
seorang cowok berdiri bersandar di tembok pinggir jalan sekali-kali menyesap puntung rokok yang terselip di selah jari nya, mata hitam nya melihat ke arah jalan dengan sorot mata tajam seakan ada sesuatu yang sedang dia tunggu...
wajah tampan terlihat bersinar di bawa sinar lampu dan bulan secara bersamaan, berulangkali dia mengisap rokok nya dan menghembus kan asap ke udara, dalam hitungan detik asap itu menghilang di bawa angin malam yang terasa dingin..
sekian lama dia menunggu cahaya dari sebuah motor datang dari arah jalan, dengan santai dia menjatuhkan rokok dan menginjaknya...
bugh
dia memukul orang yang masih ada di atas motor nya dengan keras, motor hitam itu terjatuh dan orang nya terlempar jauh dari kendaraan, suara ringisan keluar dari bibir orang itu...
sang pemukul tersenyum puas melihat orang itu terjatuh tanpa hormat, dengan langkah santai dia menghampiri nya sekali-sekali memukul kan balok kayu ke aspal hingga menimbul kan suara dari pukulan itu...
sang pengendara melepas helm nya kasar dia menatap pelaku pemukulan itu tajam...
"bajingan... apa yang kamu lakukan.??" tanya nya dengan wajah marah.
sama sekali tidak ada jawaban dari orang itu namun langkah nya semakin mendekat dengan raut wajah gelap..
"hey... mau apa kau.?? " tanya nya kembali
namun lagi-lagi tidak dapat jawaban dengan susah payah dia bangkit berdiri meski kaki dan tangan nya terasa sakit karna jatuh dari motor...
bugh
sebuah pukulan mentah mendarat di rahang nya cairan merah keluar dari sudut bibir...
bugh
bugh
bugh
pukulan demi pukulan dia terima dari orang di depan nya, sakit, pusing membuat nya sedikit kewalahan..
praaakkk.
helm di tangan nya menghantam sempurna di kepala orang itu dengan sigap dia menendang perut nya biar bisa menjauh dari nya...
"hahahaha." alih-alih merasa sakit cowok itu malah tertawa terbahak-bahak...
dasar gila...!! batin nya...
"Dimas... Dimas... hanya itu kekuatan mu.??" ujar nya meremeh kan.
"aku heran kenapa dia sangat menyukai mu.?? padahal kau hanya cowok lemah.!!" ejek nya seraya mengusap darah yang keluar dari pelipis nya karna terkena hantaman helm tadi..
Dimas terdiam mata nya merah menahan emosi mendengar hinaan orang di depan nya ini.
__ADS_1
"aku gak keberatan kalo kau membenci nya... tapi aku gak terima kalo kau menyakiti fisik nya..!!" ujar nya kembali menatap Dimas yang masih diam.
"itu balasan bagi mu yang sudah menampar nya.!!" lanjut nya lagi..
"hhaahh... aku gak nyangka bisa bertemu dengan orang bego seperti mu... tapi...." dia menjeda ucapan nya dan masih menatap Dimas yang melihat nya datar.
"itu bagus setidak nya dia sudah benar-benar membenci mu.!!" senyum sinis terbit di bibir merah tua nya..
deg
jantung dimas seakan terhenti mata nya melebar menatap cowok itu, seakan tidak percaya dengan penjelasan nya...
"apa yang kau katakan.??" tanya dimas
"kenapa.??? apa kurang jelas hee.??"
"katakan sekali lagi.!!" tekan nya menyorot tajam
"hahaha..." tawa cowok itu membuat Dimas geram.
dia mengangkat bahu acuh dan berniat pergi dari sana..
"Rizal.!!" panggil Dimas tajam
"aku berniat membuat dia benar-benar melupakan mu.!!! karna aku.... menyukai nya.!!" setelah mengata kan itu Rizal beranjak meninggal kan Dimas terpaku di tempat nya...
raut wajah dimas menjadi suram, suasana hati nya kacau mendapati pernyataan Rizal tentang lexa..
yaah kita sama Dimas... aku benar-benar membenci mu Adimas Kusuma wigantara*.!!
Dimas mengacak rambut nya kasar kala ingatan dan ucapan lexa terlintas di pikiran nya, dia tidak mau gadis itu berbalik membenci nya di saat hati nya mulai menyukai lexa, namun dia harus di hadap kan sebuah peristiwa membuat nya ragu kembali dengan perubahan lexa..
"AAARRRRGGGHHH...." jerit nya hingga kesadaran nya menghilang, dia tergeletak lemah di aspal meninggal kan suasana sunyi dan dingin...
****
"RIZAL...!!!" gadis itu menjerit dari ujung tangga kala melihat Rizal dalam keadaan wajah penuh darah dari pelipis nya..
ia turun tangga dengan tergesa-gesa menghampiri cowok itu, mata coklat nya terpancar kecemasan yang mendalam...
"apa yang terjadi.?? kenapa kamu kek gini.?? siapa yang melukai mu.?? apa ini sakit.??."" tanya nya beruntun...
"aku gak apa-apa kok... ini cuma luka kecil.!!" jawab nya meraih tangan lexa yang berada di wajah nya.
"kecil apa nya... berdarah banyak kek gini di bilang kecil.. kau main nya sampai dimana sih bisa dapat luka seperti ini.??? dasar nakal... bisa gak jangan bikin orang khawatir sehari aja.!!" omel nya seraya mengambil handuk dan air bersih dari tangan bik Sumi..
Rizal tersenyum mendapat Omelan dari gadis itu ya dia senang karna gadis ini khawatir dengan nya..
__ADS_1
"gak usah senyum-senyum... aku rasa luka mu gak terlalu dalam sampai membuat mu gila seperti itu !!" ketus nya...
sekali lagi dia terkekeh geli atas ucapan lexa dia tidak tau kenapa gadis ini menjadi banyak bicara, seingat nya dulu dia tidak secerewet ini... namun dia senang setidak nya lexa tidak mengingat cowok itu lagi..
"sakit ya.??" tanya lexa hati-hati karna mendengar cowok itu sedikit meringis.
Rizal mengangguk kecil mata nya mengamati wajah cantik lexa tak ada kata bosan bagi nya jika bersama lexa, selalu ada keinginan terus dan terus melihat gadis itu...
tubuh Rizal menegang kala hembusan berbau mint menerpah wajah nya, dapat dia rasa kan bau vanila memasuki rongga hidung nya yang berasal dari tubuh lexa...
Rizal menatap lekat kearah wajah gadis yang sedang meniup luka nya, setiap inci wajah lexa dia amati secara seksama hingga terhenti di bibir sang gadis...
ia menelan ludah melihat bibir ranum berwarna merah cerry,sedetik kemudian dia menggeleng membuang pikiran konyol nya..
" tambah sakit ya.?? aku tiup kan lagi ya.??" tanya lexa cemas
"e-enggak usah.!!" tolak nya cepat membuat lexa sedikit kaget.
"kenapa.?? aku hanya ingin membantu mu.!!"
"gak perlu... i-ini udah gak sakit kok.!! a-aku kekamar dulu.!" Rizal langsung melesat ke kamar nya sambil menyembunyi kan wajah merah nya.
lexa menatap punggung Rizal bingung karna gak biasa nya Rizal cepat pergi dari hadapan nya..
"dia kenapa.??" gumam lexa menggaruk pipi nya..
"tapi ngomong-ngomong Rizal dapat luka itu dari mana.??" tanya nya dengan diri sendiri
****
disisi lain.
seorang pemuda sedang menatap pemuda lain nya yang masih setia memejam kan mata, luka lebam begitu kontras dengan wajah putih nya, banyak lebam menghias di pipi dan mata nya...
namun tidak dapat menutupi ketampanan pemuda itu meski lebam ada dimana-mana..
"gimana dok.??" tanya nya kepada dokter yang baru saja memeriksa nya.
"tuan muda tidak apa-apa... hanya butuh istirahat saja.!!" jawab dokter itu.. "hanya saja seperti nya dia mengalami syok.!!" lanjut nya
cowok itu sedikit kaget mendengar nya " apa ada sesuatu terjadi dengan nya.??" gumam nya pelan
"saya pamit keluar dulu tuan muda.!!" ujar sang dokter membuyar kan lamunan pemuda itu..
"baiklah... makasih dok.!" ucap nya
dokter itu keluar meninggal kan dua orang itu dalam keadaan berbeda...
__ADS_1
"sebenar nya apa yang terjadi dengan mu.??"
masih menatap cowok di atas brankar dalam keadaan mata tertutup..