
setelah keluar dari rumah alexa, Dimas mengendarai motor nya melaju cepat seakan terburu-buru untuk sampai ke tujuan...
banyak pertanyaan memenuhi benak nya. mempertanyakan perubahan Alexa gadis yg selama ini mengganggu nya..
siapa cowok itu.??
apa mereka pacaran.??
sejak kapan mereka berhubungan.??
kenapa dia berubah.??
pertanyaan-pertanyaan itu terus saja memenuhi pikiran nya,membuat cowok itu kesal bayangan wajah lexa mengusir nya dengan wajah ketus selalu berkelebat di ingatan nya..
sejak kapan.??
kenapa.?
apa yang terjadi.??
Dimas melajukan motor nya semakin kencang ia berhenti di sebuah jembatan yang cukup sepi, Dimas menepikan motor nya dan berjalan ke pinggir jembatan tanpa melepas helm nya.
cowok itu menatap nanar ke depan,sinar bulan memancarkan pantulan cukup indah untuk di lihat suasana sepi seakan mewakili hati cowok itu sekarang.
dia tidak tau kenapa perasaan nya sekacau ini setelah mata nya beraduu dengan mata coklat gadis itu tidak bisa di pungkiri ada perasaan asing dan bersalah yg dia rasakan...
apa lagi akhir² ini mimpi yg terus mengganggu tidurnya sekarang wajah gadis di mimpi nya semakin jelas kalau gadis itu adalah lexa...
kepala nya semakin berat dan Buntuh dia memang di kenal murid jenius di sekolahan namun sekarang otak nya sama sekali tidak bisa mencernah kejadian² yg dia alami, apa lagi perubahan drastis dari gadis itu benar² menimbul kan banyak tanda tanya di benak nya..
Dimas memejam kan mata nya dengan erat guna menghilang kan bayangan gadis itu, namun sedetik kemudian mata nya terbuka lagi ia menggeleng cepat...
tidak ada guna nya, saat terpejam malah gadis itu semakin nyata.!!
rasa bersalah kembali menyeruak di dada ingatan nya tertuju pada gadis di mimpi nya dan kejadian di belakang sekolah tadi siang.
mata penuh permohonan itu membuat dada nya benar² sakit, dia tidak mengerti apa maksud dari mimpi nya apa lagi di saat lexa mengata kan kalau gadis itu mencintai nya sampai nafas terakhir..
sekali lagi dia menarik nafas dalam dan menghembus kan nya namun sesak di dada nya tidak kunjung menghilang..
iya... dia harus membicara kan ini kepada lexa agar mendapat kan titik terang atas mimpi nya... Dimas membulatkan tekad nya untuk menemui Alexa besok, dia pun menghampiri motor nya dan berlalu dari sana meninggal kan kesunyian malam.
****
*seorang gadis manis berjalan di hamparan rumput yang cukup luas, kaki halus nya menginjak rumput tebal itu cukup empuk dia rasakan seakan menginjak permadani halus....
mata hitam nya mengedar menatap sekeliling hamparan,suasana sejuk dan tenang sangat nyaman dia rasa kan, dia tidak tau berada dimana dia sekarang seingat nya dia tertidur setelah kejadian di tangga tadi..
dengan langkah pelan dia menyusuri hamparan rumput itu sisi kiri dan kanan di tumbuhi pohon² rindang sangat menyenangkan jika berbaring di bawa nya, namun bukan itu poin nya bagi raina kenyamanan itu tidak penting sekarang yg dia pikirkan ..
dimana ini??
apa aku di surga.??
Raina menggeleng mana mungkin dia di surga secara dosa nya terlalu banyak.
Raina berjalan tanpa tentu arah karna memang dia. tidak tau harus kearah mana jadi dia mengikuti kaki nya saja.
"Raina.!" panggil suara halus dari arah samping nya. dengan gerakan pelan Raina menoleh ke sumber suara itu di sana terlihat gadis cantik memakai gaun putih selutut rambut panjang coklat dan mata coklat juga, Raina mengerut bingung dia ngerasa seakan pernah melihat gadis ini tapi tidak ingat dimana...
"kamu gak kenal aku.??" tanya nya dengan mimik wajah sedih nya.
"Alexa.!" gumam Raina pelan
wajah yg mulanya sedih sekarang menjadi sumringah kala Raina menggumam kan nama nya. Raina akhir nya tau kalau sekarang dia berada di tubuh nya sendiri.
"iya aku Alexa!" seruh nya girang
"kebetulan kamu disini... sekarang balik lah ketubuh mu dan aku bisa kembali ketubuh asli ku... berada di jasad mu sangat membuat ku repot... kamu tau cowok yang bernama dimas itu sangat narsis dan menyebal kan.. aku heran kenapa kamu bisa menyukai cowok model gitu.??" cerocos Raina geram selama ini dia ingin sekali mencurah kan rasa kesal nya tapi laagi² ia di tampar dengan kenyataan, berada di tubuh Alexa membuat nya benar² tersiksa apa lagi harus menghadapi julid'an murid²...
Alexa tersenyum kikuk mendengar ocehan Raina ia akui kalau dulu dia memang tergila² pada cowok bernama dimas, lexa merasa bersalah terhadap gadis itu..
"maaf raina. aku gak bisa balik ketubuh ku.. kamu juga gak bisa kembali ketubuh asli mu.!!" ujar nya lirih
Raina kaget mendengar penuturan Alexa "kenapa.?? kamu kan tinggal masuk aja lagi.?"
"Raina ... aku sudah mati.!!. saat kau masuk ke tubuh ku saat itu juga aku meninggal... waktu itu aku menelan banyak obat tidur hingga operdosis... dan kamu juga gak bisa kembali ke tubuh mu.!!" jelas nya
"kenapa.??" tanya nya bingung
"kamu... kamu sudah di kubur Raina.!"
wajah Raina seketika pucat saat mendengar tubuh nya sudah di kubur, itu arti nya dia sudah mati dan otomatis dia akan selama nya di tubuh Alexa.?
"kamu bohong kan.?" sentak raina
"gak rain.... aku gak bohong kamu memang sudah di kubur, kecelakaan itu membuat tubuh mu tidak berbentuk karna terlindas.!" ucap nya meyakin kan.
"a-aku tidak percaya.!!" lirih nya
"rain... sekarang kamu sudah memiliki kehidupan baru yaitu di dunia ku... kau boleh melakukan apa pun dengan tubuh ku karna sudah menjadi milik mu.!" bujuk nyaa
Raina menatap gadis itu marah "lalu kamu sendiri kenapa.. kamu melakukan bunuh diri.??"
Alexa terkejut dengan pertanyaan raina ia berpikir keras namun sayang tidak ada ingatan apa² di benak Nya..
"aku tidak tau rain... aku tidak ingat.!!" jawab nya lirih sambil menunduk.
Raina tidak bertanya lagi dia memilih diam memikir kan kejadian yg menurut nya di luar nalar, jujur sama sekali dia tidak percaya yg nama nya transmigrasi atau rekarnasi tapi sekarang dia mengalami nya sendiri mau tidak mau dia harus percaya dan menerima nya..
"rain...!' panggil gadis itu menatap raina sendu
__ADS_1
Raina mengerut heran dengan pandangan gadis itu pada nya Raina tidak menjawab tapi mata nya tetap tertuju pada lexa.
"suatu saat kau akan mengetahui nya dan mengerti semua terjadi sekarang ini.!" ujar nya dengan lirih nada bicara nya sangat jelas kalau dia merasa bersalah, Raina tetap diam meski pun membantah tetap tidak bisa membalikkan keadaan nya.
"Raina... aku minta sama kamu jangan membenci Dimas.!!" ujar nya lembut,, mata Raina melebar kala lexa meminta nya seperti itu..
"apa maksud mu.?? kau ingin aku menyukai nya iya.??" Raina menatap gadis itu sinis
Alexa menggeleng cepat "gak rain... aku gak nyuruh kamu kek gitu. cuma jangan membenci nya... dia orang baik rain.!!!"
"aku tidak membenci nya lexa... aku hanya ingin menjauh dari nya.. kamu tau kalo dia tidak menyukai mu kan.??... maka dari itu aku menjauh kan diri dari nya.. kamu sama sekali tidak bisa membeda kan mana cinta dan mana rasa obsesi... kamu hanya merasa obsesi pada nya xa bukan cinta.?!" jelas Raina panjang lebar.. menurut nya cinta tidak seperti itu hingga menyakiti orang yg tidak bersalah.
lexa tertunduk diam mata nya menatap kosong ke arah ujung kaki nya "tidak rain. itu cinta yg sangat nyata.... 4 tahun aku lalui agar di cintai oleh nya... semua nya aku lakukan agar dia menatap ku atau melirik ku tapi usaha ku tidak ada arti di mata nya, aku bisa maklumi jika dia cuek padaku tapi aku tidak bisa kalau dia berdekatan dengan yg lain, mungkin yg kamu kata kan ada benar nya, cinta tulus ku akhir nya menjadi obsesi saat dia memilih bersikap lembut pada gadis lain...
kenapa rain.??... kenapa bukan aku yg menerima kelembutan nya.?? kenapa harus gadis lain.?? aku 4 tahun mencintai nya tidak pernah merasa kan kelembutan dari dia.?? tapi gadis itu hanya kenal 1 hari malah mendapatkan perhatian nya.?? apa rasa cinta ku selama 4 tahun itu kurang bagi nya.?? apa 4 tahun itu belum memenuhi kriteria nya.??... maka dari itu rain cinta 4 tahun ku beruba obsesi menggila terhadap nya.!!." jelas Alexa dengan mata berlinang raut wajah terluka nya benar² membuat rain terdiam, dia tidak mengerti soal cinta tapi rasa sakit gadis itu juga dapat dia rasa kan, gimana rasa nya di sia-sia kan.
"rain... tindakan mu itu sudah benar, mungkin dengan seperti itu aku bisa tenang.!!" senyum Alexa begitu sendu.
"rain...aku titip mamih papih... sayangi mereka seperti orang tua mu sendiri.!! semua nya sudah menjadi milik mu.. lakukan kan lah semau mu.!! bantu aku rain.!!" sosok tubuh itu mulai transparan dalam hitungan detik sosok Alexa menghilang. meninggal kan Raina dalam sebuah pertanyaan...
"bantu aku.?? apa maksud nya.??" gumam Raina*.
Raina membuka mata nya secara perlahan setelah mata coklat itu terbuka sempurna, ia tersentak kaget replex tangan mungil itu menampar wajah seseorang yg berada tepat di depan nya...
"awh ssshhtt... lexa apa²an sih.!!" sentak nya kaget sambil meringis mengelus pipi nya.
"kamu yg apa²an... kenapa ada di kamar ku.?" bentak nya. ia masih ingat kalau semalam pintu nya sudah dia kunci..
"jelas saja aku bisa masuk... pintu mu sama sekali gak di kunci.!!" bantah nya seakan mengerti tatapan lexa.
"gak mungkin aku sangat ingat kalo sudah aku kunci.!!" gumam nya
cowok itu menatap lexa dalam lalu bangkit dari duduk nya "cepat mandi... nanti kita telat.!!" ujar nya lalu keluar kamar, dengan cepat lexa menuju kamar mandi.
setelah semua nya siap lexa keluar kamar turun kelantai satu menuju meja makan.
disana sudah ada mamih papih lexa juga cowok yg tidak sengaja dia tampar, terlihat wajah nya sangat tidak enak dingin dan datar...
mata coklat gadis itu menangkap sosok lain di meja itu tapi tidak jelas siapa karna sosok itu duduk secara menyamping...
dengan pelan lexa berjalan menghampiri meja itu "pagi pih,mih.!!" sapah nya tersenyum kepada kedua orang tua nya.
"pagi juga sayang" jawab orang tua lexa
lexa terkejut melihat sosok yg dia kenal dimeja itu "Dimas.!!" gumam nya pelan.
Dimas menatap lexa datar, pasangan itu saling menatap hingga lexa memilih untuk memutuskan kontak mata pada Dimas...
lexa duduk di samping sang mamih dengan tenang sebuah tangan terulur meletak kan sebuah roti berselai coklat..
Alexa menoleh ke samping dengan datar yg di balas cengiran oleh cowok itu...
"thanks.." ucap lexa memakan roti nya.
Dimas meremas sendok kala melihat pasangan itu dia tidak mengerti kenapa dia bisa marah segitu nya..
"kamu ngapain kesini.?" tanya lexa kepada Dimas
"jemput kamu.!!" jawab nya singkat.
"aku tidak minta.!" ujar lexa ketus
"lexa sayang gak boleh gitu...!" tegur sang mamih
"mih lexa bisa ke sekolah naik angkutan."
"loh bukan nya selamaa ini kamu selalu minta Dimas untuk jemput kamu.?" tanya mamih nya
"itu dulu tapi tidak dengan sekarang.!!"
"Lex...
"aku selesai.!" potong lexa cepat. membuat mamih nya menghela nafas juga heran dia masih ingat gadis itu merengek meminta dimas antar jemput dia tapi sekarang kenapa sudah tidak mau...
Alexa bangkit yg di ikuti Rizal "Tante kami berangkat dulu.!!" ucap Rizal langsung menyusul lexa.
"aku juga Tan.!" Dimas juga bangkit menyusul mereka berdua.
"lexa.!" panggil Dimas ketika mereka sudah di luar rumah.
Alexa menghentikan langkah nya ia menungggu cowok itu berbicara.
"bareng aku... ada yg ingin aku bahas.!" ucap nya sebagai perintah.
"ngebahas apa lagi dim.. Bukan nya waktu itu sudah aku jelas kan.?.!"
lexa kembali melangkah pergi namun di cekal oleh dimas.
"hey bro. kau gak perlu memaksa nya.!" ujar Rizal juga mencekal tangan Dimas yg memegangi Alexa.
dengan tatapan dingin Dimas mengalih kan pandangan nya ke Rizal "jangan ikut campur ini urusan ku dengan nya.!" ucap Dimas tidak suka.
Rizal tidak bergeming sama sekali dengan tatapan dingin ia meraih tangan lexa "jika menyangkut lexa itu akan menjadi urusan ku." jawab nya mantap membuat Dimas terkejut. ada hubungan apa mereka.?? pikirnya
tangan nya semakin erat menggenggam tangan lexa dia tidak tau perasaan apa yg dia rasa kan, dia marah,kesal,tidak rela.ingin sekali Dimas memukul cowok berwajah menyebal kan itu...
mata nya kembali menatap lexa yg sedari tadi hanya diam mengamati mereka...
"lexa masih banyak yg harus kita bahas.!" ucap nya lagi.
Lexa menarik nafas lelah, dia benar² capek dengan cowok ini yg selalu menciptakan drama bagi nya, Lexa menatap lekat cowok itu seperti nya dia perlu memperjelas semua nya lagi..
__ADS_1
lexa menatap Rizal yg juga menatap dirinya
"aku akan ikut dengan nya.!" ucap lexa membuat mata Rizal melebar.
"Lexa kamu gak perlu menuruti nya.!" bantah Rizal dengan nada tidak suka.
Dimas mengerut kan kening melihat reaksi cowok itu yang berlebihan bagi nya..
"gak apa²... aku hanya ingin memperjelas semua nya, agar 'tuan muda' wirgantara mengerti.!" ujar nya dengan menekan kata 'tuan muda'
lagi² Dimas tercengang melihat sikap Lexa rasa asing kembali semakin dia rasa kan saat bersama gadis ini. kemana sifat manja nya.?? batin nya
dengan santai lexa menuju mobil Dimas meninggal kan kedua cowok itu dalam keadaan suasana dingin.
"kau.!!" desis Rizal tajam.
Dimas menoleh menatap nya dengan sebelah alis nya terangkat... "kau tidak perlu berharap lebih dengan nya... karna dia.... milikku.!!" bisik Rizal di telinga Dimas, senyum miring dia lontar kan kepada Dimas yg menahan geram, Rizal berlalu dari sana memasuki mobil pribadi milik keluarga wijaya karna dia memang tidak tahu jalan menuju sekolah nya..
***
gadis berparas ayu tersenyum lembut di parkiran sambil menenteng kotak bekal di tangan halus nya, senyum manis tidak luntur di wajah cantik nya melihat bekal yg dia genggam, sedari subuh dia sudah berkutik di dapur menyiap kan bekal untuk seseorang yg dia suka sejak lama..
sejak kelas x dia sudah mempunyai perasaan kepada orang itu namun wajah dingin nya membuat dia harus berpikir 2 kali untuk mendekati nya, dia sudah bertekad untuk mendapat kan nya karna itu sudah di takdir kan, dia tidak peduli dengan gadis yg selalu mengejar nya hingga melakukan pembully'an itu malah lebih menguntung kan.
dengan di bully dia lebih cepat menarik perhatian cowok itu memang beberapa kali cowok itu menolong nya dan itu membuat rasa suka semakin besar, hingga terbesit untuk memiliki nya..
namun akhir² ini pembully'an itu sudah tidak ada lagi di tambah gadis yg mengejar cowok itu berubah cuek dan acuh.. itu membuat nya gusar karna tidak ada alasan lagi untuk mendekatkan diri dengan sang pujaan..
menjelang kemudian 2 mobil mewah keluaran terbaru memasuki parkiran sekolahan, senyum manis semakin manis kala mata nya menangkap mobil orang yg dia pikirkan sedari tadi..
namun tidak lama kemudian senyum itu memudar mata nya menyorot tidak suka melihat pemandangan di depan nya, seorang gadis cantik bermuka manis baru saja keluar dari mobil orang yg dia tunggu²...
tanpa ia sadari tangan nya sudah mengepal geram, melihat kehadiran gadis itu, kau di takdir kan menjadi antagonis jadi tetap lah menjadi antagonis.!! geram batin nya
Lexa keluar dari mobil Dimas dalam suasana hati tidak baik,kesal,marah,jengkel seakan menjadi satu, dengan wajah masam dia menutup pintu mobil dengan kasar, seperti hari lain nya saat ia menginjak kan kaki di parkiran bisik² mulai terdengar meski sekedar memuji atau pun memaki...
semua itu tidak berpengaruh pada nya beberapa hari ini dia sudah mulai terbiasa dengan makian untuk nya itu, mau membantah semua dia tidak bisa karna kenyataan memang lexa asli adalah orang yg kejam dan menyeram kan, tugas nya sekarang mengembali kan citra buruk gadis itu... sangat merepot kan bukan.
dia melangkah ingin masuk ke dalam gedung sekolah nya namun seseorang berjalan secara tergesa-gesa dari arah berlawanan hingga tabrakan tidak bisa di hindari lagi...
bruuk
kotak bekal di tangan orang itu jatuh dan berserakan di aspal parkiran, gadis yg menabrak lexa terduduk di lantai dengan wajah menyedih kan... apa lagi siih ini.!! ucap batin Lexa kesal
ia menatap gadis itu bingung dan menatap seragam nya yg kotor karna bekal gadis itu...
"hiks... hiks.. a-aku ti-tidak sengaja lexa.!!" ucap gadis itu menangis...
oh ayolah... seorang antagonis menabrak protagonis yg salah siapa yg menangis siapa.?.. hey aku pikir hal seperti ini hanya terjadi di dalam novel bergenre romantis,pasti sebentar lagi sang kesatria datang sebagai pahlawan kesiangan... oceh lexa menggerutu di dalam hati nya.
lexa menatap gadis itu dengan wajah mengerut bukan nya dia harus minta maaf kenapa malah menangis.
lexa mengedarkan pandangan nya di sana para murid sudah melihat nya dengan saling berbisik satu sama lain. bagus berasa menjadi topeng monyet di sini.! pikirnya
"ayo bangun.!!" lexa ingin meraih lengan gadis itu namun reaksi nya semakin berlebihan, gadis itu meringkuk dengan tubuh semakin bergetar, terbesit di pikiran Alexa, apa lexa dulu terlalu kejam sampai gadis ini seakan melihat malaikat maut nya.!!
"ayo bangun.!!" ujar nya sekali lagi dan lagi² gadis itu tidak bergeming, lexa meraih lengan nya untuk membantu dia berdiri namun siapa yg menyangka gadis berparas ayu itu malah menghempas kan tubuh nya ke lantai hingga pegangan lexa terlepas dan dia pun terduduk kembali..
"awh... hiks.. hiks... sa-sakit...!!" tangis nya keras membuat lexa tercengang di tempat nya, dan para penonton semakin gencar menyalah kan lexa, caci,maki terus terlontar di bibir mereka, gadis yg terduduk diam² menyeringai..
lexa dapat melihat perubahan gadis itu, ingin bermain dengan ku ya.??
"aduh aku minta maaf ya... aku gak sengaja menabrak mu karna tadi aku liat halaman ini luas, jadi tidak berpikir akan menabrak mu .!! apa aku perlu bicara pada kepsek ya untuk memperluas lagi parkiran ini.?? aku takut menabrak mu lagi, soal nya halaman ini gak cukup untuk kamu lewati.??" ujar nya tanpa henti.. membuat orang yg melihat mereka tercengang seorang gadis di sana menepuk jidat melihat sahabat nya yg berubah cerewet "kenapa dia menjadi cerewet seperti ini.??" gumam nya masih menatap lexa.
*benar juga.... bukan nya halaman ini luas kenapa Elis bisa menabrak lexa.?
iya... tadi aku liat dia jauh dari lexa tapi tiba² sudah menabrak lexa.!
minta di bully dia nya*.
bisik-bisikan murid lain terdengar jelas di telinga ke2 gadis itu membuat gadis bernama Elis geram. kenapa dia yg malah di pojokkan.
"ELIS.!" panggil sebuah suara dari arah belakang. dengan gerakan cepat lexa menoleh ke suara itu di sana sudah berdiri 5 cowok tampan yg menatap nya berbeda²... kami datang untuk menyelamatkan mu mohon bertahan lah, untung mereka tidak bilang hal menggeli kan itu.!!" oceh batin lexa
seorang cowok berjalan cepat menuju Elis yg semakin nangis kejer, lexa melongo menatap nya terlalu berlebihan menurut nya cuma bertabrakan bahu sampai sekeras itu menangis nya.
"APA YANG KAMU LAKUKAN KE ELIS.?!" bentak cowok itu membuat lexa kaget.
"bisa ngomong baik² gak.??" ucap lexa datar
"kamu tidak pantas mendapat kan perlakuan baik... apa yg kamu lakukan pada Elis.?" tanya nya kembali
"gak ada !"
"terus kenapa dia menangis seperti ini... kau membully nya lagi kan.??" tuduh nya
lexa menatap cowok itu tidak percaya, dia buta apa gimana sih.??" gerutu lexa kesal
"jangan nuduh sembarangan ya... aku gak ngelakuin apa² sama dia.!"
"heh... tidak melakukan apa²... kenapa dia menangis.?? sudah pasti kau bully.!?" tudingnya lagi
Alexa menarik nafas kasar dan menghembuskan nya menghilang kan kesal di hati, percuma menjelaskan semua karna citra nya sudah sangat buruk, meski dia benar tidak akan percaya berharap yg lain menjadi saksi ah sudah lah tidak ada yg bisa di andal kan.
"periksa aja tubuh nya apa dia terluka.??.. lagi pula aku akan membully jika aku di usik duluan...!!" melangkah kedepan mereka berdua membuat Elis dan cowok itu was-was
"jangan bermain api dengan ku.!" bisik nya di telinga Elis lalu pergi dari sana.. Elis geram di tempat nya mendengar bisikan lexa.
mata nya menangkap salah satu cowok di sana mata nya kembali sendu dengan wajah menyedih kan, meski sekian rupa dia semenyedihkan apapun namun cowok itu tetap datar mata cowok itu tersirat ketidak sukaan pada nya, tanpa menghiraukan cowok itu pergi menuju kelas..
"gadis munafik.!!" gumam Rizal menatap Elis dari kejauhan.. lalu pergi mencari ruangan kepsek.
__ADS_1
sialan....!!!