My Antagonis.??

My Antagonis.??
17.sakit


__ADS_3

setelah beradu argumen dengan dimas lexa memilih pulang dengan jalan Kaki, entah kenapa Dia tidak terpikir untuk menaiki angkutan umum ...


pikiran nya kacau hati nya sakit, dada nya Terasa memiliki beban berat sesak Dan sakit.


ini bukan perasaan nya ini milik alexa yang asli...


penantian nya 4 tahun terbayar sudah cuma satu Kata yang mampu membayar semua perjuangan gadis itu, ucapan yang ingin Dia dengar tapi sayang orang yang berhak mendengarkan nya sudah tidak Ada lagi, bukan kah itu sangat telat kan.??


maaf kan Aku alexa..


1 jam Dia menempuh perjalanan menuju mansion keluarga nya, hingga memasuki gerbang mansion milik keluarga wijaya, lexa menatap bangunan megah itu dengan Mata yang sulit diartikan...


"lexa.! " panggil seseorang Dari teras "Ada apa.?? kenapa wajah mu Pucat.??? lalu kenapa Kau jalan kaki hah.?? " Tanya nya beruntun


lexa tidak menjawab Dia masih menatap cowok itu lekat, kepala nya Terasa sangat pusing apa karna Dia berpanasan.??


"Zal.. Aku pusing.! " ucap nya lirih wajah nya semakin Pucat..


rizal langsung menggendong lexa membawa nya kedalam menuju kamar, saat ini lexa tidak protes dengan tindakan Rizal yang seenak nya karna tenaga nya sudah benar-benar habis, meski sekedar menolak pun Dia sudah tidak mampu, lexa hanya pasrah Saja Di gendongan Rizal bahkan ia mengalung kan tangan ke Leher rizal...


Rizal membaring kan gadis itu secara hati-hati supaya tidak menyakiti nya, wajah lexa semakin pucat suhu tubuh nya semakin naik..


"Bik... Bik sumi.!! " panggil Rizal panik.


seorang wanita paruh baya menghampiri pemuda itu dengan tergesa-gesa "IYA den.."


"Bik.. ambil kan kompres Dan obat penurun Panas... satu lagi bikinkan bubur ya.!! " perintah nya yang langsung Di angguki Bik sumi...


"Zal... apa Kau sudah benar-benar sembuh.?? Kamu juga harus istirahat. " ujar lexa lirih..


Rizal tersenyum menatap lexa yang masih memperhatikan kesehatan nya "kamu gak perlu khawatir Aku sudah sembuh.. sekarang giliran Aku yang merawat mu..!! " ucap nya mengelus kepala gadis itu..


"sekarang Tidur lah"


tanpa banyak Kata lexa tertidur tanpa mengganti seragam nya, tubuh nya sangat lemah dengan kepala pusing yang tidak tertahan lagi...


____


"raina.!! " panggil seorang gadis kepada Raina senyum gadis itu sangat manis namun tidak dengan Mata nya yang seakan mengalami kesedihan mendalam., saat ini raina berada Di rumput tebal seperti pertama Kali Dia Bertemu alexa..


gadis itu berlari memeluk raina erat sedetik kemudian terdengar Isak tangis Dari bibir gadis itu "raina makasih hiks... hiks... makasih rain.!! "

__ADS_1


"makasih buat apa.? " Tanya raina bingung.


"makasih untuk semua nya... berkat mu Aku bisa mendengar kata-kata dimas untuk ku.!! " ucap nya dengan air Mata mengalir


segitu bahagia nya kah Dia.?? pikir raina bingung.


"mungkin bagi mu itu hanya sekedar kata-kata tapi bagi orang yang 4 tahun berjuang seperti ku itu adalah kata-kata istimewa.." ujar nya seakan mengerti apa yang Di pikirkan raina...


raina tidak menjawab Dia lebih memilih menatap hamparan rumput didepan nya dengan udara sejuk..


"lexa.!? " panggil nya tanpa menoleh


"hheem"


"tidak apa-apa kan Kalo Aku tidak membalas cinta dimas.?? " Tanya nya


alexa hanya diam memandang kearah depan dengan tatapan kosong "bagaimana dengan perasaan mu.? " Tanya nya kemudian


"maksud kamu.?? " ia menatap lexa bingung


"apa Kau menyukai dimas.?? "


"tidak." Jawab nya cepat.. Dia memang tidak menyukai dimas sekarang ini. namun tidak tau Kalo nanti semoga Saja tetap tidak..


"terus... kamu.?? "


"hahahahahaha... rain Aku sudah mati... perasaan ku tidak Ada arti nya lagi, tubuh ini memang Aku tapi perasaan bukan Aku... jadi... Kau berhak siapa yang ingin kau terima atau pun Kau Tolak. " jelasnya.


raina menatap wajah teduh milik lexa yang saat ini tersenyum manis pada nya, Alexa sangat cantik Dia gadis beruntung memiliki keluarga yang mencintai nya juga harta yang berlimpah, tapi Dia tidak beruntung dalam percintaan...


"apa Kau kenal erick dirgantara.?"


wajah lexa berubah menjadi mengernyit menatap raina "apa Kau lagi dekat dengan nya.?" Tanya nya balik


raina menggangguk pelan. "kami Di gosip kan pacaran, mungkin sekarang gosip itu menjadi trending topik Di sekolahan.!! "


"Dia... sepupu dimas papah nya adalah saudara kembar papah nya dimas... sejak kecil dimas Dan erick sudah menjadi musuh.!! "


Mata raina terbelalak mendengar fakta itu, pantas Saja dimas Dan erick selalu terlihat bermusuhan,tidak heran Jika dimas melarang nya dekat dengan erick..


"jadi mereka sepupuan.! " Gumam raina pelan

__ADS_1


"kamu tahu Dari mana Kalo mereka sepupuan??" Tanya raina


alexa hanya menyengir bodoh, bisa raina tebak sendiri meski tidak Dia Jawab, gadis bodoh itu tentu Saja tau secara Dia sangat bucin kepada dimas.!!


___


"lexa... bangun kamu harus minum obat.!! "


samar-samar lexa mendengar suara Rizal membangunkan nya, meski kepala nya masih Terasa pusing Dia memaksa untuk membuka Mata nya...


ia melihat Rizal dengan Mata sayu Di Sana Rizal sudah memegang sebuah mangkuk Putih yang Dia yakini Kalo isi nya bubur...


"makan dulu ya habis itu minum obat.! " Rizal dengan sigap membantu alexa duduk Dia memakai tubuh nya sebagai senderan lexa..


lagi-lagi lexa tidak membantah kepala nya sangat pusing, Dari pada bertengkar dengan hal yang tidak penting mending sekarang lebih baik Dia menurut Saja..


dengan telaten Rizal menyuapi bubur ke lexa tidak dapat Dia pungkiri saat ini Dia sangat bahagia bisa merawat lexa yang sedang sakit, apa lagi lexa sangat penurut saat sakit seperti sekarang..


"Tidur lah lagi... kamu harus banyak-banyak istirahat.!! "


seperti tersihir alexa tertidur kembali dalam Belaian lembut Rizal Di kepala nya...


cup


Rizal mencium kening lexa lembut, tidak dapat Dia bayangkan Jika Dia mencium lexa saat bangun sudah pasti Dia akan mengamuk. senyum tipis terbit Di bibir Rizal membayang kan gadis cerewet ini.


"cepat sembuh ya! "


____


Di sisi lain tempat nya Di sebuah ruangan sekumpulan cowok-cowok dengan wajah serius..


"kamu serius mendekati Dia hanya taruhan.?? "


"Aku pikir Kau benar-benar menyukai nya.?? " timpal yang lain..


cowok hanya diam mendengar pertanyaan-pertanyaan trman tidak berniat untuk menjawab.


"jujur sama kita kamu beneran suka kan sama Dia.?? bukan karna taruhan.?? "


keterdiaman nya Di simpulkan yang lain Kalo Dia sudah benar-benar menyukai nya...

__ADS_1


Dia menatap dimas luar jendela awal nya Dia hanya ingin memenangkan taruhan pada orang itu tapi Dia tidak menyangka bakal benar-benar menyukai gadis itu..


"lexa.. " bisik nya pelan..


__ADS_2