My Antagonis.??

My Antagonis.??
menemukan


__ADS_3

ke4 pria didalam mobil mengamati bangunan pencakar langit itu dalam diam,sudah mereka kata kan jika tidak percaya perkataan Juna apa lagi cctv yang mereka liat itu sudah membuktikan jika dia berbohong soal keberadaan Alexa.


dan dugaan mereka semakin kuat saat melihat dia keluar dengan tergesa-gesa,seakan ingin memastikan sesuatu itu membuat mereka semakin curiga jadi memutuskan untuk mengikuti mobil yang di kendarai juna.


semakin jauh mereka mengikuti nya mereka semakin yakin jika Alexa bersama nya,apa lagi mobil itu melaju menuju kepinggiran kota lebih tepat nya di kedalaman hutan.


mereka cukup kaget melihat bangunan mewah di depan nya,dengan pemandangan pantai cukup indah sangat cocok menjadi kediaman para cewek,Dimas tidak tau jika selera Juna seperti ini...


mereka turun setelah Juna tidak kelihatan,dan mereka di sambut beberapa BODYGUARD yang langsung menyerang mereka,terjadi lah baku hantam di antara mereka hingga ke4 nya berhasil mengalahkan para bawahan Juna.


tanpa menunggu lama mereka langsung mendobrak pintu dan alangkah kaget nya mereka melihat pasangan yang berpelukan,ralat hanya cowok nya yang memeluk gadis cantik yang mereka kenal.


"papih.!!" ujar gadis yang bukan lain alexa,gadis itu langsung melepas pelukan Juna dan berlari kearah Reno sang papih.


"Alexa.!!" gumam juna nanar.


"papih Alexa kangen...hiks.. hiks.." tangis Alexa didalam pelukan Reno.


"papih juga... bagaimana keadaan mu hhmmm kamu baik-baik aja kan.??" tanya nya melihat Alexa,Alexa mengangguk cepat.


"sayang."


Alexa beralih menatap kesebelah dimana ada Rizal menatap rindu,gadis itu melepas pelukan nya memilih menghampiri Rizal..


"kenapa kamu kurus seperti ini zal.?? apa yang kamu lakukan sampai kurus gini.??" cecar lexa.


"aku merindukan mu" ucap Rizal menarik lexa ke dalam pelukan nya,rasa rindu yang menderah nya kini sudah terbayar kan melihat Alexa baik-baik saja bahkan semakin cantik, dia menatap ke arah perut dimana sedikit mengganjal saat mereka pelukan.


"dia baik-baik aja kan.??" tanya nya mengelus perut sedikit membuncit itu,Alexa mengangguk sambil tersenyum.


"maafkan aku tidak bisa menjaga kalian"" bisik nya


"gak apa-apa... aku baik-baik aja... Juna Ju...


ucapan lexa terhenti saat melihat Juna yang sudah dihajar oleh Erick dan Dimas,tak lupa Reno juga ikut menghajar nya namun pemuda itu hanya diam sambil menatap Alexa sendu,mata gadis itu melebar saat melihat Juna memuntah kan darah...


"JANGAN... HENTIKAN" teriak Alexa gadis itu ingin berlari kearah Juna tapi di cegah oleh Rizal.

__ADS_1


"Alexa" gumam juna lirih.


"lepaskan aku zal,Juna dalam bahaya zal.. lepas kan.." ucap Alexa merontak.


"tidak sayang dia pantes mendapat kan itu"


"tidak... papih jangan sakiti Juna,.. Erick Dimas hentikan.. lepaskan aku Rizal.. JUNAA" jerit gadis itu kembali saat pemuda itu mendapat pukulan di perut nya hingga dia ambruk,namun masih berusaha bangun mata nya tak lepas dari sosok alexa..


"Rizal lepas... kalo kau tidak melepaskanku, aku akan membenci mu!!" ancam Alexa menatap mata hitam Rizal tajam,mendengar itu tentu membuat Rizal kaget tidak percaya.


"Lex dia sudah menculik mu, kenapa masih kamu bela.?" ucap Rizal sedikit kesal.


"lepas kan aku atau aku akan benar-benar membenci mu.?"


Rizal melepaskan tangan nya yang memeluk Alexa,gadis itu langsung berlari menuju Juna yang sudah berjongkok dengan wajah babak belur,melihat Alexa berlari kearah nya membuat hati nya bahagia ia merentangkan tangan menyambut gadis itu,Alexa ikut bersimpuh dihadapan Juna yang langsung di peluk oleh Juna.


"papih hentikan jangan sakiti Juna.." mohon Alexa menangis,ia mengelus wajah Juna dengan tangan bergetar ia tau Juna salah menculik bahkan menjauhkan nya pada Rizal dan keluarga nya,tapi pemuda itu tidak menyakitinya dia hanya menuruti Ego saja sejauh dia bersama Juna pemuda itu memperlakukan nya begitu istimewa..


"minggir Lex, dia sudah menculik mu bahkan memisah kan mu dengan orang tua mu!!" ucap Erick menyadarkan lexa.


Alexa menggeleng ribut ia akui itu tapi Juna bukan lah orang jahat, "tidak... aku mohon jangan sakiti Juna.. hiks.. hiks.. jangan sakiti Juna"


"Juna..!!"


"aku mohon lex, jangan tinggal kan aku" pintanya sekali lagi, Alexa menatap ke4 pria itu dengan mata basah nya raut wajah mereka masih kentara emosi disana apa lagi melihat Juna memohon seperti itu...


"dia calon istri ku... kau tidak berhak meminta hal seperti itu" murka Rizal ingin sekali ia membunuh pemuda yang masih memeluk Alexa.


"Rizal.!!" peringat Alexa.


"kenapa.?? apa sekarang kamu membela nya.??" tanya Rizal tidak suka,lexa menggeleng pelan mendapat pertanyaan itu.


"lebih baik dia obati dulu!!" ucap Reno tegas,beberapa dari mereka menatap pria itu protes tapi tidak bisa membantah nya.


*****


juna membuka mata nya rasa pusing dan sakit seketika menyerang,membuat nya beberapa kali harus terpejam menetral kan rasa sakit nya Juna mengamati ruangan dia kenal tempat dia berbaring,iya dia berada di kamar nya bearti dia masih berada di mansion dia mencoba mengingat apa yang terjadi sekarang,seketika mata nya terbuka saat sudah mengingat..

__ADS_1


Juna langsung bangkit tanpa menghirau kan rasa sakit di seluruh tubuh nya,bahkan selang infus ia cabut begitu saja tak menghiraukan tangan yang sudah keluar darah..


"Alexa.!!" panggil nya setelah membuka pintu kamar,dia menyusuri mansion itu mencari gadis yang ia cintai.


"ALEXA... SAYANG KAMU DIMANA.??" teriak nya menggema jantung Juna sudah berdetak kencang,rasa khawatir menderah di hati nya ia takut gadis itu memilih pergi bersama Rizal dan meninggal kan nya.


"lexa kamu dimana.?? jangan tinggal kan aku Lex.!!" racau nya cemas,ia menuruni tangga dengan cepat guna mencari Alexa.


"Juna.. kenapa kamu keluar.??"


Juna mendongak mendengar suara familiar dari arah bawah tangga,disana Alexa menatap nya khawatir gadis itu meletak kan nampan berisi kan handuk dan air,segera menghampiri Juna..


"kenapa kamu keluar,kamu masih sakit ayo masuk kekamar lagi" Alexa menuntun Juna kekamar sedang kan Juna menatap gadis itu dalam diam,setelah mereka sampai kamar Alexa menidurkan Juna dengan pelan.


"kamu harus banyak istirahat biar cepat sembuh, jangan banyak gerak dulu" peringat lexa sambil mengobati tangan berdarah Juna,pemuda itu tetap diam mendengar Alex bicara ini yang dia ingin kan melihat Alexa banyak bicara seperti sekarang.


"Juna kau dengar aku kan.??"


"Lex... kamu akan tetap bersama ku kan.??" tanya Juna tak menanggapi pertanyaan lexa.


Alexa terdiam dia menatap mata elang Juna yang melihat nya penuh harap.


"Jun... kamu tau kan jika aku akan menikah,bagaimana bisa aku bersama mu.!!" ucap lexa lembut


"tidak Lex... aku gak mau kamu ninggalin aku,aku menginginkan mu Lex.. kamu hidup ku,segala nya bagi ku... aku gak bisa tanpa kamu Lex." Juna bangkit dari tiduran nya lalu memeluk Alexa erat.


"Lex aku tidak peduli apapun asal kau bersama ku,aku tidak mengizin kan mu pergi bersama orang lain"


"Alexa tidak perlu izin dari mu Juna.!!" suara tajam dari pintu membuat 2 insan itu kaget,pelukan Juna bukan nya lepas malah semakin erat..


disana sudah berdiri 4 pria yang bukan lain,Reno,Dimas,Rizal dan Erick menatap mereka tajam.


"lepaskan Alexa Juna... kau masih bisa mencari gadis lain,lexa juga sudah memiliki calon suami dan hamil..!!" ucap Reno datar.


Juna menggeleng ribut sudah dia katakan jika dia tidak peduli,mau gimana pun keadaan Alexa dia rela menerima Alexa sepenuh hati..


"gak.... aku gak akan melepaskan Alexa om,jika aku ingin melepaskan nya aku tidak akan membawa lexa kesini.!" jawab Juna menatap lembut Alexa,jika dia mau melepas kan Alexa sudah dari dulu dia lakukan gak harus repot menculiknya.

__ADS_1


"aku tidak apa-apa jika harus menjadi suami kedua Alexa." lanjut nya yakin...


__ADS_2