
keesokan hari lexa sudah bersiap dengan pakaian nya,hari ini dia ada kelas pagi bersama Renata dia sangat malas kuliah hari ini,apa lagi mengingat kejadian kemaren membuat dia tidak ingin kuliah dia tau kalo Erick satu fakultas dengan nya...
lexa bercermin menatap wajah nya yang kuyuh karna menangis semalam,membuat Rizal harus berusaha menenangkan nya,kalo di ingat dia sangat malu semalam merengek nangis bilang pada cowok itu kalo dia kangen,sangat kekanak-kanakan dan memalu kan...
sekali lagi dia menatap wajah nya di cermin mata nya sedikit bengkak karna efek menangis...
"duuh bengkak deh.. ah sudah lah." lexa meraih tas nya lalu berjalan keluar dia mencari keberadaan sang mamih namun tak dia dapat kan di ruangan itu "mamih kemana sih pagi-pagi gini.??" ujar nya dia menuju dapur di sana terterah sebuah kertas tertempel di kulkas
*sayang mamih keluar dulu ada perlu kamu sarapan sendiri aja ya sayang,mamih akan pulang sore...
^^^iloveyou my sweeti*^^^
lexa menghela nafas mengingat mamih nya akhir-akhir ini selalu keluar,entah apa yang dia lakukan membuat nya penasaran tapi dia gak mau bertanya karna itu adalah urusan mamih nya..
dia tidak jadi sarapan lexa memilih langsung berangkat saja ke kampus, biar dia makan di kantin dengan Renata..
****
di tempat lain khusus nya di sebuah cafe sepasang pria dan wanita saling berhadapan namun berbeda ekspresi,jika wanita berwajah tenang tapi beda dengan pria di depan nya wajah pria itu terlihat kacau mata hitam nya memancar kan kerinduan yang mendalam,dia tak henti meremas jari-jari nya menahan kegugupan yang ada di hati...
"Ratna maaf kan mas... waktu itu mas di buta kan oleh ayu, maaf kan mas Ratna." ucap nya bergetar
wanita bernama Ratna itu hanya diam namun tatapan mata coklat nya begitu merindukan lelaki di hadapan nya ini,meski mereka cukup lama berpisah tapi dia masih mencintai nya namun rasa kecewa lagi-lagi menguasai hati nya..
"mas menyesal Ratna... mas merindukan kalian,mas ingin kalian kembali ayo kita mulai dari awal lagi ya... hanya ada aku,kamu dan putri kita Alexa.!!" ujar nya kembali sambil menggenggam tangan Ratna erat
"mas... mau mendengar cerita ku.??" sekian lama dia terdiam akhir nya dia mengucap kan sesuatu pertanyaan juga.
"hari itu...
****
mobil mewah berwarna merah memasuki pekarangan kampus ternama di kota itu,yang hanya berisi anak-anak pejabat atau pun konglomerat,kendaraan mewah berjejer di sana seakan saling memamerkan kekayaan mereka...
lexa keluar dari mobil nya seperti hari kemaren dia menjadi pusat perhatian kaum Adam,karna kecantikan nya di atas rata-rata di tambah aura gadis itu begitu positif membuat siapa yang melihat merasa tertarik pada nya...
"Alexa..." panggil seorang gadis sambil berlari menghampiri nya "ya tuhan apa yang terjadi dengan wajah cantik mu ini..?? hah.??" jerit nya seraya mengapit wajah Alexa
"n-nat gak usah lebay deh.." ucap lexa di selah rundungan Renata
"semalam kamu nangis.?? sampai mata kamu bengkak gini,ayo bilang sama aku siapa yang nindas kamu biar aku hajar.!!"
"gak ada... semalam aku telponan sama Rizal, jadi nangis karna kangen." jawab lexa nyengir
__ADS_1
"ciih dasar bucin." gerutu Renata kesal lexa hanya terkekeh.
"Alexa.!!" sebuah panggilan menghentikan acara kedua gadis itu,Renata menatap orang itu sinis sedang kan lexa menatap datar pada nya..
"mau apa.?? mau melaksana kan taruhan mu lagi ya.??" ucap Renata dengan wajah sinis,iya dia tau cerita itu karna lexa sudah memberi tahu pada nya..
"aku ingin bicara sama lexa.!!"
mahasiswa di sana menatap mereka dengan bermacam ekpresi dan beragam pikiran,mereka heran dengan cowok itu yang di kenal pangeran es selain dimas,kemaren Dimas yang membuat mereka heran sekarang dia padahal Alexa baru menjadi mahasiswi di sana tapi sudah menarik perhatian 2 cowok anak konglomerat itu...
"gak ada yang perlu di bahas lagi.!! ayo Nat kita masuk" ajak lexa menggandeng Renata
"LEXA AKU MASIH SUKA SAMA KAMU.!!" teriak nya keras siapa lagi kalo bukan Erick,suara lantang Erick membuat parkiran itu menjadi hening begitu juga dengan langkah lexa yang tiba-tiba berhenti.
"kamu masih inget kan... tanggal 13 bulan juni jam 7 pagi di taman belakang sekolah. hari dimana aku dan kamu menyata kan kalo kita saling suka... kau tau rasa itu sampe sekarang tetap sama lexa.." Erick menjeda ucapan nya dia tau ini sangat memalukan tapi dia tidak peduli.
"aku tetap mencintai mu... aku tau perbuatan ku dulu sangat keterlaluan tapi percaya lah cinta aku benar-benar nyata bukan karna taruhan.!!! kau gak lupa kan di malam itu di saat aku balapan kamu pernah bilang akan memberi ku satu permintaan.?? aku tidak akan meminta apapun Lex aku hanya ingin kamu kembali pada ku.!!" lanjut nya.
lexa berbalik menatap Erick yang juga menatap nya sendu,sorot mata lexa tajam dengan langkah cepat dia menghampiri Erick .
plaakkk
sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Erick membuat cowok itu sedikit syok,namun yang paling membuat syok tatapan gadis di hadapan nya...
lexa frustasi dia benar-benar malu dengan tindakan Erick yang sudah mengumbar masa lalu nya,masa lalu yang ingin dia lupa kan kenangan pahit yang sudah merenggut kepercayaan nya...
"tanggal 13 Juni jam 10 pagi... hari dimana kamu mematah kan harapan ku.!!"
"kamu tidak perlu mengingat kan tentang itu karna aku sama sekali tidak melupa kan nya.!! sama sekali tidak lupa... bahkan kejadian dimana kau bilang aku menjijikan saat bersama dengan ku itu juga tidak aku lupa kan.!!! hinaan mu dan ejekan mu selalu terngiang di pikiran ku!!! SEDIKIT PUN.!!" ucap lexa datar
raut wajah Erick tidak dapat di baca mata nya menyorot bersalah...
"a-alexa a-aku...
"hentikan... harus nya kau sadar dengan apa yang kamu lakukan.!!" potong Renata cepat lalu membawa lexa dari sana,dia tau suasana saat ini tidak menguntung kan bagi sahabat nya..
Erick menatap kepergian mereka dengan mata kosong dia tahu perbuatan nya ini sangat memalukan tapi dia tidak tau jika perbuatan nya menyakiti lexa...
lagi-lagi dia menyakiti lexa,gadis yang dia sukai dia menjambak rambut nya frustasi dan pergi dari sana...
jika Erick dalam keadaan kacau beda dengan seseorang yang dari tadi hanya menyimak,dari awal hingga akhir kejadian raut wajah nya juga berubah-rubah,awal nya dia emosi mendengar pengakuan Erick tapi melihat respon Alexa dia sangat puas, senyum mengejek menghias di bibir nya menatap Erick sedang kacau...
......*****......
__ADS_1
lexa membasuh wajah nya dengan air dingin di toilet guna mereda kan amarah nya yang sempat tersulut...
berulang kali dia mengucap kan istighfar agar hati nya tenang,dia tidak habis pikir dengan Erick yang nekad rasa malu,marah dan kesal seakan menjadi satu di hati nya saat ini meski dia sudah membasuh wajah nya dengan air dingin namun panas di pipi nya tak kunjung hilang...
cekleeek
pintu toilet di buka dari luar masuk lah dua gadis yang mungkin umur nya tidak jauh dari nya,lexa sama sekali tidak menghirau kan kehadiran kedua gadis itu...
"jadi ini cewek yang udah nampar Erick tadi.??" ucap cewek berambut panjang.
"iya dan dia juga yang ngegoda Dimas.!!" sahut yang berambut sebahu.
"gila nih cewek.. sok cantik banget.!!"
"bukan sok cantik sih... lebih tepat nya murahan..!!"
"oh ya.. Rika bilang dia pura-pura gak suka sama Dimas tapi masih ngegoda juga... ciih munafik"
lexa hanya diam ia menuli kan telinga bagi nya ocehan serta celoteh mereka cuma penghibur, dia sudah mulai tenang jadi buat apa emosi lagi cuma karna ocehan mereka yang tidak jelas...
sabar Lex mereka gak tau apa-apa... batin Lexa
Alexa merapi kan rambut nya lalu beranjak dari toilet.
"heh mau kemana.??" cegah gadis berambut panjang.
"minggir." ujar lexa menatap mereka datar
"kita belum selesai."
"soal apa.?? soal ocehan gak bermutu kalian.??" ucap lexa masih dengan ekspresi tetap sama
"sialan.." geram cewek satu nya
"aku gak ada urusan nya sama kalian, jadi minggir.!!!" lexa tidak mengenal kedua gadis ini tapi kenapa kesan mereka tidak baik pada nya...
"siapa bilang kamu gak punya urusan sama kami.?? jika tentang Dimas dan Erick tentu saja itu menjadi urusan kami.!!" jelas mereka
Alexa menaik kan satu alis nya ke atas,jadi ini cuma masalah cowok.?? dia merasa Dejavu dengan keadaan sekarang adegan ini juga pernah terjadi pada nya waktu sekolah...
"inget ya jangan coba-coba deketin Dimas karna dia pacar ku.!!" ucap gadis bernama serli seraya menjambak rambut lexa,membuat nya mendongak...
"dan Erick dia milik ku... jika kamu masih deketin mereka kita jamin kamu gak akan tenang.!!" ancam nya lalu keluar dari toilet.
__ADS_1
Alexa menatap kepergian mereka dengan mata dingin dia tidak marah dengan jambakan mereka,dia marah karna lagi-lagi karna kedua cowok itu hingga dia harus di bully kedua gadis yang tidak dia kenal...
"hheehh... Dimas dan Erick.??? benar-benar sial" gumam nya dengan mata tajam..