
seorang pemuda berlari dengan cepat menuju kesalah satu ruangan di mansion tempat tinggal orang tua nya,ia membuka pintu pilar bercat coklat itu dengan kasar disana terlihat seorang pria lansia duduk terkulai di kursi kebesaran nya...
"dad.." panggil nya mendekati sang Daddy dengan perasaan khawatir juga cemas,setelah dia mengantar kekasih nya dia mendapatkan telpon dari kepercayaan ayah nya jika perusahaan ayah nya mengalami kebangkrutan karna semua kolega nya mencabut kerja sama mereka dan mengalami kerugian besar,termasuk perusahaan yang di kembang kan oleh sang anak.
"dad apa yang terjadi.??? kenapa bisa jadi begini ??" tanya nya setelah membaca berkas di tangan sang ayah,tak ada jawaban dari pria itu dia hanya tertunduk lesu di kursi nya ia tidak menyangka,perusahaan yang di kembang kan oleh nya selama puluhan tahun harus jatuh dalam 1 malam...
apa yang harus ia katakan pada orang tua nya di surga,semua usaha yang dia geluti adalah milik orang tua nya namun sekarang perusahaan nya harus gulung tikar padahal selama ini dia dan rekan nya baik-baik saja,tapi sekarang mereka malah memutuskan semua kerja sama mereka.
"semua habis zal.... habis" gumam nya
"dad..." panggil pemuda yang di panggil zal,ia tidak tau apa yang harus dia lakukan karna dia juga bingung,ia yakin pasti ada seseorang yang melakukan semua ini tidak mungkin partner ayah nya bisa mencabut kerja sama mereka.
"Daddy istirahat dulu biar Rizal mencari jalan keluar nya." ujar nya lalu menuntun sang ayah ke kamar nya.
_______
beda lagi di salah satu ruangan kantor disana terdengar suara tawa kepuasan berasal dari pemuda tampan bermata elang,mendengar tawa itu membuat asisten nya merinding.
"hahahahaha.... bagus bagus. kerja yang bagus.... Yuda besok kau bawa keluarga mu untuk berlibur selama 1 Minggu" ucap nya dengan senyum puas.
"terima kasih tuan"
____
.
sedang kan di apartemen lexa duduk diruang tamu sambil menonton tv,saat ini dia masih tinggal bersama Rizal dengan alasan ingin menemani cowok itu,sudah sering mamih atau papih nya menelpon agar tinggal bersama mereka tapi ia tolak secara halus,entah kenapa dia belum bisa 1 rumah dengan sang papih meski ia sudah memaafkan namun hati nya belum mengizin kan untuk tinggal bersama...
Deg
seketika jantung nya berdenyut sakit ia menekat dada di bagian jantungnya.
"ada apa ini.??" gumam nya pelan ia meringis mendapatkan rasa sakit di jantung nya,sembari berdo'a agar keluarga juga kekasih nya baik-baik saja.
tidak lama terdengar suara pintu terbuka dengan cepat ia menghampiri sosok pemuda yang menunduk lesu,dahi lexa mengernyit melihat itu tidak biasa nya lelaki itu terdiam melihat dirinya.
"sayang kamu kenapa ??" tanya nya memegang lengan pemuda itu.namun tak ada jawaban dari nya ia menatap mata lexa lekat terlihat rumit dan bingung disana.
"ada apa ??" tanya lexa kembali dengan nada khawatir,sedari tadi perasaan nya tidak enak.
"Lex.." panggil nya pelan
"iya"
"kita break aja ya dulu " ujar nya dengan suara hampir tak terdengar.
"kamu bilang apa ??" tanya lexa memastikan siapa tau dia salah dengar.
"kita putus"
tubuh lexa menegang dengan mata menatap tidak percaya pada Rizal,sebenarnya ada apa kenapa datang-datang Rizal meminta putus membuat dia kaget.
"kamu ada masalah ya.. ayo duduk dulu" ajak lexa mencoba untuk tenang. "aku ambil kan air" lanjut nya.
__ADS_1
"aku ingin kita putus Lex" ucap Rizal tegas.
lexa menghentikan langkah nya menuju dapur,hati nya sakit ia berusaha menutupi nya dengan tersenyum manis.
"aku yakin kamu punya masalah, ayo sayang kita duduk dulu biar tenang" ucap nya lembut meraih lengan Rizal,namun di tepis oleh pemuda itu dengan kasar.
"AKU INGIN KITA PUTUS" bentak nya menatap tajam,tubuh lexa terhenyat mata coklat nya menatap kecewa pada Rizal,ia tidak tau kenapa Rizal berubah seperti ini bahkan membentak nya.
"tapi kenapa zal.??? aku ada salah ya ??" suara lexa begitu lirih dan bergetar,mendengar itu tubuh Rizal menegang dia mengepal tangan nya erat,ia terpaksa melakukan ini demi Daddy nya dia gak mau perjuangan Daddy nya sia-sia...
"gak ada.. kita udah gak ada kecocokan lagi" ujar nya sambil membuang muka.
rasa sakit kembali dirasa oleh Alexa padahal rasa itu sudah ia lupakan sejak kehadiran cowok di hadapan nya ini,kemaren-kemaren cowok ini menjadi obat untuk nya tapi sekarang kenapa menjadi racun yang amat menyakit nya...
"sayang kamu becanda kan... kamu hanya ngeprank kan." ujar nya tersenyum namun mata nya terluka ia mencoba untuk tidak menangis.
"tidak.. aku serius Lex kalo aku ingin putus dari kamu" Rizal tetap dengan posisi nya memalingkan wajah tanpa menatap mata kecewa lexa,ia tidak kuat melihat mata coklat itu.
"tatap mata aku zal,dan bilang kalo kamu sudah tidak mencintai ku lagi" ujar lexa menatap sendu.
"aku tidak mencintaimu lagi Alexa" jawab Rizal tegas dengan mata menyorot dingin menatap mata coklat Alexa yang berair...
tubuh nya kaku dengan kaki gemetar namun ia coba untuk tegar,mata coklat itu menatap nanar pada mata hitam Rizal yang sekarang menatap nya dingin,lexa menelan ludah nya susah payah tenggorokan nya terasa kering dan sakit.
ia menarik nafas panjang oksigen di dada nya hanya sedikit,sangat sesak dan menyakit kan tapi lagi-lagi ia menahan nya agar tidak terlihat,ia berpegangan pada sandaran sofa....
bibir cerry nya terlihat pucat terbesit senyum miris di sana,senyum tegar yang di paksakan ia tidak menyangka rasa sakit ini kembali lagi...
"maaf jika selama ini aku merepot kan mu" ujar nya tersenyum lembut.
Rizal menunduk hati nya sakit,sesak dan berat ia membuang muka agar tidak terlihat oleh lexa jika dia berbohong.
"eemmm... aku harus pergi... kasih aku waktu untuk berkemas" pinta lexa dengan suara tenang nya,yang di jawab Rizal mengangguk...
langkah lexa mantap menuju kamar nya setelah pintu kamar tertutup,tubuh nya langsung melorot kelantai lutut beserta bagian tubuh nya terasa lemas dan sakit seakan tak ada tulang.
air mata yang dia tahan kini keluar tanpa permisi,ia menahan Isak tangis nya agar tidak di dengar oleh Rizal di luar namun hati nya teramat sakit dan sesak ia tidak bisa menahan nya,pada akhir nya ia terisak terdengar sangat pilu,tanpa di ketahui lexa Rizal juga menangis mendengar suara tangisan lexa...
"maaf kan aku sayang" gumam nya memukul dada kiri nya yang terasa sakit...
ia tidak punya pilihan dia diharus kan melakukan semua ini demi Daddy nya,ia mencintai lexa namun dia tidak mau kehilangan Daddy nya keluarga satu-satunya yang dia punya..
*flassback
Rizal keluar dari mansion keluarga ronaldi dengan perasaan kalut,ia tidak habis pikir dengan keadaan nya semendadak ini perusahaan yang dia bangun bersama Ayah nya kini hangus dalam semalam.
tanpa sadar dia sudah berada di jalan raya melupa kan mobil nya.
"selamat siang tuan muda ronaldi.!" sapa seorang berjas hitam,Rizal menatap orang itu waspada karna dia merasa tidak kenal padanya.
"siapa kau.??" tanya nya
"Anda di tunggu oleh tuan saya di mobil" jawab nya tidak nyambung.
__ADS_1
"aku tidak mau" tolak nya
"mari tuan muda"
"aku tidak mau"
ia merontak saat orang itu memegang lengan nya.
"hey lepaskan" bentak nya.
"waaahh kau masih punya banyak tenaga ya.?" suara serak dan berat membuat nya berhenti memberontak.
"kau.."
"hy Rizal" sapah nya ramah.
"mau apa kau.?" tanya Rizal ketus.
"tidak ada aku hanya ingin menawarkan sesuatu padamu.!!"
Rizal menatap curiga pada pemuda di hadapan nya yang tersenyum miring.
"aku tau perusahaan keluarga mu bangkrut.??" ucap nya menjeda "dan itu perbuatan ku" lanjut nya disertai terkekeh.
"BRENGSEK... SIALAN... APA MAKSUD MU MELAKUKAN ITU.??" bentak nya keras hingga orang di jalan menatap mereka heran,seingat nya ia tak punya urusan pada orang ini.
terdengar lagi kekehan dari bibir merah cowok itu,bukan nya marah dia malah tertawa mengejek melihat amarah dari wajah Rizal.
"jangan pura-pura tidak tau,apa yang aku inginkan sialan" geram cowok itu dengan tatapan tajam nya.
sedangkan Rizal menatap bingung... apa maksud nya.?? pikir Rizal.
"maksud mu apa ??" tanya Rizal bingung.
"lexa... aku mengingin kan lexa" sarkas nya
mata Rizal melebar saat satu nama di sebut oleh orang itu.
"tidak... dia milikku"
"dari awal dia itu milikku sialan" geram nya mencengkram kerah baju Rizal.
"sampai kapan pun lexa milikku... jangan harap untuk memiliki nya Juna" tekan nya menatap tajam,yaah orang yang menghadang Rizal adalah Juna,yang menghancur kan usaha Rizal juga Juna.
Juna melepas kan kerah baju Rizal dan Merapi kan nya dengan pelan.
"baiklah.. penawaran ku cukup bagus, aku akan mengembalikan semua aset perusahaan mu, aku juga menjamin kalo semua kolega akan kembali bekerja sama lagi dengan kalian" ujar nya. "pilih kehilangan ayah mu atau Alexa??"
Rizal terdiam di tempat sungguh pilihan yang teramat sulit bagi nya,disatu sisi ia mencintai lexa Di sisi lain ia tidak ingin kehilangan ayah nya karna cuma pria itu yang dia punya.
"aku tunggu kabar baik dari mu" ujar Juna pergi meninggal kan Rizal dengan pikiran berkecamuk,memikir kan pilihan yang teramat sulit bagi nya,jika memilih lexa dia akan kehilangan ayah nya begitu juga sebalik nya.
flassback end..
__ADS_1