sorot mata lexa...
"kau bodoh banget sih zal.!!" gerutu nya kesal sedang kan Rizal hanya menunduk sudah siap di amuk lexa..
"harus nya kau menghajar nya sampai babak belur, atau tidak patah kan tangan nya, kaki nya juga gak apa-apa... meski kau di penjara juga gak ada penyesalan... tapi ini kamu hanya memberi nya beberapa lebam doang... nanggung banget gak sih.!!" cerocos nya tanpa henti, Rizal yang semula takut jadi kaget mendengar ocehan lexa yang seakan mendukung nya..
"Eh.!!" Rizal menatap lexa yang cemberut. "kamu tau dari mana Lex .??" tanya nya dia ikut duduk di samping lexa.
"nih.." lexa menunjuk kan chat Dimas ke Rizal..
"dasar licik.!!" desis Rizal tajam..
"iya... dia sangat licik... mengguna kan itu agar bisa menyulitkan ku." timpal lexa geram
__ADS_1
Rizal menatap lexa dengan tatapan penuh arti,dia tau Dimas melakukan ini supaya bisa mendekati lexa kembali..
seperti nya pukulan ku belum membuat nya sadar.!! batin Rizal mengepal erat..
****
dia menatap di luar jendela mobil dengan sorot mata rumit sekali-kali ia mengerut seakan memikirkan sesuatu yang rumit...
"kamu kenapa dim.??" tanya seorang wanita yang menyetir di samping nya...
"mommy sama Daddy gak pulang tan.???" tanya nya pelan entah kenapa terdengar ada kekecewaan di sana
wanita itu menarik nafas panjang dia tau keponakan nya ini masih butuh di perhati kan,meski usia nya sudah menginjak 17 tahun tapi dia hanya lah remaja yang masih mengingin kan hal seperti itu..
dia juga sangat menyayang kan atas kelakuan kakak ipar nya selalu tidak ada waktu untuk sang anak, apa begitu susah nya bersama anak meski hanya sekedar berkumpul.??
"mereka masih kerja... itu juga untuk mu nanti kalo ada waktu mereka pasti akan pulang.!!" ucap nya lembut
"waktu.???.... kapan.??? itu hanya ucapan untuk anak-anak tan.!" ujar nya tertawa miris..
wanita itu tidak menjawab lagi karna bagi nya itu percuma, kata-kata hiburan yang sering dia lontar kan pada nya itu tak akan mempan karna anak ini sudah menjadi remaja bukan anak kecil lagi...
mobil mewah berwarna merah masuk ke halaman mansion milik keluarga dirgantara,di sana sudah ada sebuah motor hitam terparkir rapi bertanda sang tuan motor sudah pulang...
"kamu istirahat ya..!!" ujar wanita itu lembut.
dengan gerakan pelan ia berbaring di kasur besar nya sembari menatap langit-langit kamar, beberapa hari ini pikiran nya sangat kacau di tambah memikirkan seorang gadis yang sejak kapan menyita perhatian nya, dia masih ingat beberapa bulan lalu gadis itu mengikuti nya kemana pun dia pergi meski penolakan selalu dia lontar kan tapi kegigihan gadis itu tidak dapat di remeh kan...
hingga akhir nya gadis itu menyerah entah dia lelah atau sakit hati atas sikap nya, tapi sekarang dia ingin merangkul gadis itu lagi meski penolakan juga yang dia dapat...
senyum manis tampil di wajah tampan nya saat mengingat gadis itu datang menjenguk nya tanpa pikir panjang,seperti nya dia punya senjata untuk membuat gadis itu di dekat nya...
"ternyata pukulan itu membuat mu gila ya.??" sebuah suara sinis mengaget kan acara melamun nya,dia melihat kearah pintu di sana sudah berdiri cowok tampan yang menatap mengejek...
dia bangkit dari tidur nya menatap cowok itu datar, dia masih ingat cowok di depan nya ini yang sudah merusak acara berduaan nya dengan lexa...
"ada apa.??" tanya nya malas
"apa kau menyukai nya.??"
"ya... aku menyukai nya.!!" jawab nya santai.
"heh..!!! aku gak nyangka kalo kau suka menjilat ludah mu sendiri.!!" ejek nya dengan senyum miring
dia menatap geram kepada cowok itu dia tidak terima di hina seperti itu..
__ADS_1
"dan kau sendiri mendekati nya karna hal itu kan.??" dia terkekeh sinis menatap cowok di depan nya yang sudah mengepalkan tangan karna emosi.
"aku tidak membayang kan raut wajah kecewa dan benci nya terpancar di wajah cantik itu.!!! hhuuhh... di saat waktu nya tiba aku akan menjadi sandaran nya..!!" ujar nya dengan nada menyebal kan...
"itu tidak akan pernah terjadi dan dia akan tetap bersama ku... karna aku menginginkan nya.!!" dia berlalu dari sana dengan hati yang buruk.
sedang kan cowok yang lawan bicara nya merubah mimik wajah nya menjadi datar, dia mengepal kuat dia marah dia gak terima jika lexa di miliki orang lain...
dia tidak peduli jika di bilang egois dia hanya ingin lexa nya kembali...
"aku juga mengingin kan nya Erick ... kau tau seorang adik harus mengalah pada kakak nya.!!" desis nya tajam.
iya... Erick lebih mudah dari Dimas jarak umur mereka hanya terpaut beberapa bulan...
***
pagi yang indah dengan matahari tersenyum manis di ufuk timur tak berpengaruh bagi pasangan muda di mansion wijaya, karna perdebatan terus terjadi di antara pasangan muda itu tanpa ada satu pun yang mengalah...
pelayan dan para pembantu lain nya hanya menggeleng lelah termasuk bik sumi, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi saat nona muda dan tuan muda itu bertengkar...
dia sudah lelah melerai mereka tapi tidak berpengaruh sama sekali...
jantung tua ku sungguh malang.!! ratap hati bik Sumi mengelus dada melihat pasangan itu...
"aku gak mau.!!" tolak Rizal tegas, sudah lebih 10 kali jawaban itu dia semat kan agar sang gadis mengerti.
"zal... ini tuh udah 5 hari kamu gak masuk.!!... apa yang akan di kata kan mamah kalo kamu juga tidak masuk sekolah.!!" ujar lexa kesal, dia gak mau mendapat ceramah dari sang mamah..
"bilang aja kalo aku di skor juga.!" jawab nya enteng
"gak bisa gitu dong zal... kamu kan gak melakukan kesalahan."
"lah kamu juga gak ngelakuin kesalahan tapi di skor." sahut nya
"itu kan beda....
"udah lah Lex... aku gak akan masuk sekolah jika kamu juga enggak." mutlak nya.
lexa menarik nafas kasar, dia tidak habis pikir dengan pikiran cowok ini kenapa dikit-dikit harus mengikuti diri nya, gak bisa apa dengan pemikiran sendiri...
"yaudah lah terserah." ujar lexa berlalu menuju meja makan yang di ikuti Rizal.
suara mobil terdengar dari arah luar mereka saling menatap, siapa yang bertamu sepagi ini.?? pikir mereka.
tak berselang lama seorang wanita paruh baya namun masih cantik masuk dalam raut wajah suram, dia berjalan tanpa melirik mereka...
__ADS_1
mata mereka terus mengiringi langkah perempuan itu hingga menghilang dari pandangan..
"mamah.... kenapa.??" gumam lexa...