My Antagonis.??

My Antagonis.??
43.mall


__ADS_3

lexa duduk terdiam di ruang tamu menatap tv yang Menayang kan siaran anak kepala botak,namun mata gadis itu kosong terlihat dia sedang memikir kan suatu hal yang berat..


*flassback


"dasar bucin"


setelah mengata kan itu dia kembali fokus ke lampu merah namun fokus nya pecah, di kaget kan oleh suara motor di samping yang tidak jauh dari mobil,sekilas ia menoleh namun detik itu juga mata nya melebar melihat motor yang di kenal dan dia yakin pengendara nya juga tetap orang yang sama.


namun tanpa banyak reaksi orang itu menoleh dengan cepat dia memalingkan wajah nya ke depan,tapi bodoh nya dia lupa menutup kaca jendela mobil...


cepat buruan lampu hijau... ayo cepetan ya tuhan... racau nya di dalam hati dia tau orang itu sedang meperhatikan nya, bahkan dari ekor mata nya dia lihat orang itu sedang menghampiri nya...


aku mohon.... do'a nya dengan tubuh tegang sekali-kali dia melirik lampu jalanan kira nya sudah berganti warna,tepat sedikit lagi orang itu mencapai mobil nya lampu berubah warna hijau dia menjalan kan mobil nya secepat yang dia bisa...


tapi masih dia lihat orang itu mengejar nya namun dia tidak menyerah dia menjalan kan mobil nya dengan cepat menikung setiap kendaraan hingga sang motor tidak terlihat lagi, setelah itu dia bisa bernafas lega hingga sampai di bandara...


flassback end*


dia tau cepat atau lambat mereka akan bertemu,tapi untuk saat ini dia belum memikirkan reaksi apa yang akan dia tunjukan kepada orang itu nantinya..


orang yang dia cintai selama 4 tahun dan orang itu juga yang telah menyakiti nya, meski itu sudah berlalu tapi tidak menutupi sisa perasaan dulu masih ada dia tidak tau ini perasaan nya apa perasaan pemilik tubuh asli ini...


seseorang yang pernah dia puja sesosok yang akhir nya juga menyukai nya, dia tidak siap bertemu dengan sosok itu...


"apa yang aku lakukan nanti jika ketemu dia.?? apa aku harus mengabaikan nya.??" gumam nya dengan tatapan menerawang.


bukan sosok itu saja yang menyita pikiran nya ada satu sosok lagi yang membuat nya kepikiran, dia berharap orang itu tidak ada di kota ini dan dia juga meminta agar orang itu melupa kan nya...


yaahh... cinta pertama seorang Raina Azhara, Erick dirgantara


dia benar-benar tidak mengingin kan pertemuan mereka tidak sama sekali..


meski nama itu terukir indah di sudut hati nya tapi sudah ada sosok lain yang menghuni hati nya, orang yang terus ada di sisi nya walau dia dirundung di jauhi bahkan dia di buang pun...


bagaimana cara nya aku menghindari mereka.??


tanpa dia sadari seseorang menatap nya dalam diam melihat bermacam-macam ekspresi milik sang gadis.


"sore sayang.." sapah orang itu setelah sekian lama berdiri.


"Hay... sayang" jawab nya dengan ekspresi kaget.


"capek ya.??" tanya nya saat orang itu duduk dan bersandar di bahu nya.


"iya sedikit..." jawab nya dengan bisikan.


gadis itu mengelus rambut sang kekasih lembut dengan tersenyum "mau aku bikinin teh hangat.??" tanya nya menatap pemuda itu.


pemuda itu menatap sang gadis dengan dalam seakan mencari sesuatu tapi tidak ada apa-apa di mata itu bahkan hanya ada kehangatan..


dia menggeleng pelan membuang segala pemikiran tentang kekasih nya...


"mamih kemana.??" tanya nya


"kata nya mau ketemu temen.. gak tau temen yang mana." jawab nya siapa lagi kalau bukan lexa


sang cowok mengangguk paham "sayang".!!"


"hhmm"


"aku harus kembali ke Kanada." ucap nya dengan nada sendu.


lexa mendongak menatap nya "kenapa.?? apa ada sesuatu yang terjadi.??" tanya nya


"iya... perusahaan di sana sedang kritis dan terancam bangkrut jadi aku harus ke sana.!!!" ujar nya seraya memeluk pacarnya erat.


"terus gimana dengan ku.??? aku gak mau kamu tinggalin.??" ucap nya


"aku pasti kesini lagi... cuma satu Minggu Lex."


gadis itu tidak menjawab dia hanya sibuk dengan semua pemikiran nya.


"Lex... jangan khawatir aku akan kembali. karna ada kamu di sini mana mungkin aku ninggalin kamu lama-lama" lanjut nya yang di angguki sang pacar.


mereka saling memeluk erat seakan tidak ingin di pisah kan.

__ADS_1


"lexa....!!" sebuah panggilan membuat pasangan itu kaget..


"aku mandi dulu.. kamu temui mamih" ucap nya beranjak dari duduk menuju ke kamar


Rizal menoleh menatap gadis yang di cintai nya entah kenapa dia merasa ada yang di sembunyikan lexa tapi dia tidak tau apa, dia pun masuk kamar mandi dan membersihkan diri...


"mamih udah pulang.??"


"iya sayang... Rizal udah pulang.??"


"udah mih.. dia lagi mandi."


anak dan ibu itu mengobrol banyak di meja makan setelah Rizal turun mereka memulai makan bertiga tanpa ada percakapan lagi...


***


sedang kan di jalan raya di depan apart mereka terlihat seorang pria paruh baya menatap bangunan itu dengan hati berkecamuk, ragu dan takut menguasai perasaan nya dia ingin turun dan menemui anak dan istri nya.


namun rasa takut nya lebih besar saat ini takut mereka tidak menerima nya,takut dia di usir yang akan membuat hati nya kembali hancur, dia tidak mau itu terjadi tapi dia sangat merindu kan mereka.


sekali lagi ia menatap bangunan itu sendu ingin berlari menuju salah satu unit apart tapi tidak ada keberanian untuk dia melakukan itu...


"Lexa... papih kangen nak" gumam nya dengan mata berlinang.


dia memilih berlalu dari sana dia akan mencari waktu yang tepat untuk bertemu dengan lexa dan Ratna..


***


dilain tempat seorang pemuda sibuk di depan meja kerja nya sekali-kali menyeringai, sang asisten menatap nya tidak mengerti dengan tuan nya...


"tuan... apa anda yakin ingin membuat orang itu menderita.??" tanya nya dengan ragu


"tentu saja... kau tau dia sudah merebut orang yang aku cintai.. jadi sudah saat nya aku membalas dan merebut nya kembali.!!" jelas nya dengan senyum licik


asisten nya hanya menatap dengan raut wajah prihatin ini sudah lama sang tuan mengejar satu gadis tapi sampai sekarang tidak ada kemajuan, dan sekarang dia harus menyaksi kan sebuah keluarga besar yang akan dia hancur kan hanya demi seorang gadis...


dia menjadi penasaran dengan gadis itu secantik apa hingga sang tuan menjadi tergila-gila pada nya...


***


ingin sekali dia ikut tapi besok dia sudah mulai kuliah apa lagi mamih nya juga akan sendirian..


"sayang jangan cemberut gitu... kalo melayani suami itu harus senyum.!!" ucap nya ambigu


"iihhk apa sih zal... gak enak banget dengerin nya" jawab lexa menatap sengit ke arah Rizal yang tersenyum lebar..


"aku hanya sebentar di sana gak lama kok..." ujar nya memeluk lexa dari belakang


"cepat pulang ya.!!!. dan jaga diri baik-baik" pesan nya menggenggam tangan Rizal lembut


"ciyeee khawatir ya.??" ucap nya cengengesan sambil memutar tubuh lexa agar berhadapan..


membuat lexa kesal...


"lex... kalo aku gak ada jangan lirik cowok-cowok ya.??" ujar nya seriuss


"hhhmmm.... gimana ya.?? aku gak janji deh apa lagi kata Renata dikampus cowok nya ganteng-ganteng loh... sayang dong kalo di lewati" ucap lexa dengan wajah tengil nya


mata Rizal melebar mendengar perkataan lexa "gak... kalo kamu kek gitu aku akan membasmi cowok-cowok disana hingga habis.!" imbuh nya dengan wajah merah padam


"hahahaha... kenapa serius banget sih... cepat tua loh kalo kamu tua aku akan cari yang lebih mudah sebagai pasangan." lexa terkekeh melihat wajah Rizal kembali sebal seraya menatap lexa sengit


"awas aja.".


"hahahaha canda dong Rizal ronaldi.!" lexa sangat menikmati muka kesal Rizal yang menurut nya lucu "kapan berangkat nya.??"


"2 jam lagi."


"aku pasti kangen sama kamu.!!" ujar lexa manja sambil mengalung kan tangan ke leher Rizal


"apa lagi aku... aku yang bakal lebih dulu kangen nya "


Rizal meletak kan wajah nya di bahu gadis bertubuh mungil itu, dia benar-benar berat meninggal kan sang kekasih namun perusahaan nya juga tidak bisa tanpa dia...


"sudah waktu nya kamu berangkat" ujar lexa dengan pipi merah,Rizal mengelus wajah gadis itu lembut hati nya tidak rela meninggal kan nya...

__ADS_1


"jangan cemas aku akan baik-baik aja di sini" ucap lexa seakan mengetahui isi pikiran Rizal.


"yasudah..." setelah nya dia meraih koper yang sudah di siap kan lexa.


pasangan itu menuruni tangga dengan lexa menggandeng lengan Rizal tapi wajah nya cemberut..


"ya ampun kayak pengantin baru ya... sang suami mau pergi dinas sedang kan sang istri cemberut karna di tinggal... heemm dunia terasa milik berdua ya.!!" seruh sang mamih dari arah bawah tangga membuat wajah lexa semakin cemberut....


"zal... aku ikut antar sampai bandara ya.??" pinta lexa


"gak usah sayang... di depan sudah ada Roni yang menunggu." jawab Rizal menunjuk sang asisten di luar rumah.


disana sudah ada seorang pemuda dengan kacamata berdiri di samping mobil..


lexa hanya pasrah setelah melihat orang di luar..


"ya deh.." jawab nya singkat


"jangan gitu dong... masa aku pergi kamu nya cemberut.." bujuk Rizal lagi


lexa tersenyum manis meski terpaksa. "aku pergi dulu... mih aku titip lexa ya.?!" ucap Rizal kepada Ratna


"iya.. kamu hati-hati zal jaga kesehatan." sahut Ratna


"aku berangkat dulu ya sayang" Rizal mencium kening lexa lembut lalu pergi memasuki mobil mewah nya.


"sudah... jangan sedih Rizal pasti kembali." hibur sang mamih mengelus lengan lexa, lexa mengangguk pelan tanda mengiya kan...


_______


malam nya lexa sudah siap untuk pergi karna dia ada janji bersama sang sahabat ingin belanja, dia menuruni tangga dengan santai sekali-kali memutar kunci mobil di tangan nya..


"Lex mau kemana.??" tegur mamih nya dari ruang tamu


"mau pergi mah.. sama Renata." jawab nya mendekati Ratna.


"jalan.?? malam-malam gini.??"


"iya... besok lexa udah masuk kuliah sedang kan lexa gak bawa baju banyak, jadi rencana nya mau belanja sama Renata.!" jelas lexa


Ratna mengangguk paham "yasudah jangan terlalu malam pulang nya"


ujar Ratna yang langsung di angguki lexa dengan sumringah lexa keluar apart dengan tujuan ke mall,mobil merah itu parkir di salah satu pusat perbelanjaan di kota itu,dengan anggun dia turun dari mobil nya Dan berjalan memasuki mall...


"lexa.!!" panggil seorang gadis seraya melambai


"udah lama nunggu nya.??" tanya lexa setelah sudah berada di depan nya.


"baru 20 menit kok" sindir nya


"hehehe maaf ya.. jalanan nya macet."


"diih alesan yang sangat basi" gerutu gadis itu cemberut lexa hanya tertawa ringan menatap wajah kesal teman nya.


"yuk belanja." ajak lexa menarik tangan gadis itu..


kedua gadis itu mulai mengitari semua toko di mall dari toko baju,tas, aksesoris,sepatu dan sebagai nya membuat mereka lelah dan capek,mereka memilih untuk membeli minum di salah satu restoran yang berada di mall itu...


"oh ya ngomong-ngomong tuh mahluk gak nempelin kamu xa.??" tanya Renata sambil menyeruput jus alpukat nya


"dia balik ke Kanada tadi sore.!!" jawab nya melihat di sekitar restoran. Renata hanya mengangguk paham.


"xa Erick jug...


"Nat.. please jangan bahas dia saat kita bersama." potong lexa cepat dia tidak tau kenapa Renata malah menyebut nama cowok yang berusaha dia lupa kan itu...


Renata menghela nafas dalam dia bingung kenapa lexa seperti gak suka bahas tuh cowok..


"tapiii


"Nat ak...


"oh ternyata beneran lexa.."


kedua gadis itu menoleh kesumber suara sedetik kemudian wajah kedua gadis itu kaget menatap sang punya suara.

__ADS_1


__ADS_2