
meski pagi ini sangat cerah dan menghangat kan bagi penikmat suasana pagi, dengan matahari tersenyum manis dan embun yang masih menyapah halus begitu menyegar kan...
namun tidak bagi seorang alexa wijaya harus nya sekarang dia bisa menikmati pagi yang menyegarkan ini dengan senandung kecil dari bibir mungil nya.
tapi kembali dengan kenyataan ternyata ekspetasi tidak sesuai dengan kenyataan, lexa menatap orang dari biang hilang nya mood pagi ini dengan melihat seorang cowok berdiri di samping motor sport nya di halaman rumah lexa...
lexa menarik nafas kasar kala melihat orang itu, sejak kejadian di rumah sakit ia merasa cowok itu seakan sengaja mendekati nya, bukan lexa gr tapi entah kenapa lexa ngerasa gitu...
untung saat ini makhluk yang di rumah nya masih di rumah sakit kalo sudah pulang tidak bisa ia bayangkan gimana jadi nya..
dengan wajah bingung lexa menghampiri cowok itu yang menatap nya datar.. kenapa ekspresi nya selalu begitu.?? batin lexa
"kamu ngapain di sini.?? " tanya lega saat dia sudah berada di depan cowok itu.
"ngejemput kamu.! " jawab nya datar
"aku kan gak minta.?? lagian aku udah ngelarang kamu buat jemput aku. " ucap lexa dengan nada tidak suka.
cowok itu terdiam mendengar ucapan lexa, sebenarnya ia juga tidak tau kenapa hari ini ia bisa punya keinginan untuk ngejemput lexa...
apa lagi sekilas ia mengingat ucapan sang sepupu tadi malam membuat nya sangat geram.
^^^"aku suka lexa... dan kau... tidak berhak melarangku mendekati nya.!!! " sorot mata hitam nya sebagai ancaman untuknya^^^
ia mengepal kan tangan hingga urat-urat nya keluar, lexa melihat itu sedikit ngeri.. ada apa dengan cowok ini.???
"dimas.?? " panggil lexa ragu
dimas menatap lexa yang masih berada di depan nya.
"kamu... gak apa-apa.?? "
dimas menggeleng kan kepala nya lalu menyerah kan satu helm pada lexa yang melihatnya bingung..
"ayo berangkat.!"
"ah... gak.. eeemmm maksudku aku bisa diantar sopir. " tolak lexa dia tau apa yang akan terjadi jika para murid melihat mereka,, sudah pasti akan ada gosip yang akan merugikan dirinya sendiri.
"pak... lexa gak jadi di antar... dia bareng aku berangkat nya.!! " seruh dimas kepada sopir pribadi keluarga wijaya
lexa melebarkan matanya menatap dimas yang tersenyum miring pada nya..
"hey.... kamu gak bisa seenaknya gitu dong? " ujar lexa tidak terima.
"gak apa-apa non lexa... mamang juga mau ngejemput den rizal hari ini.!! " ucap sang sopir sopan
"tapi kan...
"udah ayo entar telat... " potong dimas cepat.
"kenapa dia sangat menyebalkan " gerutu lexa sambil memakai helm tidak ada pilihan lain selain menerima nya.
dimas tersenyum kecil melihat wajah kesal lexa entah kenapa dia sangat suka melihat ekspresi lexa yang cemberut..
selama perjalanan tidak ada yang memulai obrolan, lexa yang masih kesal sedang kan dimas dengan suasana hati yang bagus..
tanpa terasa mereka sudah memasuki parkiran, dan dugaan lexa benar mereka menjadi pusat perhatian apa lagi dirinya yang nangkring diatas motor dimas, ini pertama kali nya dia ikut dimas memakai motor...
*itu dimas ngebonceng lexa kan.??
__ADS_1
aku gak salah lihat kan.??
alah paling lexa lagi yang maksa dimas buat jemput dia.
itu udah pasti lah mana mungkin dimas suka rela menjemput nya dengan motor kesayangan nya*.
"wahai para netizen-netizen sialan.. ini bukan kemauan ku tapi dia yang maksa.! " gerutu lexa kesal
tak
"sakit... sialan. " jerit lexa menatap dimas nyalang karna di jitak dimas.
"siapa mengajari mu mengumpat kek gitu.? "
"bukan urusan mu... ingat ya dimas ini terakhir kali nya kamu ngejemput aku jika kau ulangi... " lexa menaruh jari nya kearah leher sebagai sayatan.. "ngerti kan.??"
"gak tuh.?! " jawabnya dengan wajah tengil
"menyebal kan" lexa pergi meninggal kan dimas dia heran kenapa dimas seperti rizal sama-sama menyebalkan..
dengan hati dongkol lexa berjalan menuju kelas nya, wajah cantik nya cemberut secara alami itu membuat orang yang melihat gemas oleh nya...
seorang cewek berjalan dari arah depan menghadang langkah lexa, lexa yang udah kesal semakin kesal oleh gadis itu.
"minggir. " ucap lexa tajam
"aku hanya mau lewat. "
"yaudah lewat aja, gak usah didepan ku"
"aku mau lewat lexa" jerit nya
lexa geram melihat gadis itu kalo mau lewat ya lewat aja kenapa harus menghadang ku..
lexa menggeser tubuh nya ke kiri cewek itu ikut kekiri,lexa kekanan dia juga ikutan hingga beberapa kali terus seperti itu..
"BISA MINGGIR GAK SIH.?? " teriak lexa, sumpah dia sangat kesal dengan gadis munafik ini..
tubuh gadis itu bergetar hebat seakan lexa menindasnya...
"A-aku ha-hanya mau lewat lexa. " jerit nya dan tubuh nya ambruk jatuh ke lantai..
"LEXA.!! "
tuh kan ksatria bajahitam nya datang untuk menyelamatkan sang ratu drama..
"kamu gak ada henti nya ya ngebully elis.?" kesal cowok yang tidak lexa kenal, ia juga melihat kalo gadis bernama elis udah nangis keras di bawa kaki nya.
drama lagi drama lagi.. capek aku..
"aku gak ngebully dia... dia sendiri yang jatuh.! "
"kamu pikir kami percaya.?? dari dulu kamu selalu membully elis... kenapa... kau iri hah.?? karna dia dekat dengan kami.?? " ucap cowok itu dengan wajah sinis di belakang cowok itu terlihat dimas melihat nya dengan wajah datar begitu juga beberapa dari mereka..
"hahahaha... " tawa lexa renyah dan sial nya terlihat sangat cantik dengan tertawa nya itu.. beberapa dari mereka terpesona dan juga heran.. iya mungkin dulu lexa yang asli akan iri tapi tidak dengan lexa yang sekarang dimana ada raina di dalam tubuh nya lexa..
"ucapan mu sangat lucu ya... kenapa gak jadi pelawak aja.?? ". ucap lexa yang masih tersenyum geli..
"aku tidak menyangka para pangeran sekolahan ini sangat bodoh... hhuuhh.!!""
__ADS_1
"apa maksud mu? " geram nya
"kau pikir saja sendiri dengan kepala kosong mu itu.!! " ucap lexa sambil menepuk bahu reza dan berlalu dari hadapan mereka.
*gila lexa keren banget ya.. gak langsung emosi kek dulu.
baru kali ini aku liat lexa tertawa dia sangat cantik
tadi aku liat elis jatuh sendiri bukan lexa yang mendorong nya.
iya aku juga liat kalo elis yang menghadang lexa dulu*..
tatapan para murid tertuju pada elis yang menunduk dia kesal, emosi dan marah dia tidak terima jika lexa di agung-agung kan oleh murid lain..
saking emosi nya hingga badan nya bergetar.
"gak usah di dengarin kami percaya kok sama kamu." ucap reza lembut yang di angguki oleh yang lain selain dimas.. ia pergi menuju kelas meninggal kan para sahabat nya dan gadis bernama elis...
***
di kelas tidak henti-henti nya lexa mengumpat, mengomel tentang kejadian di koridor tadi segala nama binatang atau leluhur dia sebut kan semua, berharap gadis bernama elis mendapatkan karma..
renata di samping nya merasa jengah sendiri mendengar ocehan sahabat nya yang tidak dia ketahui apa masalah sebenarnya...
"kau ini kenapa sih xa.?? dari tadi ngomel muluk semua saudara mu di kebun binatang kau sebut kan semua.. aku capek dengernya.!! " kesal renata
"hey.... aku ini sedang kesal... ingat kesal.. harusnya kau tenang kan aku bukan malah mengomeli ku. " ujarnya gak terima
"kau gak cerita gimana aku mau menenang kan mu. dasar bodoh! " jawab renata dengan nada yang sama.
"kau ini... aku gak mau ngomong sama kamu.! " ucap lexa membuang muka
"yaudah aku juga gak rugi.!! " acuh renata.
"renataaaa... aku benar-benar kesal.. kau tau gadis yang bernama elis itu sangat-sangat menyebalkan. aarrgghh. " kesal lexa mengacak rambut nya.
"terus.?? "
"kau tau dia tadi mau menjebak ku dengan menjatuhkan kan tubuh nya di depan ku..."
"lalu.? "
"kamu tau..
"gak " jawab renata cepat.. lexa mendelik kearah renata dengan senyum bodoh nya.
"kamu tau.. ksatria belalang nya datang dan malah menyalahkan ku.. gila kan.? "
"gak... itu wajar karna dulu kamu emang suka ngebully orang. " ujar renata tanpa bersalah.
renata melihat kesamping karna tidak ada jawaban sama sekali, namun apa yang dia lihat wajah gadis itu malah menggemas kan dengan mata berkaca-kaca dan bibir cemberut melihat renata...
"le-lexa"
"huwaaa renata kamu jahat... " lexa menangis seperti anak kecil.
"hey... berhenti malu.. cup cup.. sini peluk. "
"jangan sentuh aku.. aku gak mau ngomong sama kamu.! " tolak lexa
__ADS_1
"jangan gitu sini yuk anak manis,anak cantik.!! " goda renata sekali-sekali mencolek dagu lexa, hingga gadis itu tersenyum mereka bercanda ria di kelas sampai guru datang memulai pelajaran.
dimas tersenyum kecil melihat gadis itu "sejak kapan dia menggemaskan seperti itu.? " batin dimas masih menatap lexa yang sekali-sekali jahil pada renata...