
POV Elisa
sejak kejadian 4 tahun lalu hidup ku kacau, setiap hari aku harus menerima amarah dari ibu juga tak hayal aku dan adik ku Alisa sering mendapat pukulan,di tambah ayah jarang pulang dan sering bertengkar pada ibu..
membuat ku capek,aku bosan hidup sengsara seperti sekarang andai saja ibu dan om Reno bisa menikah aku tidak akan miskin seperti sekarang..
tapi semua harapan ku hancur oleh gadis sial yang menyandang nama wijaya, dia menghancurkan harapan ku serta mimpi ku... dendam di hati tidak akan pernah hilang sampai mati pun...
setidak nya hidup di lingkungan Wijaya sudah pasti sangat menyenang kan,hidup kaya dengan fasilitas mewah itu adalah impian ku sejak dulu,sedari kecil aku harus hidup pas-pasan dengan gaji ibu sebagai pembantu rumah tangga, ugh itu perkerjaan yang sangat rendahan dan memalukan...
namun suatu hari entah kenapa majikan ibu sangat baik hingga membawa nya ke pesta para pengusaha sebagai ganti istri sang majikan,aku bisa menebak jika majikan ibu yang jelek dan gendut itu menyukai ibu meski tidak kaya tapi bisa di manfaat kan sebagai kerja sampingan dari ibu...
sehabis pulang dari sana perubahan ibu semakin nyata,dengan tidak rajin dandan sekarang menjadi sangat suka dandan di tambah lagi hubungan ayah dan ibu juga semakin baik.. apa yang terjadi.??? itu adalah pertanyaan besar di otak ku,pertengkaran yang sering terjadi di antara mereka sekarang menjadi aman dan tentram...
ibu yang sering marah menjadi Ibu yang sering tersenyum,orang tua ku yang jarang berdiskusi sekarang sering berbicara hal yang tidak aku mengerti, sudah lah bukan urusan ku sebagai anak muda...
aku menjalani hari seperti biasa menjaga Alisa dan sekolah, bicara tentang sekolah aku sangat menyukai salah satu teman sekolah ku yang populer bernama Adimas Kusuma wigantara berwajah ganteng dan kaya raya paket komplit lah dengan selera ku...
keluarga terkaya nomor 2 di negara ini membuat ku semakin semangat mendekati nya namun benar kata orang bunga mawar di atas tebing dapat di lihat tidak dapat di sentuh, seperti diri nya aku melihat nya sangat jauh dari ku dia di atas sedang kan aku di dasar yang paling dalam, tapi bukan Elisa nama nya jika cepat menyerah begitu saja...
aku adalah gadis cantik dengan kecerdasan di atas rata-rata dan segudang prestasi ,pantang bagi ku menyerah sebelum berjuang yaahh aku akan meraih nya membawa cowok itu berada di sisi ku,tapi lagi-lagi aku kesulitan mendekati nya ternyata tidak semuda yang ku bayang kan,pemuda dengan wajah ganteng dan beraura dingin itu tidak semudah itu menggaet nya...
hingga pada akhir nya aku mendapat kan ide gila yang begitu saja hadir di pikiran ku,sejauh yang aku tau Adimas di sukai oleh gadis populer di sekolahan, aku akui kecantikan gadis itu melebihi ku kepintaran nya juga setara dengan Dimas apa lagi kekayaan nya seorang pengusaha kaya raya nomor 3, hanya beda 1 tingkat dari Adimas...
saat mengetahui itu tentu saja aku tidak suka dengan nya Adimas adalah Target empuk untuk menaikan derajat hidup ku,membawa ku ke atas bersama nya..
namun meski gadis itu mengejar Dimas hingga mempermalukan nya tapi kegigihan nya patut di ancungi jempol,sekian hari dia terus mengejar cowok itu dan sekian kali nya aku mengawasi rutinitas gadis bernama Alexa wijaya, dia cantik bahkan sangat cantik meski dandanan nya sedikit berlebihan namun kecantikan nya alami, jika tidak memakai make up menor, entah kenapa perasaan marah juga iri hadir begitu saja melihat gadis itu...
aku iri melihat keberuntungan nya,aku marah kenapa bukan aku yang memiliki semua nya.?? sialan aku jadi ingin menghancur kan kehidupan gadis itu.!!!
setiap kali aku melihat gadis itu di saat itu juga aku geram karna dia bisa menyentuh Dimas sesuka nya walau di tolak,aku ingin bebas menyentuh cowok pujaan ku bergandeng tangan bahkan pelukan.. indah nya jika itu benar-benar terjadi namun kenyataan menampar ku perbedaan begitu jauh.
kenapa.?? kenapa aku lahir di keluarga tidak mampu,miskin, aku tidak mau lahir seperti ini.??
aku ingin kehidupan yang layak, dimana semua orang memuja ku dan mengemis cinta dari ku termasuk Adimas.!! aku ingin dia mengejar ku untuk di cintai...
aku sering mengucap kan keinginan ku pada ibu tapi hanya bentakan yang sering aku terima,tapi tidak dengan sekarang ibu malah menyemangati ku, sekali lagi aku di buat bingung oleh nya...
"jika kamu suka, kamu perjuangkan jangan khawatir dengan status mu ibu sedang berusaha bisa mengangkat derajat kita.!! tapi kamu juga harus berusaha membuat gadis bernama Alexa itu semakin di benci murid-murid lain termasuk lelaki pujaan mu.!!" tutur ibu kala itu meski aku bingung namun aku tak hayal menuruti nya..
iya jika aku ingin meraih hal yang aku ingin kan aku harus menyingkir kan penghalang nya,tapi.... kenapa ibu yang terlihat bersemangat.??
aku menatap ibu curiga setelah nya aku tidak memperdulikan lagi mungkin ibu punya rencana..
aku mulai mendekati Adimas meski reaksi nya tetap dingin tapi aku berhasil dekat dengan para sahabat nya,walau aku tidak suka mereka lagi-lagi aku harus terima demi dekat dengan Adimas...
dan benar saja gadis bernama Alexa membully ku awal nya aku tersiksa tapi sering kali di bantu Dimas membuat ku menikmati nya,malah aku ingin di bully lagi dengan seperti itu Adimas perhatian pada ku walau dingin dan datar ...
hingga suatu hari ibu bercerita tentang cinta pertama nya, yang membuat ku syok ternyata orang di masa lalu nya adalah Renosya Wijaya papih nya Alexa orang terkaya nomor 3... waow keberuntungan apa ini sekian lama aku menanti akhir nya orang yang akan membawa kami kekelas atas tiba juga...
ibu dan ayah berusaha keras menipu orang itu agar dia terjerat kepada ibu, dengan memalsu kan status ibu dan juga memalsu kan tes DNA kami aku dan lexa, melihat gadis itu menderita membuat kesenangan tersendiri di dalam diri ku, membuat nya merasa di buang,diabaikan bahkan di benci orang yang dia cintai, itu adalah kebahagiaan ku Alexa Wijaya penderitaan nya sangat menghibur ku...
__ADS_1
peran ku sebagai anak kandung Renosya Wijaya yang ternyata dia percaya benar-benar bodoh,aku bertindak seakan aku tertindas dan tuan Reno selalu ada bersama kami menghibur ku,menyayangi ku sepenuh hati dan aku sangat bahagia. bisa kah aku egois.?? aku menginginkan keluarga utuh yang hangat seperti itu.?? bisakah.??
aku pikir akan terwujud tinggal selangkah lagi tapi semua nya hancur berkeping-keping,entah kapan itu terjadi secara mendadak membuat ku tidak bisa membela diri lebih jauh lagi, para murid merundung ku,membully ku...
apa yang terjadi.?? kenapa menatap ku seperti itu.??
mereka menatap ku jijik termasuk Adimas..
tidak... bukan ini yang aku ingin kan, mana mata prihatin mereka kenapa mereka seakan membenci ku.??
pada akhir nya sebuah video terpampang jelas di depan ku.
"lihat... kau emang gadis menjijikan dan munafik." ucap salah satu teman ku dengan raut wajah jijik termasuk Adimas..
dari mana video itu... video yang menghancur kan kehidupan ku,impian ku dan dunia ku,berulang kali aku memejam kan mata berharap ini mimpi namun tetap tidak bisa ini nyata sangat nyata...
Alexa Wijaya aku akan membalas mu meski aku harus mati, itu sumpah ku tapi sampai sekarang aku tidak melihat nya lagi, kami pun di tendang dari villa mewah milik Renosya Wijaya...
"mas.. apa yang kamu lakukan.?" jerit ibu ku saat menerima tamparan dari pria itu
"pa-papah." ujar ku semenyedihkan karna aku harap dia luluh tapi dia malah menatap ku tajam.
"jangan pernah memanggil ku papah dengan mulut kotor mu.!!" ucap nya dengan dingin, apa-apaan ini kenapa sikap nya berubah...
"mas.. kamu ini kenapa sih dia anak kandung mu.!"
plaak
sebuah kertas dan beberapa dokumen lainnya menampar wajah ibu ku,terlihat disana beberapa foto keluarga asli kami dan tes DNA kami..
"ini gak bener mas... Elis memang anakmu..."
"tutup mulut menjijikan mu itu ******... dari awal harus nya aku tidak mempercayai mu, karna aku tidak pernah menyentuh mu cerita yang kamu kata kan itu tidak pernah terjadi,meski terjadi itu antara aku dan Ratna bukan kau.!!"
"reno kamu masih mencintai ku kan.??"
"tidak.... pergi dari sini sebelum aku melapor kan kalian ke polisi." tuan Reno membelakangi kami dengan suara tajam nya dia mengusir kami,walau pun tidak terima kami memilih pergi juga kami tidak mau mendekam di jeruji besi...
sejak itu keluarga kami kembali seperti semula ayah yang mabuk-mabukan sedang kan ibu yang sering membentak kami...
seperti hari ini aku memilih keluar rumah karna sangat jengah dengan pertengkaran ibu yang terus menuntut ayah mencari uang yang banyak, aku meninggal kan rumah menuju mall guna refreshing itung-itung cuci mata sudah sangat lama aku tidak kesini terakhir itu bersama om Reno ketika hari ulang tahun Alisa..
cukup lama aku keliling mall tanpa membeli apa pun dan mata ku menangkap seseorang yang aku kenal, banyak perubahan di orang itu yang membuat semakin iri dan dendam, kenapa dia terlihat baik-baik saja.?? kenapa dia tidak merana atau drepesi.?? sialan..
"oh ternyata beneran lexa.!!"
____
kedua gadis di meja restoran itu menoleh ke asal suara, mereka cukup kaget melihat orang itu karna sangat lama tidak melihat nya..
"siapa ya.??" tanya lexa bingung tepat nya pura-pura
__ADS_1
Elis mengepal kan tangan nya mendengar pertanyaan lexa yang terlihat santai.
"jangan pura-pura gak kenal ya.??" ucap nya geram
"Nat kamu kenal dia.??? aku sih enggak ya!!" ucap lexa lagi menatap renata
"hhhmm gak kenal deh kek nya.!!" jawab Renata seakan berpikir mereka melanjut kan obrolan mereka yang terputus,tanpa menghirau kan Elis
"DASAR ******... IBU KAMU YANG UDAH NGERUSAK KELUARGA KU TAPI SEKARANG PURA-PURA GAK KENAL." jerit Elis keras membuat para pengunjung menatap mereka,lexa menghentikan obrolan mereka mendengar perkataan Elis membuat nya ingin menghajar gadis itu...
"apa.?? yang aku katakan itu bener kan.??" ujar nya kembali dengan wajah angkuh,orang-orang di sana udah berbisik mencemooh lexa....
plaakk..
tamparan keras diterima Elis di pipi kiri nya, lexa kaget menatap Elis yang tertoleh dia menatap sang pelaku, mata coklat nya terbelalak lebar setelah tau siapa yang menampar Elis..
"pa-papih.!!" gumam lexa pelan.
"pa-papah"
"jangan pernah meninggi kan suara mu di hadapan putri ku.!!! apa kau ingin berurusan dengan keluarga Wijaya karna sudah menghina putri ku.??" ucap Reno tajam menatap Elis yang menatap nya dengan mata berkaca-kaca
"satu lagi... dia adalah anak kandung ku kau tidak berhak menuduh nya seperti itu.!!"
"papah aku...
"dengar Elisa lestari kau bukan anak kandung papih ku... yang merusak keluarga ku adalah ibu mu." potong lexa tajam...
Reno terpaku mendengar ucapan lexa yang memanggil nya papih,sudah sangat lama dia tidak mendengar panggilan itu tak di pungkiri dia sangat bahagia..
Elisa pergi dengan perasaan malu dan marah dia menatap lexa dengan mata membunuh, lexa dan Renata menarik nafas lega melihat kepergian nya...
"a-alexa.!!" panggil Reno pelan.
"ngapain tuan disini.??" tanya lexa, Reno kembali merasa kan sakit karna putri nya kembali memanggil nya tuan.
"papih... mau bicara sama kamu boleh.??"
Renata menatap kedua nya lalu dia mengerti tidak seharus nya dia di sini "hhmm Lex... aku duluan ya ada janji sama keluarga soal nya." ujar nya lalu melesat pergi tanpa mendengar jawaban lexa
penghianat.. batin Lexa menatap Renata
"papih minta maaf karna Udah nyakiti kalian... papih menyesal udah menyia-nyia kan kalian Lex... maafin papih Lex." ujar Reno menunduk dalam
praaang
lexa menghempas kan gelas kaca di atas meja di sana, membuat mereka menjadi pusat perhatian...
"papih liat gelas itu... dia udah pecah berkeping-keping karna perbuatan ku.. kalo aku minta maaf sama gelas itu apa dia akan utuh kembali.??" tanya lexa menatap pecahan gelas itu, Reno terdiam di tempat duduk nya menatap kepingan gelas di sana...
"apa yang harus di lakukan agar gelas itu kembali utuh.??" ujar Reno lirih dia tau arah pembicaraan putri nya.
__ADS_1
"tidak ada yang perlu di lakukan... karna sudah terlanjur pecah... meski di berikan yang baru maka tidak akan bisa menyama kan yang lama.!!" ucap lexa lalu pergi dari hadapan Reno yang menatap nya sendu, dada nya sakit mendapat kan sikap dingin lexa...
"maafin papih"