
"*kau itu budek ya.?? aku sudah sering menolak mu tapi kamu masih aja ngejar-ngejar aku... kau itu gak lebih dari cewek gak tau malu.!!" ucap nya dingin
"kok kamu ngomong nya gitu.??"
"kenapa gak terima.?? yang aku bilang bener kan... kamu adalah cewek gak tau malu,yang terus mengejar ku padahal aku sudah nolak kamu berkali-kali dan itu sudah menggambar kan kalo kamu cewek murahan.!!"
ucapan menusuk itu begitu terasa sakit di hati sang cewek meski dia tidak tau rasa nya tapi dapat dia lihat dari mata coklat yang menatap lekat kearah dirinya...
reaksi gadis itu sangat gugup dan canggung di tambah tatapan juga bisik dari murid lain semakin membuat nya gelisah*...
braaakk
yang ada di kelas itu terperanjat mendengar gebrakan dari meja belakang termasuk guru juga kaget,semua mata tertuju ke satu objek pembuat gebrakan dalam keadaan linglung dia menatap orang-orang disana...
"Dimas.... kamu... gak apa-apa.??" suara merdu dan lembut menyadar kan cowok itu dalam mode bingung nya.. di samping nya sudah berdiri seorang gadis cantik berwajah teduh menatap nya bingung...
"Dimas.!!" panggil nya sekali lagi..
"a-ah a-aku gak apa-apa.!!" jawab nya salah tingkah..
"yakin..??"
"iya Lex..!!" jawab nya tersenyum tipis, lexa menatap nya dengan mata sulit di arti kan, sedang kan guru yang menatap pasangan itu cukup bingung karna menurut nya Dimas gak akan seramah itu kepada murid bernama lexa, murid dan para guru tau tentang pasangan itu gimana sikap Dimas pada lexa, tapi yang dia liat sekarang tidak seperti rumor yang beredar...
"yaudah.. aku balik ke meja ku" ujar lexa dan berbalik
"Lex.." cegah Dimas seraya menahan tangan sang gadis.
lexa menoleh ke cowok itu dia melirik guru dan murid lain yang sudah fokus kepada mereka...
mau apa lagi sih nih cowok.?! pikir lexa..
dia menghampiri Dimas bukan karna khawatir dia hanya ingin mencipta kan rumor romantis pada mereka agar terdengar ke telinga Elis, dengan begitu topeng cewek lemah lembut nya cepat atau lambat akan terbuka..
"iya.?"
"duduk dengan ku di sini.!" ujar nya tegas
"hah.?"
"Andre pindah ke meja lexa." perintah nya kepada Andre teman sebangku nya tanpa menunggu jawaban lexa..
"bentar.!!. bentar..!! kamu nyuruh aku pindah.??" tanya lexa
Dimas hanya mengangguk pelan dengan menatap wajah gadis itu.
"cuma hari ini aja kan.??". tanya nya kembali
"gak... aku ingin kamu semeja dengan ku sampai kenaikan kelas."
mata lexa melebar mendengar nya lexa menggeleng cepat "gak dim... aku lebih nyaman duduk dengan Renata.!" tolak nya cepat
bukan hanya Dimas yang kaget tapi murid guru disana juga kaget mendengar penolakan lexa,bukan kah duduk dengan Dimas adalah keinginan lexa dari dulu tapi kenapa dia nolak.?? pikir mereka
"ehkemm... udah drama nya.?? kalo udah selesai mohon kembali belajar.!!" suara guru membuyar kan tatapan pasangan itu dengan pelan lexa melepas tangan Dimas yang menggenggam pergelangan tangan nya...
"untuk hari ini aja... bisa kan.??" ucapan serta genggaman tangan Dimas yang kembali membuat lexa gak bisa nolak lagi, jika dia lakukan sudah pasti cowok ini akan malu tentu saja dia gak peduli cuma takut nya Dimas akan menjadi dendam pada nya, tidak akan dia biarkan...
lexa mengangguk pelan lalu duduk di kursi sebelah dimas, sedangkan Andre sudah pindah ke bangku lexa serta memberi kan buku dan tas nya lexa ke sang pemilik...
senyuman tipis kembali terbit di bibir Dimas saat melihat lexa duduk di sampingnya, meski gadis itu menuruti nya cuma masih dia rasakan ada jarak di antara mereka,dulu juga begitu tapi entah kenapa jarak yang dia rasa kan saat ini cukup rumit dan sulit walau sikap lexa seperti dulu namun tidak dapat di pungkiri kalo diantara dia dan lexa tetap seperti orang asing yang baru kenal...
mata nya lekat menatap wajah teduh lexa rasa bersalah menggelayut manja di hati nya, apa lagi mengingat ucapan dingin nya kepada lexa, iya...ingatan itu hadir di mimpi nya barusan dia memang tertidur entah karna capek apa karna masih efek sakit yang membuat nya tidur di kelas, tentu saja tidak ada yang berani membangunkan meski guru sekali pun...
namun tidur nya harus terusik dengan mimpi dia menghina lexa sampai dia kesal dengan dirinya dan berakhir menggebrak meja...
***
jam pulang sudah berdering para murid bergegas memberes kan alat tulis ke dalam tas mereka, termasuk juga lexa gerak gerik nya tak luput dari mata hitam yang dari tadi menatap lexa...
__ADS_1
"Lex.. pulang bareng aku ya.??" ucap nya menghentikan kegiatan lexa, sedetik kemudian gadis itu melanjut kan aktivitas nya lagi...
"lexa.!!" panggilnya namun tidak ada respon dari gadis itu malah gadis itu berlalu meninggal kan nya.
bergegas dia juga menyusul gadis itu,seseorang terus menatap mereka dengan wajah datar tapi ada rasa geram Dimata nya...
"lexa..." Dimas mencekal lengan gadis itu tanpa mempeduli kn sorot mata para murid menatap mereka..
lexa menatap Dimas jengah dan beralih menatap ke lain arah..
"ayo aku antar."
"gak... aku bisa sendiri.!!" tolak lexa
kening Dimas mengerut bingung dengan perubahan lexa begitu cepat menurut nya.. dari arah belakang Dimas terlihat Elis dan teman nya menuju keluar gedung otomatis harus melewati mereka..
seringai tipis terbit di bibir ranum nya, lexa melepas kan tangan Dimas dari lengan nya dengan lembut lexa menggenggam tangan besar Dimas...
"maaf ya... dim hari ini aku gak bisa pulang bareng. kamu..!!" ucap nya lembut, Dimas menatap gadis itu lekat dia bingung tadi lexa seakan kesal pada nya tapi sekarang bersikap manis...
"kenapa.??" tanya nya..
"karna..."
"LEXA...!!" ucapan lexa terpotong karna suara cowok menggelegar dari arah belakang Dimas di sertai derap kaki menghampiri mereka...
dengan kasar dia menepis tangan lexa yang menggenggam tangan Dimas, tentu saja Dimas mendelik tidak suka ia menatap cowok itu tajam...
"Rizal..!!" panggil lexa kesal karena menepis tangan nya dengan keras dan itu terasa nyerih..
"ayo pulang..!" ujar nya dingin masih dengan menatap Dimas tidak suka..
lexa menghela nafas kasar ini yang tidak dia suka dari Rizal dia cepat tersulut emosi jika menyangkut dirinya, maka dari itu dia gak mau melibat kan Rizal dalam rencana nya...
"zal... kamu duluan ke mobil nanti aku nyusul..." ucap lexa pelan
"gak... kita harus bareng." ucap nya tegas..
"Rizal... jemputan sudah ada di depan kamu duluan sana." lexa menengahi ketegangan di antara mereka.
"tapi..
"Rizal" potong lexa tajam membuat Rizal gak bisa protes lagi, dia pergi dari sana setelah menatap Dimas tajam.
setelah Rizal pergi baru lah lexa bernafas lega, dia kembali menatap Dimas yang masih melihat punggung Rizal dengan tatapan dingin...
di belakang Dimas masih ada Elis yang juga menatap nya tajam mata nya penuh dengan kemarahan..
lexa kembali meraih tangan Dimas lembut dan tangan satu nya meraih pipi Dimas agar menghadap ke dia...
"jangan di lihatin... dia emang kek gitu orang nya suka emosian.!!" ujar lexa seraya tersenyum lembut.
Dimas menatap senyum lexa dengan hati berdebar "kamu gak ada hubungan apa-apa kan dengan nya.??" tanya Dimas menyelidik,lexa menarik tangan nya dari pipi Dimas membuat hati Dimas kecewa..
"hari ini aku gak bisa pulang bareng kamu... kau tau sendiri kan tadi... dia akan mengamuk dan aku akan kerepotan.!!" ucap lexa pelan tanpa menjawab pertanyaan Dimas.
Dimas menampil kan wajah lesu karna tidak pulang bersama lexa...
"gak usah kecewa gitu... masih ada hari esok kok.!!.. aku duluan ya.?? bye.!!" lexa melambai kan tangan pada Dimas dan juga di lihat oleh Elis... wajah cewek itu semakin tidak enak di lihat...
hohoho Elis.. si gadis benalu... tenang ini baru proses kok.!! batin lexa
Elis melihat pasangan itu dengan wajah merah karna marah, tangan nya mengepal erat..
"Elis.. kamu kenapa.??" tanya teman nya.
"ah... aku gak kenapa² kok." jawab nya lembut
"yuk pulang" ajak nya
__ADS_1
awas kau lexa.. aku akan merebut nya dari mu.. batin nya geram.
***
Elis masuk ke rumah nya dalam suasana masih penuh amarah,wajah cantik nya sangat tidak enak untuk di liat dia sangat kesal atas kelakuan lexa terhadap Dimas yang begitu manis...
sialan... apa yang dia rencana kan??? batin Lexa mengepal.
"Elis.!!" panggil seorang wanita paruh baya tapi masih cantik dia menuruni tangga dengan pelan seraya menatap wajah anaknya yang terliihat kalut..
"kamu kenapa nak.??" tanya nya khawatir.
"gak apa-apa kok mah" jawab Elis berbohong "oh ya ... papah mana mah.?" lanjut nya..
wanita itu menghela nafas sejenak sebelum menjawab "dia pulang kerumah istri nya." jawab nya dengan sorot mata geram
"mah... mau sampai kapan mamah diem aja kek gini.?? mamah bilang om Reno cinta sama mamah, kenapa gak mau ninggalin istri nya.?? aku mau keluarga lengkap mah dan aku ingin om Reno menjadi papah Elis dan Alisa..." ujar nya sedikit jengah, ia bosan hidup seperti ini dimana orang terus mencemooh dan menghina dia juga ibu nya yang seorang janda...
dia butuh ayah yang melindungi dan menyayangi nya dan om Reno adalah orang Yang tepat, meski dia tau kalau lelaki itu sudah memiliki anak dan istri tapi dia tak peduli asal Reno menjadi papah nya...
"sabar ya sayang.. mamah akan terus membuat Reno meninggal kan keluarga nya dan hidup dengan kita, dengan begitu harta juga hati nya bisa kita kuasai." senyum licik terbit di bibir kedua nya...
***
lexa terpaku di ujung tangga mendengar semua yang di bicara kan orang tua nya,sepulang sekolah dia berniat ke kamar sang mamih untuk membicara kan hal penting tapi dia tidak menyangka sang papih sudah kembali, bahkan sudah membuat mamih nya menangis...
ucapan demi ucapan lexa mendengar penuturan papih nya meminta pengertian mamih nya atas keadaan nya sekarang, dan itu sukses membuat hati nya tercabik apa lagi mendengar tangisan sang mamih pilu dan menyayat...
kenapa papih sekejam ini.?? batin Lexa sakit
kenapa ujian seberat ini harus dialami oleh lexa seorang remaja labil bahkan umur nya belum genap 17 tahun tapi harus menanggung hal seperti ini...
lexa mendongak kala sebuah tangan menutup telinga nya ia melihat Rizal menampil kan wajah kesal, saat melihat lexa berdiri terpaku disana dia bisa menebak kalau ini akan terjadi di saat orang itu pulang ke rumah...
"jangan dengerin... ayo ke kamar.!!" ajak Rizal lembut.
"gak... aku harus menyelesaikan sandiwara ini dengan cepat.... agar dia menerima penyesalan dengan cepat juga..!!" ucap lexa dingin, ia menghapus air mata nya kasar yang sempat keluar tadi...
dengan langkah mantap dia menuju pintu kamar sang mamih, walau Rizal bingung dengan ucapan lexa tapi dia tidak berani bertanya untuk saat ini...
"papih...!!" panggil lexa ceria seakan tidak tahu apa-apa... seraya membuka pintu dia melihat papih nya gelagapan di hadapan mamih nya, sedang kan mamih nya memilih menghadap ke jendela membelakangi.
"sayang kamu baru pulang..?!" tanya papih nya memaksa tersenyum.
pertanyaan bodoh... batin Lexa
"papih kenapa baru pulang.?? lexa kangen sama papih.!!" ucap lexa berhambur ke dalam pelukan papih nya yang di sambut hangat oleh lelaki itu..
"maaf kan papih... kerjaan papih masih banyak jadi baru bisa pulang sekarang.!!" jawab nya tersenyum manis
urusan bersama selingkuhan mu.!!.. sinis lexa dalam hati
"tapi sekarang sudah selesai kan.?? jangan tinggalin lexa lagi pih.!!" rengek lexa manja... jujur saja dia sangat jijik memeluk orang yang sudah selingkuh meski papih nya sendiri...
papih nya mengangguk sambil mengelus rambut lexa lembut...
ddrrrttt ddrrttt
papih lexa mengambil hp di saku celana nya di sana terterah nama seseorang yang dia kenal, sontak saja tubuh nya menegang dan gugup pasal nya saat ini lexa menatap nya intens..
"kenapa gak di angkat pih.??" tanya lexa menatap dingin ke Papih nya..
"i-iya pa-papih angkat dulu ya sebentar.!" dia. langsung keluar kamar mengangkat panggilan itu..
"mamih.!!" lexa mendekati mamih nya yang sudah menangis..
"mih... jangan nangis... air mata mamih begitu berharga gak pantes untuk seorang penghianat... simpan air mata mamih untuk kemenangan kita nanti.!!" ucap nya kembali
Ratna menatap putri nya lembut dia tidak menyangka kalau dirinya tak sekuat gadis kecil ini, dia kira mental lexa terpukul kala mengetahui perbuatan papih nya namun dia lebih tegar dari pada diri nya...
__ADS_1
"kita akan buat orang itu mengalami... hidup segan mati pun tak mau.!!"