
mansion mewah serta megah dengan di hiasi bermacam-macam lampu terlihat indah jika di pandang,namun siapa yang menyangka mansion yang terlihat hangat tapi beraura suram didalam nya,sejak penghuni nya pergi 4 tahun lalu bangunan itu seakan tidak memiliki kehidupan apa lagi kehangatan,seakan pergi nya mereka membawa semua kehangatan di sana...
satu ruangan di mansion itu terdengar suara isakan seseorang sambil menggenggam sebuah foto, foto seorang gadis cantik dengan wajah teduh bermata coklat,berulang kali orang itu mengucap kan kata maaf untuk gadis di foto itu entah sudah berapa lama dia menangis, sejak ia pulang dari sebuah restoran menemui istri nya hingga sekarang air mata nya tidak kunjung berhenti...
"maaf kan papi lexa... hiks... maaf kan papi" gumam nya di dalam kesunyian ruangan itu...
sedang kan di kampus lexa menatap pemuda di hadapan nya dengan mata bosan,bagaimana tidak ia sudah berdiri 10 menit di hadapan nya namun tidak ada satu kata pun pemuda itu ucap kan, apa lagi dia harus meninggal kan Renata di kantin beserta pesanan nya yang membuat dia menatap tajam pemuda itu..
"kau mau bicara apa.??? cepat lah aku sibuk" ucap lexa jengah sedang kan pemuda itu tersenyum tipis menatap wajah kesal lexa,dari dulu dia sangat menyukai wajah kesal nya di tambah gadis ini semakin cantik membuat kadar obsesi nya semakin besar.
"aku hanya ingin berduaan dengan mu tanpa gangguan sahabat mu itu" ujar nya seraya menarik tangan lexa menuju taman belakang.
"lepasin jun." sentak lexa keras namun tidak bisa terlepas,yaah cowok yang menyeret lexa adalah Juna.
hingga mereka sampai di taman belakang genggaman pemuda itu tidak terlepas.
"ngapain bawa aku kesini.??" tanya lexa setelah duduk di kursi taman..
Juna menatap wajah gadis itu dalam,dari dulu dia ingin melakukan hal seperti sekarang duduk berdua dalam satu bangku,namun keinginan nya tidak pernah tercapai karna gadis ini malah mengejar sahabat nya...
iya... Juna menyukai lexa sejak dulu bahkan kepergian lexa membuat nya hampir frustasi,ia akui dia salah menyukai gadis yang sudah menyukai sahabat nya tapi dia tidak peduli itu,apa lagi lexa sudah tidak mengejar Dimas bukan nya dia memiliki peluang tapi gadis itu malah pergi meninggal kan kekacauan di sekolah,dia sempat ingin membunuh keluarga yang sudah menyakiti lexa namun dia urung kan karna membunuh nya membuat keluarga itu keenakan,jadi dia biar kan dulu mereka menderita hingga lexa kembali...
"ngapain melihat ku seperti itu.??" ujar lexa mengerut bingung,ia risih di lihat secara intens.
"kamu cantik" jawab Juna tersenyum.
lexa membelalak mendengar pujian Juna setahu nya Juna bukan orang yang suka memuji lawan jenis,tapi kenapa cowok di hadapan nya memuji dia di sertai senyuman,bukan membuat nya terpesona namun membuat nya ngeri...
"aku tidak butuh pujian mu.!!" ucap lexa ketus
"tapi kamu memang cantik" jawab Juna seraya mengelus pipi lexa lembut.
plak.!!!
lexa menepis tangan Juna keras dia tidak suka di sentuh seperti itu apa lagi sama orang yang tidak akrab pada nya,mata coklat nya menatap nyalang pada Juna yang menatap tangan nya datar,kenapa dari dulu gadis ini tidak mengizin kan ia menyentuh kepala nya..
"jangan menyentuh ku" ujar lexa tajam, ia bangkit dengan cepat tatapan nya tetap lurus menatap Juna.
"jangan sembarangan menyentuh ku,aku tidak suka orang sekitar Dimas mendekati ku atau menyentuh ku, termasuk kamu" ucap nya tajam lalu melangkah meninggalkan juna.
Juna mengepal erat tangan nya hingga urat nya keluar ia bangkit lalu menyusul lexa,dengan keras ia menyekal tangan gadis itu dan memojokkan nya ke dinding.
"awh.. sshh." desis lexa kala merasa sakit dipunggung nya. ia mendongak melihat Juna yang sudah mengukung nya.
"apa yang kau lakukan.?? minggir" lexa berusaha mendorong Juna namun ia tidak bergerak sama sekali.
"kau tadi bilang apa.?? jangan menyentuh mu.??" bisik Juna pelan "kau adalah gadis pertama menolak sentuhan ku lex, dan kau juga gadis pertama menolak ku lalu apa kau pikir aku akan melepas kan mu.??? tidak sayang.... dari awal kau sudah aku claim menjadi milik ku" bisik nya di telinga lexa membuat gadis itu menegang.
"jangan berpikir aku tidak tau hubungan mu dengan Rizal.... aku bisa saja melenyap kan pemuda itu secepat nya tapi belum saat nya... tunggu kau menjadi milik ku"
cup
Juna langsung pergi meninggal kan lexa yang masih mematung,apa lagi pemuda itu mencium sudut bibir nya sekarang dia tau kalo Juna adalah orang yang paling gila di antara pemuda lain nya.
__ADS_1
****
"tuan semua nya sudah siap" ujar seorang pria berkacamata kepada seorang pemuda yang duduk manis di kursi kebesaran nya.
mendengar ucapan pria itu ia langsung bangkit mengambil jas hitam nya dan keluar dari ruangan nya menuju ke rooftop atas gedung perusahaan nya,dimana sebuah helikopter pribadi nya terparkir...
"aku merindukan mu" gumam nya setelah duduk manis.
_____
sudah waktu nya jam pulang kini lexa dan Renata berjalan menuju parkiran dengan obrolan ringan,sering kali mereka tertawa jika ada obrolan yang lucu semua mahasiswa/i menatap kedua gadis itu memuja khusus nya kearah Alexa,gadis cantik dengan mata coklat nya begitu cantik saat tertawa lepas seperti sekarang.
wajah kedua dahi gadis itu mengerut setelah sampai ke parkiran,pasalnya terlihat rame dan heboh oleh teriakan cewek-cewek disana,entah apa yang terjadi membuat mereka penasaran.
"ada apa ya di sana.??" gumam lexa yang masih di dengar Renata.
"tidak tau... ayo kita lihat" ajak Renata menarik tangan lexa,membuat gadis itu pasrah saat di tarik.
dengan susah payah kedua nya menyelinap di kerumunan cewek-cewek itu untuk mencapai kedepan,teriakan semakin heboh setelah mereka berada di kerumunan,bukan teriakan kesakitan lebih tepat nya teriakan sebagai pengagum idola..
lexa dan Renata melongok terkejut melihat apa yang menjadi objek kerumunan ini,disana terlihat seorang cowok memakai kemeja hitam dengan lengan di gulung sampai siku terlihat lebih tampan dan keren.
mata coklat lexa tidak suka saat melihat seorang gadis mendekati cowok itu dengan wajah malu-malu ditambah cowok itu harus berpenampilan keren seperti sekarang.
"dasar genit" ucap Renata sinis "liat Lex dia pasti sengaja kesini dan bertindak keren seperti itu untuk menggoda cewek di kampus ini" lanjut Renata memanasi dia suka melihat cowok itu di marahi oleh sahabat nya, jangan salah kan dia berbuat begitu karna cowok itu telah membawa kabur sahabat nya.
"sayang" panggil lexa seraya mendekat.
cowok yang bukan lain adalah Rizal menatap arah suara yang sudah sangat lama dia rindukan,padahal baru 4 hari mereka pisah tapi sangat lama menurut nya, cewek yang hendak menghampiri nya tadi terkejut melihat kehadiran Alexa disana,siapa yang tidak tau seorang Alexa primadona di kampus dalam waktu 3 hari gadis itu sudah di juluki queen beautiful..
Renata memutar bola mata malas kedua nya jika bucin tidak tau tempat...
"kangen" bisik Rizal
"kamu ngapain kesini, bertindak keren seperti ini mau menggoda cewek di sini ya.?" semprot lexa dengan wajah kesal nya,mendengar itu Rizal gelagapan.
"ti-tidak sayang... aku kangen sama kamu maka nya kesini,aku juga tidak ada niat untuk menggoda mereka." jawab Rizal memelas ia takut kekasih nya marah.
"alah itu hanya alibi nya saja Lex. jangan percaya" sahut Renata yang di pelototi rizal.
"diam kau.!!" hardik nya sebal, Renata hanya tersenyum sinis ia sangat menikmati wajah kesal rizal apa lagi wajah memelas nya jika di marahi lexa.
"bener begitu.??" tanya lexa
"itu tidak benar sayang, jangan di dengar kan cewek gila itu" tunjuk nya pas di depan Renata
"HEY" jerit Renata geram.
pertikaian mereka tak luput dari penglihatan orang-orang di sana dan mereka juga tidak menyangka primadona mereka sudah memiliki pacar,setau mereka lexa hanya berinteraksi dengan Dimas apa lagi Erick juga pernah mengatakan suka pada Alexa.
sebagian dari mereka ada beberapa orang menggeram marah melihat pasangan yang sayang nya sangat cocok di lihat,seorang cowok sudah menggertakkan gigi karna marah tangan mengepal kuat hingga urat-urat nya keluar...
kenapa Lex?? saat aku menyentuh mu kau seakan jijik tapi sekarang kau malah pelukan sama dia,tidak Lex... kau milik ku tidak ada yang bisa miliki kamu, bila perlu aku singkir kan orang itu!!! batin nya seraya pergi dari sana
__ADS_1
"ayo pulang.... aku ingin bermanja dengan mu" ucap Rizal pelan di sertai senyum manis nya.
lexa mengangguk ia menghadap Renata yang sudah cemberut "Nat aku pulang dulu ya.. maaf tidak bisa mengantar mu" ujar nya penuh sesal.
"kenapa kau harus pulang sih... buat waktu ku dan lexa terpotong saja" alih-alih menjawab lexa Renata malah memarahi Rizal.
"suka-suka ku lah. lagian aku khawatir otak lexa tercemar jika kelamaan bergaul dengan mu" jawab Rizal sinis
"kau.!!"
"apa.?"
"sudah-sudah kalian ini... selalu bertengkar jika ketemu" lerai lexa menengahi ia juga heran kenapa sahabat dan kekasih nya sering bertengkar cuma untuk merebut kan dia..
lexa menarik Rizal kearah mobil nya setelah berpamitan dengan Renata,sedang kan Renata pergi dengan wajah cemberut niat nya ingin berbelanja dengan sahabat nya lexa,tapi malah gagal oleh mahluk astral itu dia bisa menebak cowok itu pasti memonopoli sahabat nya lagi.
*****
mata hitam itu menatap nanar kearah parkiran dimana sepasang kekasih sedang berpelukan melepas rindu,melihat itu hati nya berdenyut sakit seakan ada pisau menancap tepat pada hati nya,semua kemungkinan bermunculan di benak nya, andai saja mungkin saja semua itu hadir berseliweran di pikiran nya yang sekarang kacau,andai waktu bisa dia putar mungkin dia akan mengembali kan waktu di mana saat gadis itu mengata kan cinta pada nya,maka tanpa ragu dia akan menerima nya tapi sayang itu hanya angan saja, jika dulu dia tidak menyia-nyia kan gadis itu mungkin saat ini yang dipeluk adalah dia tapi kembali kenyataan menampar nya.
sekarang rasa bersalah masih bersemayam di hati dan tidak tinggal penyesalan masih menghantui nya,meski gadis itu sudah memaaf kan nya tetap saja dia tidak mampu meraih nya kembali,sangat egois jika dia meminta gadis itu kembali pada nya ia mengerti rasa sakit yang dia toreh tidak akan sembuh begitu saja, butuh proses yang sangat lama tapi apa dia salah mengharap cinta gadis itu lagi.?? apa dia salah meminta gadis itu berada di samping nya.?? dia hanya ingin Alexa-nya kembali,menatap nya penuh binar dan cinta dia ingin melihat itu...
pemuda itu menunduk ia tersenyum miris akan cinta nya yang sudah terlambat ini,ternyata mencintai seseorang yang tidak mengingin kan kita sangat lah sakit.
"apa seperti ini yang kau rasakan dulu Lex.??... sakit" gumam nya menatap gadis yang menyeret pemuda dengan status pacar nya itu.
sahabat nya yang sedari tadi di samping cowok itu hanya menatap nya iba,mereka tau saat ini sahabat mereka mencintai orang yang dulu mengejar nya tapi sayang orang itu sudah tidak memiliki perasaan lagi terhadap nya.
"sebelum janur kuning belum melengkung kau masih bisa menikung nya" ujar cowok bernama Reza.
pletaak
kepala Reza di jitak oleh andre ia melotot tajam menatap Reza, "kau kalo mau ngasih masukan yang berfaedah dong... itu masukan sesat bego" kecam Andre ia tak habis pikir dengan teman nya ini.
Dimas tidak menanggapi pertikaian sahabat nya ia masih menatap mobil merah milik lexa hingga keluar parkiran.
______
kini sekarang pasangan lexa dan Rizal sudah ada di apartemen mereka,sedari datang Rizal tidak melepas pelukan nya pada lexa yang sekarang berada di pangkuan nya ia menghirup wangi lavender di tubuh lexa dengan rakus,ia benar-benar merindukan gadis ini...
"zal di sana kamu ngapain aja sih? kenapa di bawah mata mu menghitam seperti ini? kamu begadang.?" tanya lexa tanpa jeda.
"sayang nanya nya nanti saja ya... aku masih kangen nih sama kamu" bisik Rizal yang ingin kembali menyelusup ke leher lexa.
"tidak... jawab dulu pertanyaan ku,kenapa wajah mu seperti .??"
Rizal menghela nafas lelah " aku menyelesaikan pekerjaan ku tanpa tidur agar cepat pulang" akuh nya pelan.
"apa..!!!" jerit lexa
"sayang... jangan bikin kaget ah.!"
"jadi selama 4 hari kamu tidak tidur.?" tanya lexa sedikit kesal,Rizal hanya menyengir seraya mengangguk,melihat itu lexa menghela nafas panjang ia tau Rizal keras kepala tapi tidak menyangka jika dia melakukan itu...
__ADS_1
"jangan gitu lagi ya... kalo keseringan nanti sakit!!" ucap nya menyugar rambut Rizal kebelakang,pemuda itu mengangguk cepat ia langsung mencium lexa tepat di bibir menyalur kan rasa rindu nya...