
Alexa menyusuri koridor menuju kelas Renata guna mengajak nya makan siang,Sepanjang perjalanan banyak mahasiswa/i menyapah nya termasuk cowok-cowok namun gadis itu hanya tersenyum kecil sebagai tanggapan,ia juga tidak mau menimbulkan kesalah pahaman apa lagi jika sampai ke telinga Rizal sang kekasih,pemuda itu sangat pecemburu orang yang lancang menatap lexa saja dia akan memperingati dengan keras.
kadang Lexa merasa kewalahan menanggapi kecemburuan Rizal,lexa menggeleng mengingat itu dengan pelan ia mengusap perut rata nya.
"sayang jangan seperti Daddy mu ya,nanti pasangan mu kewalahan menghadapi mu" gumam nya tersenyum manis,lexa masih menyusuri koridor berharap Renata masih dikelas.
lexa berbalik secara paksa saat sebuah tarikan keras dari belakang,ia menatap orang yang mencekal tangan nya erat mata coklat lexa melebar kala mendapati mata orang itu menyorot tajam.
"Erick." gumam lexa
"ikut aku" Erick menarik lexa menuju kesalah satu kelas yang tidak terpakai.
"lepasin... kamu mau bawa aku kemana.??" tanya lexa sambil memberontak,namun pemuda itu tidak mendengarkan ia seakan menulikan telinga nya, yang ada di pikiran Erick hanya kejelasan.
"Erick... apa yang kamu lakukan.??" tubuh lexa menegang saat Erick memojokan nya Kedinding Dan mengukung tubuh mungil nya..
"kabar itu bohong kan Lex.??" tanya Erick dengan nada dingin.
"kabar apa.??"
"kalo kamu menikah Minggu depan.?? itu bohong kan Lex.??" tanya nya menuntun dia harap itu tidak benar,dari mana dia tau? tentu saja dari Dimas iyaa Erick melihat saat Dimas bicara pada lexa saat itu dia ingin menghampiri pasangan itu ,namun langkah nya terhenti saat mendengar pertanyaan Dimas tentang pernikahan..
Alexa tidak langsung menjawab dia hanya diam,menatap wajah merah Erick yang menahan kesal.
"SEMUA ITU BOHONG KAN LEX...?? itu tidak benar kan.?? kamu tidak mungkin meninggal kan ku kan Lex.??..." tanya Erick lirih ia meletakkan kepala nya pada bahu lexa yang hanya terdiam.
"aku mohon katakan sesuatu tapi asal jangan bilang jika itu benar, aku tidak mau... lexa katakan itu bohong,aku mohon...
"Erick..!!
"aku tidak mau kehilangan mu lexa, aku mohon jangan tinggalkan ku... aku akan melakukan apa pun agar terus bersamamu.!!" suara racauan Erick membuat lexa tidak bisa melanjutkan ucapan nya,hatinya nyerih mendengar bisikan lirih Erick...
"Erick maafkan aku... aku
__ADS_1
"jangan teruskan Lex aku belum siap... hiks... aku mencintaimu Lex aku mohon jangan membuang ku.!!" Erick memeluk tubuh lexa erat seakan gadis itu akan menghilang jika dia lepaskan.
"Erick lepas."
"maafkan aku Lex atas kesalahan ku dulu... tapi aku mohon jangan tinggalkan aku... tetap lah bersama ku"
"aku tidak bisa Rick.."
"kenapa ??"
"aku sudah memaafkan mu tapi aku tidak bisa bersama mu!!" jelas lexa melerai pelukan Erick.
"kenapa Lex.??"
"aku hamil Rick.. anak Rizal " jawab lexa menatap lekat kearah mata Erick yang berair.
mata hitam pemuda itu bergetar dengan mulut terbuka, tubuh nya mundur kebelakang dengan mata masih menatap mata gadis di hadapan nya,seketika oksigen didada nya menghilang rasa sesak Erick rasa nya tanpa terasa air mata nya mengalir di pipi,Erick mengusap wajah nya kasar sekali-kali ia menjambak rambut tebalnya berharap rasa sakit serta menyesal menghilang,namun itu percuma...
Alexa menggeleng pelan "tidak.. aku tidak bohong,aku beneran hamil Rick..."
Erick memejamkan mata nya ia mendongak menatap langit-langit ruangan itu,udara di dada nya benar-benar sedikit ia belum siap menerima pengakuan lexa yang sangat menyakitkan, ini sangat sakit bagi nya ia menyesal dulu mempermainkan gadis ini jika dia jujur dari awal mungkin dia dan lexa sampai sekarang masih bersama,iya andai saja dulu dia tidak pengecut.... tapi ini sudah terlambat...
"perasaan kamu sama aku masih ada kan Lex ??" tanya nya kemudian setelah sekian lama terdiam.
"perasaan.??" ujar lexa mengernyit bingung.
"iya... perasaan suka kamu dulu... masih ada kan untuk aku,?? aku juga masih menyukai mu lexa... semua nya masih ada kan untuk aku.?"
lexa menatap Erick tidak percaya dan bingung kenapa pemuda itu menanyakan perasaan nya.
"aku...
" ayo... kita pergi dari kota ini dan menikah aku rela menerima anak mu" ucap Erick menggenggam tangan mungil lexa erat.
__ADS_1
_______
disisi lain Rizal menatap sebuah dokumen yang baru saja diserah kan oleh seorang pria paruh baya,ia mengernyit bingung menatap dokumen itu sedang kan pria yang bukan lain Reno papih nya lexa sudah duduk sembari menyesap kopinya..
"pih,ini.??"
"kau bisa liat kan,orang yang bekerja sama dengan mu semuanya di ancam oleh keluarga Wiguna... kenapa kau bisa berurusan dengan mereka.??" tanya reno menatap Rizal yang terdiam.
" Arjuna Wiguna menginginkan alexa!!" jawab Rizal geram,Reno mendengar itu cukup terkejut tidak menyangka pewaris keluarga Wiguna menyukai anak putrinya.
"dia akan melakukan apapun untuk memiliki Alexa,termasuk menghancurkan perusahaan Daddy.!!" jelas Rizal mata nya menyorot tajam.
"kenapa kau tidak mengalah saja... secara keseluruhan dia lebih unggul dari mu,aku rasa tidak rugi juga memiliki menantu seperti nya" ucap Reno tanpa menghirau kan raut wajah Rizal yang sudah memerah marah mendengar perkataan calon mertuanya.
keluarga ronaldi memang jauh di bawah keluarga Wijaya atau pun Wiguna,keluarga Wijaya berada di urutan 3 tingkat Asia sedang kan Wiguna di tingkat ke 6, Rinaldi berada di urutan 20 besar tingkat Asia maka dari itu perusahaan nya sangat mudah di hancur kan oleh Juna...
"aku pastikan kau tidak akan melihat anak dan cucu mu tuan Wijaya.!!" jawab rizal dingin,Reno sedikit kicep mendengar nya bukan takut pada pemuda itu tapi dia takut berjauhan lagi dengan putri nya,apa lagi pemuda itu tidak main-main dengan ucapan nya.
"aku hanya becanda... lagian aku juga tidak mau memiliki menantu licik seperti keluarga Wiguna itu" ujar Reno setelah berdehem.
"lalu apa yang akan kamu lakukan .??" lanjutnya menatap serius Rizal.
"aku belum tau... saat ini aku hanya ingin fokus menjaga lexa dan anak ku" jawab Rizal tersenyum tipis,Reno mendengus mendengarnya...
"jangan lupa anak ku sejak kecil hidup mewah,jika kau tidak bertindak mau makan apa putri ku.!?".
"aku yakin ayah mertua tidak akan melantarkan kami, bukan.??" jawab nya dengan senyum tengil, Reno menatap nya tidak minat tapi di hati ia membenarkan nya mana mungkin dia tega menelantarkan putri kandungnya sendiri.
"meski begitu kau harus memberikan nya balasan yang setimpal" sarkas Reno seperti sebuah perintah.
"tidak perlu khawatir... tapi papih bisa membantuku kan.??" tanya nya tersenyum miring,Reno hanya menghela nafas lelah mau tidak mau dia harus membantu demi putrinya,dengan malas dia bergumam sebagai jawaban.
kau akan menyesali nya Arjuna.
__ADS_1