
tidak ada seorang yang ingin mengalami patah hati,putus atau kehancuran,tidak ada satu pun terbesit di pikiran setiap manusia apa lagi jika di alami dengan orang yang di cintai..
bersama orang yang di cintai itu lah impian setiap pasangan tapi bagaimana jika orang itu yang membuat terluka tanpa bisa di sembuh kan.???
begitu juga dengan lexa sekarang cinta yang dia damba kan dari dulu akhir nya ia dapat kan, namun perasaan yang menumpuk dahulu terbakar hangus oleh keegoisan berbekas karna terluka, perasaan yang dia pupuk sirna meninggal kan kesakitan...
Raina sangat menyayang kan kenapa baru sekarang Dimas mengungkap kan perasaan nya, kenapa tidak saat Alexa masih berada di tubuh nya.?? meski cowok itu serius dengan perasaan nya, itu akan menjadi sia-sia karena di tubuh ini bukan lexa tapi raina, seorang gadis yang tidak memiliki kesan kepada Dimas...
lexa berjalan menuju tangga untuk kembali kekelas nya di lantai dua, dia ingat bahwa Rizal akan menjemput nya entah kenapa Rizal begitu gigih memperhati kan nya...
semakin dekat ke tangga hati nya semakin berdebar kepala nya sedikit pusing, ia berpegang pada pegangan tangga agar tidak terjatuh..
*kenapa dengan ku.?? batin nya.
"kau tidak pantas bersama nya.!!!"
"aku yang lebih pantas...!!"
"dasar cewek munafik*"
tubuh nya menegang kala ingatan itu terlintas di pikiran nya, bingung serta heran kenapa dia merasa pernah terjadi sesuatu di tangga ini, tubuh nya bergetar saat langkah demi langkah dia menaiki tangga di depan nya dan bayangan itu semakin nyata di ingatan nya...
dia ingat dia pernah bermimpi tentang kejadian di tangga saat tidur di uks...
meski susah payah akhir nya ia sampai ke atas tangga dengan keringat dingin di pelipis nya tubuh nya masih bergetar seakan ketakutan membuat nya bingung..
"Alexa.!!" panggil seseorang dari arah belakang, lexa berbalik menghadap gadis yang memanggil nya dia tau gadis ini yang selalu di sekitaran Dimas dkk...
lagi-lagi ada perasaan Dejavu saat berhadapan dengan gadis ini.
"apa.??" jawab nya acuh
"kau.... hanya seorang antagonist jadi harus bersikap lah sesuai peran mu.!!" ujar nya tajam
kening lexa mengernyit tidak mengerti apa yang di maksud gadis ini...
"apa maksud mu ??" tanya nya bingung.
"kau itu toko jahat kenapa gak bersikap seperti biasa... kenapa kau berubah hah.!!" jerit nya.
dia gila ya.?? pikir lexa heran
"emang nya kenapa... kalo aku mau berubah kau mau apa.??" tanya lexa ketus "lagian apa hubungan nya dengan mu.??"
"harus nya saat ini Dimas menyukai ku bukan kamu.!!" jerit nya lagi.
lexa mengerti sekarang jadi ini karna Dimas si cowok dingin itu, kenapa sih cewek-cewek di sini pada menggilai dia,padahal gak ada istimewa nya.?? batin Lexa lelah.
"terus.??? Dimas gak suka sama kamu, itu jadi salah ku gitu ??" ucap lexa bosan. ia bosan benar-benar bosan...
"itu sudah jelas... karna kamu berubah maka nya dia jadi menyukai mu.!!"
"hhaaahh... jadi intinya kau gak suka lihat aku berubah.??"
"iya... kau... sama sekali gak pantes buat nya.!!" ucap nya dingin.
"denger ya Elisa... aku gak peduli jalan cerita kalian mau kek gimana itu bukan urusan ku... kalo kamu suka dengan nya kau kejar sana jangan menyalah kan orang lain, atas ketidak mampuan mu.!!!" lexa melewati Elis begitu saja tanpa ingin mendengar ocehan gadis itu...
"heh... kau yakin kalo gak bakal terlibat... aku pasti kan dia kembali membenci mu.!!" ujar nya tersenyum licik,
lexa menoleh menatap gadis itu menunggu apa yang akan dia lakukan, namun tanpa dapat lexa sadari gadis itu malah menjatuh kan diri nya ke tangga yang lumayan tinggi...
"HEY...!!!" teriak lexa ingin menggapai tangan Elis namun terlambat gadis itu sudah berguling jatuh kebawah...
beberapa saat jeritan para murid terdengar riuh di bawah tangga membuat murid lain berdatangan kearah jeritan itu..
__ADS_1
"ELIIS...!!" teriak seorang cowok menghampiri tubuh Elis yang sudah tak sadar kan diri.
tubuh lexa bergetar hebat di tambah tatapan beberapa orang di bawah tangga membuat nya semakin bergetar, wajah Dimas mengeras melihat lexa di atas sana semua murid berasumsi kalo lexa mendorong Elis...
tubuh gadis itu di bawah kerumah sakit secepat nya sedang kan dimas,menghampiri lexa yang masih berdiri kaku di sana...
mata lexa memerah dengan tubuh berkeringat dingin dia tidak menyangka gadis itu senekat itu menjatuh kan diri ke tangga...
"Dimas bukan aku yang....
plaaaakk
tamparan keras mendarat ke pipi kiri lexa, rasa panas menjalar di pipi mulus nya dapat dia pasti kan kalo pipi nya merah...
"aku kira kau benar-benar berubah lexa... ternyata beberapa bulan ini kau cuma ingin menarik perhatian ku, kau hanya mencari celah untuk menyiksa Elis, kau.... benar-benar menjijikan.!!" ucap nya dingin dengan mata menyorot tajam.
deg
jantung lexa seakan berhenti mendengar tuduhan itu...
"BUKAN AKU YANG MENDORONG NYA.!!" teriak lexa dengan mata memerah..
jangan... henti kan aku...
"DIA ITU GADIS MUNAFIK... DIA MENJATUH KAN DIRI NYA SENDIRI AGAR KAU MEMBENCI KU DIMAS.!!"
*Alexa hentikan... dia akan semakin membenci mu... kenapa aku gak bisa mengontrol diri ku.. Alexa hentikan.
"AKU TAU KAU JIJIK DENGAN KU... KENAPA.??? KAU MENYESAL KARNA BILANG SUKA PADA KU.?? KALIAN MEMANG COCOK COWOK BRENGSEK DAN CEWEK MUNAFIK ...!!" teriak nya sekali lagi.
lexa hentikan aku mohon*...
plaaakk
sekali lagi tamparan mendarat kepipi lexa suara gadis itu tercekat di tenggorokan kala mendapat tamparan itu..
"yaah kita sama Dimas...!" lexa mengusap bibirnya yang sedikit berdarah. "aku juga menyesal pernah menyukai mu... aku benar-benar .... membenci mu Adimas Kusuma wigantara.!!" lexa melontar kan senyum dingin kepada cowok itu lalu pergi.
langkah nya terhenti melihat sosok lain di balik tembok, dia tau orang itu sudah di sana sejak awal kejadian pertengkaran nya dengan elis tapi dia sedikit kecewa karena orang itu sama sekali tidak membantu nya...
mata nya beradu dengan mata hitam milik orang itu namun sedetik kemudian orang itu memilih pergi dari sana, lexa menghela nafas lelah perasaan kesal nya kalah dengan rasa kecewa nya...
ia melanjut kan langkah nya menuju kelas di sana sudah ada Rizal dengan wajah cemas karna lexa cukup lama pamit ke toilet tapi gak kembali...
"lexa.!!" Rizal menghampiri lexa dengan berlari kecil, sedangkan lexa sempat linglung ia menatap Rizal bingung...
apa yang terjadi tadi.?? pikir nya. dia tidak mengerti kenapa dia tidak bisa mengontrol diri nya, apa lexa mengambil alih tubuh nya tadi.???
"lexa... kamu kenapa.?? bibir mu.?? pipi mu.?? siapa yang menyakiti mu.??" tanya nya beruntun sambil menangkup pipi lexa mata nya terpancar kecemasan..
"hiks... hiks... izal pipi ku sakit... hiks... hiks...!!" tangis nya pecah sambil memeluk Rizal, dia tidak mengerti kenapa dia harus manja kepada cowok ini tapi lagi-lagi tubuh nya tidak bisa di kontrol..
tubuh Rizal menegang saat lexa memeluk nya ini pertama kali nya lexa memeluk nya. "udah... ayo kita ke uks kita obati.!!"
lexa hanya mengangguk di dalam pelukan Rizal, Rizal sangat bahagia saat ini karna lexa bersikap manja pada nya...
****
di taman belakang seorang cowok menatap kosong kearah depan, dia bingung dengan perasaan nya dia ingin menolong gadis itu tapi tidak ingin terlibat dengan nya...
"maaf kan aku.!!" gumam nya pelan..
***
braakkk
__ADS_1
"lexaaa.!!!" panggil seorang cewek setelah mendobrak pintu uks, dia menghampiri lexa yang duduk di brankar bersama Rizal..
"xa... kamu gak apa-apa kan.??" tanya nya khawatir
"iya aku gak apa-apa kok Nat.!!" jawab lexa lembut
"gila ya tuh cowok tanpa bukti malah asal tampar aja.!" gerutu Renata
"maksud kamu apaa.??" tanya Rizal bingung hanya dia yang tidak tau kejadian lexa di tampar dimas..
"kamu gak tau.??? lexa tadi di tampar dimas... aku aja gak tau kalo bukan temen aku yang ngasih tau mana mungkin aku tahu.!!" jelas nya menggebu
wajah Rizal menggelap tangan nya mengepal hingga urat nya keluar. "sialan.!!" gumam nya geram
"tapi seriusan kamu gak apa-apa.???" tanya Renata tak menghirau kan Rizal yang sedang geram.
lexa mengangguk seraya meraih kepalan tangan Rizal agar cowok itu tenang...
"xa... kamu gak perlu khawatir aku percaya kamu gak mungkin melakukan itu.!!" ujar nya
"kenapa kamu seyakin itu Nat.?? Aku kan di kenal jahat dan tukang bully.!!"
"mereka bilang gitu karna mereka gak mengenal mu... kita udah sahabatan lama, jika kamu menyukai orang kamu akan gigih mengejar nya sampai lelah sendiri... begitu juga jika kamu ingin berubah, kamu akan bersungguh-sungguh gak pernah main-main.!!" jelas Renata tersenyum
lexa menatap Renata terharu lexa beruntung mempunyai sahabat seperti Renata yang pengertian...
mata nya berkaca-kaca menatap Renata sedetik kemudian..
"huwaaaa.....!!" tangis nya pecah lagi di depan gadis itu
"kenapa kau membuat nya menangis.!!" tegur Rizal sebal kepada Renata.
"a-aku tidak melakukan apa-apa.!!" jawab Renata gelagapan
"harus nya aku melarang mu menjenguk nya.!!! dasar cewek merepot kan.!!!" ucap Rizal pedas seraya menghibur lexa..
"HEY !!" jerit Renata tak terima
"hentikan... aku menangis karna terharu dengan kata-kata Renata... aku saat beruntung punya sahabat seperti Renata.!!" ujar nya sesenggukan...
wajah Renata merah malu mendengar ucapan lexa itu membuat Rizal memutar bola mata malas...
***
"apa aku bilang cewek itu hanya mencari kesempatan aja buat nyakitin Elis lagi.!!" ucap seorang cowok dengan wajah emosi nya, mereka berada di depan ruang UGD di rumah sakit.
yang lain memilih diam karna mereka juga belum tahu kebenaran nya..
"dari awal aku udah curiga... gak mungkin gadis gila seperti nya berhenti membully secara mendadak... gak masuk di akal.?? sekarang dia sudah benar-benar kelewatan.!!" lanjut nya lagi dengan nada yang sama.
"kita belum tau kebenaran nya... jangan mengambil kesimpulan dulu.!!" ucap cowok berwajah datar
"ini udah jelas Jun dia melaku kan nya dengan sengaja.!!" ujar nya kesal
"tapi kita gak melihat nya secara langsung za.!!" sahut Juna... "cari dulu kebenaran nya baru menuduh nya.!" timpal nya
"jadi.... kami pikir Elis menjatuh kan diri nya sendiri gitu.??" tanya nya dengan wajah marah
"siapa tau kan.??" jawab Juna santai... dari awal dia tidak menyukai gadis bernama Elis itu entah kenapa firasat nya buruk tentang gadis itu...
"kau..."
"stop.. kalian bisa diam gak sih.??" tegur salah satu cowok di sana..
sedang kan Dimas hanya diam sambil menatap tangan kanan nya yang sempat menampar wajah lexa....
__ADS_1
hati nya sakit saat melayang kan tamparan itu, ini kedua kali nya dia menampar gadis itu setelah di kantin... entah kenapa ada keraguan di hati nya saat menuduh Alexa.!!!
apa yang harus aku laku kan.?? batin nya sambil mengepal...